Pengkhianatan Cinta Aminah

Pengkhianatan Cinta Aminah
Ayam Tandoori Favoritku


__ADS_3

Aminah memoleskan lipstik warna merah muda di bibirnya yang merekah indah, diliriknya sekilas jam yang berada di sudut kanan meja riasnya.


Mengambil hiasan untuk kain hijabnya yang terbuat dari emas berbentuk bunga Neelakurinji warna merah muda yang dia sematkan.


Aminah menoleh kembali ke arah jam yang ada di atas meja riasnya lalu meraih tas kecil seraya menatap ke arah cermin di depannya.


"Hari ini masih menginap di hotel Novotel mungkin besok lusa pulang ke rumah", ucap Aminah.


Diambilnya sebotol parfum bermerek terkenal kemudian dia semprotkan ke sekitar tubuhnya sebelum dia pergi.


Wangi aroma parfum menyengat kuat di tubuh Aminah hingga membuat seluruh udara disekitarnya tercium oleh aroma parfum yang dikenakannya.


"Aku ingin berjalan-jalan di area hotel Novotel ini karena kesempatan untuk menginap di hotel semewah seperti Novotel sangat langka", kata Aminah.


Aminah berjalan menuju ke arah pintu kamar hotel dengan langkah cepat kemudian membukanya lalu keluar kamar.


Berjalan dengan langkah kaki santai menuju ke lift yang tersedia di area ruangan kamar Aminah menginap, semerbak wangi parfum bunga Neelakurinji tersebar di sekitar Aminah saat dia melangkahkan kakinya.


Suasana di area ruangan lift tampak sepi hanya ada dirinya seorang diri di sana, sedang berdiri di depan lift menuju ke lantai tempat area restoran berada.


Aminah melangkah masuk ke dalam lift ketika dia di dalam tidak terlihat satupun orang yang ada disana, hanya ada Aminah seorang diri di lift.


Lift mulai bergerak pelan menuju ke lantai menuju ke lokasi restoran.


Aminah sengaja tidak melakukan reservasi sebelum dia berangkat ke restoran karena dia ingin mencoba menu makanan yang ada di restoran sesuai permintaannya saat itu juga.


Tak lama kemudian...


Aminah telah sampai di lantai area restoran, dia melanjutkan langkah kakinya menuju ke tempat meja makan restoran Novotel.


Pandangan Aminah tertuju pada sebuah sudut meja makan di restoran.


Sudut yang tampak menarik hatinya untuk memilih tempat itu karena letaknya yang strategis dengan view ke segala penjuru arah restoran.


Saat kaki Aminah melangkah menuju ke tempat meja makan tiba-tiba dari arah samping kanan seseorang menubruknya keras hingga keduanya hampir terjatuh.


BRUK !


Aminah langsung terhuyung-huyung, jika saja tidak dengan cepat pria itu menahan tangan Aminah.


"Maaf !!!", ucap suara itu mengejutkan Aminah.


Suara yang terdengar familiar ditelinga Aminah serta mengingatkan dia pada seseorang yang pernah dia jumpai di Novotel ini.


Aminah segera menolehkan kepalanya ke arah suara yang berasal dari seorang pria yang menggenggam erat lengan gadis berhijab itu.


"Kau !?", ucap Aminah terkejut.


Ketika Aminah mengetahui siapa pemilik suara berat itu, gadis itu langsung terhenyak kaget.

__ADS_1


Berdiri seorang pria tampan dengan senyuman yang sangat menawan sedang menatap lurus ke arah Aminah disampingnya.


"Apa kabarmu ?", sapa pria asing itu.


"Ehm..., baik !?", sahut singkat Aminah dengan gugup.


Tampak ekspresi wajah Aminah yang kebingungan dengan hadirnya sesosok pria tampan yang pernah dia temui pada saat di acara pesta yang diadakan oleh Jannah Sheikh kemarin.


Aminah terburu-buru berdiri tegak menghadap ke arah pria tampan di depannya lalu berusaha tersenyum manis.


"Maafkan aku juga karena telah berjalan terlalu tergesa-gesa hingga aku tidak memperhatikan keadaan disekeliling ku...", ucap Aminah panik.


"Tidak apa-apa dan tidak perlu se-panik itu padaku, Aminah", sahut pria tampan yang masih misterius itu.


"Iya...", kata Aminah dengan malu-malu.


Aminah mengusap lembut kepalanya yang tertutup oleh kain hijab warna merah muda bermotif bunga mawar.


Terlihat canggung dihadapan pria tampan yang masih asing baginya.


"Apa yang kau lakukan disini ?", tanya pria itu sembari mengedarkan pandangannya ke arah sekeliling restoran.


"Aku hendak memesan makanan di restoran ini karena aku belum sempat berkeliling di sekitar hotel Novotel ini sejak acara pesta kemarin", sahut Aminah.


"Kebetulan sekali aku juga baru ingin berkeliling di hotel ini", ucap pria asing itu. "Bagaimana kalau kita memesan menu makanan di restoran ini sebelum kita melanjutkan acara kita berkeliling di hotel Novotel ?", sambungnya.


