Pengkhianatan Cinta Aminah

Pengkhianatan Cinta Aminah
Akankah ini permainan


__ADS_3

Aminah tidak mengerti yang sebenarnya terjadi diantara Shaheer Sheikh dan kakek Salman Sheikh yang merupakan kakek tirinya tapi dari cerita yang ada, dia mulai memahami sesuatu.


Kedekatan yang mulai terjalin diantara mereka memberikan harapan baru bagi hubungan mereka.


Namun, Aminah tidak lantas menganggapnya sebagai hubungan yang serius seperti seriusnya rencana pertunangan mereka.


''Aku tidak dapat memahami ini semua tapi aku berharap kamu mengatakan yang sejujurnya'', ucap Aminah.


''Aku tidak menginginkan kamu untuk mempercayai ku karena aku memang tulus padamu dan ingin membantumu'', sahut Shaheer Sheikh.


''Aku tidak mengharapkan kamu membantuku karena aku hanya ingin diriku bebas dari jeratan ini'', kata Aminah.


''Ini bukan sekedar jeratan, Aminah !'', sahut Shaheer Sheikh.


''Tidak, Shaheer Sheikh..., aku tahu karena diriku, hubungan ini ada hingga memaksa mu menjadi pasangan pengganti untuk ku yang tidak kamu sukai'', kata Aminah.


''Awalnya aku memang ingin melepas mu karena adanya keterikatan hubungan antara baba Kapoor dengan kakek Salman Sheikh tapi saat aku tahu jika babamu kecelakaan kapal sebelum dia pulang ke Janakpur...'', ucap Shaheer Sheikh lalu termenung.


Dipandanginya wajah Aminah yang berdiri di hadapannya.


''Aku baru menyadari bahwa ada yang ganjil dan ini bukan lah kasus kematian biasa melainkan berkenaan dengan ku'', sambungnya.


''Tidak mungkin kamu menjadi alibi dalam kasus ini'', sahut Aminah.


''Aku tidak hanya sebagai alibi tetapi seseorang hendak menyeret ku kedalam kasus ini setidaknya dia ingin aku menjadi benteng pertahanan baginya'', kata Shaheer Sheikh.


''Siapa ?'', kata Aminah.


''Siapa lagi kalau bukan kakek Salman Sheikh karena dialah yang selalu membuat ku sebagai kambing hitam dalam setiap rencananya'', sahut Shaheer Sheikh.


''Belum tentu dia orangnya, mungkin saja ini dilakukannya untuk melindungi seseorang yang amat dia sayangi'', kata Aminah.


''Seseorang !? Siapa ?'', jawab Shaheer Sheikh.


''Entahlah, aku tidak tahu siapa orangnya tapi aku ingin mengetahui lebih jauh rencana kakek Salman Sheikh yang sebenarnya terhadap ku sebagai anak dari Bhasayate Kapoor'', kata Aminah.


Shaheer Sheikh langsung beranjak berdiri dari tempatnya.


Memandangi Aminah dengan tatapan mata elangnya yang tajam, seakan dia menjadi tersangka utama dalam kasus kecelakaan kapal ayah Aminah.


''Kau tidak bermaksud menuduh ku dalam kecelakaan kapal yang menimpa babamu, bukan ?'', kata Shaheer Sheikh.


Aminah terdiam sambil mengeratkan genggaman tangannya ke tas yang ada di tangannya.


Melindungi hal yang sangat penting bagi dirinya yang suatu saat akan menjadi bukti kuat yang akan menunjukkan kasus kematian ayahnya.


''Aku tidak menuduh mu tapi aku juga tidak menampiknya jika mungkin ada andil dalam kasus kematian baba darimu atau dari keluarga mu, Shaheer Sheikh'', sahut Aminah.


Pandangan Shaheer Sheikh kian tajam menusuk ke dalam hati Aminah dengan cepat gadis berhijab itu menepisnya.

__ADS_1


Memberanikan diri untuk menghadapi pria tampan yang akan menjadi tunangannya.


''Apa maksud perkataanmu itu ?'', tanya Shaheer Sheikh.


Dia berjalan mendekati Aminah yang berdiri bertahan untuk menghadapi Shaheer Sheikh dengan keberaniannya.


''Kamu tidak mempercayai ku, Aminah ? Bukankah aku sudah katakan bahwa aku tidak mengerti apa-apa dengan kasus kematian tuan Kapoor dan saat itu aku mengantarkannya sendiri ke bandara...'', sahut Shaheer Sheikh.


''Aku tidak menampiknya jika mungkin saja kamu bermain dibelakang ini semua tanpa ada jejak tertinggal'', kata Aminah.


Aminah menatap tajam Shaheer Sheikh.


''Berarti kamu menuduhku karena kasus kematian misterius ini ?'', ucap Shaheer Sheikh.


''Sudah aku katakan aku tidak mengerti apa-apa tetapi semua bukti mengarah kepada mu dan mungkin kamu ingin kasus ini seperti kecelakaan dan kamu meyakinkanku bahwa kamu mengantarkan baba ke bandara'', kata Aminah tegas.


''Kamu menuduhku ?'', tanya Shaheer Sheikh.


