Pengkhianatan Cinta Aminah

Pengkhianatan Cinta Aminah
Artinya


__ADS_3

Aminah meletakkan gelas di tangannya sebelum pergi.


Di lihatnya kembali Shaheer Sheikh yang berdiri di belakangnya kemudian menatapnya dingin.


"Aku akan pergi dari acara pesta ini tapi setidaknya aku memahami jika aku harus menghormati, mathair mu", kata Aminah.


"Kenapa kau bicara seperti itu, Aminah ?", sahut Shaheer Sheikh.


"Aku hanya merasa posisiku tidak pada tempatnya saat ini sebagai calon menantu di keluarga ini...", kata Aminah.


"Aku menyesali ucapan Ameeta dan aku benar-benar merasa kecewa dengan sikapnya kepadamu, Aminah", ucap Shaheer Sheikh.


Raut wajah penuh penyesalan terlihat jelas di wajah Shaheer Sheikh atas perlakuan Ameeta pada Aminah.


"Tidak masalah, aku menyadarinya tapi aku menjadi teringat akan sikapmu saat kita pertama kali bertemu...", kata Aminah.


Aminah tersenyum ke arah Shaheer Sheikh lalu melanjutkan ucapannya.


"Hampir mirip denganmu", ucap Aminah.


Shaheer Sheikh terhenyak kaget saat mendengar jawaban yang diucapkan oleh Aminah kepadanya.


Terlintas di ingatannya kembali pertemuannya untuk pertama kalinya dengan gadis berhijab itu.


Shaheer Sheikh lantas tertegun, hampir tubuhnya jatuh terduduk tapi dia berusaha menahannya.


"Apa aku harus menjelaskannya kembali ? Bukankah kita masih melakonkan sandiwara sampai acara pertunangan kita nanti dan aku menerimanya...", lanjut Aminah.


Shaheer Sheikh terdiam, mulutnya terasa kaku serta tubuhnya menjadi dingin.


Keringat dingin mulai membasahi keningnya saat mendengar ucapan demi ucapan dari Aminah.


Pria tampan itu tidak kuasa untuk menjawab setiap ucapan Aminah kepadanya karena dia merasakan bahwa gadis cantik itu berkata benar adanya tentang hubungan mereka saat ini.


Tidak ada benang merah yang terikat diantara keduanya karena hubungan mereka masihlah samar bahkan mereka bertemu bukan karena adanya ikatan cinta.


Shaheer Sheikh terpaku diam saat Aminah hanya berdiri menatapnya.


Seseorang memanggil Aminah dari kejauhan, terlihat Jannah Sheikh melangkah cepat ke arahnya.


"Aminah !", panggil Jannah Sheikh.


Aminah beserta Shaheer Sheikh sama-sama menolehkan kepala mereka ke arah Jannah Sheikh yang berjalan tergesa-gesa.


Gadis berhijab yang mengenakan saree merah lengkap dengan perhiasan menggantung di badannya serta hijab warna senada tidak menjawab panggilan calon ibu mertuanya.


Diam berdiri seraya memandangi Jannah Sheikh yang menghampirinya.

__ADS_1


"Aminah, saatnya kalian berdua tampil di acara pesta ini karena aku bermaksud mengenalkan kalian pada semua tamu yang hadir disini", kata Jannah Sheikh.


Aminah tidak merespon perkataan Jannah Sheikh dan hanya berdiri diam.


"Ayo, cepatlah ! Aku akan mengenalkan kalian karena pesta akan memasuki acara puncaknya", lanjut Jannah Sheikh.


Jannah Sheikh hendak menggandeng tangan Aminah tapi gadis berhijab itu dengan cepatnya menarik tangannya agar tidak tersentuh.


"Baik, mathair...", sahut Aminah seraya menundukkan kepalanya.


Jannah Sheikh langsung melirik ke arah Shaheer Sheikh yang berdiri didekatnya lalu berkata pada putranya.


"Shaheer, sudahkah permintaan maaf kami telah kamu sampaikan padanya ?", ucap Jannah Sheikh sedikit cemas.


"Aku tidak mengatakan permintaan maaf kita padanya karena aku merasa bahwa hukuman lebih tepat bagi kita, mathair'', sahut Shaheer Sheikh.


Shaheer Sheikh melangkah melewati ibunya untuk menyusul Aminah yang telah berjalan terlebih dahulu di depannya menuju ke arah panggung.


Raut wajah Jannah Sheikh sontak berubah ketika mendengar perkataan putranya yang terdengar menyalahkannya atas semua kejadian yang terjadi pada keluarga ini.


Pandangan Jannah Sheikh terlihat muram, seakan-akan dia menyadari arti ucapan putranya.


Jannah Sheikh melanjutkan langkahnya sembari menaikkan kerudung saree yang dia kenakan ke atas kepalanya.


Ekspresi Jannah Sheikh tampak kebingungan ketika sindiran halus diucapkan putranya kepadanya, dia berjalan ke depan tetapi pikirannya mulai tidak tenang.


Aminah telah berdiri di atas panggung bersama Shaheer Sheikh.


Jannah Sheikh berdiri di dekat panggung sembari berusaha tersenyum meski dia merasakan firasatnya tidaklah sebaik yang dia rasakan.


Wanita cantik yang gemar memakai kain saree itu lantas bertepuk tangan menyambut puncak acara pesta yang dia gelar untuk Aminah dan Shaheer Sheikh.


