
Senyum terus merekah di wajah Aminah saat acara pertunangan berlangsung.
Setelah pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an dikumandangkan oleh seorang kyai, acara pertunangan dilanjutkan kembali dengan acara tukar cincin oleh kedua pasangan.
Seorang wanita berjalan ke arah tempat pelaminan membawa baki emas beralaskan kain sutra diikuti oleh kedua orang tua pasangan masing-masing.
Kedua orang tua pasangan berjalan mendekat ke arah Aminah dan Shaheer Sheikh yang duduk lurus menghadap ke arah ruangan acara pesta.
"Saatnya tukar cincin bagi kedua pasangan", ucap wanita bergaun warna putih.
Wanita tersebut berdiri di dekat tempat pelaminan sembari menyodorkan baki di tangannya ke arah Aminah dan Shaheer Sheikh.
Hari itu Shaheer Sheikh tampak gagah serta tampan dalam balutan pakaian sherwani warna putih lengkap dengan hiasan kepala.
Nuansa acara pertunangan bertemakan warna serba putih, semua anggota keluarga mengenakan pakaian serba putih sebagai penanda acara pertunangan antara Aminah dan Shaheer Sheikh.
Yasmina Kapoor mendekat ke arah kedua pasangan seraya meraih cincin bertatahkan berlian lalu memberikannya kepada Shaheer Sheikh supaya disematkan ke jari manis Aminah.
Wajah Shaheer Sheikh tampak berseri-seri bahagia ketika menerima cincin yang diberikan oleh calon ibu mertuanya.
Shaheer Sheikh menerima cincin bertahtahkan berlian untuk dipasangkan di jari manis Aminah.
Tangan Aminah yang penuh hiasan mehendi warna perak sesuai tema acara pertunangan terulur lurus ke arah Shaheer Sheikh yang duduk disebelahnya.
"Kau semakin cantik saat mengenakan cincin ini, Aminah", ucap Shaheer Sheikh.
"Terimakasih..., dan kau juga sangat tampan hari ini, Shaheer", sahut Aminah.
"Oh, iya !? Aku merasa pujian mu adalah kado terbaik di hari pertunangan ini, Aminah", ucap Shaheer Sheikh.
Aminah hanya tersenyum saat mendengar pujian dari Shaheer Sheikh yang menyematkan cincin bertahtahkan berlian ke jari manis Aminah.
Diiringi tabuhan genderang alat musik saat cincin berhasil dipasangkan ke jari calon mempelai perempuan.
"Sekarang giliran mu, Aminah untuk memasangkan cincin pada jari manis Shaheer Sheikh", ucap Yasmina Kapoor.
"Iya, mathair...", sahut Aminah.
Aminah menerima cincin dari tangan ibunya agar dipakaikan ke jari manis Shaheer Sheikh.
Acara tukar cincin bagi kedua pasangan yang resmi bertunangan itu disambut dengan pertunjukkan musik yang bertemakan perayaan bagi acara pertunangan.
Lagu-lagu indah mengalun merdu di seluruh area ruangan saat acara berlangsung pada sesi acara selanjutnya.
Tabuhan alat musik terdengar menggema di ruangan, menandakan acara pertunangan berjalan penuh kemeriahan.
Tamu yang hadir tampak terhibur dengan pertunjukkan yang ada di pesta, menikmati acara dengan perasaan senang.
Terutama saat acara pemberian Gulab Jannum bagi kedua pasangan yang bertunangan serta bagi para tamu undangan acara.
__ADS_1
Aminah langsung berseri-seri ketika ibunya memberinya Gulab Jamum yang hanya tersaji di acara spesial, seperti acara-acara perayaan hari besar serta acara pertunangan dan acara pernikahan yang biasanya dilakukan di India. Dia menerima sepiring kecil berisi Gulab Jannum sedangkan Shaheer Sheikh juga turut menerimanya.
Wanita yang sedari tadi masih berdiri didekat kursi dimana Aminah dan Shaheer Sheikh duduk berdua, meminta pada mereka untuk menyuapkan Gulab Jamum kepada masing-masing pasangan.
"Silahkan anda menyuapkan Gulab Jamum kepada tuan Shaheer Sheikh, begitu juga anda, untuk menyuapi Gulab Jamum pada nyonya", ucapnya ramah.
"Apa harus memakai tangan ?", tanya Aminah seraya menolehkan kepalanya.
"Lebih baik jika nyonya menyuapi dengan tangan karena terasa lebih sempurna", sahut wanita itu.
"Baiklah, biar aku saja yang melakukannya karena aku tidak ingin tangan Aminah menjadi kotor", ucap Shaheer Sheikh.
Shaheer Sheikh lantas mengambil Gulab Jamum dari piring kecil yang ada ditangannya lalu menyuapkan manisan itu ke mulut Aminah.
"Ayo, makanlah, nyonya !", kata Shaheer Sheikh setengah bercanda.
"Iya...", sahut Aminah yang membuka mulutnya agar Gulab Jamum masuk ke dalam mulutnya.
"Dan sekarang giliranku !", kata Shaheer Sheikh.
Shaheer Sheikh lantas memasukkan Gulab Jamum ke dalam mulutnya sendiri tetapi ditahan oleh wanita yang berdiri di dekat kursi.
"Tunggu, tuan Shaheer ! Sikap ini tidak diperbolehkan karena harus pasangan anda yang melakukannya !", ucap wanita itu seraya memegangi tangan Shaheer Sheikh.
"Apa harus seperti itu peraturannya ?", sahut Shaheer Sheikh yang menahan Gulab Jamum di depan mulutnya.