Pandangan mata pria tampan itu tidak percaya jika Aminah menuduh dirinya dan mencurigai dirinya karena kecelakaan kapal yang menimpa Bhasayate Kapoor.


''Bukan aku pelakunya, Aminah ! Demi Tuhan Yang Maha Kuasa ! Aku tidak melakukannya, Aminah !'', sambungnya.


Dia berdiri di hadapan gadis cantik itu seraya menggenggam erat tangan Aminah.


''Percayalah padaku !'', ucap Shaheer Sheikh.


''Bagaimana bisa jika aku terlibat dalam kasus kematian tuan Kapoor ?'', tanya Shaheer Sheikh.


''Karena kamu memaksaku kemari seakan-akan kamu hendak menutupi sesuatu yang aku tidak tahu itu'', sahut Aminah.


''Aku membawa mu kemari karena kamu pergi ke kantor polisi setelah kamu dari ruangan rahasia itu dan aku membawa mu kemari agar kakek Salman tidak curiga kepadamu'', kata Shaheer Sheikh.


''Apa dia tahu kalau aku dari ruangannya ?'', tanya Aminah.


''Bukan dia tidak tahu tapi mungkin dia sedang mencurigai dirimu yang langsung keluar dari rumah tanpa berpamitan'', sahut Shaheer Sheikh.


''Itu bukan berarti dia tahu aku dari ruangannya atau ini hanya akal-akalan mu saja yang menginginkan sesuatu dariku ?'', kata Aminah.


''Aku ?'', sahut Shaheer Sheikh.


''Yah !'', jawab Aminah singkat.


''Kau memang tidak memakai pikiranmu, nona !'', ucap Shaheer Sheikh. ''Dia sekarang ada di ruangan tamu sedang menunggu mu karena dia tidak melihat mu hadir saat sarapan pagi !''


''Emm !?', gumam Aminah kaget.


''Untuk apa aku bersusah-susah melindungi mu kemari dan memperlakukan mu baik-baik jika aku ingin menjatuhkan dirimu ?'', kata Shaheer Sheikh.


''Ehk !?'', sahut Aminah.

__ADS_1


''Kamu tidak usah mencemaskan diriku karena aku terus terang tidak ingin apa-apa darimu sebab tujuanku cuma satu'', ucap Shaheer Sheikh.


Pria tampan itu menatap dalam ke arah kedua mata Aminah.


''Tujuanku hanya ingin melindungi mu, Aminah'', lanjut Shaheer Sheikh.


''Tapi kamu mengkhianati ku, Shaheer Sheikh'', sahut Aminah.


''Aku ? Kapan ?'', tanya Shaheer Sheikh.


''Aku tidak ingin mengatakannya padamu'', jawab Aminah.


''Kenapa ?'', kata Shaheer Sheikh.


''Karena itu bukan urusanku jika kamu keluar bersama wanita-wanita mu'', ucap Aminah.


Aminah mengatakannya dengan memalingkan mukanya dari tatapan Shaheer Sheikh.


''Maksudmu Anjali ?'', tanyanya pada Aminah.


Gadis cantik berhijab itu hanya terdiam tanpa berani menjawab pertanyaan Shaheer Sheikh dan hanya diam tertunduk.


''Kau memang aneh, Aminah...'', kata Shaheer Sheikh.


Shaheer Sheikh tersenyum melihat tingkah Aminah yang berubah panik.


''Kamu mengikuti ku ? Sebelumnya kamu mencurigai ku bahwa aku memata-matai mu ? Tapi sebenarnya siapa yang telah mati-matian membututi ku sekarang ?'', kata Shaheer Sheikh.


Tiba-tiba pria tampan itu tergelak keras hingga tubuhnya berguncang hebat saat mendengar ucapan Aminah padanya.


''Apa menurutmu ini lelucon ?'', ucap Aminah merengut.


Kedua alis Aminah terpaut menjadi satu saat dia melihat sikap Shaheer Sheikh yang menertawakannya.


''Ini tidak lucu, Shaheer !'', kata Aminah. ''Seriuslah !'', sambungnya kesal.


Shaheer Sheikh tetap tertawa kencang hingga dia duduk bersimpuh di atas lantai ruangan rahasia itu sambil memegangi perutnya.


Tidak mengindahkan ucapan Aminah padanya untuk berhenti tertawa.


''Shaheer Sheikh !'', ucap Aminah setengah berteriak.


Tetapi Shaheer Sheikh tidak mendengarkannya dan tetap tertawa hingga badan dia membungkuk sedangkan Aminah berdiri kesal dengan kelakuan pria berwajah tampan itu.


Suasana ruangan rahasia yang dihiasi marmer utuh itu tidak lagi sunyi senyap karena sekarang terdengar suara tawa dari Shaheer Sheikh yang membuat segar suasana di ruangan itu.


Tidak ada lagi ketegangan yang terjadi diantara mereka berdua yang kini hanya tinggal suasana cerah.


Akankah ini sebuah permainan yang tengah mereka berdua mainkan dalam lakon sandiwara cinta mereka. Dan hanya merekalah yang tahu arti hubungan diantara mereka berdua saat ini.

__ADS_1


__ADS_2