
Ruangan di rumah keluarga besar Sheikh masih terlihat ramai oleh tamu undangan pesta yang datang menikmati jamuan makanan serta hiburan di acara pesta.
Mereka sangat menikmati setiap suguhan yang ada di acara pesta pertunangan Aminah dan Shaheer Sheikh.
Berbagai hiburan musik serta tari-tarian telah silih berganti menghibur semua tamu undangan yang hadir di acara tersebut.
Hiasan-hiasan cantik memenuhi seluruh area rumah yang berukuran besar dan hampir terlihat gemerlapan oleh hiasan lampu-lampu unik yang terpajang di sudut-sudut rumah.
Ada hiasan lampu yang tergantung di atas ruangan membentuk formasi acak adapula yang berdiri seperti deretan barisan mulai dari yang tertinggi hingga yang terkecil ukurannya di area rumah.
Seluruh atap ruangan dipenuhi oleh hiasan bunga mawar mekar berwarna putih yang melambangkan kesucian.
Kain-kain putih turut menghiasi area ruangan rumah.
Rumah keluarga Sheikh benar-benar disulap seperti tempat pesta yang sangat indah bahkan tak tanggung-tanggung hampir seluruh ruangan di rumah tersebut dihiasi oleh bunga mawar putih segar.
Tampak dari kejauhan keluarga besar Sheikh sedang berkumpul di suatu tempat khusus yang disediakan di acara pesta.
Mereka saling bercakap-cakap satu sama lainnya dengan ramah terkadang terlihat saling bersedagurau akrab. Dan mereka tidak lupa menikmati hidangan pesta yang tersaji sangat lezat.
Aminah masih terdiam ketika Raida mengatakan padanya untuk mencari Shaheer Sheikh di kamarnya.
Mana mungkin...
Pikir Aminah saat Raida menyarankan pendapatnya karena menurut Aminah tunangannya itu tidak mungkin tidur di kamarnya saat acara masih berlangsung selain Shaheer Sheikh sendiri yang begitu terlihat paling bersemangat menyambut hari pertunangan mereka.
Hal itu tidak mungkin dilakukan oleh Shaheer Sheikh sebab tindakan beristirahat saat acara pesta masih berlangsung merupakan tindakan tidak hormat terutama bagi tamu undangan yang hadir kecuali Shaheer Sheikh merasa tidak enak badan.
Bukankah Shaheer Sheikh adalah pemeran utama dalam acara pertunangan ini, tidak mungkin dia akan pergi ke kamarnya untuk sekedar beristirahat dan meninggalkan Aminah sendirian.
Aminah kembali berpikir sejenak dengan pendapat Raida tetapi gadis muda itu buru-buru menarik tangan Aminah untuk berjalan mengikutinya.
"Raida...", ucap Aminah.
"Ada apa, nona ?", tanya Raida.
Raida terus menggandeng tangan Aminah saat mereka berjalan bahkan langkah Raida sangat tergesa-gesa.
"Apa mungkin Shaheer di kamarnya ?", tanya Aminah.
"Sudah, tidak perlu dipikirkan terlalu dalam tentang itu. Kita cari saja tuan disana karena firasat saya mengatakannya demikian, nona Aminah", sahut Raida.
"Tapi itu seperti tidak mungkin sebab Shaheer tidak akan melakukannya di hari pertunangan kami dan dia pasti memberitahukannya padaku sebelum dia pergi ke kamarnya", ucap Aminah.
"Ini hanya sekedar insting terdasar tetapi tidak salahnya jika kita mencoba mencari tuan disana", kata Raida.
__ADS_1
"Aku ragu-ragu akan hal ini, Raida...", sahut Aminah.
"Tidak perlu dipikirkan serius, nona Aminah. Kita hanya mencari saja", ucap Raida.
Aminah langsung terdiam mendengar ucapan Raida dan hanya mengikuti langkah Raida di depannya.
Pada saat mereka melewati beberapa tamu undangan terdengar suara dari mereka tengah berbisik-bisik membicarakan Shaheer Sheikh.
"Apa ini tidak sangat keterlaluan ?", ucap seorang tamu wanita pada pasangannya dengan berbisik.
"Apa maksudmu ?", tanya balik pria yang berdiri di dekat wanita bergaun sutra panjang berwarna putih.
"Aku tadi melihat pria yang bertunangan dengan gadis berhijab itu sedang berjalan bersama Anjali ke arah kamar", sahut wanita itu.
"Anjali siapa yang kau maksudkan ?", tanya pria gagah itu.
"Anjali yang artis terkenal itu ! Artis yang dikabarkan dekat dengan pria yang bertunangan itu !", sahut wanita bergaun sutra putih sambil melirik ke arah Aminah.
"Jangan membuat gosip yang tidak benar ! Tidak enak jika sampai didengar oleh keluarga ini", ucap pria bersherwani hitam.
"Untuk apa aku bergosip yang tidak perlu !? Bukan urusanku tapi aku mengatakan hal ini padamu hal apa yang aku lihat sendiri", lanjut wanita tamu itu.
"Ini tabu, tidak perlu dibahas ! Kasihan jika sampai pasangannya tahu dan mendengarnya !", sahut pria itu seraya memutar pandangannya.
