
Aminah memperhatikan Shaheer Sheikh yang sedang membayar dengan menggunakan kartu ATM warna gold di kasir ketika dia membeli kue-kue pesanan Jannah Sheikh.
Tampak Shaheer Sheikh berjalan mendekati dirinya setelah dia selesai membayar.
''Apa kau berminat membeli kue-kue di sini, Aminah ?'', kata Shaheer Sheikh.
''Em..., tidak Shaheer Sheikh, aku tidak ingin membeli nya...'', sahut Aminah.
''Tapi aku ingin mencicipi kue-kue di sini. Dan aku ingin memakannya di toko ini sekarang, Aminah'', kata Shaheer Sheikh.
''Apa kamu ingin mencoba kue itu ?'', ucap Aminah.
'''Aku ingin mencicipi kue Macaron Haute Couture yang ada di sana !'', kata Shaheer Sheikh.
Pria tampan yang selalu mengenakan pakaian sherwani lengkap berwarna merah tua itu menunjuk ke arah sebuah etalase berisi kue-kue cantik bernama Macaron Haute Couture.
Aminah lantas menolehkan kepalanya ke arah sebuah etalase toko kue yang dilapisi oleh kaca bening yang terletak di sebelah kanan mereka.
''Apa kau juga menginginkannya ?'', tanya Shaheer Sheikh.
''Boleh saja jika kamu memaksanya tetapi aku tidak membawa uang banyak, bagaimana !?'', sahut Aminah tersipu malu.
''Kau tidak usah membayar apapun kalau kamu mau maka kamu boleh membeli kue yang kamu sukai, Aminah'', kata Shaheer Sheikh.
''Emm..., tapi bagaimana jika aku ikut memesan kue sepertimu ?'', sahut Aminah.
''Kamu juga mau memesan Macaron Haute Couture yang sama denganku ?'', tanya Shaheer Sheikh.
''Iya, aku akan membeli kue yang sama kamu pesan... Apa boleh aku membelinya juga ?'', sahut Aminah.
''Silahkan saja ! Aku yang akan membayarnya, kamu tidak perlu merasa cemas, Aminah'', kata Shaheer Sheikh.
''Baiklah, aku akan membeli sekotak Macaron Haute Couture'', ucap Aminah.
''Tidak hanya satu melainkan dua kotak kue Macaron Haute Couture ! Mengerti !'', kata Shaheer Sheikh.
''Iya, baiklah..., aku akan memesan dua kotak kue Macaron Haute Couture...'', sahut Aminah seraya tersenyum malu-malu.
''Kalau begitu aku akan menunggu di meja dekat jendela kaca toko kue, disana !'', kata Shaheer Sheikh.
Pria tampan yang mengenakan pakaian Sherwani merah itu lalu berjalan ke arah deretan meja di toko kue dekat jendela kaca berukuran lebar.
Shaheer Sheikh lalu duduk di salah satu deretan meja sambil menunggu Aminah selesai membeli kue-kue Macaron Haute Couture.
Terlihat Aminah melangkah ke arah meja dimana Shaheer Sheikh duduk sembari membawa dua kotak berisi kue Macaron Haute Couture di kedua tangannya.
__ADS_1
''Pelayan toko kue tidak memberiku kuitansi harga kue yang harus aku bayarkan karena dia bilang bahwa tagihannya telah dikirim ke tagihan kartu kreditmu'', ucap Aminah.
Aminah memberikan sekotak kue berisi Macaron Haute Couture kepada Shaheer Sheikh lalu berdiri di depan meja yang menghadap pria tampan itu.
Menarik kursi dari besi berukirkan hiasan bunga-bunga mawar berwarna tembaga kemudian gadis berhijab itu duduk.
''Jangan kamu pikirkan tagihan kue-kue itu karena aku telah membayarnya secara otomatis melalui tagihan kartu kreditku !'', kata Shaheer Sheikh.
Shaheer Sheikh lalu membuka kotak kue yang berisi berbagai varian rasa kue Macaron Haute Couture.
''Kue Macaron Haute Couture buatan toko kue ini memang tiada duanya karena hanya mereka yang bisa membuat kue-kue super lezat ini'', ucap Shaheer Sheikh.
Shaheer Sheikh mengambil satu buah kue Macaron Haute Couture dari dalam kotak kemudian memakannya.
Gadis berhijab nan cantik itu terdiam seraya memperhatikan tingkah laku Shaheer Sheikh yang menikmati kue kesukaannya itu.
''Apa kamu sangat menyukai kue-kue macaron ?'', tanya Aminah.
''Iya, tentu saja ! Aku sangat menyukainya karena kue Macaron Haute Couture berbeda dari kue-kue yang ada !'', sahut Shaheer Sheikh dengan mata berbinar-binar.
''Mengapa bisa berbeda dari kue-kue yang ada di toko ini contohnya ?'', kata Aminah datar.
''Karena Macaroon merupakan kue yang terdiri dari 2 buah meringue puff dan keduanya dihubungkan dengan krim khusus. Sebagian besar krim tersebut terbuat dari butter...'', sahut Shaheer Sheikh.
''Kalau itu alasannya aku tahu itu tetapi bukankah akan sama saja jika dilihat dari bahannya !?'', kata Aminah.
