Pengkhianatan Cinta Aminah

Pengkhianatan Cinta Aminah
Aku membeli Lancha


__ADS_3

Aminah mengitari ruangan toko pakaian yang berdesain mewah.


Diperhatikannya kain-kain bahan pakaian yang berharga mahal dengan aneka warna.


Gadis cantik berhijab itu lalu berjalan kembali ke arah Shaheer Sheikh yang berada di depan rak pakaian sedangkan pria tampan itu tengah memilih pakaian-pakaian untuknya.


''Apa kamu tidak memilih pakaian, Aminah ?'', ucap Shaheer Sheikh.


''Pakaian !? Untuk apa ?'', sahut Aminah.


''Ya, untukmu, kamu bisa memilih pakaian sesuai keinginanmu. Dan disini banyak bermacam-macam pilihan !'', kata Shaheer Sheikh.


''Tapi aku tidak ingin membeli pakaian satupun, Shaheer'', sahut Aminah.


''Ehk !?'', ucap Shaheer Sheikh lalu terdiam.


Aminah berdiri diam di dekat Shaheer Sheikh sedangkan pria tampan itu melirik ke arah jam tangannya.


Sesaat kemudian Shaheer Sheikh melangkah menghampiri rak pakaian khusus untuk wanita.


Berbagai gaun panjang serta lancha berderet rapi di sepanjang rak pakaian di dalam toko.


Shaheer Sheikh lalu memilih sebuah gaun panjang berwarna ungu muda sejenis lancha lengkap dengan rok bawahannya yang berwarna lebih muda dari atasannya.


''Aminah, lancha ini cobalah di ruang ganti lalu keluarlah karena aku ingin melihatnya !'', kata Shaheer Sheikh.


''Apa lancha ini untuk aku ?'', ucap Aminah.


''Iya, cobalah ! Aku ingin melihatnya sesuai atau tidak untukmu, Aminah !'', kata Shaheer Sheikh.


''Tapi... Aku tidak berniat membeli pakaian karena ini bukan hari raya atau hari penting untuk membeli pakaian, Shaheer'', sahut Aminah.


''Kau lucu Aminah ?'', ucap Shaheer Sheikh. ''Apa harus hari raya atau hari penting saja, baru membeli pakaian ?'', sambungnya.


''Itu sudah menjadi kebiasaan dalam keluargaku untuk membeli pakaian saat di hari raya atau hari penting lainnya, Shaheer'', kata Aminah.


Aminah mengusap kedua tangannya yang mengepal erat seraya melirik ke arah gaun lancha warna ungu di tangan Shaheer Sheikh.


Gaun yang sangat indah penuh sulaman cantik serta dihiasi oleh payet-payet dari batu permata yang gemerlapan.


Menarik hati, tapi jika dilihat harganya sungguh sangat mahal dan tidak mudah dijangkau harganya.


Aminah hanya berani memperhatikan pakaian lancha yang ada di hadapannya tanpa berani menyentuhnya sama sekali.


''Ayo, cobalah ! Karena aku ingin kamu memakainya dan perlihatkan padaku setelah kamu menggantinya !'', kata Shaheer Sheikh.


''Apakah aku harus mencobanya ?'', ucap Aminah.


''Tentu saja, haruskah aku mengulanginya lagi permintaanku ?'', sahut Shaheer Sheikh.


''Mmmm..., baiklah...'', ucap Aminah.


Diraihnya gaun lancha berwarna ungu serta bawahan rok panjang warna senada yang lebih muda warnanya ke ruangan kamar ganti.

__ADS_1


Shaheer Sheikh menunggu Aminah sembari berjalan mengelilingi ruangan toko.


Memilih-milih pakaian untuk Aminah agar dia dapat berganti-ganti pakaian baru.


Lima belas menit kemudian...


Aminah keluar dari dalam ruang ganti pakaian dengan mengenakan lancha warna ungu serta bawahan rok ungu warna yang lebih muda dari atasannya.


Payet-payet yang bertaburan hampir memenuhi bagian permukaan lancha berhias sulaman cantik tampak indah bercahaya tertimpa lampu ruangan toko.


Aminah benar-benar cantik sekali saat mengenakan setelan gaun lancha lengkap khas India.


Melangkah pelan ke arah Shaheer Sheikh yang berdiri di dekat rak pakaian.


Shaheer Sheikh tertegun saat melihat ke arah Aminah yang terlihat sangat cantik berjalan menghampirinya.


''Wow ! Kamu sangat cantik, Aminah !'', seru Shaheer Sheikh.


Aminah hanya tersipu malu seraya menundukkan kepalanya.


''Pakaian lancha ini benar-benar mengubahmu menjadi cantik serta bercahaya, cocok sekali denganmu Aminah !'', kata Shaheer Sheikh.


''Terimakasih...'', sahut Aminah.


Aminah menjawab dengan malu-malu serta mengusap pelan kepalanya yang mengenakan kain hijab.


''Tapi terlihat sangat berat di badan !?'', ucap Shaheer Sheikh.


Lancha tetap menjadi pilihan Shaheer Sheikh untuk Aminah karena dia merasa pakaian itu sangat cocok jika dikenakan oleh gadis pemalu itu.


