
Aminah berjalan mengikuti Shaheer Sheikh yang melangkah di depannya dan sesekali menoleh dirinya yang berada dibelakangnya.
Terlihat Aminah kerepotan berjalan karena gaun saree yang dia kenakan menyebabkan langkah kakinya tersendat-sendat.
Shaheer Sheikh menghentikan langkah kakinya seraya menoleh ke arah Aminah yang berjalan sembari mengangkat gaun saree merahnya yang panjang.
''Apa saree itu membuatmu kerepotan ?", tanya Shaheer Sheikh.
Aminah mengangkat wajahnya menatap lurus ke arah Shaheer Sheikh.
"Apa perlu aku menggendong mu sampai ke tempat acara pesta, Aminah ?", kata Shaheer Sheikh.
"Apa !?", gumam Aminah dengan bibir terbuka merekah.
"Aku akan menggendong mu agar kita cepat sampai ke tempat acara pesta, aku tidak tahu kalau gaun perempuan terlalu merepotkan bagi mereka", ucap Shaheer Sheikh.
''Tidak, aku tidak merasa kerepotan karena gaun saree merah ini, hanya saja agak terlalu berat buat aku berjalan kaki sampai ke tempat acara pesta...", sahut Aminah.
"Aku melihat kamu kesulitan karena gaun merah itu atau sebaiknya kamu menggantinya dengan gaun lainnya agar terasa ringan", kata Shaheer Sheikh.
"Tidak, tidak, sudah tidak ada waktu lagi untuk mengganti gaunku dengan gaun pesta lainnya", sahut Aminah.
Aminah menggelengkan kepalanya pelan seraya mengibaskan tangannya.
"Baiklah, terserah padamu saja, aku hanya menuruti kemauanmu, Aminah", ucap Shaheer Sheikh.
"Yah, kalau begitu kita segera pergi dari sini karena acara pesta akan segera dimulai dua puluh menit kemudian", kata Aminah.
Aminah berjalan cepat menuju ke sebuah tempat yang berada tak jauh darinya dengan suara musik keras yang terdengar menggema dari dalam ruangan.
"Apa itu tempat acara pesta diadakan hari ini ?", kata Aminah seraya menunjuk ke arah ruangan yang terdengar suara gema musik dari dalam ruangan.
"Tempat acara pestanya berada disebelahnya lagi, bukan disana", sahut Shaheer Sheikh.
Shaheer Sheikh menunjuk ke arah ruangan di sisi lainnya, dekat ruangan yang ditunjuk oleh Aminah.
Aminah terdiam sejenak lalu memperhatikan ke arah tempat yang ditunjuk oleh Shaheer Sheikh kemudian dia melanjutkan langkah kakinya menuju ke tempat tersebut.
__ADS_1
"Rupanya ada acara pesta lainnya yang berlangsung secara bersamaan dengan acara pesta yang diadakan oleh mathair Jannah'', kata Aminah.
"Aku tidak tahu jika ada acara lainnya di hotel ini tapi untungnya acara pesta yang diadakan oleh mathair masih dapat dirayakan disini", sahut Shaheer Sheikh.
"Maksudnya ? Apa tidak diperbolehkan untuk menggelar acar pesta secara bersamaan di satu hotel ini ?", tanya Aminah.
"Setahuku pihak hotel tidak mengizinkan ada dua acara pesta besar dalam satu hotel karena ditakutkan akan menyebabkan kekacauan pada pesta itu sendiri", sahut Shaheer Sheikh.
''Mungkin pihak hotel mengkhawatirkan adanya kekeliruan pada tamu undangan yang bisa saja mereka kebingungan untuk datang ke acara pesta mana yang akan mereka datangi jika ada dua pesta berlangsung secara bersamaan di satu hotel", kata Aminah.
"Tepat sekali, itu yang aku maksudkan bahwa tamu undangan akan mengalami kekeliruan saat mereka akan menghadiri acara pesta jika ada dua acara secara bersamaan dalam satu hotel", sambung Shaheer Sheikh.
"Tapi pada kenyataannya kalau hotel mengijinkannya adanya dua pesta besar dalam satu hotel", kata Aminah.
"Itulah bisnis, tidak ada yang bisa menolak sebuah keuntungan bagi siapa saja, terpenting untung dan ada pemasukan ke dalam pundi-pundi uang mereka, apapun itu bentuknya", sahut Shaheer Sheikh.
Aminah melangkah perlahan-lahan saat dia hendak sampai ke dalam ruangan dimana acara pesta dirayakan oleh Jannah Sheikh.
Seorang wanita cantik nan anggun keluar dari dalam ruangan pesta dengan langkah cepat menuju ke arah Aminah dan Shaheer Sheikh yang berdiri di depan ruangan.
Menyapa ramah Aminah seraya memeluk erat tubuh gadis berhijab itu.
"Oh, iya !? Mathair baru datang jam tiga pagi ? Apa mathair sudah beristirahat cukup hari ini ?", kata Shaheer Sheikh agak cemas.
"Tenanglah, nak ! Selama perjalanan ke Novotel ini, aku terus tidur dengan nyenyak nya, mana mungkin aku kurang beristirahat", ucap Jannah Sheikh melebarkan senyumannya.