Saat gigitan pertama memakan kue Macaron Haute Couture, wajah Aminah berubah.
Ada sensasi unik di dalam kue Macaron Haute Couture ketika dia memakannya selain kue macaron rasanya sangat lezat, kue itu terlihat berbeda dan sedikit mewah.
Wajah Aminah berubah berseri-seri saat dia menikmati kue Macaron Haute Couture yang ada di dalam kotak seraya menyantapnya satu demi satu hingga habis tak tersisa.
Hanya tinggal remahan dari kue macaron yang ada di dalam kotak.
Shaheer Sheikh hanya tersenyum simpul ketika melihat Aminah menghabiskan kue-kue itu dengan lahapnya tanpa memperdulikan kehadirannya saat ini.
''Apa kamu benar-benar menyukainya, Aminah ?'', kata Shaheer Sheikh.
''Ya, kue macaron ini sungguh lezat sekali dan tampaknya aku juga menyukainya sama denganmu, Shaheer !'', sahut Aminah.
''Hmmm..., begitu ya...'', ucap Shaheer Sheikh.
Aminah membersihkan bibirnya sehabis memakan kue macaraon itu dengan kertas tissue yang sengaja tersedia oleh toko kue dan diletakkan di atas meja.
''Kue Macaron Haute Couture itu memiliki citarasa yang sangat inovatif karena terbuat dari bahan berbeda dan unik seperti balsamic vinegar dan juga garam laut Perancis yang dikenal mewah'', ucap Shaheer Sheikh.
__ADS_1
''Oh, begitu, pantas saja rasanya sangat unik sekali tetapi lezat !'', kata Aminah.
''Itulah yang membuat kue Macaron Haute Couture menarik bagi kalangan tertentu dan tidak ada yang bisa membelinya sebab kue itu tersedia dalam jumlah terbatas'', ucap Shaheer Sheikh.
''Mmm... Berapa harga kue Macaron Haute Coutere ini ?'', tanya Aminah seraya melirik ke arah Shaheer Sheikh.
''Kau menanyakan harga dari kue ini !? Kenapa !? Kau ingin membayarnya dan mengganti uangku ?'', kata Shaheer Sheikh.
''Tidak juga, aku hanya ingin tahu harga dari kue Macaron Haute Coutere ini, jika kau tidak keberatan untuk mengatakannya'', sahut Aminah.
''Aku hanya enggan untuk menyebut harga nominal dari kue-kue macaron itu karena agak sungkan aku untuk mengatakannya kepadamu'', ucap Shaheer Sheikh.
''Oh... Aku mengerti...'', sahut Aminah sedikit kecewa.
''Apa kamu kecewa karena aku tidak memberitahukan kepadamu ?'', tanya Shaheer Sheikh.
''Tidak !'', jawab singkat Aminah.
''Harganya cukup mahal memang kira-kira satu box dari kue Macaron Haute Couture itu sekitar 57 juta'', ucap Shaheer Sheikh.
''A--apa !? Lima puluh tujuh juta ?'', kata Aminah terkejut kaget.
''Yah, sekitar itu memang harganya, agak mahal tapi cukup terjangkau jika dilihat dari kualitas bahan-bahan kue yang digunakan untuk pembuatan kue Macaron Haute Couture itu...'', sahut Shaheer Sheikh dengan santainya.
''Hah !? Apa !?'', ucap Aminah tertegun.
Aminah tidak pernah menduga bahwa harga satu kotak kue berisi Macaron Haute Couture itu bisa menembus harga sekitar lima puluh juta, harga yang relatif mewah dan terbilang mahal sekali bahkan termasuk sedikit berlebihan hanya untuk ukuran satu box kue macaron.
Shaheer Sheikh hanya menyandarkan dirinya di bahu kursi terbuat dari besi berukir bunga mawar seraya menatap Aminah.
''Kau masih memikirkan harga kue-kue itu, Aminah ?'', kata Shaheer Sheikh.
''Jujur kue itu sangatlah mahal dan terlalu mewah hanya seukuran kue macaron untuk satu box'', ucap Aminah.
''Jangan dipikirkan lagi !'', sahut Shaheer Sheikh.
''Tapi aku tidak sanggup menggantinya karena harganya terlalu mahal dan aku tidak bisa membayarnya jika harganya mencapai lima puluh tujuh juta untuk satu box'', ucap Aminah.
Shaheer Sheikh tertawa saat mendengar ucapan Aminah dan dia tidak dapat menahan rasa gelinya ketika gadis berhijab itu mengatakan akan mengganti harga satu kotak berisi kue Macaron Houte Couture sedangkan Aminah terdiam dengan wajah cemberut.
''Kau pasti mengejekku !?", ucap Aminah kesal.
"Tidak ! Tidak Aminah !", sahut Shaheer Sheikh.
"Tetapi dari cara bicaramu, kau menunjukkan kau seperti menertawakan kekonyolanku, Shaheer", ucap Aminah.
__ADS_1
"Tetap tidak, Aminah... Aku hanya tidak ingin kamu menggantinya karena itu aku tertawa saat kamu hendak membayar kue itu sebab aku sangat ikhlas, Aminah", sahut Shaheer Sheikh.