Pengasuh Centil

Pengasuh Centil
Bab 81 Bahagia Bersama


__ADS_3

Acara pesta pernikahan pun selesai. Semua tamu sudah meninggalkan tempat acara. Yang tersisa hanya sahabat dan keluarganya dekat. Cici, Naomi, dan juga Jovanka masih berada di tempat itu untuk mengobrol dengan santai. Mereka bertiga dengan setia menemani Mini sang pengantin baru.


"Jadi kamu beneran hamil Jo?" tanya Cici dengan wajah cerahnya. Jovanka tersenyum kemudian mengangguk.


"Wah, senang banget dengarnya. Kita hampir mempunyai ponakan baru nih selain Ruby," timpal Naomi ikut senang.


"Gimana rasanya Jo, kalau lagi hamil kayak gini? Kamu ngidam berat ya?" tanya Cici antusias. Ia begitu penasaran karena seringnya ia mendengar tentang drama ngidam yang cukup heboh dari orang-orang.


"Alhamdulillah gak kerasa apa-apa sih. Cuma itu dia suka mual kalau nyium makanan yang ditumis pakai bawang," jawab Jovanka seraya menutup mulutnya. Membayangkan aroma bawang saja, ia sudah mulai tak nyaman lagi.


"Duh berat banget ya, jadi ibu hamil." Cici tampak berpikir kemudian memandang Mini yang sejak tadi hanya diam saja.


"Kamu Min, ada rencana langsung punya anak gak nih?" tanyanya pada sang pengantin baru.


"Ish apaan sih. Malam pertama aja belum terjadi ditanya tentang anak. Udah ah, kita makan aja yuk," jawab Mini tak nyaman. Entah kenapa ia jadi tidak mood membicarakan hal-hal yang berbau anak dan kebahagiaan suami istri. Karena suaminya samasekali tidak menunjukkan hal yang istimewa padanya sejak setelah akad nikah.


"Iya deh, pengantin baru yang lagi galau. Kamu gak takut riasanmu terganggu kalau makan sekarang?" Naomi memandang pengantin baru itu yang masih dalam balutan pakaian pengantin khas suku tertentu.


"Ah bodo amat, yang penting aku lapar, toh acara juga sudah selesai kan?" jawab Mini dengan ekor mata melirik ke arah suaminya yang masih sibuk mengobrol dengan keluarga yang lainnya.


"Ini pengantin kok kayak gini yak? Sedari tadi bawaannya kesal melulu, hihihi." Cici ikut berkomentar dengan tertawa cekikikan.


"Gimana gak kesal kalau ia dinikahi oleh pria amnesia yang tidak mengenalnya, hehehe." Naomi ikut terkekeh dibuatnya.


"Eh, udah dong jangan godain pengantin baru, nanti dia ngamuk-ngamuk di gedung ini bisa jadi berita viral tuh, SEORANG PENGANTIN MENGGANTIKAN EO MEMBERESKAN SISA PESTA, wkwkwk." timpal Jovanka semakin membuat suasana hati Mini semakin kacau. Semuanya tertawa kecuali Mini tentunya.


"Ya udah kita makan supaya kamu kuat ngamuk sama pengantin amnesia itu bentar malam, hehehe," kekeh Cici dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Mini. Gadis itu langsung mengangkat tangannya ke atas pertanda meminta ampun.


"Jo, kamu makan dulu deh sayang." Radith Aditya yang sejak tadi memperhatikan kehebohan perempuan-perempuan ini datang mendekat dan menawarkan istrinya untuk makan. Dua acara resepsi yang mereka datangi Jovanka belum juga makan apapun.


"Iya Mas, ini kita mau makan ramai-ramai," jawab Jovanka seraya berdiri dari duduknya. Ia pun mengajak sahabat-sahabatnya menuju meja prasmanan yang masih menyediakan makanan untuk para tamu.

__ADS_1


Radit Aditya mengikuti istrinya ke tempat itu. Akan tetapi Jovanka hanya mengambil nasi putih saja tanpa lauk.


"Kenapa Jo, gak ada pilihan lauk yang cocok ya?" tanya Radit dengan wajah khawatirnya.


"Takut mual Mas, biar nasi putih aja yang penting perutnya ada isinya kan?"


"Iya deh, tapi setelah ini kamu harus minum susu ya supaya kamu gak lemas."


