
Setelah tujuh jam berada di rumah sakit, akhirnya Rinjani dan putri baru Ansel di izinkan pulang, keadaan keduanya sehat, jadi tidak perlu di lakukan perawatan, Ansel begitu bahagia bisa mengendong putri kecilnya menuju mobil yang disewanya, Ansel meninggalkan mobilnya, untuk di kirimkan oleh jasa pengiriman barang
Ketiga anak-anaknya begitu senang melihat adek mereka yang sangat imut, bahkan si kembar selalu ingin mencubit pipi kemerahan adiknya yang membuat Ansel harus ekstra waspada
Ivan dan Ivander juga tak beranjak dari paha Daddy nya barang sejenak, meskipun sang Daddy sedang mengendong adik mereka
Rania juga tak ada hentinya berceloteh ingin segera mengendong sang adik
Sampai di rumah orangtuanya, kedua orang tua Ansel tak mampu membendung tangisnya, Nikolas dan Rubbyan terharu sampai napasnya tersengal-sengal, karena terlalu bahagia bisa melihat cucu pertamanya dari Ansel, seorang putra bandel nya kini sudah menjadi seorang Ayah
" Lihatlah cucuku begitu mirip Rinjani"
Mama Ansel mendekatkan bayi mungil itu ke hadapan suaminya, sedang Nikolas hanya mampu mengangguk-angguk belum bisa bicara sangking terharunya melihat bayi cantik yang begitu mirip Rinjani menantu kesayangannya.
Ansel segera membawa Rinjani masuk kedalam kamarnya, saat berada di rumah orang tuanya, Ansel mengganjal bantal di belakang punggung Rinjani agar duduk dan bisa menyusui putri kecilnya
Kedua orang tuanya menatap Ansel, dan kembali menangis. Ingatan dulu Rinjani menjadi menantu dari putra pertamanya, kenangan ketika Rinjani melahirkan si kembar yang masih berstatus istri dari Nurry. Waktu memang terus berjalan dan tidak bisa di putar meski hanya sedetik, tetapi tetap bisa di kenang seumur hidup. Keduanya yakin Rinjani tidak akan pernah bisa melupakan seluar biasa apa Nurry mencintai nya dan akan tetap bisa memiliki cinta yang besar kepada Ansel dan anak-anak mereka. Rinjani adalah wanita yang memiliki hati yang sangat luas dan cinta yang besar untuk para Suaminya, dia sangat layak untuk bahagia dan begitu pantas untuk dicintai dengan sangat baik oleh Nurry maupun Ansel.
"Namanya Deayu Nastiti Nursalami." ungkap Ansel ketika mereka sedang berkumpul untuk membahas rencana aqiqah untuk putrinya
" Nama yang indah" Ungkap Rinjani mencium pipi putrinya yang mengeliat lembut di atas pangkuannya
Minggu depan acara aqiqah untuk Asti, bertepatan dengan pernikahan Jingga dan Merry, akhirnya Jingga bisa menikah dengan tambatan hatinya, sedangkan Merry menikah dengan pria yang di klaim sebagai Ayah bayi yang di kandungnya
Ben, tetap menjadi orang kepercayaan keluarga Al-Biru, Setelah Ansel resmi mengundurkan diri dan berniat menetap di pesantren yang di impikan nya
__ADS_1
Sedangkan Andrean juga tetap membantu Rinjani maupun perusahaan Al-Biru sampai saat ini
Beberapa bulan akhirnya Putra Ben lahir dengan sehat dan diberi nama Revriandra Bensalim.
