
Aminah tersentak dari lamunannya lalu segera mengalihkan pandangannya ke arah sekitar ruangan pesta pertunangannnya yang masih berlangsung meriah.
Mencari keberadaan sosok Shaheer Sheikh, tunangannya yang tak terlihat disisinya sedari tadi.
Aminah masih mengira jika Shaheer Sheikh masih menikmati hidangan pesta sehingga dia tidak lagi memperhatikan tunangannya itu.
Gadis berwajah cantik jelita itu hanya mengusap-usap wajahnya pelan sambil terus mengedarkan pandangannnya ke arah ruangan pesta.
"Emm, kemana Shaheer Sheikh ? Aku tidak melihatnya ?", gumam Aminah.
Aminah berusaha beranjak dari tempatnya duduk lalu berdiri sambil membetulkan gaun mewah yang dia kenakan.
Terlihat jika dia agak kesulitan untuk berdiri karena beratnya gaun pertunangan yang dihiasi banyak permata serta hiasan taburan batu berlian di sebagian gaunnya.
Aminah menepuk pelan gaun panjangnya sembari terus menatap arah di depannya, mencari kehadiran Shaheer Sheikh.
"Apa dia sudah selesai menyantap hidangan ?", ucap Aminah.
Ditelusurinya area ruangan pesta yang ada di kediaman rumah keluarga besar Sheikh dengan pandangan kedua matanya.
Sesekali melirik ke arah sudut-sudut ruangan yang gelap serta sepi tetapi tak satupun di area ruangan pesta di rumah ini terlihat sepi oleh pengunjung tamu karena hampir sebagian ruangan pesta dipadati oleh para tamu undangan.
Aminah menghela nafas panjangnya saat memperhatikan keadaan di ruangan pesta tanpa berkedip.
Terdengar gemerincing suara gelang berlian ditangannya saat dia menggerakkannya.
CRIIING... !
Aminah mengangkat gaun pertunangannya dengan melangkahkan kedua kakinya melewati area tempat duduk khusus pasangan.
Ketika kakinya berjalan terdengar kembali gemerincing suara gelang-gelang di kaki-kakinya saat menuju ke tengah ruangan pesta untuk mencari Shaheer Sheikh yang tidak terlihat dimanapun.
Pandangan Aminah sempat tertuju pada kursi khusus keluarga besar pasangan yang letaknya berada di dekat meja panjang hidangan pesta.
Dimana Shaheer Sheikh terlihat tadi sedang duduk menikmati makanannya.
Namun, Aminah tidak melihat jika tadi pria yang telah menjadi tunangannya itu duduk bersama-sama dengan Anjali dan gadis polos itu tidak mengetahuinya.
Aminah memutar tubuhnya sembari mengangkat gaun mewahnya dengan memperhatikan sekelilingnya.
"Mana dia ? Kenapa sedari tadi aku tidak melihatnya di ruangan ini ?", ucap Aminah.
Perasaan Aminah mulai tidak merasa tenang saat dia tidak melihat keberadaan Shaheer Sheikh.
Aminah sama sekali tidak berprasangka buruk apa-apa tapi ketidakhadiran sosok tunangannya di acara pesta telah menyadarkan gadis cantik itu untuk lebih fokus terhadap Shaheer Sheikh saat ini.
"Kemana aku harus mencarinya ?", gumam Aminah.
Aminah terus memutar pandangannya ke arah sekitarnya tapi dia tetap tidak menemukan Shaheer Sheikh.
"Ada apa dengannya ?", ucap Aminah.
Keringat dingin mulai membasahi keningnya seraya berjalan pelan.
"Nona Aminah", panggil seseorang dari arah belakang Aminah.
Aminah sontak memutar badannya ke arah belakang saat seseorang memanggil namanya.
__ADS_1
Tampak Raida tengah berjalan menuju ke arahnya sambil membawa senampan perak berisi manisan.
"Raida...", gumam Aminah.
"Nona Aminah !", panggil gadis bernama Raida penuh riang.
Raida mempercepat langkah kakinya ke arah Aminah yang berdiri dengan kedua tangan mengangkat gaunnya yang tampak berat.
"Ada apa, Raida ?", tanya Aminah.
"Saya membawa manisan khusus untuk nona Aminah dan berharap nona menyukainya", sahut Raida ceria.
"Manisan !?", ucap Aminah.
"Iya, manisan kesukaan nona", sahut Raida.
Raida menyahut dengan anggukkan kepalanya cepat sambil tersenyum.
Diulurkannya senampan perak berisi manisan kepada Aminah yang berdiri termenung memandangi manisan didepannya.
"Kenapa kau repot-repot, Raida ?", ucap Aminah.
"Tidak masalah bagi saya untuk melayani anda dengan suka hati karena ini merupakan tugas bagi saya sebagai pelayan pribadi nona", sahut Raida.
"Terimakasih atas perhatiannya, Raida. Dan aku sangat menghargainya atas kemurahan hatimu", ucap Aminah.
"Nah, sekarang nona silahkan untuk mencicipi manisan ini karena manisan buah ini didatangkan khusus dari India Utara pada acara pertunangan anda dan tuan", jawab Raida.
"Benarkah ?", sahut Aminah.
"Tentu saja, nona", ucap Raida.
