Pengkhianatan Cinta Aminah

Pengkhianatan Cinta Aminah
Akankah


__ADS_3

Tiga Hari kemudian...


Sejak kepulangan dari Novotel, semua orang berubah. Terutama Jannah Sheikh, dia sedikit bersikap hati-hati setelah kejadian Ameeta yang menyerang Aminah dengan kata-kata kasar.


Menuduhnya sebagai penyebab ketidakbahagiaan Shaheer Sheikh karena adanya perjodohan dengan Aminah.


Jannah Sheikh mempercepat acara pertunangan yang semula akan diadakan pada bulan safar mendatang menjadi lebih maju satu bulan.


Wanita yang selalu mengenakan kain saree itu menghubungi Yasmina Kapoor untuk segera datang ke New Delhi.


Jannah Sheikh mengundang Yasmina Kapoor ke kediamannya dan ibu dari Aminah langsung menyetujui rencananya.


Hari ini adalah hari kedatangan Yasmina Kapoor ke New Delhi.


"Bagaimana semua sudah siap ?", tanya Jannah Sheikh pada pekerja di rumahnya.


Semua orang terlihat sibuk menghias rumah dengan berbagai hiasan bunga serta hiasan lainnya untuk menyambut hari pertunangan Shaheer Sheikh dan Aminah.


Berbagai barang mewah didatangkan dari luar untuk memperindah suasana rumah bahkan koki terkenal di New Delhi juga didatangkan secara khusus untuk menjamu para tamu undangan.


"Jangan lupa taruh bunga ini di sudut ruangan ! Dan, ini juga ! Oh, iya, tolong letakkan di luar ruangan !", ucap Jannah Sheikh.


Terdengar suara tawa dari arah ruangan, seorang pria tampan keluar dengan wajah cerahnya.


"Mathair ! Jangan terlalu panik, semua akan baik-baik saja !", ucap Shaheer Sheikh.


"Oh, nak..., bagaimana mungkin aku dapat tenang sedangkan acara pertunanganmu tinggal beberapa hari lagi", sahut Jannah Sheikh.


"Tenanglah, mathair ! Percayalah, semuanya akan berjalan lancar sesuai rencana yang telah tersusun !", ucap Shaheer Sheikh.


"Aku tahu itu, nak ! Tapi sungguh, aku benar-benar sangat khawatir dengan acara pertunanganmu ini...", sahut Jannah Sheikh.


"Tidak usah terlalu dipikirkan..., tenanglah ! Dan cobalah sedikit beristirahat karena mathair sudah cukup lelah menyiapkan segala keperluan acara ini", ucap Shaheer Sheikh.


"Tidak, tidak, nak, aku merasa belum lega jika acara pertunanganmu belum terlaksana akan ada beban pikiran serta adanya rasa tanggung jawab untukku jika semuanya belum selesai", sahut Jannah Sheikh.


"Ya, ya, aku mengerti ! Tapi aku hanya menyarankan padamu agar kau lebih menjaga dirimu sebelum acara benar-benar terlaksana,mathair !", kata Shaheer Sheikh.


"Aku tahu itu, nak..., dan..., terimakasih aku ucapkan atas perhatianmu...", sahut Jannah Sheikh.


Shaheer Sheikh menuntun ibunya ke arah kursi untuk duduk.


"Pelayan ! Tolong ambilkan kami minuman ! Dan bawa kemari yang kau bawa itu !", ucap Shaheer Sheikh kepada seorang pelayan.


Pelayan pria itu berjalan ke arah Shaheer Sheikh seraya membawa nampan perak ditangannya yang berisi manisan.


"Berikan manisan itu padaku ! Dan kau ambillah lagi manisan yang sama di dapur karena aku akan memberikan manisan ini pada, mathair !", ucap Shaheer Sheikh.


"Baik, tuan", sahut pelayan itu.

__ADS_1


"Pergilah...", kata Shaheer Sheikh.


Shaheer Sheikh memberikan semangkuk manisan pada ibunya agar dia memakannya.


Jannah Sheikh tersenyum pada Shaheer Sheikh saat putranya memberikannya manisan untuknya.


"Cobalah, manisan ini...", kata Shaheer Sheikh.


"Terimakasih, nak", sahut Jannah Sheikh.


Wanita itu lalu memakan manisan yang ada di mangkuk yang diberikan oleh Shaheer Sheikh kepadanya.


"Hari ini ibu Aminah akan datang dari Janakpur kemari, apakah semua telah dipersiapkan ?", tanyanya dengan gelisah.


"Sudah, mathair, tadi mobil kita pergi untuk menjemput ke bandara, sebentar lagi mungkin akan sampai ke rumah", sahut Shaheer Sheikh.


"Syukurlah..., jika semuanya telah siap, nak...", kata Jannah Sheikh sedikit lega.


"Tenanglah, mathair ! Semua pasti berjalan lancar, tidak perlu sepanik itu, kami pasti mengerjakan semuanya sesuai susunan acara yang telah dibuat", jawab Shaheer Sheikh.


Shaheer Sheikh berusaha untuk menenangkan hati ibunya agar dia tidak terlalu panik ataupun merasa cemas berlebihan.


"Aku akan pergi ke kantor hari ini karena aku lupa jika ada hal yang belum aku selesaikan", kata Shaheer Sheikh.


"Bukankah kau sudah mengurusnya sebelum cuti untuk acara pertunanganmu, seharusnya kau tidak pergi kemana-mana beberapa hari ke depan, nak", ucap Jannah Sheikh.


