
Perlahan-lahan Aminah membuka kedua matanya lalu menengok ke arah luar kaca mobil yang gelap.
Tidak ada lagi dirasakan oleh Aminah guncangan- guncangan yang terjadi dari arah luar mobil.
Sesaat keadaan menjadi tenang sediakala, tidak ada teror yang membuat Aminah ketakutan.
Sejenak gadis cantik itu mampu menghela nafas panjangnya sembari memegangi dadanya yang berguncang keras akibat trauma kecil yang barusan dia alami.
''Siapa orang itu ? Apa yang ingin dia lakukan sebenarnya ?'', ucap Aminah.
Dia membuka tas miliknya lalu membuka iPhone-nya tapi dia langsung terdiam.
''Aku tidak memiliki nomer telepon Shaheer Sheikh ?'', ucapnya lirih.
Aminah melirik kembali ke arah kaca mobil yang tertutup rapat dan gelap.
''Apakah aku harus menunggu Shaheer Sheikh ?'', kata Aminah. ''Tapi sampai kapan ? Hampir lima belas menit lebih telah berlalu...'', sambungnya.
Aminah melihat jam pada layar iPhone miliknya yang menunjukkan angka sebelas siang, tiga puluh menit waktu berlalu sejak Shaheer Sheikh pergi.
''Aku juga tidak bisa turun dari mobil atau keluar sana karena pintu mobil terkunci secara otomatis dan hanya Shaheer Sheikh yang bisa membukanya'', kata Aminah.
Dia terdiam sejenak kemudian kembali menatap ke arah luar kaca mobil yang gelap tanpa dia sadari seseorang berlari ke arah mobil.
''Ada yang datang...'', ucapnya.
Aminah mencoba berhati-hati dengan sosok pria yang datang menghampiri mobil dimana dia berada.
''Apakah itu orang yang tadi ?'', ucap Aminah.
Gadis berhijab cantik itu langsung beringsut pelan ke arah bawah saat seseorang mendekati mobil yang dia naiki.
''Aku akan bersembunyi di bawah sini saja agar dia tidak mengetahui jika ada orang di dalam mobil ini'', kata Aminah.
Tiba-tiba terdengar suara seperti pintu dibuka dari arah luar.
''Aminah !'', panggil suara itu.
Aminah tersentak kaget ketika mendengar panggilan suara orang itu.
Dilihatnya seseorang masuk kedalam mobil.
''Shaheer ?'', ucap Aminah.
''Maaf, aku baru datang karena saat aku hendak memeriksa ke pelabuhan tadi, aku sedang berbicara dengan orang lain disana hingga agak lama di pelabuhan'', kata Shaheer Sheikh.
''Kamu sangat lama... Apakah kita jadi turun ke pelabuhan sekarang ?'', tanya Aminah.
''Aku rasa tidak dan sebaiknya kita pergi dari sini secepatnya !'', sahut Shaheer Sheikh.
Shaheer Sheikh menutup pintu mobil dengan cepat kemudian menghidupkan mesin mobil sesegera mungkin.
''Ada apa ?'', kata Aminah keheranan.
Saat dia melihat perubahan dari sikap Shaheer Sheikh yang urung mengajaknya ke pelabuhan.
''Kenapa tidak jadi ? Bukankah kita harus mencari informasi di sana ? Kenapa kamu mengurungkannya ?'', tanya Aminah.
''Aku tidak mengurungkannya karena aku sudah dari pelabuhan dan menanyakan perihal kecelakaan kapal'', sahut Shaheer Sheikh.
__ADS_1
''Lantas ? Kenapa kita pergi sekarang ? Aku masih belum menemukan sesuatu di tempat ini !?'', kata Aminah.
''Percayalah padaku, Aminah !'', sahut Shaheer Sheikh.
''Apa ? Apa yang harus aku percayai darimu ?'', tanya Aminah.
''Duduklah di kursi mu, Aminah !'', sahut Shaheer Sheikh. ''Karena kita akan pergi dari sini menuju ke tempat lainnya !'', sambungnya.
Aminah mengurungkan niatnya untuk pindah tempat ke depan kemudian kembali duduk di kursinya sembari menatap Shaheer Sheikh yang ada didepannya.
Pria tampan itu memutar setir kemudinya lalu menginjak pedal gas pelan-pelan.
Membelokkan arah mobil untuk pergi keluar dari area pelabuhan.
Tiba-tiba Aminah berteriak keras hingga menghentikan Shaheer Sheikh untuk melajukan mobilnya.
''Tunggu Shaheer !''
Aminah menahan nafasnya seraya mencengkeram erat bahu Shaheer Sheikh erat-erat.
''Apa ?'', sahut Shaheer Sheikh kaget.
Dia memalingkan wajahnya ke arah Aminah yang duduk di belakangnya.
''Apa Aminah ?'', kata Shaheer Sheikh.
Pria tampan itu mengernyitkan keningnya saat menatap ke arah gadis cantik itu.
