
Aminah mengamati seluruh ruangan tempat acara pesta berlangsung.
Pandangan mata Aminah tertuju pada sebuah band musik yang mengiringi para penyanyi kenamaan di New Delhi saat acara pesta berjalan meriah.
Timbul ketertarikan dari dalam hati Aminah ketika dia melihat band musik terkenal itu.
Diam-diam Aminah berjalan mendekati ke arah band musik lalu berdiri tak jauh dari band tersebut sambil menikmati setiap lagu yang dibawakan oleh penyanyi-penyanyi kenamaan yang di iringi.
Aminah tampak sekali menghayati setiap lagu serta musik yang mengalun merdu dari band musik terkenal di acara pesta.
Hanya Aminah yang tertarik dengan band musik terkenal itu karena dia berdiri paling depan diantara kerumunan para tamu undangan yang mulai berdatangan.
"Indah sekali suara musik yang mereka mainkan..., seandainya aku bisa ikut bergabung dengan mereka alangkah menyenangkannya...", gumam Aminah.
Aminah benar-benar sangat menikmati suasana acara pesta serta musik yang mengalun di acara tersebut.
Sesekali bibir Aminah ikut menyenandungkan lagu yang dibawakan oleh penyanyi band musik.
Lagu yang menceritakan tentang kisah cinta dua sejoli manusia yang berbeda status sosial nya dan harus dipisahkan oleh takdir Tuhan karena cinta yang tak direstui oleh kedua belah pihak keluarga.
Aminah mengangkat salah satu tangannya sambil dia gerakkan mengikuti irama musik.
Wajah Aminah tampak sangat bahagia saat dia mendengarkan tiap alunan musik serta lagu dari band musik terkenal itu.
Seakan-akan lelah di hatinya berangsur-angsur menghilang dari pikiran Aminah ketika dia menikmati lagu dari band musik di acara pesta.
"Bagaimana cara agar aku bisa bergabung dengan band musik terkenal itu ?", gumam Aminah.
Tiba-tiba seseorang berkata disebelah Aminah dengan berbisik pelan.
"Kau dapat menghubungi pihak manajemen band musik terkenal itu, nona", sahut seorang pria berwajah tampan.
Aminah kaget hingga memalingkan wajahnya ke arah suara itu.
"Maaf, siapa anda ?", sahut Aminah tertegun.
Pria berwajah sangat tampan itu lalu mengeluarkan kartu nama dari dalam saku Sherwani pink-nya kemudian memberikannya kartu itu kepada Aminah.
"Ambillah kartu nama milikku ! Kau bisa menghubungi ku jika kau benar-benar memerlukan bantuan ku, nona", ucap pria tampan.
"Kartu nama !? Bantuan !?", gumam Aminah semakin tertegun.
"Benar, kau bisa menghubungi ku jika kau sewaktu-waktu membutuhkan bantuan ku untuk bergabung dengan band musik terkenal itu", sahut pria tampan.
Pria tampan yang baru dijumpai oleh Aminah lalu menunjuk ke arah band musik terkenal yang tak jauh dari hadapan mereka.
"Apakah kau manager band musik terkenal itu ?", tanya Aminah.
"Tidak, tepatnya aku hanya seorang perantara untuk siapa saja yang ingin meminta tolong bantuan ku supaya dapat bergabung dengan band musik terkenal itu, nona", sahut pria tampan.
__ADS_1
"Siapa kau ? Disini tidak tercantum namamu ?", kata Aminah.
"Memang benar, hanya alamat saja karena namaku sangat bersifat privasi dan aku hanya membagikan kartu nama itu pada beberapa orang yang khusus aku pilih, nona", sahut pria tampan.
"Kau benar-benar misterius... Bagaimana bisa aku mempercayaimu ? Bukankah kau terlihat lebih berbahaya tanpa nama ?", ucap Aminah.
"Tidak perlu mencemaskan tentang ku karena aku bukan seorang penjahat ataupun penipu karena niatku hanya ingin membantu mu jika suatu saat kamu memerlukan bantuan ku, nona", sahut pria tampan.
"Baiklah, aku akan menyimpan kartu nama ini, mungkin suatu saat aku membutuhkan bantuan darimu, pria asing", ucap Aminah.
"Terimakasih telah menaruh kepercayaan dariku, nona", sahut pria tampan seraya tersenyum.
"Sama-sama, aku juga ucapkan terima kasih padamu karena telah mempedulikan diriku", kata Aminah.
"Sudah kewajiban ku untuk membantu mu, mungkin saja kau suatu hari akan menjadi artis terkenal di negeri ini, nona", lanjut pria tampan.
"Benarkah ? Ucapan mu benar-benar mampu menghiburku...", ucap Aminah.
Aminah membalas senyuman pria tampan yang berdiri di sebelah kanannya seraya memasukkan kartu nama dari pria tersebut ke dalam tas kecil miliknya yang tersampir di pundaknya.
"Kalau boleh tahu, siapa nama nona, mungkin jika kita bertemu kembali aku dapat langsung mengenal mu, nona ?", ucap pria tampan.
"Aminah, namaku Aminah !", sahut Aminah tegas.
"Kau benar-benar tidak takut untuk menyebutkan namamu pada orang asing yang baru kau temui, Aminah", ucap pria tampan.