''Kalau ini, bagaimana ? Apa kamu tidak ingin mencobanya ?'', kata Shaheer Sheikh.


''Mengganti pakaian lagi ?'', tanya Aminah terkejut.


''Iya, benar !? Kenapa ?'', sahut Shaheer Sheikh.


Shaheer Sheikh menyerahkan dua setel pakaian lancha kepada Aminah agar gadis itu menggantinya.


''Lalu siapa yang membayarnya !? Aku tidak memiliki uang cukup untuk membeli ini semua karena aku juga tidak membawa kartu ATM ku'', ucap Aminah.


''Kau tidak perlu membayarnya karena aku yang akan membelikan pakaian baru itu untukmu, Aminah'', kata Shaheer Sheikh.


''Kamu membelikan untukku !?'', ucap Aminah termenung.


''Bergantilah ! Karena setelah dari toko pakaian ini, kita akan melanjutkan kembali acara kita di Mall ini !'', sahut Shaheer Sheikh.


''Kita akan kemana ?'', tanya Aminah polos.


''Entahlah, karena aku masih belum memikirkannya rencana kita selanjutnya, Aminah'', sahut Shaheer Sheikh.


''Apa tidak sebaiknya melihat ke daftar belanjaan yang ada di buku jurnal daripada kita bingung menentukan rencana kita selanjutnya'', ucap Aminah.


Shaheer Sheikh menjawab dengan menggelengkan kepalanya cepat seraya melambaikan tangannya ke arah Aminah yang masih berdiri diam di hadapannya.

__ADS_1


''Cepatlah, Aminah ! Bergantilah pakaian baru yang aku pilihkan itu lalu kamu pilih mana yang kamu sukai !'', kata Shaheer Sheikh.


''Tapi..., tapi... Shaheer Sheikh... !?'', sahut Aminah kebingungan.


''Sudahlah, jangan banyak bertanya atau berpikir, Aminah ! Cepatlah ganti karena aku menunggumu !'', kata Shaheer Sheikh.


Shaheer Sheikh mendorong punggung Aminah untuk menuju ke arah ruang ganti pakaian.


''Tapi... Shaheer Sheikh...'', ucap Aminah.


''Masuklah ! Dan ganti pakaianmu !'', kata Shaheer Sheikh.


Shaheer Sheikh menutup pintu ruang ganti pakaian.


Berjalan ke tempat lainnya untuk memilih pakaian baru. Dan kali ini Shaheer Sheikh berniat untuk membeli pakaian baru untuk dirinya sendiri.


Shaheer Sheikh mendekati deretan rak pakaian pria untuknya lalu memilih beberapa setel pakaian baru.


Membeli beberapa kemeja yang biasa dia kenakan saat rapat atau meeting sebagai dalaman setelan jas kantornya.


Shaheer Sheikh berjalan ke arah kasir untuk membayar sembari menunggu Aminah selesai berganti pakaian.


Bersandar santai di dekat lemari rak pakaian dengan memperhatikan area sekitar ruangan toko pakaian.


Tak lama kemudian Aminah keluar dari dalam ruangan ganti pakaian dengan membawa beberapa setel lancha di tangannya.


Menghampiri Shaheer Sheikh seraya menyerahkan beberapa lancha kepadanya dan berkata.


''Aku sudah mencoba semua lancha ini tetapi aku tidak ingin membelinya karena harganya semuanya sangat mahal''


''Mahal !?'', sahut Shaheer Sheikh.


Aminah menganggukkan kepalanya seraya tersenyum simpul ke arah Shaheer Sheikh.


''Iya, lancha-lancha ini semuanya sangat mahal ! Dan aku tidak mampu membelinya !'', kata Aminah.


''Tidak, tidak, tidak Aminah ! Aku yang akan membayar semuanya karena aku yang membelikannya untukmu !'', ucap Shaheer Sheikh.


''Tapi, Shaheer... Untuk apa membeli tiga lancha baru ? Hari raya masih lama dan hari penting juga tidak ada bulan ini ? Lalu untuk apa lancha-lancha ini ?'', kata Aminah.


''Yah, untuk dipakai sehari-hari !'', ucap Shaheer Sheikh.


''Ini terlalu banyak !? Ada tiga lancha baru ? Bagaimana aku harus memakainya secara bersama-sama !?'', kata Aminah.


''Tidak perlu memakainya secara bersama-sama, Aminah ! Buat untuk berganti-ganti setiap harinya...'', sahut Shaheer Sheikh.


Shaheer Sheikh lalu menyerahkan ketiga setelan lancha dengan bawahan rok panjang kepada kasir toko lalu membayarnya kontan dengan kartu ATM miliknya.


Aminah hanya bisa diam tak kuasa untuk menolak keinginan Shaheer Sheikh yang membelikannya baju baru meski bukan hari raya atau hari penting.


Mereka berdua lalu keluar dari dalam toko pakaian seraya melangkah cepat menuju ke area Mall yang lainnya. Dengan menenteng beberapa kantung belanjaan di tangan mereka.


Shaheer Sheikh dan Aminah berjalan sepanjang area Mall sembari melihat-lihat toko-toko yang berderet di samping kiri dan kanannya. Kembali melanjutkan acara belanja mereka yang tertunda di toko pakaian.

__ADS_1


__ADS_2