
Di ujung sore menjelang maghrib itu, hanya suara Jovanka yang merintih-rintih nikmat yang menguasai kamar pengantin baru itu. Perempuan cantik itu dibuat tak berkutik oleh kehebatan Radith Aditya dalam membawanya mengarungi nikmat yang tak bertepi itu.
Mereka kembali mengulangi kegiatan menyenangkan itu dengan penuh gairah. Jovanka tak habis pikir dengan kekuatan yang dimiliki suaminya sampai membuatnya berteriak berkali-kali sedangkan ia belum juga sampai ke puncak.
"Mas, Aku lelah." Akhirnya perempuan cantik itu memohon ampun karena tak sanggup lagi melayani hasrat suaminya yang bagaikan kuda perang.
"Dikit lagi sayang ini hampir kok, kamu terlalu lezat dan legit Jo," ujar Radit Aditya seraya terus mengayuh dengan posisi yang berbeda-beda. Dari arah masjid dekat rumah mereka, kumandang Sholawat mengiringi ledakan bisa hangat dari si piton raksasa di dalam istana sang istri.
"Allohumma Sholli Ala sayyidina Muhammad, semoga apa yang kita lakukan ini mendapatkan keberkahan sayangku," bisik pria tampan itu seraya mengelus lembut istana sang istri yang baru ia kunjungi.
Setelah itu Ia mendorongnya dengan telapak tangannya berharap mereka bisa mendapatkan keturunan yang baik dari proses penyatuan mereka.
"Mandi yuk, baru kita ke masjid. Ada acara tadarusan setelah sholat Magrib sayang." Pria itu membawa tubuh istrinya yang nampak sangat lemas dan lelah karena perbuatannya. Setelah mandi besar. Mereka berdua pun keluar dari kamar dengan sudah sangat lengkap dengan pakaian sholatnya.
"Luby mau ikutan ke Masjid Ma," ujar Ruby dengan wajah gembira.
"Ayok. Tapi Mama ambilkan kamu mukena mu dulu ya," ujar Jovanka seraya berjalan ke arah kamar gadis kecilnya itu.
"Holeee, Luby bisa main sama Qiya di Masjid." Ruby melompat kegirangan. Qiya adalah teman sekolahnya yang sering bercerita kalau ia sangat suka ke Masjid untuk sholat magrib. Di sana mereka bisa bermain karena ada banyak anak seumuran mereka di tempat ibadah itu.
Setelah Ruby berwudhu' mereka pun berangkat ke Masjid bersama. Rania yang melihat mereka jadi sangat bahagia. Sebuah hal yang sangat luar biasa ia lihat dari keluarga putra semata wayangnya. Dalam hati ia berdoa semoga mereka dijauhkan dari fitnah.
"Ruby, tumben kamu pergi ke masjid," ujar salah satu temannya yang memang baru melihat temanya itu datang ke tempat ibadah itu.
"Ya kan ada Mama Jo yang ngajak. Ayo kita main," jawab Ruby dengan wajah gembira.
"Ruby sayang, kita kesini itu mau sholat dan ngaji. Mainnya nanti ya," ujar Jovanka seraya mengatur shaf-shaf gadis-gadis cilik itu agar lurus dan tidak lagi mengobrol.
"Iya Ma," jawab Ruby mengikuti perkataan perempuan cantik yang sudah menjadi Mamanya itu. Akan tetapi ia kembali berbisik pada Qiya, kalau ia akan ikut main petak umpet bersama anak yang lain kalau mereka selesai sholat.
__ADS_1
"Ruby?!"
"Iya Ma, sekalang Luby diam. Allohu Akbar," ujarnya seraya bertakbir.
"Ruby, gak boleh mendahului imam sayang," tegur Jovanka tersenyum.
"Oh belum ya Ma, hehehe," kekeh gadis kecil itu seraya mendengarkan suara imam dari arah depan.
Setelah sholat magrib dengan tenang dan khusyuk, Ruby menyentuh tangan Jovanka yang ada disampingnya.
"Mama Jo, Luby mau berdoa," ujar gadis kecil itu dengan senyum diwajahnya.
