Pengkhianatan Cinta Aminah

Pengkhianatan Cinta Aminah
Ada rahasia yang mulai terbaca


__ADS_3

Shaheer Sheikh bergeming menatap Aminah yang berdiri di hadapannya dengan kedua tangan memegang erat tas ditangannya.


Memandangi wajah Shaheer Sheikh dengan ekspresi wajah yang serius sedangkan kedua matanya sembab karena menangis.


''Tapi bukankah babamu saat itu pulang ke rumah kalian di Janakpur ? Dan bagaimana bisa dia telah meninggal dalam kecelakaan kapal ?''


Shaheer Sheikh bertanya kebingungan seraya mengangkat kedua tangannya ke arah atas.


''Ini tidak mungkin ! Mustahil ! Aku sendiri yang mengantarkan babamu ke bandara saat dia hendak pulang ke Janakpur !''


Shaheer Sheikh menyahut pelan seraya berjalan mondar mandir panik.


''Itu tidak benar, Aminah, bukan ? Dan siapa yang aku antar ke bandara kalau begitu ?''.


Shaheer Sheikh berhenti berjalan lalu membalikkan badannya ke arah Aminah yang berdiri dengan wajah polosnya.


''Aku tidak tahu siapa yang menjadi babaku ?'', sahut Aminah.


''Ehk !?'', jawab Shaheer Sheikh sambil menoleh.


Dia melangkah mendekat ke arah Aminah sembari memegang kedua bahu gadis lugu itu.


Shaheer Sheikh menggeleng pelan lalu menatap tajam kearah Aminah.


''Katakan padaku dengan benar ! Apa yang telah kamu ketahui tentang ini semua ? Dan bagaimana kamu tahu hal itu ?''


Pertanyaan Shaheer Sheikh membuat Aminah ketakutan dan mulai dirambati rasa cemas yang berlebih.


''Tidak ! Tidak Shaheer Sheikh !''


Aminah langsung mundur menghindari kontak mata dengan Shaheer Sheikh sedangkan pria tampan itu terkejut ketika melihat reaksi dari sikap Aminah.


''Tidak ! Aku tidak akan mengatakan apapun padamu ! Tidak !"


Pekik Aminah tertahan hingga tubuhnya menempel di dinding ruangan penuh marmer utuh itu.


Wajah Aminah sontak berubah, tidak hanya itu hatinya turut berubah bercampur aduk kian tak menentu saat Shaheer Sheikh bertanya kepadanya tentang rahasia baba.


"Tidak Shaheer Sheikh ! Aku tidak akan mengatakannya padamu ! Aku tidak akan memberitahukan apapun padamu !"


Kata-kata Aminah terdengar tegas dan kuat saat menolak memberikan jawaban kepada Shaheer Sheikh.


"Aminah...", gumam Shaheer Sheikh.


Shaheer Sheikh mencoba mendekati Aminah tetapi gadis berhijab itu langsung menahannya.


"Berhenti disana Shaheer Sheikh ! Jangan mendekat lagi ! Aku tidak ingin berdekatan dengan mu !"


"Aminah... Percayalah padaku !", sahut Shaheer Sheikh.


"Kau sendiri yang telah mengatakan bahwa setiap orang yang ada di rumah keluarga Sheikh ini tak seorangpun yang dapat aku percayai !?", kata Aminah.

__ADS_1


"Benar, itu memang benar ! Bahkan kemungkinan aku juga tidak dapat dipercaya, Aminah..., tapi masalah ini sangat jauh berbeda dari yang kamu pikirkan !"


Shaheer Sheikh menyahut ucapan Aminah dengan sorot mata meyakinkan.


"Berbeda katamu !? Apa kamu tidak pernah berpikir jika aku juga mencurigai dirimu ?", kata Aminah.


"Mencurigai ku ? Dalam hal apa ?", ucap Shaheer Sheikh terkejut.


"Kamu masih bertanya ? Apa kamu pura-pura tidak mendengar ucapanku atau kamu sengaja merencanakan ini semua untuk menjebak ku ?"


Aminah berkata dengan memberanikan dirinya meski dia terlihat bergeser ke arah pintu.


"Apa maksud mu ?", sahut Shaheer Sheikh seraya melirik Aminah yang bergeser pelan ke arah pintu masuk.


Shaheer Sheikh menyadari bahwa Aminah akan mencoba kabur dari ruangan ini.


"Aminah ! Dengar aku !", kata Shaheer Sheikh.


Pria tampan itu melangkah perlahan-lahan mendekati Aminah yang tidak berhenti menggeser tubuhnya ke arah pintu ruangan.


Shaheer Sheikh langsung menarik tangan Aminah yang hendak meraih pegangan pintu.


''Aminah !'', teriak Shaheer Sheikh.


''Ahk !'', jerit Aminah.


Keduanya saling berpelukan seraya berpandangan lekat.


Tidak ada kata-kata yang keluar dari keduanya yang sama-sama diam membisu.


Hanya sorot mata yang kini sedang berbicara mewakili suasana hati mereka masing-masing.


Hati Aminah berdesir cepat dan detak jantungnya berdegup kencang saat berdekatan dengan Shaheer Sheikh.


Pria tampan yang selama ini telah mampu membuat seluruh hidupnya berubah tak menentu bagaikan rollercoaster.


''Aminah... Tolong pahami aku ! Dan posisiku saat ini !'', ucap Shaheer Sheikh pelan.


