Pengasuh Centil

Pengasuh Centil
Bab 43 Ancaman Randy Jaya


__ADS_3

"Kenapa sih Min? Kok tegang gitu?" Naomi memandang Mini Geraldine dengan tatapan serius. Sahabatnya itu tampak sangat tegang setelah dari toilet.


"Aku tidak apa-apa kok. Cuma sedikit pusing aja. Aku boleh pulang duluan gak Nom?"


"Hah pulang?" tanya Naomi lagi dengan wajah curiga. "Kita 'kan belum foto-foto sama pengantinnya."


"Lah udah kan tadi, setelah akad selesai." Mini mencoba memberikan alasan. "Lagipula Aku gak enak banget nih. Rasanya mual gitu," lanjut gadis itu dengan wajah gelisah.


"Tapi kan rencananya kita semua mau nginap di rumah Jojoba malam ini," ujar Naomi lagi berusaha untuk menahan tangan sahabatnya itu agar tidak pulang ke tempat kostnya.


"Jangan nginap deh, kalau aku boleh kasih saran."


"Eh kenapa?"


"Kalian mau gangguin malam pengantin baru?" tanya Mini dengan mata melotot. Naomi langsung tertawa.


"Iya juga ya? Pasti kita juga dicuekin sama Jojoba hahaha. Dan juga Aku takut sama Pak Radith, hehehe," kekeh Naomi membenarkan.


"Nah kan? makanya Aku mau pulang duluan. Aku lagi gak enak badan nih," ujar Mini untuk menguatkan lagi alasannya untuk pulang lebih cepat.


"Iya deh, hati-hati ya Min." Naomi akhirnya membiarkan Mini untuk pulang lebih cepat. Gadis itu tersenyum dan segera melangkahkan kakinya keluar dari gedung pernikahan Itu. Sejak tadi ia merasa ketakutan karena sempat bertemu dengan Randy Jaya di Toilet.


Pria yang merupakan dosennya itu mengingatkan kembali tentang rencana mereka untuk menjebak Jovanka. Akan tetapi ia menolak dengan alasan kalau Jovanka itu sudah menikah dan tidak mungkin lagi dimiliki oleh pria itu.

__ADS_1


Akan tetapi Randy Jaya tidak menerima penolakan atau Mini benar-benar akan ia beri pelajaran yang sangat berharga dan tidak akan dilupakan oleh gadis itu.


Mini merasa sangat takut dan tegang. Ia sudah pernah merasakan bagaimana beringasnya pria itu sewaktu ingin melecehkannya.


Ia pun melangkah dengan cepat meninggalkan tempat itu seraya memeluk tas tangannya sampai bunyi heelsnya sendiri yang terdengar begitu nyaring terasa sangat menyeramkan. Ia merasa sedang diikuti oleh seseorang.


Tak


Tak


Tak


"Aaawwwww!" Saking takutnya ia pada Randy Jaya ia sampai jatuh menginjak sebuah lubang di depan area parkir di depan gedung pernikahan itu.


"Kamu gak apa-apa?" tanya seseorang dari arah depannya dan menyodorkan tangannya untuk membantunya berdiri. Ia mendongak dan melihat kalau ternyata bukan orang yang ia takutkan yang ada di hadapannya.


"Kak Zion? Kamu ada di sini juga?" tanyanya dengan tatapan tak percaya.


"Kamu gak apa-apa?" tanya seniornya lagi tanpa menjawab pertanyaannya.


"Ah iya. Aku tidak apa-apa Kak, terima kasih." Mini menjawab dengan berpura-pura baik-baik saja.


"Oh baguslah. Kalau gitu aku pulang duluan ya." ujar Zion Sakti seraya mengangkat bahunya.

__ADS_1


Ia pun pergi dari tempat itu untuk mencari kendaraannya. Ia sudah datang untuk memberi selamat pada kedua mempelai karena diundang oleh Radith Aditya. Dan sekarang ia ingin pulang untuk menghibur diri karena telah patah hati.


"Uuuh dasar tak peka!" gerutu Mini karena ditinggalkan oleh pria yang sangat disukainya itu. Ia pun berusaha untuk berdiri tapi ia kembali jatuh karena tak mampu berdiri dengan heels tinggi dan juga keseleo.


"Awwwwww!" Kembali ia berteriak keras tetapi bukan karena kesakitan. Akan tetapi tubuhnya yang melayang ke udara karena ternyata ketua Badan Eksekutif Mahasiswa itu kembali lagi dan menggendongnya ke atas mobilnya.


"Eh Kak. Aku..."


"Udah, jangan bicara lagi. Aku akan membawamu pulang ke tempat kost kamu."


Zion Sakti tak ingin mendengar alasan. Ia meletakkan tubuh Mini di bagian depan mobilnya kemudian ia mengitari kendaraan roda empat itu dan duduk di depan kemudi.


"Tempat kost kamu yang di depan kampus itu kan?" tanya Zion Sakti seraya menghidupkan mesin mobilnya. Mini Geraldine tersentak. Ia merasa seperti sedang bermimpi. Digendong oleh seorang idola kampus yang sudah lama ia inginkan kini baru saja terjadi.


"Eh i-iya Kak. Kok tahu sih?" Mini bertanya dengan dada berdebar-debar tak karuan.


🌺🌺🌺


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading ya 😍

__ADS_1


__ADS_2