"Iya Mas, Makasih banyak." Jovanka pun mengunyah nasi putih itu dengan kesusahan karena tidak biasa mengkonsumsi nasi tanpa lauk. Akan tetapi ia harus melakukannya karena jika melihat tampilan lauk yang ada ia langsung dibuat merasa tidak nyaman.


"Jojoba bahagia banget ya, punya Pak Radith yang sangat perhatian seperti itu, jadi pengen juga," ujar Cici seraya memandang sepasang suami-isteri yang sangat romantis itu.


"Aku juga bisa kok jadi suami yang romantis kayak mereka," timpal Zain yang tiba-tiba saja sudah berada disamping gadis itu.


"Lho, kak Zain?" Cici menatap pria yang sebulan ini sudah resmi menjadi kekasihnya dengan tatapan kaget. Ia juga mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan untuk mencari sahabatnya yang lainnya.


"Iya Ci' kamu gak senang Aku disini?"


"Ah tidak Kak, kaget aja sih karena kamu tiba-tiba muncul di sini. Eh mana yang lainnya?" Cici berusaha mengalihkan perhatian pria itu yang sedari tadi menatapnya dengan tatapan aneh.


"Kak, kita gabung sama mereka aja, gimana?" Cici mengusulkan seraya melangkahkan kakinya menuju meja itu. Zain pun mengikuti gadis itu dari belakang untuk bergabung dengan beberapa pasangan lainnya.


Mereka menikmati penghujung pesta itu dengan sangat bahagia. Canda tawa mereka lemparkan untuk mewakili begitu bahagia mereka semua saat itu. Tak lama kemudian Ruby muncul di tempat itu juga bersama dengan Rania sang eyang.


"Mama Jo, kata eyang, Luby nanti akan punya adik ya?" tanya gadis kecil itu seraya memeluk tubuh sang Mama.


"Iya sayang. Nanti Ruby punya teman deh di rumah jadi gak kesepian."


"Wah asyik. Nanti Ruby ajak adik ke lumah Mama Feli bisa gak?" Semua orang saling bertatapan dengan jawaban gadis kecil itu.


"Kenapa?" tanya Jovanka.

__ADS_1


"Kalena Mama Feli gak bisa punya adik bayi lagi kasian Mama. Boleh ya Luby seling-seling main di lumah Mama Feli sama adik." Jovanka akhirnya mengangguk. Ia bahagia karena hubungan anak dan ibu itu sudah baik seperti yang seharusnya.


"Jo, kamu gak takut Mbak Feli itu," bisik Cici dengan nada khawatir.


"Gak Ci', Insyaallah mbak Feli sudah berubah. Lihat bagaimana antusiasnya Ruby setelah menginap di rumah mamanya selama sehari. Itu artinya anak itu sudah nyaman. Bukankah yang paling penting disini adalah kebahagiaan Ruby?"


Radith Aditya langsung menggenggam tangan istrinya dengan hati menghangat bahagia. Ia tidak menyangka kalau Jovanka akan sedewasa ini cara berpikirnya.


"Terimakasih banyak sayang," ucap pria itu seraya mencium punggung tangan istrinya didepan semua orang. Tiga perempuan yang masih gadis dihadapan mereka langsung merasa sangat cemburu dengan kebahagiaan pasangan itu.


Dalam hati mereka juga berharap, mendapatkan cinta yang begitu besar dari pasangan-pasangan mereka kedepannya.


TAMAT


Untuk kesekian kalinya, author mengucapkan banyak terimakasih karena telah menemani kehaluan othor selama ini. Mohon maaf untuk segala kekurangannya ya.


Kisah Jovanka, sang Pengasuh Centil telah selesai dan berakhir bahagia. Tapi bagaimana dengan Mini dan Zion, Cici dan Zain, Naomi dan Boby?


Penasaran?


Kita akan bertemu lagi dalam kisah berikutnya dengan judul yang berbeda.


Nantikan terus ya, gaess, sekali lagi terima kasih. Love you sekebon jengkol hehehe.


🌺🌺🌺


Mini Geraldine 🐭: Thor, gimana denganku? Kok digantung?


Author: Sabar, bulan baru aja ya, kamu MP sama Zion, hehehe. Author lagi ada kerjaan di RL.


Mini Geraldine 🐭: Ya, apes dong.

__ADS_1


Zion: Gak apa-apa Thor. Aku juga masih amnesia hehehe.


Author: Dahlah Good bye. See you di judul berikutnya.


__ADS_2