Pengkhianatan Cinta Aminah

Pengkhianatan Cinta Aminah
Aminah Demam


__ADS_3

Yasmina Kapoor segera mengikuti langkah Raida menuju ke kamar Aminah setelah pelayan perempuan itu memberitahukan kepadanya tentang keadaan Aminah.


Langkah kaki Yasmina Kapoor sangat cepat saat dia berjalan menuju ke kamar Aminah.


Raida telah berjalan mendahuluinya dengan tergesa-gesa gadis itu membuka pintu kamar tidur Aminah yang terletak di lantai atas.


"Bagaimana bisa dia mendadak demam ?", gumam Yasmina Kapoor.


Raut wajah Yasmina Kapoor berubah tegang saat dia diberitahu oleh Raida tentang keadaan Aminah yang demam.


"Hari pertunangannya tinggal beberapa hari lagi dan sekarang dia demam, apa dia tidak menjaga dirinya dengan baik ?", ucap Yasmina Kapoor sedikit mengeluh.


Raida melangkah masuk ke dalam kamar Aminah seraya berkata.


"Beberapa hari yang lalu seluruh keluarga Sheikh pergi ke Novotel untuk merayakan kabar baik dari hubungan diantara nona Aminah dan tuan Shaheer Sheikh yang berkembang akrab", ucap Raida.


Raida membuka tirai jendela kamar agar cahaya matahari masuk ke dalam ruangan kamar.


"Maaf, saya hanya memberitahukan hal ini kepada anda saja, nyonya Yasmina Kapoor karena saya tidak berani mengatakan keadaan nona Aminah kepada nyonya Jannah yang sibuk mengurusi acara pesta pertunangan nanti", sambung Raida.


Raida berjalan ke arah tempat tidur dan diikuti oleh Yasmina Kapoor.


Tampak berbaring Aminah di atas tempat tidur dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya, Raida lalu duduk di tepi ranjang.


"Nona Aminah, ibu anda datang menjenguk nona", ucap Raida.


Yasmina Kapoor lalu duduk di dekat putri kesayangannya yang masih terbaring dengan kedua mata terpejam.


"Aminah...", panggil Yasmina Kapoor setengah berbisik.


Aminah hanya menggerakkan kepalanya pelan sambil membuka perlahan kedua matanya.


"Mathair...", gumamnya lirih.


"Bagaimana keadaanmu, nak ? Kenapa dengan mu ?", tanya Yasmina Kapoor.


"Entahlah, mathair..., aku agak merasa kurang enak badan sekarang dan aku sedikit demam...", sahut Aminah lemah.


"Mungkin karena nona merasa kelelahan setelah kembali dari berpergian ke Novotel menghadiri acara pesta yang bertujuan untuk memperkenalkan hubungan antara nona Aminah dengan tuan Shaheer Sheikh", sambung Raida.


"Oh, ya Tuhanku !", seru Yasmina Kapoor cemas.


"Tidak apa-apa, mathair'', ucap Aminah.


Aminah memegang lengan ibunya berusaha untuk meyakinkan bahwa dirinya dalam keadaan baik-baik saja.


"Tidak perlu merasa cemas karena aku akan segera sehat kembali, mathair'', lanjutnya.


"Ya, Tuhan ! Aminah ! Aku tidak tahu harus berkata apalagi karena ini semua diluar kendali kita dan hanya Allah SWT yang menentukan segalanya", sahut Yasmina Kapoor.


Ibu Aminah hanya mampu mengusap wajahnya dengan kedua tangannya lalu menghela nafas panjang.


"Apa yang akan kita lakukan sekarang ?", ucap ibu.


"Saya sudah menghubungi teman saya yang merupakan perawat dan sebentar lagi dia akan segera datang kemari, nyonya Yasmina", ucap Raida.


Yasmina Kapoor menolehkan kepalanya ke arah Raida dengan tatapan serius kemudian bergidik ngeri membayangkan putrinya hanya ditangani oleh seorang perawat dan bukan dokter.