''Aku ingin ke pelabuhan ! Dan melihat sendiri bagaimana pelabuhan itu, mungkin saja aku dapat petunjuk disana !'', sahut Aminah.
''Apa kamu tidak dengar kataku barusan ?'', ucap Shaheer Sheikh.
''Tidak !'', sahut Aminah tegas.
''Tidak dua-duanya !'', jawab gadis cantik itu.
''Lantas apa ?'', ucap Shaheer Sheikh.
''Aku mohon padamu, Shaheer ! Biarkan aku melihat ke pelabuhan !'', kata Aminah.
Aminah menatap Shaheer Sheikh dengan tatapan memohon kepadanya.
''Astaga... !?'', sahut Shaheer Sheikh.
Pria tampan itu menghela nafas panjang lalu memukul keras setir kemudinya saat Aminah membuka pintu mobil lalu turun.
''Aminah !'', panggil Shaheer Sheikh.
Shaheer Sheikh terlihat kaget ketika dia melihat Aminah yang nekat turun dan berlari menuju ke arah pelabuhan.
''Aminah tunggu !'', panggil Shaheer Sheikh panik.
Cepat-cepat Shaheer Sheikh memarkirkan mobilnya ke arah sisi jalan dekat kios penjual bunga kemudian dia melompat turun dari mobilnya dan menutup pintu mobil.
''Aminah !'', panggilnya lagi.
Shaheer Sheikh berlari menyusul langkah Aminah yang telah pergi mendahuluinya ke pelabuhan.
''Apa yang dipikirkan oleh gadis itu ?'', gumam Shaheer Sheikh.
__ADS_1
Dia melirik ke arah jam yang ada di tangannya lalu berlari cepat ke arah pelabuhan.
Tidak terlihat lagi sosok Aminah di depannya. Dan itu membuatnya menjadi panik.
''Aminah !'', teriak Shaheer Sheikh.
Pria tampan itu memutar badannya sembari memperhatikan sekelilingnya.
''Aminah !'', panggilnya lagi.
Dari arah kejauhan dia melihat gadis berhijab itu tengah berjalan di sepanjang ruas jalan dermaga.
Menolehkan kepalanya ke arah kanan dan kiri seperti sedang mencari-cari sesuatu di pelabuhan.
''Aminah !'', panggil Shaheer Sheikh lagi.
Aminah memutar tubuhnya menghadap ke arah Shaheer Sheikh yang berlari padanya.
''Shaheer...'', sahut Aminah pelan.
Gadis berhijab itu berdiri termenung memandangi Shaheer Sheikh.
Tiba-tiba dari arah samping seseorang datang ke arah Shaheer Sheikh sembari melayangkan kayu ke arahnya.
''SHAHEEERRR !!! AWAS !!!''
Aminah berteriak kencang saat seorang pria mendekati Shaheer Sheikh dengan kayu berukuran besar di tangannya.
''TIDAK !!!!"
Aminah berlari ke arah Shaheer Sheikh dan berusaha menghadang laju pukulan kayu besar itu dengan mendorong tubuh Shaheer Sheikh.
Shaheer Sheikh menolehkan kepalanya ke arah datangnya pria asing itu.
Menarik tubuh Aminah bersama-sama dengannya.
DUASH...
Suara ayunan kayu besar mengarah ke badan Shaheer Sheikh. Dan hampir mengenai tubuh pria tampan itu.
Shaheer Sheikh berhasil menghindari serangan dari pria asing itu.
Melompat cepat menjauh dari sabetan kayu besar sembari memeluk Aminah yang berlari ke arahnya.
"Aminah !", ucap Shaheer Sheikh.
Dipandanginya wajah Aminah yang berada dalam pelukannya.
Tampak kecemasan menyeruak dalam hati Shaheer Sheikh saat dia melihat gadis yang telah mencuri seluruh hatinya dalam keadaan bahaya, dia mulai menyadari bahwa keadaan yang sedang terjadi bukanlah hal yang biasa saja.
Dia mulai mencemaskan keadaan Aminah yang ternyata kecelakaan kapal yang terjadi pada ayah Aminah bukanlah kecelakaan kapal biasa.
Namun, ada dalang dibalik kejadian ini semuanya. Dan itu semua melibatkan orang-orang yang memiliki kekuatan besar serta tersembunyi keberadaannya.
Shaheer Sheikh membawa Aminah lari menghindari serangan-serangan dari seorang pria berkumis tebal yang membawa kayu besar ditangannya.
"Lari Aminah !", ucap Shaheer Sheikh.
"Iya !", sahut Aminah.
__ADS_1
Keduanya saling menggenggam erat satu sama lainnya saat mereka berlari cepat menghindari kejaran pria aneh itu.
Sepanjang ruas jalan dermaga di pelabuhan, terlihat Aminah serta Shaheer Sheikh bersama-bersama berlarian menjauh dari arah pelabuhan. Tanpa tahu arah serta tujuan mereka saat itu. Dan hanya bisa berlari dan terus berlari menyelamatkan diri mereka dari kejaran orang jahat.