Dicicipinya manisan Laddu boondi di tangannya dengan penuh nikmat.
Rasa manis dari laddu boondi mengalir pelan ke dalam tenggorokan Aminah saat dia menelan manisan itu.
Sejenak membuat gadis berhijab itu lupa akan Shaheer Sheikh yang dia cari sedari tadi.
"Bagaimana nona ? Apa rasa laddu boondi ini lebih berbeda ? Lezat bukan ?", ucap Raida.
"Hmm..., laddu boondi ini sangat lezat sekali dan rasanya sungguh lumer di lidah hingga ke dalam mulutku...", sahut Aminah.
"Hampir seperti memakan cokelat manis, bukan !?'', ucap Raida.
"Benar ! Benar ! Sangat mirip seperti saat kita memakan manisan cokelat buatan luar negeri !", sahut Aminah.
"Hmm..., aku rasa sekarang nona tidak lagi terlihat murung", ucap Raida.
"Murung !?", kata Aminah terkejut.
"Ya, aku berharap kebahagiaan untukmu nona dan ini adalah hari pertunangan anda jadi aku tidak ingin melihat kesedihan tampak di wajahmu", ucap Raida.
"Oh !? Tidak, Raida..., aku tidak merasa murung, hanya saja aku tidak melihatnya...", sahut Aminah.
Aminah menundukkan kepalanya dengan cepat Raida menahannya sambil berkata pada gadis cantik itu.
"Tidak, nona Aminah ! Jangan tundukkan kepalamu pada acara pertunangan anda ! Aku tidak akan pernah mengijinkannya, anda bersedih !", ucap Raida.
__ADS_1
Aminah mengangkat wajahnya ke arah Raida yang menatapnya teduh.
"Apa yang telah membuat nona murung ? Dan siapa yang anda tidak lihat ?", tanya gadis muda itu dengan tegasnya.
Aminah terdiam menatap Raida, bibirnya terasa kelu untuk berbicara saat Raida bertanya padanya.
"Apa yang nona maksud adalah tuan Shaheer Sheikh ?", tanya Raida.
"Iya...", sahut Aminah bergetar pelan.
"Baiklah, saya akan mencarikannya untuk nona tapi saya mohon padamu agar anda tidak bersedih lagi", ucap Raida.
"Perasaanku tidak tenang, Raida...", bisik Aminah lembut.
"Saya paham jika nona mengkhawatirkan tuan karena tuan sangatlah tampan", sahut Raida.
"Tidak, bukan itu...", jawab Aminah.
"Saya akan mencari tuan dan tetaplah duduk di kursi anda, nona", ucap Raida.
"Tidak..., tidak..., tidak..., aku akan ikut bersamamu mencarinya agar aku merasa lega dan tenang, Raida", sahut Aminah.
Raida tertegun mendengar ucapan Aminah yang berkata jujur akan perasaannya terhadap Shaheer Sheikh, dia baru menyadari betapa besarnya cinta Aminah kepada tunangannya dan itu membuat terharu Raida.
"Nona...", ucap Raida.
"Biarkan aku mencari Shaheer Sheikh bersamamu, Raida !", sahut Aminah.
Tampak pandangan gelisah tergambar jelas di wajah Aminah saat dia mengutarakan niatnya pada Raida.
"Baiklah ! Kalau begitu, kita cari bersama-sama keberadaan tuan Shaheer Sheikh ! Dan aku benar-benar tidak mengerti bagaimana bisa dia meninggalkan pesta yang dibuat untuknya !?", ucap Raida.
"Terimakasih, Raida", sahut Aminah.
"Yah, kita pergi sekarang !", ucap Raida.
"Tapi kemana ?", tanya Aminah polos.
"Kemana !?", sahut Raida terkejut.
"Kita cari kemana Shaheer Sheikh sekarang ? Apa kau benar-benar mengetahui dia dimana saat ini, Raida ?", tanya Aminah.
"Apa !? Kemana ???", jawab Raida bingung. "Aduh !? Aku juga tidak tahu, nona !", sambungnya.
Aminah kembali terlihat sedih sedangkan pandangannya teralihkan dari Raida.
Raida yang melihat kecemasan di wajah Aminah dengan cepat membuat pikiran Aminah teralihkan untuk tidak terlalu fokus pada Shaheer Sheikh dan mencoba mengutarakan pendapatnya.
"Bagaimana kalau kita cari di kamar ?", ucap Raida.
"Kamar !?", sahut Aminah kaget.
"Ya, kamar tuan Shaheer ! Mungkin sekarang dia sedang beristirahat karena merasa lelah dengan acara pesta ini !?", terang Raida.
"Lelah !? Apa mungkin dia lelah karena pesta ini !? Karena tadi aku melihatnya sangat bersemangat saat menikmati hidangan pesta...", ucap Aminah.
"Mungkin saja sekarang, tuan memang beristirahat untuk sekedar melepas lelah sebab seharian tadi saya melihatnya tampak sibuk, nona", sahut Raida.
__ADS_1
Aminah terdiam ketika mendengar penjelasan Raida dan mencoba menerima alasan yang diutarakan oleh Raida tentang Shaheer Sheikh saat ini.
Bersikap bijak dengan ketidakhadiran Shaheer Sheikh di acara pesta yang tiba-tiba menghilang tanpa penjelasan apapun pada Aminah.