"Aku tahu itu tapi tadi kantor menelponku karena ada klien yang akan datang dari luar negeri dan aku lupa memberitahukannya untuk menunda urusan kami", sahut Shaheer Sheikh.


"Apa yang mathair cemaskan ?", tanya Shaheer Sheikh.


Shaheer Sheikh lalu tertawa renyah ketika melihat ekspresi wajah ibunya yang terlihat sangat cemas saat mengetahui dia akan pergi mengurusi keperluan kantor.


Berulangkali tangannya gemetaran saat memegangi mangkuk manisan bahkan raut wajahnya sangat tegang.


Shaheer Sheikh berpamitan pada ibunya untuk pergi ke kantor beberapa menit kemudian.


Terlihat mobil yang dikendarai oleh Shaheer Sheikh bergerak pergi dari halaman rumah menuju keluar sedangkan tampak sebuah mobil masuk dari arah luar menuju ke depan teras rumah.


Jannah Sheikh yang sejak tadi merasa cemas, memperhatikan semuanya dari teras rumahnya.


Keluar seorang perempuan beserta anak kecil dan seorang pemuda berpenampilan sederhana dari dalam mobil.


Berdiri menghadap ke arah depan rumah berukuran megah dengan ekspresi wajah teramat bahagia.


"Yasmina Kapoor !", ucap Jannah Sheikh dari arah rumahnya sambil berjalan cepat.


Seorang pelayan mengikuti langkah Jannah Sheikh saat mereka menyambut kedatangan tamu.


"Tolong, kau bawakan barang-barang mereka ke dalam rumah dan langsung taruh di kamar yang telah dipersiapkan khusus bagi mereka !", kata Jannah Sheikh.

__ADS_1


"Baik, nyonya", sahut pelayan itu.


Jannah Sheikh berjalan turun dari arah anak tangga teras rumahnya lalu menyambut kedatangan Yasmina Kapoor beserta yang lainnya dengan ekspresi sangat senang.


"Apa kabarmu, Yasmina ?", sapa Jannah Sheikh sambil memeluk Yasmina Kapoor dengan hangatnya.


"Syukur pada Allah SWT karena kabarku hingga kini dalam keadaan baik-baik", sahut Yasmina Kapoor.


"Aku sudah lama merindukanmu, alangkah bahagianya hatiku saat kembali melihatmu datang ke rumah ini", kata Jannah Sheikh.


"Terimakasih atas sambutannya dan bagaimana kabarmu sendiri, Jannah Sheikh ?", ucap Yasmina Kapoor.


"Selalu dalam lindungan Yang Maha Kuasa..., kabarku dan keluarga dalam keadaan sehat", sahut Jannah Sheikh.


Yasmina Kapoor tersenyum senang sedangkan Jannah Sheikh mempersilahkannya untuk masuk ke dalam rumahnya.


"Maaf, aku mendadak mengubah rencana awal acara pertunangan Aminah dan Shaheer Sheikh tanpa memberitahukan lebih dahulu padamu sebelumnya", ucap Jannah Sheikh.


"Aku mengerti, justru aku menjadi bahagia karena acara pertunangan mereka akhirnya dilaksanakan lebih awal dari rencana semula", sahut Yasmina Kapoor.


"Aku benar-benar meminta maaf padamu karena tidak mengabari mu sebelumnya, aku hanya merasa tidak terlalu baik membiarkan anak gadis tanpa ikatan resmi berlama-lama bersama laki-laki satu rumah", ucap Jannah Sheikh.


"Alasan itu memang menjadi beban bagi kita sebagai orang tua tapi aku berharap semua akan berjalan lancar dan mereka dapat segera menjadi pasangan resmi", sahut Yasmina Kapoor.


Kedua wanita itu lalu berjalan menaiki tangga rumah berukuran megah bersama.


Yasmina Kapoor menoleh ke arah Kalini dan Chandra yang datang bersamanya ke New Delhi sambil berkata pada mereka berdua.


''Kalian beristirahatlah setelah perjalanan jauh dari Janakpur, aku masih ingin bercakap-cakap dengan nyonya rumah ini, kalian mintalah orang di rumah ini untuk mengantarkan kalian ke kamar", ucap Yasmina Kapoor.


"Baik, bibi", sahut Chandra.


"Kemana Aminah ? Kenapa aku tidak melihatnya sedari tadi ?", tanya Yasmina Kapoor.


"Oh, iya..., aku hampir melupakannya !", seru Jannah Sheikh.


Jannah Sheikh buru-buru memanggil seorang pelayan yang sedang berjalan membawa rangkaian bunga untuk hiasan rumah.


"Tolong panggilkan Aminah dikamarnya karena ibunya telah datang dari Janakpur", ucap Jannah Sheikh.


"Baik, nyonya", sahut pelayan itu sigap.


"Dan tolong antarkan mereka ke kamarnya untuk beristirahat", sambungnya sambil melirik ke arah Chandra dan Kalini.


"Siap, nyonya", jawab pelayan itu.


"Baiklah, segeralah kau bawa mereka ke lantai atas dan jangan lupa memanggil Aminah untuk turun kemari", kata Jannah Sheikh.


"Iya, nyonya...", ucap pelayan itu.

__ADS_1


Jannah Sheikh lantas tersenyum senang melihat kedatangan Yasmina Kapoor ke rumahnya karena dia telah merencanakan semua acara pertunangan ini jauh-jauh dari sebelumnya agar terlaksana sempurna.


Pelayan mengantarkan Kalini beserta Chandra masuk ke dalam rumah menuju ke lantai atas sedangkan Yasmina Kapoor masih terlihat di bawah berbicara dengan Jannah Sheikh.


__ADS_2