
Ansel keluar meninggalkan Rinjani dan memilih membuka pintu balkon, Ansel membiarkan wajahnya terterpa angin yang sedikit lebih kuat
Hati Ansel sangat gelisah, kemarin-kemarin dia masih bisa terlihat baik-baik saja, tetapi setelah pengakuan kecilnya barusan Ansel akan sulit menyembunyikan perasaannya.
Ya kebenarannya adalah Ansel mencintai Rinjani dari pertama mereka bertemu, wajah ayu Rinjani yang kala itu hendak keluar restoran seolah mampu menghentikan rotasi bumi, Ansel menatap Rinjani yang menatapnya tepat di bola matanya, selama ini tak ada yang berani menatapnya sedemikian rupa
Membuat jantung Ansel berdetak sangat kuat.
Ansel tak pernah menyesal pernah mencium Rinjani, ciuman manis yang membuat dadanya bergetar, cinta memang se ajaib itu, pertemuan singkat yang tak terlupakan.
Alasan Ansel saat itu tiba-tiba kembali kambuh karena mengetahui Rinjani dekat dengan Nurry, membuat perasaan nya terhempas tidak hanya itu Mama nya yang selalu ikut campur urusan mereka membuat Ansel semakin tertekan hingga terjadilah kehebohan malam itu, beruntung Rinjani tak melihatnya.
Namun pada akhirnya, Rinjani tetap melihat ketidak berdayakan nya saat dirinya memimpikan masalalu, masalalunya yang sedikit manis, wanita yang pernah singgah dan menerima segala kekurangan Ansel, tetapi mereka hanya sebatas kekasih, tentu Ansel tidak pernah melakukan apa-apa pada wanita itu dan membuat wanita itu kesepian dan melakukan **** bebas di acara ulang tahun sahabat nya hingga dia dinyatakan hamil, wanita itu takut jika Ansel akan tahu dan memilih bunuh diri, tentunya kehamilan nya tak di ketahui Ansel hingga sekarang, setau Ansel wanita itu bunuh diri karena Mamanya.
Kalaupun Ansel menikahi Bulan memang sebenarnya bisa di bilang pelarian, karena Ansel tau hidup akan terus berjalan, Rinjani sudah hidup bersama Nurry dan sangat terlihat bahagia, Bulan juga wanita yang baik yang mencintai nya tanpa memandang kekayaannya.
Selama ini Memang Bulan lah yang selalu menginginkan Ansel, setiap kali Bulan selalu memancing Ansel dengan kelembutan dan ke dewasaan nya.
Lambat laun cinta itu memang benar-benar hadir di hati Ansel untuk Bulan, tetapi tak sebesar cinta Ansel untuk Rinjani, saat Ansel memilih tinggal di luar negeri alasannya karena ingin melupakan Rinjani, tetapi sejujurnya Ansel tidak bisa.
__ADS_1
Mendengar Rinjani yang keracunan teh saja Ansel rasanya seperti kehilangan nafas, tetapi Ansel sadar Nurry akan melakukan hal benar dan terbaik untuk Rinjani, sebenarnya jika di ingat-ingat Ansel selalu siaga jika ada sesuatu pada Rinjani, bahkan saat si kembar lahir, Ansel adalah orang pertama yang menangis bahagia.
Hal yang paling menakjubkan bagi Ansel adalah saat pertama kali mengendong anak Rinjani yang memiliki mata yang sama dengan nya, disitu hati Ansel seperti di penuhi bunga-bunga bermekaran, Ansel luar biasa bahagia.
Tanpa diketahui siapa pun Ansel sudah menuliskan puluhan nama untuk bayi kembar, Ansel hanya ingin mencari nama yang terbaik nanti nya untuk anak Rinjani dan Nurry, dan Ansel sangat bersyukur ketika Kaka nya menerima dengan baik nama yang di usulkan, Ansel benar-benar jatuh cinta pada dua anak Rinjani seperti dia jatuh cinta pada Ibunya di saat pertama kali bertemu, tetapi sampai sekarang Ansel masih menyimpan nya dengan rapat cinta itu agar tak membebani Rinjani.
Jika ditanya apakah Ansel sedih saat Bulan meninggal? jawaban nya adalah 'sangat, Ansel bukan manusia tak punya hati, jelas Ansel sangat sedih, kebahagiaan yang baru hadir terenggut paksa, tidak hanya kehilangan Bulan Ansel juga kehilangan calon anak mereka dan terlebih kehilangan seseorang yang sangat dicintainya yaitu Nurry, siapapun akan terpuruk dengan keadaan itu, tetapi lagi-lagi Ansel harus kuat demi empat hati yang harus dijaga nya.
