
Shaheer Sheikh terus melajukan mobil bercat putih metalik miliknya menuju pelabuhan kayu di Delhi.
Jalan ke arah pelabuhan cukup sulit karena mobil harus melewati pedagang ikan yang berseliweran acak serta jalan sempit penuh orang.
''Kita tidak bisa melanjutkan perjalanan masuk pelabuhan karena padatnya orang disini'', kata Shaheer Sheikh.
Shaheer Sheikh menoleh ke arah luar kaca mobil yang berwarna hitam.
''Kita turun saja sembari berjalan kaki masuk ke pelabuhan. Bagaimana ?'', ucap Shaheer Sheikh.
''Baiklah, kita berjalan kaki saja kesana. Aku juga lihat ramai sekali jalan ke arah pelabuhan. Dengan berjalan akan lebih mudah'', sahut Aminah.
''Aku akan memarkir mobil disana sebentar karena aku tidak melihat area khusus parkir disini'', kata Shaheer Sheikh.
Shaheer Sheikh memutar kemudinya ke arah kiri jalan lalu berbelok cepat menuju ke sebuah area kosong dekat pelabuhan.
Dia memarkir mobil miliknya tepat didepan sebuah toko kerajinan tangan dari laut.
''Kita turun sekarang ! Dan bersiap-siaplah, kita akan segera berangkat ke dalam pelabuhan !'', kata Shaheer Sheikh.
''Iya, aku mengerti...'', sahut Aminah.
Aminah segera menyiapkan tasnya serta melihat kembali kedalam tas miliknya yang berisi arsip penting tentang kematian ayahnya.
"Aku harus berhati-hati dengan membawa arsip penting ini, disini hanya ditulis pelabuhan besar di kota besar tapi tidak jelas tertulis nama tempat kecelakaan kapal itu dimana !?"
Gumam dalam hatinya sambil melihat kedalam tasnya.
"Hanya ada tanda huruf besar disudut arsip itu "V" !? Tapi aku tidak mengerti arti dari tanda huruf besar itu !? Apakah itu benar sebuah tanda ataukah nama depan sebuah tempat ?"
Aminah hanya menerawang jauh memperhatikan tas miliknya lalu kembali menoleh ke arah Shaheer Sheikh yang masih terdiam menatap keluar kaca mobil.
''Kita jadi turun sekarang ?'', tanya Aminah.
''Tentu, kita akan turun masuk ke pelabuhan setelah aku memastikan keadaan disini aman. Kamu tunggulah sebentar di dalam mobil setelah aku melihat-lihat daerah sini, Aminah !'', sahut Shaheer Sheikh.
''Baiklah, aku akan menunggumu setelah kamu kembali dari melihat-lihat daerah sini'', kata Aminah.
''Tunggulah dalam waktu kurang lebih lima belas menit dan aku akan segera kembali kemari !'', ucap Shaheer Sheikh berpesan.
''Iya, Shaheer...'', kata Aminah.
Shaheer Sheikh membuka pintu mobil seraya melompat pelan dari dalam mobil lalu menutup kembali pintu mobil.
Diketuknya kaca mobil agar Aminah menurunkannya.
Amimah bergegas menurunkan kaca mobil sambil melongokkan kepalanya keluar.
''Ada apa ?'', tanyanya.
__ADS_1
''Ingat ! Jangan buka pintu mobil sebelum aku kembali karena aku mengunci pintu mobil secara otomatis, mengerti !'', sahut Shaheer Sheikh.
Sorot mata Shaheer Sheikh tajam saat menatap Aminah.
Gadis cantik berhijab itu hanya menganggukkan kepalanya pelan seraya memandangi Shaheer Sheikh serius.
''Baik, aku akan mengingat pesanmu itu'', kata Aminah.
''Apapun yang terjadi diluar sini. Jangan pernah kamu membuka pintu mobil sampai aku sendiri yang membukanya ! Paham !'', ucap Shaheer Sheikh lagi.
''Iya, Shaheer ! Aku paham itu !'', sahut Aminah.
''Ingat ! Ingat pesanku, Aminah ! Paham !'', Shaheer Sheikh mengulangi lagi pesannya pada Aminah sebelum dia pergi darinya.
Aminah menganggukkan kepalanya kembali dengan ekspresi wajah serius.
''Tutuplah kaca mobil ini sekarang juga, Aminah !'', kata Shaheer Sheikh.
''Ba--baik..., baik Shaheer !'', sahut Aminah.
Tampak Aminah tergesa-gesa menaikkan kaca mobil yang gelap itu saat Shaheer Sheikh masih ada didekat pintu mobil yang menatapnya serius.