Rinjani kembali mengetahui jika dirinya hamil tepat di hari ulangtahun Rania yang ke sepuluh tahun, dan melahirkan putra kembar Ansel di tahun yang sama
Tidak ada yang mengalahkan kebahagiaan Ansel dan Rinjani ketika bisa membesarkan anak-anak mereka dengan penuh perjuangan dan cinta. Ansel telah memberikan kebahagiaan yang sempurna untuk anak-anaknya dan juga Rinjani, menjadi suami terbaik untuk Rinjani dengan cinta yang tak terukur
Rania juga telah tumbuh menjadi gadis yang cantik dan berilmu, sangat menyayangi Rinjani dan juga Ansel, meski sejak usianya sepuluh tahun Ansel dan Rinjani memberitahu bahwa Mamanya bernama Kirani dan Daddynya bernama Nurry tetapi tetap Rania menyayangi Ansel dan Rinjani layaknya orang tua kandungnya, bedanya setiap berdoa, Rania akan menyematkan kedua orang tuanya yang sudah tiada, tetap cinta dan sayang Rania terus di berikan kepada dua orang tua sambungnya yang menyayangi nya tak terhingga
" Restui kami Daddy, Mommy." Rania mencium tangan Rinjani dan Ansel sambil bersimpuh di depan kedua orang tuanya " Rania akan menjadi seorang istri dan restu kalian yang akan menjadi doa agar pernikahan Rania berkah nantinya "
Air mata Rinjani menetes haru, menyaksikan putrinya yang akan memiliki keluarga sendiri, Rania di per sunting oleh seorang pemuda yang baik dan juga seorang pemuda sukses dalam bisnis . Tidak hentinya Rinjani terus bersyukur atas kebahagiaan yang terus dilimpahkan kepada keluarganya
Rinjani menangis haru di dekapan suaminya ketika seruan sah mengema di ruangan tempat pelaksanaan ijab Kabul pria yang menikahi Rania
Rinjani di cium oleh Ansel, membuat Rinjani menengadah, Rinjani tersenyum lembut menatap wajah suaminya yang rupawan, suami terbaik yang pernah ia miliki. Suami yang telah mendampinginya membesarkan anak-anak dan mengisi hidupnya dengan penuh kebahagiaan yang melimpah
Rinjani mensyukuri segala yang terjadi dalam hidupnya, termasuk segala cobaan yang pernah ikut memberinya banyak pelajaran hidup
Rinjani mengakhiri perjalanan cinta nya di usia 52 tahun, dia pergi dalam damai di tengah anak- anak yang dia cinta dan suami yang terus membisikan doa di telinga nya. Rinjani pergi meninggalkan banyak kenangan dan cinta untuk mereka semua
Setelah Rinjani meninggal, Ansel menetap di pesantren, tempat sang istri menghembuskan napas terakhir, menjadi seorang duda di usia 53tahun tidak membuat Ansel menginginkan kehidupan berumah tangga lagi, Ansel tetap menduda tanpa ingin menghianati cintanya yang tulus untuk mendiang istrinya
Seperti hari ini Ansel mendatangi makam istri nya yang selalu ada bunga baru setiap minggunya, anak-anak Rinjani tak pernah absen mendoakan sang Bunda saat weekend, mereka memilih mengunjungi makam sang Bunda dari pada berekreasi, karena Rinjani adalah sosok Bunda terbaik di dunia, tidak hanya Ansel yang tak bisa melupakan cinta Rinjani, tetapi ke enam anak-anak nya pun sama.
__ADS_1
Hidup dilingkungan pesantren membuat Ansel menjadi pribadi yang baik dan murah hati, meski ke enam anak-anak nya sukses, Ansel tak berniat meninggalkan rumah kebersamaannya dengan mendiang istrinya, membuat anak-anaknya bergantian mengunjunginya
Kini pemuda periang dan penuh wibawa itu sedang duduk di samping gundukan tanah yang sudah dua puluh tahun menutupi jasad istrinya, pemuda yang kini di panggil opa oleh tujuh belas cucu itu tersenyum damai menceritakan keseharian nya pada sang istri dengan buku kecil di tangannya
" Tunggu aku istriku, percayalah Allah akan mempertemukan kita di surga"
Tamat
#########
Dear reader..
Terimakasih sudah membersamai saya sampai akhir cerita ini
Komentar penyemangat kalian begitu berarti untuk saya pribadi
Saya sebagai pembuat cerita hanya bisa mengucapkan banyak terimakasih, sudah Sudi mampir hingga part akhir, bagi yang kurang berkenan saya ucapkan banyak maaf, karena saya membuat cerita hanya menyalurkan hobi, tidak memaksa kalian untuk menyukai tulisan saya
Dan untuk salah penulisan atau Typo mohon di maklumi, insyaallah akan di perbaiki jika ada waktu luang
Sekali lagi saya ucapkan banyak terimakasih atas dukungan kalian yang selalu membuat semangat menulis saya pribadi
Salam sayang.
__ADS_1
See you reader......