"Apa kau juga berniat untuk memesan makanan disini ?", tanya Aminah.


Aminah terdiam sejenak sambil mengalihkan pandangannya ke arah meja makan restoran yang terletak di sudut.


View yang sangat menarik minat Aminah untuk segera duduk ke tempat itu karena dia ingin menikmati acara jalan-jalannya di Novotel ini dengan perasaan sangat senang.


"Aku akan duduk disana !", kata Aminah.


Aminah menunjuk ke arah meja makan yang berada disudut restoran.


"Dimana ?", tanya pria tampan itu.


"Disana !", sahut Aminah.


Pria tampan yang tidak diketahui namanya memalingkan wajahnya ke arah meja makan yang ditunjuk oleh Aminah.


Sebuah tempat di sudut ruangan restoran yang cukup strategis serta menarik lokasinya dari sekian tempat yang ada di restoran ini.


Pria itu lalu menganggukkan kepalanya lalu melangkah cepat menuju ke area tempat dimana Aminah inginkan.


Aminah hanya berdiri tertegun saat melihat reaksi cepat dari pria tampan yang langsung menanggapi ucapannya.


Diam-diam ada perasaan kagum dalam hati gadis cantik berhijab itu ketika melihat pria tampan yang baru dikenalnya langsung merespon ucapannya serta terlihat sangat peduli dengan dirinya.

__ADS_1


Sikap penuh perhatian yang jarang sekali Aminah dapatkan dari Shaheer Sheikh justru dia peroleh dari orang lain yang sangat asing bagi Aminah.


"Aminah ! Cepatlah kemari !", ucap pria tampan kepada Aminah.


Pria itu melambaikan tangannya ke arah Aminah dengan senyuman ramah yang selalu menghiasi wajahnya yang tampan dan berseri-seri.


"Iya...", sahut Aminah dengan malu-malu.


Aminah melanjutkan langkah kakinya menuju ke tempat meja makan yang berada di sudut ruangan restoran dengan langkah cepat.


Sesampainya di area meja makan, Aminah langsung menarik kursi untuk duduk.


"Terimakasih telah membantu ku mendapatkan meja ini", kata Aminah sembari duduk.


"Aku tidak membantu mu karena aku merasa kalau memang tempat ini sangatlah menarik dengan sudut view yang mengarah ke segala arah", sahut pria asing itu.


Kembali pria itu tersenyum kepada Aminah yang telah duduk di hadapannya tepat di sisi lain meja makan.


Seorang pelayan restoran berjalan cepat menuju ke meja makan dimana Aminah dan pria asing duduk lalu memberi mereka dua buku menu makanan.


"Silahkan pesan dan tolong ditulis pada notes ini", ucap pelayan dengan senyum ramah.


"Terimakasih, kami akan melihat-lihat dahulu menu makanan setelah itu kami akan memesannya", sahut pria tampan kepada pelayan restoran.


Pelayan restoran segera menganggukkan kepalanya lalu melangkah pergi dari meja makan dan berdiri kembali di depan meja panjang khusus tempat menaruh pesanan pelanggan restoran.


Aminah hanya diam seraya membuka buku menu makanan yang ada dihadapannya lalu membaca deretan berbagai menu hidangan restoran.


Tersaji beberapa menu makanan pada buku menu restoran, rata-rata semua harganya terbilang cukuplah mahal bagi kantong ukuran orang biasa.


Ada ayam Tandoori favorit Aminah yang tersedia pada menu hidangan di buku menu restoran.


"Woah... Ada ayam Tandoori favorit ku !!!", pekik Aminah kesenangan.


Saat dia melihat menu makanan favoritnya berupa ayam Tandoori khas India. Dan harganya cukup fantastis sekali ketika Aminah melihatnya pada buku menu makanan restoran.


"Tapi... Harganya sangat mahal sekali !? Mana mungkin uangku cukup untuk memesannya !?", ucap Aminah.


Pria tampan yang sejak tadi memperhatikan buku menu makanan di tangannya lalu mengalihkan pandangannya ke arah Aminah.


"Pesan saja !", ucap pria tampan itu.


"Apa !?", sahut Aminah kaget.


"Yah, pesan saja makanan yang ingin kamu makan disini, Aminah ! Lalu apalagi yang kau tanyakan ? Mau pesan ya langsung pesan saja, bukan !?", sambung pria tampan itu.


Pria asing itu mengangkat kedua alisnya ke atas dengan tatapan serius ke arah Aminah yang terpana saat mendengar jawaban pria tampan yang duduk dihadapannya.


Hampir tak percaya bahwa dirinya akan mendapatkan perhatian penuh dari pria tampan yang sangat terkesan memperdulikan dirinya dibandingkan siapapun yang ada dan dia temui di keluarga Sheikh termasuk Shaheer Sheikh sendiri.

__ADS_1


Acara memesan makanan berupa ayam Tandoori favorit nya di restoran yang ada di hotel Novotel ini semakin berkesan bagi Aminah.


__ADS_2