Sosok bayangan tubuh Shaheer Sheikh lalu lenyap dari arah kaca mobil setelah Aminah menutup kaca mobil.
Digenggamnya erat-erat tas berisi arsip penting mengenai catatan kecelakaan kapal yang menimpa ayahnya.
Terlihat tubuh Aminah yang gemetaran ketika dia harus membayangkan suasana di daerah sekitar pelabuhan yang ramai dan penuh sesak oleh pengunjung.
''Kapan Shaheer Sheikh kembali !? Ini sudah lebih dari sepuluh menit...'', ucap Aminah.
Aminah melirikkan matanya ke arah kaca mobil yang gelap.
Tampak bayangan-bayangan manusia yang hilir mudik diluar sana.
''Aku takut sekali... Tolonglah aku Ya Allah !'', bisik Aminah.
Hampir lima belas menit waktu telah berlalu tetapi Shaheer Sheikh masih belum kembali dari area pelabuhan.
Aminah semakin merapatkan dekapan kedua tangannya seraya menolehkan kepalanya ke arah samping kanan dan kiri dengan rasa cemas.
''Ini sudah lebih dari lima belas menit... Kenapa dia belum kembali ? Apakah ada sesuatu yang menimpanya !?'', ucap Aminah.
Pandangannya teralihkan ke arah luar mobil yang tertutup oleh pintu mobil dengan kaca gelapnya.
''Oh, Tuhan ! Lindungilah dia ! Meski dia termasuk orang yang cukup memusingkanku tapi dia sangat peduli padaku...'', kata Aminah gelisah.
TUK... TUK... TUK...
Terdengar kaca mobil diketuk dari arah luar.
__ADS_1
Aminah terperanjat kaget saat melihat ke arah kaca mobil.
Sosok bayangan seseorang tengah berdiri diluar sambil mengetuk kaca mobil.
''Tunggu !? Apakah dia Shaheer ?'', ucap Aminah pelan.
Ingatan Aminah langsung teringat akan pesan Shaheer Sheikh bahwa dia akan kembali dari area pelabuhan dan akan membuka pintu mobil sendiri.
''Tapi Shaheer telah berpesan padaku bahwa dia yang akan membuka pintu mobil sendiri tanpa aku harus membukanya !?'', gumam Aminah.
Aminah beringsut perlahan-lahan dari kursi tempatnya duduk di dalam mobil.
Dia berusaha agar tubuhnya tidak terlihat membayang dari arah luar kaca mobil. Dan usahanya cukup berhasil karena dia tidak melihat lagi sosok orang yang mengetuk kaca pintu mobil tadi.
''Ya Tuhan ! Ternyata dia bukan Shaheer Sheikh ! Siapa dia ?'', kata Aminah.
Ekspresi wajah Aminah berubah tegang lalu pucat pasi ketika dia menyadari sosok orang yang barusan mengetuk kaca mobil dari arah luar bukanlah Shaheer Sheikh.
Tiba-tiba kaca mobil dipukul keras dari arah luar mobil hingga mobil berwarna putih metalik itu bergoyang cukup keras.
''A--apa ini ???'', kata Aminah ketakutan.
Ketika dia melihat seseorang dari luar mobil memukulkan benda yang keras ke arah kaca mobil.
DUAK ! DUAK ! DUAK !
Suara bertalu-talu dari luar mobil ketika kaca mobil dihantam kuat oleh sebuah benda keras.
''Oh Tidak !'', pekik Aminah cemas.
Gadis berhijab itu hanya mampu menutupi kedua telinganya dengan tangannya saat kaca mobil dipukul keras.
''Apa yang dilakukan orang aneh itu ? Bukankah ini bentuk pelanggaran ???'', ucap Aminah gemetaran.
Aminah hanya menundukkan kepalanya saat dia duduk turun ke bawah kursi mobil penumpang.
Dilindunginya kepalanya dengan tangannya karena dia takut kaca akan pecah dan mengenai dirinya nanti.
''Oh Tidak ! Tidak !'', ucap Aminah.
Kedua tangan gadis cantik itu bergetar hebat kemudian dia berinisiatif pindah ke belakang dan bersembunyi sambil menundukkan kepalanya.
Pukulan keras dari luar lalu berhenti saat Aminah beralih ke kursi belakang.
Tidak lagi terdengar suara keras yang menghantam kaca mobil dari arah luar ketika Aminah pindah.
Suasana hening kembali seperti semula. Dan cukup membuat hati Aminah merasa tenang serta sedikit lega.
Namun, Aminah keburu ketakutan dan merasa bahwa dirinya tidak aman lagi sejak kedatangan orang aneh yang tiba-tiba mengamuk tanpa sebab yang jelas tadi.
__ADS_1