"Kenapa aku harus takut ? Dan apa yang perlu aku takutkan dari orang lain jika mereka mengetahui namaku !?", kata Aminah.
Aminah tertawa pelan saat mendengar ucapan pria tampan yang baru dia temui itu.
"Tidak mungkin itu terjadi karena tidak akan ada orang yang akan memakai namaku yang tidak memiliki arti apa-apa ini", sahut Aminah.
"Tapi namamu sangat indah terdengar bahkan namamu secantik dirimu, Aminah", ucap pria tampan.
"Wow !?", seru Aminah. "Kita baru saja berkenalan dan kamu sudah langsung memujiku atau mungkin sedang mencoba merayuku !?", sambungnya terkejut.
Pria tampan hanya tersenyum tipis sambil memperhatikan ke arah band musik terkenal yang ada di depan.
Menghela nafas lalu melanjutkan ucapannya pada Aminah.
"Aku tidak memiliki kemampuan seperti itu karena aku tidak pandai merayu wanita manapun dan kemampuan ku hanya lah memberi bantuan kepada yang membutuhkan bantuan ku saja", ucap pria tampan.
"Mm Mm... !?", gumam Aminah.
"Jika suatu saat kamu memerlukan bantuan ku maka segeralah menghubungi ku karena aku berpindah-pindah tempat dan tidak tinggal pada satu kota, Aminah'', ucap pria tampan.
"Kau akan pergi sekarang ?", tanya Aminah.
"Tidak, aku masih harus menunggu acara pesta ini beberapa menit lagi setelah itu aku akan pergi ke kota lainnya", sahut pria tampan.
__ADS_1
"Bagaimana cara aku menghubungi mu jika kau tidak ada di kota ini ?", tanya Aminah.
"Kau bisa menelepon ku terlebih dahulu, atau tinggalkan pesan pribadi dan aku akan langsung membacanya", sahut pria tampan.
"Baiklah, aku akan mengikuti petunjuk darimu, terimakasih atas kemurahan hatimu", kata Aminah.
"Bukan masalah bagiku...", jawab pria tampan seraya tersenyum.
"Semoga Allah SWT membalas kebaikan mu ini, aku pamit pergi dulu", kata Aminah.
Aminah lalu berpamitan kepada pria tampan karena dia harus kembali menemani Shaheer Sheikh yang sedang duduk tak jauh dari mereka.
Pria tampan hanya menjawab dengan senyuman serta memperhatikan Aminah yang berlalu dari hadapannya menuju ke tempat duduk yang disediakan khusus untuk keluarga besar Sheikh.
Suara musik dari band musik terkenal menggema keras di seluruh ruangan acara pesta yang berlangsung sangat meriah.
Aminah kembali ke Shaheer Sheikh seraya bertanya pada pria itu.
"Shaheer, apakah kamu ingin mencoba hidangan yang tersedia di pesta ini ?", kata Aminah.
Shaheer Sheikh mendongakkan kepalanya ke arah Aminah dari arah ponsel pribadinya.
Menatap gadis berhijab itu dengan tatapan teduh seraya tersenyum.
"Darimana saja kau Aminah ? Aku mencari mu dan melihat mu di depan sana, apa yang kamu bicarakan dengan pria asing itu ?", tanya Shaheer Sheikh.
Aminah tersentak kaget karena dia tidak mengira kalau Shaheer Sheikh akan memberinya pertanyaan beruntun.
"Aku sedang menonton band musik terkenal itu karena aku sangat tertarik dengan band musik itu mungkin saja aku dapat bergabung dengan mereka", sahut Aminah.
"Kau akan menjadi penyanyi atau anggota band musik terkenal itu ?", kata Shaheer Sheikh.
"Entahlah, aku tidak tahu mana yang akan aku pilih tapi itu hanyalah suatu kemungkinan di masa depan yang mungkin saja akan aku jalani suatu hari nanti", ucap Aminah.
"Kau mengatakannya seakan-akan kamu akan pergi dariku dan tidak akan pernah kembali lagi, Aminah", sahut Shaheer Sheikh.
Aminah hanya tersenyum tipis saat mendengar ucapan Shaheer Sheikh lalu duduk di sebelah pria tampan itu.
"Tidak jadi mengambil makanan, Aminah ?", tanya Shaheer Sheikh.
Shaheer Sheikh menoleh ke arah Aminah sambil memasukkan ponsel pribadinya ke dalam saku Sherwani merahnya.
"Seperti nya seleraku langsung hilang kalau kau ingin mencicipi hidangan pesta itu, silahkan !", ucap Aminah.
"Aku akan memanggil pelayan hotel untuk mengambilkan makanan untuk kita berdua", kata Shaheer Sheikh.
"Baiklah, terserah padamu saja, aku hanya mengikuti mu, Shaheer", sahut Aminah.
"Yah, baiklah jika kau bersedia aku melakukannya...", ucap Shaheer Sheikh sambil mengulum senyum.
__ADS_1
Shaheer Sheikh melambaikan tangannya ke arah pelayan hotel.
Seorang pelayan hotel berjalan mendekati tempat duduk yang disediakan khusus untuk keluarga besar Sheikh lalu Shaheer Sheikh memerintahkan kepada pelayan hotel itu untuk mengambilkan makanan buat dirinya dan Aminah.