Perjalanan Cinta Rinjani

Perjalanan Cinta Rinjani
Memuliakan


__ADS_3

Ansel membawa Rinjani duduk di kursi yang di sediakan, menekuk lututnya tanpa perduli tatapan mata semua orang yang terus menatap keduanya penuh rasa kagum. Ya ... siapa yang tidak kagum melihat keduanya saat ini? ternyata dibalik ketenangan keluarga Al-Biru selama ini ada kisah yang begitu menyentuh hati


Seorang wanita yang mereka pandang remeh, ternyata adalah wanita luar biasa, bahkan melihat perlakuan Ansel pada wanita tersebut kini mereka tak lagi merasa iri, karena Rinjani layak untuk mendapatkan nya


Wanita-wanita yang hadir begitu iba melihat perjalanan cinta Rinjani, lika-liku perjalanan cintanya tak semudah yang mereka bayangkan


Merry pun terisak di pelukan Jeselyn. Sekarang dia sadar seistimewa apa wanita yang mendampingi Ansel, mustahil dia mengharapkan menjadi wanita yang bisa berada di pelukan pemuda itu, karena pendamping Ansel ternyata wanita teristimewa di kehidupan pemuda itu


Hanny pun tak dapat membendung air matanya, kebencian tak mendasar pada pemuda yang tak lain adalah keponakannya sendiri membuatnya merasa sangat malu dan berdosa, terlebih setelah apa yang dilakukan Ansel untuk menyelamatkan Jingga


Bahkan seorang Ben, menemukan sudut matanya sendiri basah menyaksikan klip yang di tayangkan, dulu dia merasa lebih segalanya dari Ansel, namun kenyataannya kini dirinya merasa sangat kerdil di hadapan Ansel, terlebih menyaksikan kegiatan Ansel di luar sana yang memiliki beberapa yayasan amal dan memiliki beberapa tempat pengobatan geratis untuk orang-orang yang memiliki ketergantungan mental, ternyata orang yang mereka anggap memiliki gangguan mental lebih bermoral dari pada mereka yang merasa sehat tapi aslinya sinting, hingga tak sadar sudah terlalu membanggakan diri dan memandang remeh orang lain


" Sayang, aku membuat kejutan ini untuk mu agar kau bahagia, bukan malah menangis seperti ini" Ansel menghapus air mata Rinjani yang terus merembes keluar dari matanya yang indah


" Aku menangis bahagia Kak" Rinjani mengelus rambut Ansel yang tebal dari tempatnya duduk


" Rin, I love you for the rest of my life"


Bibir Rinjani bergetar, sebenarnya tanpa Ansel katakan Rinjani percaya jika Ansel memang mencintai nya, tetapi wanita tetap seseorang yang menyukai ungkapan terus terang seperti ini dan mendengarkan ungkapan cinta Ansel Rinjani merasa sangat bahagia


Pada akhirnya pesta mereka pun berakhir, Ansel memang tak membiarkan Rinjani berada terus di tengah pesta, beberapa jam setelah mengumumkan pernikahannya dengan Rinjani, Ansel langsung meminta Rinjani ber istirahat, karena Ansel tak mau istrinya kecapekan, terlebih Rinjani sedang hamil


Tentu sebagai wanita Rinjani sangat tersanjung mendapatkan perhatian yang besar dari pasangannya, rasanya Rinjani merasa ini adalah hari paling membahagiakan sepanjang perjalanan hidupnya, Ansel tidak hanya menghilangkan prasangka orang untuk nya, tetapi seolah sengaja mengangkat derajatnya dari wanita biasa menjadi istimewa dihadapan seluruh dunia


Ansel memasuki kamar dan menemukan Rinjani dan anak-anak nya sudah jatuh tertidur, meskipun Ansel merayakan resepsi pernikahannya di hotel mewah, tetapi Ansel tak memisahkan kamar dirinya dan anak-anak, ini bukan malam pengantin mereka, karena bagi Ansel setiap malam yang dilewatinya bersama Rinjani adalah malam pengantin

__ADS_1


' Izinkan aku hidup dan terus bisa mendampingi mereka, membuat keluarga kami bahagia ya Allah' Ansel mengembangkan senyum setelah memandangi ke empat semangat hidupnya, bahkan Ansel mendaratkan kecupan untuk keempatnya, mendapat ciuman lembut dari Ansel hanya Rinjani yang terusik, tidak untuk Rania dan si kembar yang tetap memejamkan matanya nyaman


Baik Rinjani maupun Ansel menikmati momen saling berpandangan dan tersenyum bersama


" Maaf sudah membuat tidur mu terganggu" Bisik Ansel lembut


" Beri aku kecupan lagi" ucap Rinjani genit


Ansel sempat melirik kearah anak-anak nya sebelum mengembangkan senyumnya


" Oh, Tuhan." Ansel langsung meraih Rinjani kedalam pelukannya.. "ya Allah izinkan kami seperti ini dulu."