__ADS_1


"Kenapa kau tidak memanggil dokter ? Atau memberitahukan kepada Shaheer Sheikh mengenai kondisi Aminah sekarang ?", tanya Yasmina Kapoor.


Raida menoleh ke arah Aminah lalu terdiam.


"Aku yang memintanya, mathair..., untuk merahasiakan kondisi ku kepada semua orang di rumah ini...", sahut Aminah.


"Kenapa Aminah ? Kenapa, nak ?", ucap ibu.


"Sekarang seluruh seisi rumah sedang sibuk mempersiapkan urusan pesta pertunangan ku dengan Shaheer Sheikh dan aku tidak ingin mengganggu hanya karena kondisi ku yang demam, mathair'', kata Aminah.


"Tapi lancar tidaknya acara pertunangan kalian juga tergantung dengan mu jika kau sakit maka acara akan terhambat, nak", sahut ibu.


"Karena itu aku tidak ingin semua orang tahu akan kondisi ku saat ini yang sedang demam", ucap Aminah.


"Aku akan memberitahukan kepada Jannah Sheikh tentang keadaan mu sekarang yang demam agar dia memanggil seorang dokter kemari, nak", kata ibu.


"Mathair..., tidak ! Jangan lakukan itu, mathair !", ucap Aminah.


Aminah menggenggam erat tangan ibunya agar dia tidak pergi keluar untuk memberitahukan keadaannya yang sedang demam kepada siapapun di rumah ini.


"Aku mohon, mathair'', pinta Aminah.


"Aminah...", sahut ibu.


"Mathair, tolonglah sekali ini saja..., mengertilah...'', ucap Aminah.


"Tapi kenapa Aminah ? Lebih baik kita berterus-terang akan kondisi mu yang kurang sehat daripada nantinya akan ada masalah saat acara pertunangan berlangsung, nak", sahut ibu.


"Percayalah padaku, mathair ! Aku akan baik-baik saja dan aku rasa ini hanya demam biasa, nanti juga sembuh setelah aku meminum obat", ucap Aminah.


Yasmina Kapoor menarik nafas dalam-dalam kemudian memandang ke arah Raida serta Aminah secara bergantian.


"Sudah, dia sedang kemari karena aku memintanya langsung mencari kamar nona Aminah", sahut Raida.


"Apakah kalian saling berkirim pesan ?", tanya ibu.


"Iya, nyonya Yasmina", sahut Raida.


Pelayan muda itu menganggukkan kepalanya seraya tersenyum.


"Kenapa lama belum datang ?", tanya ibu lagi.


Yasmina Kapoor benar-benar terlihat cemas saat mengetahui kondisi Aminah yang terserang demam.


Berulangkali ibu mengusap-usap telapak tangan Aminah yang sangat panas akibat demam tinggi, dia juga merasakan telapak tangan Aminah berkeringat dingin.


"Ya, Allah SWT... Tolonglah kami ! Berikan kami jalan keluar dari masalah ini !", doa ibu.


Yasmina Kapoor menundukkan kepalanya seraya terpejam, sangat jelas keresahan terpancar dari wajah wanita itu.


KLEK...


Pintu kamar lalu terbuka lebar, muncul seorang gadis berkerudung dari balik pintu luar kamar masuk ke kamar sambil mengucapkan salam.


"Assalamualaikum...", ucapnya berhati-hati.


Yasmina Kapoor dan Raida langsung menolehkan kepala mereka ke arah datangnya suara yang berasal dari pintu kamar.

__ADS_1


Mereka lalu menjawab salam dari gadis berkerudung itu secara bersama-sama.


"Waalaikumsalam...", sahut keduanya.


"Ayo, masuklah Neha !", ucap Raida pada temannya.


Raida lalu menuntun Neha yang perawat untuk mendekat ke arah tempat tidur dimana Aminah terbaring lemah.