''Apa ?'', kata Aminah.


Tatapan mata Shaheer Sheikh tidak pernah teralihkan dari wajah Aminah sejak ini.


''Walaupun kamu sangat membenciku akan semua yang terjadi pada hidupmu karena aku tapi aku memohon kepada mu bahwa aku tidak berkeinginan untuk mencelakai mu, Aminah !''


Kata-kata Shaheer Sheikh mampu menghipnotis Aminah yang mulai tenggelam dalam pelukan pria tampan itu.


''Apa aku harus percaya itu ?'', tanya Aminah.


Gadis cantik itu menundukkan kepalanya berusaha mengalihkan pandangannya dari Shaheer Sheikh yang terus-menerus memandangi dirinya tanpa henti.


''Aku telah memohon kepada mu, bukan !? Dan aku berharap akan sebuah kepercayaan darimu dan itu penting untuk kita kedepannya tetap bersama-sama, Aminah...''

__ADS_1


Aminah terdiam mencoba menelaah ucapan Shaheer Sheikh.


"Haruskah aku mempercayainya ? Dan membuka arsip penting itu ?"


Aminah bergumam dalam hatinya dengan tetap diam tanpa bereaksi.


''Apakah kamu mencoba merayuku dengan cara mu ? Lantas apa yang sebenarnya kamu cari dariku, Shaheer ? Apa ?'', sahut Aminah kemudian.


Sorot mata Aminah memancarkan kesedihan yang mewakili seluruh perasaannya saat itu.


''Aku tidak merayu mu atau berkeinginan untuk mendapatkan keuntungan dari mu tapi aku berusaha membantu mu menghadapi semua ini, Aminah'', kata Shaheer Sheikh.


''Ini bukan sekedar muslihat dan tipu daya, bukan ?'', kata Aminah tajam. ''Kamu pernah bersandiwara padaku sekali dan mungkin kali ini kamu juga tengah bersandiwara lagi hanya untuk mencari informasi dariku seperti saat-saat kamu menipuku dengan rencana pertunangan...'', sambungnya.


''Bagian itu hal yang berbeda bukan berkaitan dengan masalah kecelakaan kapal yang menimpa babamu dan aku berniat membantu mu memecahkan kasus ini'', sahut Shaheer Sheikh.


''Pernah kamu ingat akan ucapan mu bahwa semua yang berurusan dengan ku tidak ada sangkut pautnya dengan mu ? Dan kamu tegaskan bahwa kamu akan melempar ku setelah pertunangan itu ?'', kata Aminah.


Sorot mata Aminah kembali tajam, diusapnya kedua matanya yang basah sehabis menangis tadi.


''Itu tidak benar, Aminah... Hal itu dan hal ini, jangan kamu campur adukkan karena semuanya berbeda, tidak sama...'', tegas Shaheer Sheikh.


''Tapi kamu tidak pernah menyukai ku dan kamu tidak pernah berhenti untuk memusuhi ku, Shaheer'', kata Aminah.


''Memang benar bahwa aku tidak menyukai pertunangan itu karena aku sebagai laki-laki merasa harga diri ku terinjak-injak dan kamu harus tahu hal itu, Aminah !'', sahut Shaheer Sheikh. ''Bagaimana rasanya aku harus berperan menjadi pria pengganti untuk wanita yang bukan teruntuk ku ?'', sambungnya.


Tatapan mata Shaheer Sheikh tajam saat memandang ke arah Aminah.


''Itu sangat menyakitkan...'', kata Shaheer Sheikh sedih.


Kepala Shaheer Sheikh terangkat ke atas mencoba menahan luapan emosi dalam hatinya saat mengenang hal itu.


''Tidak mudah menjadi orang lain yang harus berpura-pura mencintai mu dan berperan sebagai seorang pasangan pengganti yang tidak pernah kamu harapkan''


Ucapan Shaheer Sheikh menyentuh hati Aminah hingga gadis itu berkata cukup kencang.


''Tidak Shaheer Sheikh ! Aku menginginkan mu ! Terlepas dari peranmu yang hanya sebagai seorang pengganti tapi keberadaan mu sangatlah berarti untuk ku dan mathair ku !''


Shaheer Sheikh tercengang mendengar ucapan Aminah.


Dipandanginya wajah Aminah yang cantik berseri dengan tatapan teduhnya.


''Aminah...'', sahut Shaheer Sheikh.


Tanpa dia sadari kedua tangan Shaheer Sheikh menyentuh wajah Aminah yang putih mulus bagaikan pualam.


''Dan aku ucapkan terima kasih atas ketulusan mu menjadikan dirimu seorang pria pengganti untuk ku tanpa kamu menolaknya meski kamu inginkan itu, Shaheer Sheikh'', kata Aminah.


Kali ini ucapan Aminah bersungguh-sungguh lalu dia melanjutkan ucapannya lagi.


''Seandainya kamu menolaknya untuk berperan sebagai pasangan pengganti untuk ku mungkin aku tidak akan pernah tahu artinya hubungan antara kita ini dan aku juga tidak akan pernah tahu rahasia yang sebenarnya terjadi pada baba...''.

__ADS_1


Shaheer Sheikh terdiam dan hanya menatap Aminah tanpa berkata-kata sedangkan kedua tangannya tetap mengusap wajah cantik gadis berhijab itu.


__ADS_2