" Aku mau kekamar mandi" Rinjani tersenyum malu


Ansel mengulum tersenyum dan tak lama tubuh Rinjani sudah melayang di udara. Ansel benar-benar mengendong Rinjani seperti dia mengendong si kembar, bahkan wajah pemuda itu sesekali menciumi perut istrinya yang membulat, membuat Rinjani merasa kegelian dan tertawa dibuatnya


Ansel menurunkan Rinjani pelan-pelan di atas closed


Rinjani tak bisa berpaling dari perlakuan Ansel untuk nya, Rinjani jadi bisa berpikir lebih luas makna cinta, jika dulu dia masih sering berpikir egois tentang arti memiliki, kini Rinjani mulai paham jika cinta tidak selamanya ingin terus memiliki makna sesungguhnya adalah bagaimana cinta adalah tentang sesuatu yang membuat orang yang di cintainya bahagia, seperti yang dilakukan Ansel dulu. Bahkan Ansel bisa berlapang dada melepaskan dia untuk Nurry untuk membuat dia dan Nurry bahagia meskipun Ansel menanggung sakit untuk kebahagiaan orang-orang yang dicintainya seorang diri


" Terimakasih" Rinjani tersenyum sambil mengelus perutnya sendiri, " aku sangat bahagia"


Ansel menatap Rinjani sambil menunduk, tanpa Ansel ucapkan sekalipun Rinjani pasti sudah tahu jika dia juga sedang sangat bahagia


Ansel menunduk untuk menempelkan dahinya ke dahi Rinjani, menangkup tangan Rinjani yang masih memeluk perutnya, mereka saling diam untuk beberapa saat, Rinjani memejamkan mata dan Ansel melihatnya. Napas Rinjani hangat dan lembut, Ansel membantu Rinjani menuntaskan keinginan nya, setelahnya Ansel kembali mengendong istrinya seperti tanpa beban

__ADS_1


Setelah membaringkan tubuh sang istri. Ansel juga ikut memejamkan matanya bersama mereka. Rinjani membelai tulang hidung, bibir dan menangkup rahang Ansel yang tegas sambil menghela napas. Ansel pemuda yang sangat tampan, Rinjani tak tahan untuk tak mengecup bibir Ansel yang kemerahan, bibir yang terlihat bersih karena Ansel bukan pemuda perokok


Seketika mata Ansel langsung terbuka, mata hazel yang sempat membuat Rinjani terpana saat pertama kali bertemu dengan pemuda tampan dan jangkung ini menatap tak percaya pada objek pandangannya, tak biasanya sang istri mau mencuri cium seperti ini


" Aku selalu menatap mu andai kau tau" Rinjani membalas tatapan hangat suaminya


Ansel masih menatap wajah ayu Rinjani, dan membiarkan istrinya kembali menciumnya, hingga keduanya jatuh tertidur dengan ber genggaman tangan


Pagi hari, Ansel masih menutup matanya ketika tiba-tiba ada dua orang bocah yang menindih perut nya


Rinjani baru saja ingin memperingati kedua Putranya namun terlambat, suaminya sudah terbangun karena kaget, tetapi bukanya marah Ansel langsung tersenyum lebar


" Jagoan Daddy sudah tampan dan harum" suara pemuda itu serak. Ansel menatap jam dinding untuk melihat waktu subuh, masih setengah jam lagi, tumben si kembar sudah pada mandi


" Mereka kepanasan, AC nya rusak" Rinjani seperti paham yang dipikirkan oleh Ansel


" Bagaimana hotel semewah ini memiliki pelayanan yang buruk? akan ku protes pemiliknya nanti" Gerutu Ansel sambil mengelitik perut Ivan dan Ivander dengan ciuman bertubi-tubi. Keduanya terus memekik geli dengan tawa renyah yang membuat keduanya tampak lebih mengemaskan


Rinjani tak menanggapi gerutuan Ansel, karena Rinjani tau suaminya hanya asal bicara, ini hotel milik Phonix Jabir yang sekarang menjadi Papa angkat pemuda yang sedang memanjakan kedua Putranya


" Mandilah kak, ini teh hijau Kaka sudah siap"


Ansel menghentikan tangannya yang menjahili putranya " Kau yang memandikan anak-anak?" Tanya Ansel begitu si kembar sudah berlari turun untuk mengambil dot mereka masing-masing, saat Rinjani menunjukkan susu mereka sudah ready


" Ya" jawab Rinjani mengulurkan cangkir berisi teh hijau favorit suaminya

__ADS_1


" Kenapa aku tak sekalian kau mandikan?" Tanya Ansel dengan tatapan yang manja


Rinjani tergelak kecil " Nanti kalau sudah di rumah aku mandikan" Jawab Rinjani asal. Tapi bagi Ansel itu jawaban langka yang membuat Ansel berbinar seperti Ivan atau Ivander yang mendapatkan mainan baru.


__ADS_2