Pengkhianatan Cinta Aminah

Pengkhianatan Cinta Aminah
Acara Yang Mendadak


__ADS_3

Setelah kepulangan Aminah dan Shaheer Sheikh dari berpergian, keduanya menjadi semakin akrab bahkan seakan-akan tidak terpisahkan.


Kemana ada Shaheer Sheikh pasti ada Aminah begitu sebaliknya, dimana ada Aminah pasti ada ada Shaheer Sheikh.


Jannah Sheikh yang melihat perubahan hubungan diantara Aminah dan Shaheer Sheikh sangat bahagia saat melihat perkembangan hubungan diantara keduanya bahkan Jannah Sheikh berencana mengadakan acara pesta bagi mereka agar semakin dekat.


Tampak Jannah Sheikh memasuki ruangan keluarga seraya membawa sekotak ladoo dan berkata kepada semua orang yang ada di ruangan keluarga.


"Malam semuanya... Aku berencana mengadakan acara pesta besok...", ucap Jannah Sheikh.


"Pesta !?", kata semua orang yang ada di ruangan keluarga.


"Iya, benar sekali ! Aku akan membuat pesta meriah besok dengan tema semua tamu harus mengenakan saree !", sahut Jannah Sheikh.


"Saree !?", sahut Shaheer Sheikh.


"Tepat sekali, nak !", kata Jannah Sheikh.


"Bagi perempuan atau laki-laki juga harus mengenakan saree ?", tanya Shaheer Sheikh.


"Tidak ! Tidak ! Tidak untuk laki-laki tetapi khusus dikenakan oleh tamu undangan wanita diharuskan memakai saree !", sahut Jannah Sheikh.


"Mmm..., aku kira kami pihak laki-laki diharuskan memakai saree, mathair...", kata Shaheer Sheikh.


"Kau bercanda, nak ? Tentu tidak, dan bagaimana mungkin pihak laki-laki diwajibkan memakai saree di acara pestaku !?", sahut Jannah Sheikh.


Shaheer Sheikh tertawa mendengar ucapan ibunya tentang pesta yang akan dia selenggarakan besok hari.


"Kenapa begitu mendadak, Jannah ?"


Kakek Salman Sheikh kemudian ikut berbicara tentang rencana Jannah Sheikh yang akan mengadakan pesta besok.


"Aku sengaja membuat pesta dalam waktu cepat karena aku tidak ingin menunda pesta jika aku merencanakannya terlalu lama, baba", jawab Jannah Sheikh.


"Apa kau sudah mempersiapkannya dengan baik semuanya ? Kau tidak ingin merusak acara pestamu sendiri karena hanya masalah tidak ada kesiapan yang sempurna, bukan ?", kata kakek Salman Sheikh.


"Tidak, baba... Aku tidak mungkin menggelar sebuah pesta tanpa persiapan yang sempurna bahkan aku telah mempersiapkan gedung untuk pesta nanti, baba", sahut Jannah Sheikh.


"Gedung !? Kau tidak berencana menggelar pesta di rumah ini ?", kata Salman Sheikh.


"Oh, tidak baba ! Tidak ! Tidak ! Akan sangat merepotkan orang rumah jika aku harus menggelar pesta, baba", ucap Jannah Sheikh.


"Merepotkan ?", sahut Kakek Salman Sheikh. "Bukankah akan lebih repot jika pesta diadakan di luar rumah karena kamu akan bolak-balik dari rumah ke hotel, Jannah ?", sambungnya.


"Tidak masalah buatku karena yang terpenting aku bahagia meski harus bolak-balik dari rumah ke hotel untuk persiapan pesta besok, baba", jawab Jannah Sheikh.


"Baiklah, semua terserah padamu saja, aku hanya mengikuti rencanamu, Jannah", ucap Kakek Salman Sheikh.

__ADS_1


"Yah ! Karena semua orang sudah tahu kalau besok ada pesta maka sekarang aku harap kalian semua bersiap-siap untuk menyambut pesta besok hari !", kata Jannah Sheikh.


"Jam berapa pesta akan dimulai besok ? Dan di gedung mana kami harus pergi ke pesta yang kamu adakan besok, Jannah ?", sahut suami Jannah Sheikh.


"Besok jam sebelas pagi di hotel Novotel New Delhi Aerocity, Internasional Airport", kata Jannah Sheikh.


"Apa !?", semua orang langsung terkejut kaget.


"Bagaimana kamu menggelar pesta di tempat sejauh itu dari rumah, Jannah ?", kata suami Jannah Sheikh.


"Benar, mathair. Jarak yang harus ditempuh cukup jauh dari rumah dan waktunya sangat sempit sekali, mathair", sambung Shaheer Sheikh.


"Oh, tidak ! Karena aku sengaja mengadakan pesta disana ada alasannya...", kata Jannah Sheikh.


"Amitaa !!!", sahut semuanya kompak.


"Kalian mengerti juga akhirnya", ucap Jannah Sheikh sambil tertawa.


Jannah Sheikh lalu membagikan ladoo kepada setiap orang yang ada di ruangan keluarga dengan hati senang.


"Makanlah ladoo ini sebab aku membuatnya khusus untuk kalian setelah aku selesai berdoa", kata Jannah Sheikh.


"Kau melakukan Dhuha di awal pagi setelah subuh ?", ucap kakek Salman Sheikh.


"Benar, baba, aku selalu menyelesaikan ritual doaku waktu Dhuha setelah subuh tanpa jeda agar seluruh keluarga selalu dalam lindungan Yang Maha Kuasa", kata Jannah Sheikh.


