
Aminah sejak tadi memperhatikan penjelasan yang diberikan oleh calon mertuanya mengenai prosesi acara pertunangannya nanti di bulan Safar.
Jannh Sheikh menjelaskan secara rinci langkah demi langkah prosesi acara yang harus dilewati nanti.
Keluarga Sheikh sengaja memilih gedung untuk mengadakan acara pertunangan Aminah dan Shaheer Sheikh.
Di lihatnya Jannah Sheikh yang sangat antusias saat menerangkan setiap prosesi acara nanti kepada semua yang hadir di pertemuan itu.
Aminah hanya menanggapinya dengan rasa malas dan tidak bersemangat sekali.
Baginya untuk apalagi acara pertunangan digelar karena Aminah merasa hubungannya dengan Shaheer Sheikh akhirnya akan berakhir juga nanti.
Ini hanya sandiwara, bukan acara yang benar-benar diperuntukkan untuknya atau yang diinginkan oleh keluarga ini.
Aminah mulai menyadari di balik sikap keluarga Shaheer Sheikh yang cenderung memaksakan acara pertunangan ini tetap dilakukan.
Mulai dari dia terlihat berbelanja keluar rumah tanpa pengawasan orang-orang rumah sampai dia memergoki Shaheer Sheikh bersama Anjali di sebuah restoran makan di kota.
Semua terasa ganjil bagi Aminah karena menurutnya kenapa Shaheer Sheikh tidak langsung membatalkan pertunangan yang akan digelar nanti.
Bukankah telah jelas bahwa mereka tidak mungkin lagi meneruskan hubungan mereka berdua.
Shaheer Sheikh sendiri dengan jelas mengatakannya pada Aminah saat dia tersadar dari pingsannya tempo hari yang lalu.
''Ah...'', desah lirih Aminah.
Saat mendengar Jannah Sheikh selesai menerangkan prosesi acara nanti.
Menyudahi pertemuan di ruangan tengah dengan cepat sehingga membuat lega hati Aminah.
Aminah pamit ke kamarnya setelah acara pertemuan di ruang tengah selesai.
''Permisi, mathair... Aku mau pamit kembali ke kamarku'', kata Aminah.
''Oh, iya, Aminah ! Silahkan !", sahut Jannah Sheikh.
"Permisi...", pamit Aminah.
Aminah melangkah pergi dari ruangan tengah sambil membawa kotak berisi gaun pertunangannya kembali ke kamar.
Dia juga berpamitan pada tuan Salman Sheikh sebelum pergi ke kamar tidur.
''Maaf, kakek, aku pamit kembali ke kamar karena pertemuan hari ini telah selesai", kata Aminah.
"Baiklah, kau boleh beristirahat sekarang, nak", sahut tuan Salman Sheikh.
Aminah menganggukkan kepalanya kepada pria tua yang sedang duduk bersandar di sofa ruangan itu dengan hormat.
Gadis berhijab itu lalu menaiki tangga rumah menuju kamarnya.
Akhirnya acara pertemuan untuk membahas pertunangan dirinya dan Shaheer Sheikh selesai setelah Jannah Sheikh memberikan penjelasan secara rinci prosesi acara yang akan diadakan nanti pada bulan Safar.
Aminah melangkah menuju kamar tidurnya dengan kotak di tangannya.
Pada saat Aminah hendak masuk ke kamarnya tiba-tiba suara seseorang memanggilnya.
"Aminah !", panggil suara itu.
__ADS_1
Aminah menoleh kaget ke arah suara yang memanggil namanya lalu dia melihat Shaheer Sheikh telah berdiri menantinya.
Dia muncul dari balik tiang rumah sembari menatap Aminah tajam.
''Aku ingin bicara denganmu'', ucap Shaheer Sheikh.
Aminah tersentak kaget lalu melangkah mundur ketika Shaheer Sheikh berjalan mendekatinya.
''B--bukankah kamu tadi pergi ? D--dan ka--pan kamu pulang ?'', tanya Aminah gagap.
Aminah terus melangkah mundur hingga punggungnya terbentur dinding luar kamar.
''Aku tidak kemana-mana tadi karena aku hanya merasa kesal pada kakek yang terlalu menyindirku'', sahut Shaheer Sheikh.
''Kau bohong ! Kamu memang pandai berbohong, Shaheer !'', ucap Aminah.
''Apa maksudmu ?'', kata Shaheer Sheikh.
''Jelas-jelas kamu tadi pamit pergi tapi sekarang kamu datang dengan misterius dan meyakinkan diriku bahwa kamu tidak kemana-mana'', ucap Aminah.
''Sudah aku katakan padamu kalau aku sengaja pergi untuk menghindari pertengkaran aku dengan kakek'', sahut Shaheer Sheikh.
''Tidak, tidak, tidak Shaheer Sheikh !'', ucap Aminah.
Aminah berusaha menjauh dari jangkauan Shaheer Sheikh dengan menahan pria itu agar tidak mendekat padanya.
''Diam disana, Shaheer ! Jangan mendekat laagi !'', kata Aminah.
Aminah menundukkan pandangannya ketika Shaheer Sheikh mencoba mendekatinya.
''Percayalah apa yang aku ucapkan, Aminah !'', sahut Shaheer Sheikh.
''Maksudmu !? Pria seperti ku !?'', sahut Shaheer Sheikh.