"Apa acara pesta akan dimulai ?", kata Shaheer Sheikh.
"Belum, acara pesta masih belum dimulai tapi aku sudah meminta pihak penyelenggara pesta untuk segera bersiap-siap karena tamu undangan sudah mulai berdatangan ke Novotel sesuai jam diadakannya pesta", sahut Jannah Sheikh.
"Wow, tampaknya mathair telah menyiapkan acara pesta dengan kesiapan yang terencana dengan baik, meriah sekali tempatnya", ucap Shaheer Sheikh terpana.
Jannah Sheikh tersenyum simpul seraya berjalan disebelah Shaheer Sheikh sedangkan Aminah diam mengikuti alur pembicaraan diantara ibu dan anak itu.
"Tentu saja, aku mempersiapkan pesta ini dengan sempurna karena aku tidak ingin ada kekacauan atau kekurangan dalam pesta di Novotel", sahut Jannah Sheikh.
"Apa ini tidak terlalu berlebihan buat sebuah acara pesta, mathair ?", kata Shaheer Sheikh.
__ADS_1
Shaheer Sheikh mengamati seluruh ruangan tempat berlangsungnya acara pesta yang sangat meriah. Diiringi oleh pertunjukan sebuah band musik serta penyanyi kenamaan di New Delhi.
Tampak beberapa hidangan pesta yang menu makanannya termasuk mewah untuk ukuran sebuah pesta biasa.
Tersedia meja panjang untuk minuman bagi para tamu undangan pesta serta pihak keluarga dan pihak penyelenggara pesta.
Shaheer Sheikh berdecak kagum ketika melihat pemandangan di dalam ruangan, tempat berlangsungnya acara pesta yang sangat meriah.
Ditambah semarak lampu pesta yang gemerlapan menghiasi seluruh ruangan acara pesta. Meski acara pesta diadakan pada siang hari tapi suasana pada acara pesta yang diadakan oleh Jannah Sheikh berlangsung seperti pesta pada malam hari, penuh dengan gemerlap lampu-lampu yang menghiasi ruangan pesta serta acaranya cukup meriah serta terbilang mewah.
"Aku mengadakan acara pesta ini untuk menyambut hubungan kalian berdua yang menunjukkan kemajuan dan aku berharap akan ada perkembangan lainnya dari hubungan diantara kalian berdua di masa mendatang", ucap Jannah Sheikh.
"Terimakasih atas pestanya ini untuk kami berdua, mathair", sahut Shaheer Sheikh.
Shaheer Sheikh lantas memeluk Jannah Sheikh erat-erat seraya mencium lembut kepala ibunya.
"Tidak perlu berterima kasih kepada ku karena aku melakukan semua ini khusus untuk kalian berdua karena aku merasa sangat bahagia melihat mu dan Aminah mulai dekat, Shaheer Sheikh", kata Jannah Sheikh.
"Oh, mathair..., aku tidak mampu membalas rasa cintamu ini yang sangat besar kepada kami berdua dan katakanlah bagaimana cara aku dapat membalas kebaikanmu ini, mathair...", ucap Shaheer Sheikh.
"Jangan berkata seperti itu pada ku, nak ! Aku sudah merasa sangat bahagia serta bangga dengan kalian berdua karena hanya kalianlah yang mampu membuat nama baik keluarga Sheikh terselamatkan reputasinya di luar sana", sahut Jannah Sheikh.
Wanita cantik nan anggun diusianya yang hampir memasuki usia senja itu menepuk-nepuk lembut punggung Shaheer Sheikh seraya tersenyum.
"Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kalian berdua serta merahmati kalian hingga pernikahan nanti, nak", kata Jannah Sheikh.
"Doa mathair akan selalu kami harapkan untuk kebahagiaan kami berdua", ucap Shaheer Sheikh.
"Aku akan selalu mendoakan kebahagiaan kalian berdua, nak", kata Jannah Sheikh.
"Terimakasih, mathair...", ucap Shaheer Sheikh.
Shaheer Sheikh melepaskan pelukannya seraya tersenyum lebar kepada ibu kandungnya, merangkulnya sambil berjalan bersama-sama menuju ke tempat duduk yang dikhususkan untuk pihak keluarga.
Ibu dan anak itu tertawa bersama-sama dengan bahagia sedangkan Aminah berjalan mengikuti langkah keduanya dari arah belakang sambil mengangkat gaun saree yang dia kenakan.
Aminah tidak merespon pembicaraan antara Shaheer Sheikh dengan ibu kandungnya dan hanya diam mendengarkan arah pembicaraan diantara mereka berdua.
__ADS_1
Aminah ikut duduk di salah satu kursi khusus keluarga besar Sheikh dan Shaheer Sheikh berada duduk disebelahnya.
Keduanya tidak saling berbicara karena Shaheer Sheikh sibuk bercakap-cakap dengan Jannah Sheikh serta anggota keluarga Sheikh yang lainnya sedangkan Aminah hanya diam memperhatikan ke arah sekitar ruangan pesta serta pandangannya tertuju pada sebuah band musik terkenal di New Delhi yang tengah mengisi acara pesta pada hari itu.