Saat orang tua dan keluarga nya meminta Ansel untuk menikahi Rinjani Ansel tidak menolak, tetapi tidak juga langsung setuju, Ansel menyerahkan keputusan pada Rinjani, saat wanita itu setuju Ansel akhirnya juga setuju. sangat tidak mudah bagi Ansel untuk selalu mengendalikan diri dan bersikap sama, tetapi itu harus pemuda itu lakukan, sehingga Ansel terlihat sedikit pendiam dari biasanya, belum lagi setelah dirinya memutuskan membawa Rinjani dan tidur di ranjang yang sama , bayangkan seberapa besar pemuda berkorban dengan sejuta perasaan nya.
Salahkan Ansel mencintai Kaka ipar nya?? tetapi itu adalah kenyataan menyakitkan yang harus pria itu tanggung.
Ansel terkejut saat Rinjani melingkarkan Lengan hangat di pinggang nya.
Ansel mencoba mengatur suaranya agar tetap sama, tetapi jelas tak bisa, melihat Rinjani yang seolah memasrahkan diri membuat jiwa lain Ansel muncul di permukaan, biar bagaimanapun Ansel pria normal yang sudah berbulan-bulan tak menyentuh wanita.
Ansel membalik tubuh nya dan menatap wajah Rinjani yang jauh lebih pendek dari nya, Nurry memiliki tinggi 185, sedangkan Ansel 190 mereka hampir sama tetapi tetap jangkung Ansel, sedangkan sebenarnya Rinjani juga bukan wanita mungil tubuh nya proposional dengan tinggi kurang lebih 164 sampai 167cm, tetapi tetap kalah tinggi dengan Ansel
Ansel menunduk untuk menatap wajah Rinjani sedangkan Rinjani mendongak membalas menatap Ansel.
__ADS_1
" Di luar dingin, nanti kamu masuk angin" Rinjani menatap Ansel yang hanya memakai jubah tidurnya dengan asal.
" Ya, mari kita masuk"
Ansel melangkah bersama Rinjani yang masih setia memeluk pinggangnya, Bisa saja Ansel langsung mendorong tubuh Rinjani dan menaunginya dengan segala keinginannya yang terpendam, tetapi Ansel tak segila itu, Ansel masih menghargai cinta istri nya untuk Kakanya, biarlah dia bersabar menunggu Rinjani bisa menerima kehadirannya untuk mengantikan sang Kaka agar keduanya sama-sama nyaman, Ansel sudah berjanji akan menjaga Rinjani dan anak-anak Nurry seumur hidupnya, dan Ansel berdoa agar Tuhan memberinya umur panjang agar bisa menjaga mereka sampai mereka bisa bahagia.
Ansel duduk di pinggir ranjang dan di ikuti Rinjani, Ansel rasanya ingin pergi entah kemana dari pada keadaan nya jadi seperti ini, Ansel dapat melihat Rinjani ingin menanyakan sesuatu, entah itu apa tetapi Ansel menebak itu ada hubungannya dengan cerita Ketiga sahabat nya.
Ansel terdiam saat melihat Rinjani membuka jubah tidurnya, Ansel ingin berpaling tetapi nyatanya matanya justru menatap intens.
Lidah Ansel Kelu saat Rinjani benar-benar menurunkan jubah tidurnya dan menyisakan baju tidur yang bahkan Ansel sering menyebut itu baju dinas istri di atas ranjang.
" Ansel aku menginginkan hak ku sebagai istri mu" Ucap Rinjani dengan bibir bergetar menahan tangis, hanya seperti ini saja tetapi membutuhkan keberanian yang luar biasa.
Ansel mengepalkan tangannya kuat, bahkan buku-buku jarinya tampak memutih, Ansel takut ini hanya Rinjani lakukan karena Rinjani kasian padanya, terlebih melihat mata Rinjani yang berkaca-kaca, Ansel hendak pergi tetapi Rinjani menarik kembali tangannya.
" Sampai sebegitu kah kau tak menginginkan ku Ansel, bahkan untuk menatap wajahku pun kau tak Sudi??"
Ansel terkesiap mendengar ucapan Rinjani. tak adakah pertanyaan yang lebih menyakitkan dari pada itu??.
__ADS_1
Update tiga bab hari ini, takut pembaca neg kalo kebanyakan, satu bab lebih seribu kata, terimakasih atas dukungan nya, yang belum bisa move on sama bang Nurry author minta maaf, itu sebabnya novel ini di pisahkan dari novel sebelumnya
happy reading ❤️❤️❤️❤️❤️