"Tapi coba kau lihat ! Gadis yang menjadi pasangannya sedang berjalan melewati kita, sepertinya dia sedang mencari tunangannya", bisik wanita itu.
"Bagaimana ini ? Apa akan ada perang besar di sini !?", bisik wanita itu hati-hati.
"Diamlah !", sahut pria yang berdiri di dekat wanita yang sedang membicarakan Aminah.
"Ada apa ? Aku tidak berbohong !", ucap wanita tamu itu tidak terima akan sikap pasangannya.
"Jangan banyak bicara lagi ! Apa kau tidak mengerti perkataanku ini !?", sahut pria itu agak kesal.
Pria itu lalu menarik tangan pasangannya agar memutar balik tubuhnya supaya tidak menghadap ke arah Aminah yang berjalan melewati mereka.
Dia juga menahan pandangan wanita pasangannya untuk tidak lagi memperhatikan ke arah Aminah.
Aminah terdiam mendengar ucapan kedua pasangan itu tetapi jari-jemari tangannya menggenggam kuat di tangan Raida dan berubah memucat.
Hatinya langsung teriris perih ketika mendengar pembicaraan kedua tamu undangan itu saat dia berjalan melewati mereka.
Raida yang merasakan genggaman tangan Aminah yang berubah menguat digenggaman tangannya hanya bisa menahan nafasnya bahkan dia hampir tidak berani bernafas saat ini.
Mereka terus berjalan melewati barisan tamu undangan yang berdiri di dekat jalan menuju koridor ruangan yang menghubungkan ke arah ruangan lainnya.
__ADS_1
Raida terus menarik tangan Aminah untuk terus mengikutinya bahkan dia semakin mempercepat langkah kakinya saat berjalan seakan-akan mencoba mengalihkan perhatian Aminah dari pandangan mata para tamu undangan pesta.
"Bukankah itu gadis yang bertunangan itu ? Mau kemana dia ? Bukannya acara masih berlangsung ?", bisik salah satu tamu undangan saat melihat Aminah.
"Mungkin dia hendak berganti gaun", sahut tamu undangan yang lainnya.
"Memang benar jika keluarga Sheikh memiliki banyak uang sampai calon menantu mereka berganti gaun pesta di acara pertunangannya", ucap seorang tamu.
"Wajar bukan !? Ini acara penting bagi semua keluarga pasangan, jadi wajar-wajar saja jika mereka menghamburkan uang untuk gaun pesta dan berganti-ganti saat acara", sahut tamu lainnya.
"Benar juga yang kamu katakan !", ucap tamu undangan seraya tersenyum.
Terdengar tawa dari tamu undangan saat mereka melihat Aminah dan Raida berjalan melewati mereka.
Wajah Aminah langsung berubah merah padam menahan rasa malunya yang sangat dalam ketika mendengar para tamu undangan pesta tengah membicarakannya dan bergunjing tentang Shaheer Sheikh dengan Anjali.
Aminah berlari kecil melewati Raida saat mereka masuk ke dalam ruangan koridor sambil mengusap ujung matanya yang berair.
"Nona Aminah ! Tunggu, nona !", ucap Raida tergopoh-gopoh panik.
Aminah tidak mendengar ucapan Raida dan terus berlarian melewati jalan koridor yang sepi dan hanya dihiasi lampu-lampu temaram serta hiasan mawar putih di sepanjang area koridor yang menghubungkan ke arah ruangan lainnya.
"Aduh... Bagaimana ini bisa serumit ini masalahnya ? Jadi semakin memanas ?", ucap Raida gelisah.
Raida menepuk keningnya dengan panik sembari mengangkat rok panjangnya serta berlari menyusul Aminah di depannya.
Gadis itu agak kesulitan saat berlari mengejar Aminah yang telah lari mendahuluinya dikarenakan rok panjangnya yang membuat gerakan tubuhnya saat berlari sedikit terganggu.
"Aduh... Rok ini membuatku sulit berlari cepat.. !?", ucap Raida agak kesal.
Wajahnya berubah cemberut saat dia mengangkat rok panjangnya.
Dilihatnya Aminah yang berlari cepat sambil mengangkat gaun pestanya dengan kedua tangannnya.
Langkah kaki mereka terdengar menggema di sepanjang area koridor saat mereka berdua berlarian.
TAP... ! TAP... ! TAP... !
Raida semakin mempercepat langkah larinya serta berusaha mencoba menyusul Aminah.
Hati Raida bertambah kalut saat mendengar gosip tentang tuannya yang bernama Shaheer Sheikh bersama Anjali yang seorang artis.
"Bagaimana ada gosip kotor seperti itu ? Mereka benar-benar keterlaluan mengatakan dengan berbisik-bisik saat nona Aminah berjalan melewati mereka !?", ucap Raida kesal.
Raida sangat cemas saat melihat reaksi yang diperlihatkan oleh Aminah ketika dia mendengar selentingan kabar mengenai Shaheer Sheikh dan Anjali.
__ADS_1
Tidak pernah Raida pikirkan atau dia sangka sedikitpun jika tuannya akan mengkhianati cinta serta kepercayaan nonanya, Aminah.