"Cepatlah kamu bantu, nona Aminah untuk menurunkan demam nya karena beberapa hari lagi acara pertunangannya akan segera dilaksanakan", ucap Raida pada Neha.


"Demam, apa nona mengalami demam disertai mual ?", tanya Neha.


"Iya..., aku sedikit mual serta kepalaku pusing sejak malam kemarin...", sahut Aminah.


"Sebentar saya akan memeriksa anda, nona Aminah", ucap Neha.


Neha mengambil alat-alat perawatnya seperti pengukur suhu tubuh serta alat stetoskop yang biasa digunakan oleh dokter untuk memeriksa kondisi pasien.


Gadis berkerudung itu lalu mendekat ke arah tempat tidur untuk memeriksa Aminah.


Neha meletakkan alat pengukur suhu tubuh diantara tangan Aminah serta memeriksa kondisinya.


Yasmina Kapoor terlihat sangat tegang saat melihatnya, tampak dia tidak merasa nyaman ketika duduk di sebelah Aminah yang terbaring.


"Bagaimana kondisinya sekarang ?", tanya ibu.


"Demam nona Aminah cukup tinggi, saya pikir itu karena dia kelelahan", sahut Neha.


"Lalu bagaimana ? Apa nona akan pulih kembali ?", tanya Raida.


"Beristirahat dua atau tiga hari di tempat tidur akan mempercepat kondisi kesehatannya cepat pulih seperti semula, saya sarankan untuk nona Aminah lebih banyak mengkonsumsi buah serta vitamin atau air putih agar tubuhnya sehat kembali", sahut Neha.


"Buah-buahan apa saja yang cocok untuk dikonsumsi saat ini ?", tanya Raida.


"Buah apa saja semua sangat baik tapi saya sarankan jangan yang kecut-kecut atau mengandung asam terlalu tinggi karena takutnya akan menyerang lambungnya yang masih lemah", sahut Neha.


"Dia sakit apa ?", tanya ibu.


"Demam karena kecapaian tapi..., saya juga tidak terlalu memastikan...", sahut Neha.


Sebelum Neha menyelesaikan ucapannya, Raida menarik tangan Neha menjauh dari tempat tidur lalu menuntunnya ke sudut ruangan.


Raida berbicara sambil berbisik-bisik dengan Neha dan sesekali melirik ke arah Yasmina Kapoor yang memperhatikan mereka berdua.


"Jangan katakan yang sebenarnya tentang kondisi nona pada nyonya ! Rahasiakan saja kondisi nona yang sebenarnya, kamu mengerti...", ucap Raida berbisik pelan.


"Kenapa ? Kita tidak katakan saja keadaan nona yang sebenarnya pada nyonya, bukankah akan lebih baik jika dia tahu kondisi putrinya ?", sahut Neha.


"Apa kau sedang mencari gara-gara ?", ucap Raida. "Jika nyonya tahu maka hancurlah sudah acara pertunangan nona Aminah dengan tuan Shaheer Sheikh nanti...", sambungnya.


"Akan lebih baik jika acara pertunangan menjadi acara pernikahan daripada semua harus ditutup-tutupi, kasihan nona Aminah'', bisik Neha.


"Apa kau gila ? Ini keluarga Sheikh dan jika semua tahu kondisi nona Aminah akan menjadi aib serta memalukan bagi mereka !", ucap Raida.


"Tapi...", sahut Neha bingung.


"Keluarga Sheikh akan mengusir nona Aminah jika dia tahu kondisinya sekarang ini dan aku tidak bisa membayangkan bagaimana nasib nona nanti", sahut Raida.

__ADS_1


"Apa ? Apa mereka begitu sangat kejamnya hingga mampu melakukan perbuatan sekeji itu pada seorang perempuan ?", ucap Neha terkejut kaget.


Ucapan Raida hampir membuat Neha tak percaya jika keluarga sehormat seperti keluarga Sheikh akan mampu berbuat kejam pada seorang perempuan.


__ADS_2