Suara pembawa acara kembali terdengar keras serta menggema di seluruh ruangan pesta yang sedang berlangsung meriah.


Tepuk tangan terdengar mengiringi sorak sorai kegembiraan saat menyambut kedua pasangan yang akan melangsungkan pertunangan mereka pada bulan safar nanti.


Senyum menghiasi wajah Aminah yang terlihat bahagia saat pembawa acara memperkenalkannya kepada seluruh tamu undangan pesta.


Semburat merah merona di wajah Aminah ketika pembawa acara memaksa Shaheer Sheikh untuk menggandeng tangannya erat-erat.


Kemeriahan pesta terus berlangsung meriah disambut oleh tepuk tangan tamu undangan yang menyambut baik kedua pasangan di atas panggung.


"Kepada kedua pasangan yang akan bertunangan nanti, dimohon untuk memberikan sambutannya kepada para tamu undangan pesta", ucap pembawa acara pesta.


"Kami !?", sahut Shaheer Sheikh.


"Benar, tuan Shaheer Sheikh. Silahkan anda memberikan sedikit sambutan kepada semua tamu atas diadakannya acara pesta ini", kata pembawa acara.

__ADS_1


Shaheer Sheikh melirik ke arah Aminah yang berdiri disampingnya kemudian kembali menatap ke arah pria yang bertugas sebagai pembawa acara pesta.


"Baiklah...", sahut Shaheer Sheikh seraya mengambil mikrofon dari tangan pembawa acara.


Dituntunnya Aminah maju ke depan bersama dengannya sembari menghadap ke arah para tamu undangan pesta yang hadir.


Shaheer Sheikh mulai memberikan pidato sambutannya kepada seluruh tamu serta memperkenalkan Aminah sebagai calon tunangannya.


Kata demi kata sambutan terucap jelas serta terdengar meyakinkan saat Shaheer Sheikh berpidato pada puncak acara pesta hari itu.


Kembali terdengar suara tepuk tangan dari arah para tamu undangan pesta yang hadir saat menyambut pidato Shaheer Sheikh.


Aminah hanya tersenyum serta berusaha bersikap ramah kepada semua tamu yang menyambut pidato sambutan dari Shaheer Sheikh pada acara pesta yang diselenggarakan di Novotel.


Sesekali memperhatikan Shaheer Sheikh yang berdiri di sampingnya saat pria tampan itu mengumumkan berita pertunangan mereka yang akan diadakan pada bulan Safar mendatang.


Hampir seperempat jam lamanya mereka berdua berada di atas panggung, menyambut para tamu undangan pesta serta memberikan pidato sambutan dari Shaheer Sheikh.


Shaheer Sheikh lalu mengakhiri pidato sambutannya kemudian menyampaikan kepada pembawa acara pesta untuk kembali melanjutkan pesta yang masih berlangsung meriah hingga selesai.


Tampak Shaheer Sheikh berjalan menggandeng tangan Aminah ketika mereka menuruni panggung, dari arah bawah terlihat Jannah Sheikh yang telah menunggu mereka.


"Syukurlah semua berjalan lancar, aku merasa sangat bahagia saat semua orang akhirnya mengetahui hubungan kalian berdua", kata Jannah Sheikh.


"Semoga kau senang, mathair", sahut Shaheer Sheikh.


"Aku akan selalu merasa sangat bahagia saat hari pertunangan kalian semakin dekat terlaksana karena aku sudah tidak sabar untuk menyambut hari yang berbahagia itu datang, nak", kata Jannah Sheikh.


"Dan semoga Allah SWT senantiasa memberikan kelancaran pada hari itu, mathair...", sahut Shaheer Sheikh.


"Amien... Amien..., nak ...", kata Jannah Sheikh seraya tersenyum.


Dipeluknya sesaat tubuh Shaheer Sheikh setelah dia turun dari atas panggung lalu berganti mendekap Aminah yang berdiri di dekatnya.


"Kami akan kembali ke kamar kami masing-masing, dan sampaikan salam kami kepada semua tamu atas kedatangan mereka pada pesta ini, mathair'', ucap Shaheer Sheikh.


"Baiklah, pergilah kalian beristirahat karena acara pesta ini masih akan berlangsung hingga larut malam'', sahut Jannah Sheikh.


"Terimakasih, mathair...", kata Shaheer Sheikh.


"Sama-sama, nak ! Dan Tolong jaga Aminah karena sepertinya dia terlihat kurang enak badan !", ucap Jannah Sheikh.


Pandangan Jannah Sheikh sesaat teralihkan perhatiannya kepada Aminah yang terlihat kurang bersemangat selama acara pesta berlangsung.


Aminah hanya diam dan tersenyum kepada Jannah Sheikh tanpa mengucapkan sepatah katapun saat dia hendak pergi dari ruangan pesta.


Shaheer Sheikh menggandeng tangan Aminah ketika mereka berpamitan pergi dari acara pesta ini karena baginya sudah tidak ada yang perlu dia sambut lagi.

__ADS_1


Acara pesta pun masih akan berlangsung hingga larut malam. Dan Shaheer Sheikh telah selesai memberikan pidato sambutannya kepada seluruh tamu undangan yang hadir pada acara pesta yang diadakan di Novotel.


Shaheer Sheikh mengajak Aminah untuk pergi meninggalkan acara pesta dan berpamitan kepada Jannah Sheikh dan Abdullah.


__ADS_2