"Berdoa saja sayang. Do'akan eyang, Papa sama Mama ya,"
"Iya Ma. Luby mau doakan Mama Feli supaya lajin sholat." Ruby kemudian mengangkat kedua tangannya ke atas dengan bibir komat-kamit tak kedengaran. Jovanka hanya tersenyum dibuatnya. Ia pun ikut berdoa, berharap keluarganya selalu bahagia.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh!" Terdengar salam dari seorang ustadz dari arah shaf laki-laki.
"Rasulullah SAW pernah bersabda “Barangsiapa membaca satu huruf dari kita Allah SWT (Al-Quran) maka akan memperoleh satu kebaikan. Setiap satu kebaikan di balas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf tetapi alif satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf.” (HR. At Tirmidzi)
Selain mendapatkan pahala dengan membaca Al-Quran terutama jika kita mampu membacanya setiap hari maka akan mendapatkan beberapa manfaat di antaranya adalah:
Dapat mendapatkan pahala dan kebaikan seperti dijelaskan dalam hadits Tirmidzi "Barang siapa yang membaca satu huruf saja dari kitabullah maka seseorang akan mendapatkan kebaikan satu kali. tetapi setiap kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kalinya."
Memberikan derajat dan wibawa seperti dijelaskan dalam hadits Bukhari "Orang orang yang hebat dalam membaca Al-Qur'an akan selalu ditemani para Malaikat pencatat yang paling dimuliakan dan taat pada Allah SWT dan orang-orang yang terbata-bata membaca Al-Qur'an lalu bersusah payah mempelajarinya maka dia akan mendapatkan dua kali pahala"
Memperoleh rahmat dan lindungan malaikat seperti dijelaskan dalam hadits "Ketika para kaum muslim berkumpul di masjid-masjid Allah kemudian mereka membaca Al-Qur'an dan mempelajarinya maka akan datang kepada mereka ketenteraman, rahmat Allah serta dilindungi Malaikat dan Allah menyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di dekatnya"
"Malam ini adalah jadwal kita bertadarus. Silahkan buka Surah Al-Baqarah!" ucap sang ustadz mempersilahkan semua jamaah untuk membuka Alquran dan memulai membaca dengan ia sebagai pemimpinnya.
__ADS_1
Jovanka memperhatikan Ruby dan teman-temannya. Rencana mereka untuk bermain ternyata tidak dilakukannya. Mereka diam dan mendengarkan suara merdu sang ustad.
Setelah membaca sebanyak puluhan ayat. Kegiatan tadarus itu pun ditutup dengan doa oleh sang ustad.
Radith Aditya berharap istri dan anaknya yang berada pada shaff perempuan mengikuti kegiatan itu dengan baik. Beberapa jamaah perempuan menghampiri Jovanka untuk bertegur sapa.
"Istrinya Pak dosen ya?" tanya salah satu perempuan paruh baya seusia bundanya di rumah.
"Iya Bu," jawab Jovanka tersenyum seraya meraih tangan ibu-ibu itu untuk bersalaman.
"Cantik banget, masih muda pula. Pasti Pak dosen cinta mati nih," ujar ibu yang lainnya dengan senyum menggoda.
"Pengantin baru dibawa ke Masjid bulan madu. Supaya apa ya?" tanya yang lain dengan maksud untuk lebih mengakrabkan diri.
"Supaya kenal sama ibu-ibu kayak kita ini, iyya kan Bu dosen hehehe."
"Iya Bu. Terimakasih banyak atas sambutannya."
"Kamu bisa gabung dengan majelis ta'lim kita, kalau kamu tidak punya kesibukan lainnya."
"Insya Allah Bu. Terimakasih banyak."
Setelah berbasa-basi mereka pun lanjut dengan sholat isya berjamaah. Jovanka dan Ruby pulang ke rumah bersama dengan suaminya. Ada rasa bahagia yang sangat luar biasa yang mereka rasakan saat ini. Sesuatu yang tidak bisa mereka ungkapkan dengan kata-kata. Malam itu menjadi malam kedua mereka sah menjadi suami istri.
🌺🌺🌺
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading 😍