''Aku tidak bisa mempercayai setiap ucapanmu dan kau telah menjelaskan padaku bahwa kau akan melepaskanku lambat laun'', ucap Aminah.
''Iyah..., pada akhirnya semua harus diakhiri agar tidak ada lagi tekanan yang memaksamu untuk menerimaku...'', sahut Shaheer Sheikh.
''Apa maksudmu ? Aku tidak mengerti...'', kata Aminah.
''Kau tidak akan pernah mengerti tentang keluarga Sheikh ini, Aminah'', sahut Shaheer Sheikh. ''Tidak akan pernah...''
Aminah tertegun menatap Shaheer Sheikh tapi dia memang tidak memahami situasi yang sedang terjadi di rumah orang kaya ini.
''Bukankah kamu sendiri yang mengatakan padaku bahwa kamu tidak berminat pada hubungan ini dan suatu saat nanti ketika waktunya tiba nanti, kau akan melepas ku, Shaheer Sheikh'', kata Aminah.
''Memang..., tapi aku ingin tahu kebenarannya dari dirimu sendiri, Aminah'', jawab Shaheer Sheikh.
''Kebenaran ?'', tanya Aminah tidak mengerti.
''Kebenaran yang ditutupi oleh kakek Salman Sheikh dengan mengadakan acara pernikahan diantara kita'', sahut Shaheer Sheikh.
''Aku tidak mengerti, Shaheer ! Aku benar-benar tidak memahami ini semua !'', ucap Aminah.
''Apakah kamu tidak tahu atau memang sengaja berbohong padaku ?'', kata Shaheer Sheikh.
''Demi Tuhan ! Demi Allah ! Aku tidak memahami ucapan mu, aku tidak tahu maksud perkataanmu itu !'', sahut Aminah.
__ADS_1
"Setidaknya keluargamu tahu akan sesuatu yang berkaitan dengan hubungan kita yang telah diatur oleh kakek Salman'', ucap Shaheer Sheikh.
Aminah terdiam sejenak dan mencoba meresapi ucapan demi ucapan Shaheer Sheikh.
''Kau mencurigaiku ? Apakah kamu menaruh curiga padaku ???'', tanya Aminah.
''Mmm...'', gumam Shaheer Sheikh bingung.
''Apa yang sebenarnya ingin kamu sampaikan padaku ? Hubungan ini ? Hubungan itu ? Aku tidak mengerti...'', kata Aminah.
''Apakah kamu benar-benar tidak tahu rencana kakek yang menjodohkan keluarga Sheikh dengan keluarga Kapoor ?'', ucap Shaheer Sheikh.
''Tidak !'', jawab Aminah tegas.
''Tahukah kau bahwa perjodohan ini seharusnya untuk Mahesa Sheikh bukan untukku'', kata Shaheer Sheikh.
''A--apa ? Apa maksudmu ?'', ucap Aminah.
''Dan kau seharusnya tahu bahwa kau dan Mahesa yang akan menikah !'', kata Shaheer Sheikh.
''Apa !?'', jawab Aminah gugup.
''Kau tidak tahu !? Dan keluargamu tidak mengetahuinya !?'', kata Shaheer Sheikh.
''Apa maksudmu !?'', tanya Aminah kelu.
Shaheer Sheikh mendekat ke arah Aminah lalu berhenti tepat dihadapan gadis berhijab itu.
''Aku bukanlah pengantin priamu yang sesungguhnya karena aku hanyalah pengantin pria pengganti untukmu, Aminah'', kata Shaheer Sheikh.
Pria tampan dengan mata elangnya menatap Aminah dingin serta serius.
Dia berdiri tegap menghadap Aminah yang memandanginya bingung.
''Kau sengaja bukan ? Mengalihkan topik pembicaraan ini ? Melimpahkan kesalahan yang kamu buat kepada Mahesa !?'', sahut Aminah.
''Tidak... Aku tidak sengaja untuk mengalihkan apapun atau mencoba melimpahkan kesalahan kepada siapapun...'', lanjut Shaheer Sheikh.
''Tidak !? Tidak katamu !?'', jawab Aminah.
Aminah membelalakkan kedua matanya yang lebar kepada Shaheer Sheikh yang berdiri di depannya.
''Sungguh, Aminah... Aku berkata yang sebenarnya..., dan aku mengatakannya kebenaran semuanya karena itu aku berkata padamu akan melepasmu jika waktunya tiba...'', kata Shaheer Sheikh.
''Aku tidak mengerti, Shaheer ! Aku benar-benar tidak memahami ini semuanya !'', ucap Aminah.
Wajah Aminah berubah lelah saat mendengar penjelasan yang diberikan oleh Shaheer Sheikh.
''Aku tidak mengerti...'', ucapnya sedih.
''Karena itu aku bertanya padamu saat kamu pergi dari rumah tanpa memberitahu kepada orang-orang dirumah bahkan pada mathair'', kata Shaheer Sheikh.
Shaheer Sheikh lalu terdiam menatap kotak yang ada di tangan gadis itu.
''Kamu pergi dengan siapa ?'', tanya Shaheer Sheikh.
Aminah langsung menundukkan kepalanya cepat tanpa menjawab pertanyaan dari Shaheer Sheikh.
__ADS_1
Dia tidak tahu harus menjelaskan apa pada pria yang telah melamarnya itu tentang maksud kepergiannya dari rumah secara diam-diam untuk mengikuti Shaheer Sheikh yang keluar bersama Anjali.