"Baiklah...", ucap Shaheer Sheikh lalu meletakkan kembali Gulab Jamum ke atas piring kecil di tangannya.
"Silahkan, nyonya menyuapi tuan Shaheer Sheikh dengan Gulab Jamum sebagai penanda acara pertunangan berjalan lancar", kata wanita itu.
Wanita yang membimbing kedua pasangan dalam acara pertunangan lantas memberikan kembali piring dari tangan Shaheer Sheikh kepada Aminah supaya dia menyuapkan Gulab Jamum manis pada tunangannya.
Aminah mengambil Gulab Jamum yang atasnya ditaburi kertas emas yang bisa dimakan kemudian menyuapkannya kepada Shaheer Sheikh.
Setelah prosesi pemasangan cincin untuk kedua pasangan yang bertunangan serta acara saling menyuapi antara Aminah dan Shaheer Sheikh selesai, acara dilanjutkan kembali dengan pesta.
Yasmina Kapoor yang masih berdiri di dekat tempat pelaminan tersenyum haru seraya menghapus linangan air mata yang mengalir di sudut matanya saat melihat kebahagian diantara Aminah dan Shaheer Sheikh yang begitu bahagianya menyambut acara pertunangan mereka.
Wanita yang masih terlihat segar dan cantik itu ikut bertepuk tangan ketika Shaheer Sheikh menarik tangan Aminah untuk berdiri, mengajaknya ikut menari bersamanya dengan iringan musik.
Terlihat Aminah yang malu-malu lalu berdiri mengikuti ajakan Shaheer Sheikh untuk menari dengannya.
Keduanya saling menari riang mengikuti alunan musik yang mengiringi gerakan tubuh mereka saat bergoyang.
Kedua tangan mereka saling terjalin erat sembari berputar, senyum terus mengembang di raut wajah Aminah ketika Shaheer Sheikh mengajaknya menari bersama.
Roman kebahagiaan terpancar jelas dari muka Aminah yang terus tiada hentinya tertawa senang sedangkan Shaheer Sheikh terlihat menikmati tariannya dengan iringan musik yang menyertai gerakan tubuhnya.
Tak jauh dari tempat Aminah dan Shaheer Sheikh menari, menikmati pesta pertunangan mereka penuh kemeriahan.
__ADS_1
Tampak seorang perempuan berdiri sambil menikmati Gulab Jamum dengan terus memperhatikan ke arah Aminah dan Shaheer Sheikh.
Senyum menghias di sudut bibir perempuan berwajah cantik itu tapi senyumannya bukanlah senyum senang.
Jari jemari tangannya menari diantara Gulab Jamum saat dia memakannya.
Ekspresi wajahnya sangat datar bahkan nyaris tanpa emosi sedikitpun tetapi cara dia memandang sangat tajam seolah-olah hendak mengiris hati kedua pasangan yang sedang berbahagia itu.
"Anjali, kapan kau datang ?", seorang tamu yang hadir lalu menyapa perempuan itu dengan ramahnya.
Perempuan bernama Anjali langsung menoleh ke arah suara yang menyapanya, seorang wanita yang mengenakan hiasan mahal menghampirinya.
"Chetana, kau juga datang kemari !? Dengan siapa kau ke pesta ini ?", sahut Anjali.
"Apa kabarmu, lama kita tidak bertemu, Anjali ?", ucap Chetana. "Aku datang bersama kekasihku dan kau sendiri ? Apa ada pria lainnya ?", sambungnya.
"Kabarku baik, tidak, tidak ada pria lainnya masih sama seperti dulu, sendiri. Mana kekasihmu ?", sahut Anjali.
"Dia disana bersama teman-teman prianya", ucap Chetana sembari menunjuk ke arah area lainnya.
Sekumpulan pria muda sedang tertawa bersama saat menikmati Gulab Jamum di dekat sebuah meja khusus tamu yang tersedia berbagai hidangan pesta.
Mereka terlihat ceria menyambut hari bahagia antara Aminah dan Shaheer Sheikh serta sesekali menatap ke arah kedua pasangan yang berbahagia itu dengan senyuman.
Anjali memalingkan wajahnya dengan perasaan murung seraya menggoyangkan gelas minuman di tangannya.
Chetana lalu melanjutkan ucapannya kepada Anjali.
"Apa kau baik-baik saja, Anjali ?", tanya Chetana.
"Entahlah, Chetana..., aku merasa kepalaku agak pusing sekarang...", sahut Anjali sembari memijat kepalanya pelan.
"Sebaiknya kau duduk di kursi tamu yang tersedia di sana, akan lebih baik bagimu beristirahat sejenak, Anjali", kata Chetana.
"Em, baiklah..., aku akan duduk disana, terimakasih atas saranmu", sahut Anjali.
Anjali menolehkan kepalanya ke arah sejumlah kursi penuh hiasan yang berderet rapi memanjang di area dinding ruangan pesta.
"Kau tidak ikut bersamaku, duduk disana, Chetana ?", kata Anjali bertanya.
"Tidak, tidak, aku masih ingin menikmati hidangan pesta ini, kau pergilah dan betistirahatlah, Anjali", sahut Chetana.
"Iya, aku permisi, Chetana", kata Anjali.
"Iya...", sahut Chetana ramah.
Senyum tipis mengembang di wajah Anjali ketika dia berpamitan pada Chetana.
Anjali melangkahkan kedua kakinya ke arah deretan kursi di dekat dinding ruangan pesta, tubuhnya yang menarik hati langsung mengalihkan pandangan beberapa tamu undangan untuk melihatnya saat dia berjalan ke arah kursi yang tersedia untuk para tamu undangan pesta pertunangan Aminah dan Shaheer Sheikh.
__ADS_1