"Sudah kewajibanku, baba", kata Jannah Sheikh sambil tersenyum.


"Kapan Amitaa akan pulang ke New Delhi ?", tanya Kakek Salman Sheikh.


"Rencananya malam ini, dan langsung menginap di Hotel Novotel New Delhi Aerocity, Internasional Airport", sahut Jannah Sheikh.


Jannah Sheikh memakan ladoo dari atas piring yang dia pegang dengan nikmatnya.


Sesekali melirik ke arah Aminah dan Shaheer Sheikh yang saling berpegangan tangan sejak tadi.


Pandangan antara Aminah dan Shaheer Sheikh terlihat sangat mesra serta diselingi dengan senyuman manis.


Jannah Sheikh langsung berdehem ketika melihat kemesraan yang diperlihatkan oleh mereka sehingga membuat Aminah berpaling ke arahnya.


"Mathair ! Apa baik-baik saja ?", kata Shaheer Sheikh.


"Emm..., iyah..., aku baik-baik saja...", sahut Jannah Sheikh.


Wanita yang selalu mengenakan saree mewah serta perhiasan di tubuhnya hanya tersenyum simpul.


Berpura-pura mengadakan acara pesta untuk menyambut Ametaa dari Inggris untuk liburan kuliah ke New Delhi.

__ADS_1


Acara pesta yang sebenarnya diadakan untuk Shaheer Sheikh dan Aminah atas perkembangan hubungan mereka yang semakin bertambah akrab.


Membuat rasa bahagia di hati Jannah Sheikh timbul saat melihat hubungan mereka menjadi dekat.


Keinginannya yang mengharap hubungan antara Aminah dan Shaheer Sheikh berkembang akrab telah terwujud meski dia tidak ingin tergesa-gesa akan kedekatan hubungan diantara mereka lebih dari itu.


"Shaheer, apa kamu tidak berencana pergi ke Novotel sekarang ? Karena aku pikir, kalian lebih baik berangkat malam ini, nak", kata Jannah Sheikh.


"Sekarang ? Malam ini, mathair ?", sahut Shaheer Sheikh.


"Iya, benar !? Daripada besok hari lebih baik sekarang kalian berangkat karena perjalanan ke Novotel cukup lama dari rumah", kata Jannah Sheikh.


"Tapi mathair, ini sangat mendadak sekali !? Dan bagaimana mungkin kami pergi malam ini tanpa persiapan, mathair ?", kata Shaheer Sheikh.


"Tidak perlu persiapan karena aku sudah menyiapkan semuanya untuk acara pesta nanti, nak", sahut Jannah Sheikh.


"Kau begitu bersemangatnya menyambut Ametaa sedangkan putramu akan bertunangan bulan safar nanti, Jannah Sheikh !?", kata suami Jannah Sheikh.


"Tenanglah, suamiku ! Kau tidak perlu merasa cemas dengan semuanya karena aku telah mempersiapkan segalanya secara sempurna !" ucap Jannah Sheikh.


Jannah Sheikh terlihat santai sambil mengunyah ladoo di tangannya.


"Kau benar-benar tidak normal, Jannah ! Acara pesta mendadak besok hari sedangkan kami semua masih disini malam ini !?", kata suami Jannah Sheikh.


"Pagi-pagi sekali kita berangkat, suamiku ! Tapi aku menyarankan kepada Shaheer Sheikh dan Aminah untuk pergi malam ini ! Sekarang !", sahut Jannah Sheikh.


"Kenapa tidak berangkat bersama kita besok pagi ?", ucap suami Jannah Sheikh heran.


"Karena memang seperti itulah keinginanku agar Shaheer Sheikh membawa Aminah pergi malam ini ke Novotel sebab mereka adalah pihak utama pada pesta besok, suamiku !", kata Jannah Sheikh.


''Kau membuat pesta untuk Shaheer Sheikh dan Aminah !? Tapi kamu berkata bahwa kamu menggelar pesta buat Ametaa setelah kepulangannya dari Inggris !?", ucap suami Jannah Sheikh.


Terlihat pria berturban hitam itu kebingungan dengan jalan pikir istrinya, Jannah Sheikh yang menginginkan pesta digelar untuk Shaheer Sheikh dan Aminah juga untuk Ametaa.


"Mana sebenarnya yang benar dari rencanamu itu, Jannah Sheikh !?", kata suami Jannah Sheikh.


"Sudahlah, suamiku ! Biarkan aku yang mengurus semuanya !", sahut Jannah Sheikh.


Jannah Sheikh lalu menoleh ke arah Shaheer Sheikh dan Aminah yang duduk berdampingan dengan mesranya.


"Dan buat kalian berdua !", kata Jannah Sheikh kepada Shaheer Sheikh dan Aminah. "Aku sarankan untuk kalian segera bersiap-siap pergi ke Hotel Novotel New Delhi Aerocity, Internasional Airport sekarang !"


Shaheer Sheikh dan Aminah saling berpandangan lalu menjawab ucapan Jannah Sheikh bersama-sama.


"Baik, mathair !"


"Tunggu apalagi ? Cepatlah bersiap-siap sekarang ! Aku sudah menyiapkan mobil malam ini buat kalian pergi ke Novotel !", kata Jannah Sheikh.

__ADS_1


Jannah Sheikh berkata sambil melirik ke arah Shaheer Sheikh dan Aminah dengan wajah serius sedangkan kedua tangannya sibuk memegang ponsel.


__ADS_2