
Komunikasi mempunyai peranan penting dalam sebuah hubungan, dari komunikasi inilah lahir sebuah kepercayaan dan dari komunikasi juga, bisa pula lahir sebuah kesalah pahaman.
Begitu pentingnya komunikasi dan kepercayaan dalam sebuah hubungan. Sehingga mempunyai peran utama dalam semua hubungan yang berhubungan dengan makhluk sosial.
Diskusi pertukaran pikiran, gagasan dan pendapat antara dua orang atau lebih. Yang bertujuan untuk mencari kesepakatan pendapat.
Sejak menikah dengan Cantika, Verrel mendapatkan banyak sekali ilmu agama yang belum pernah Ia tahu atau pelajari karna keterbatasan waktunya atau memang karna kurangnya pendalaman ilmu agama yang diajarkan.
Meskipun Cantika tidak mengajarinya secara langsung, entah karna belum bisa atau memang sengaja agar Verrel belajar dengan sendirinya tanpa keterpaksaan.
"Yang kamu sering dengerin ceramah Ustadz ini" Ucap Verrel kala itu setelah sekian lama menikah.
Cantika tersenyum "Alhamdulillah mas, kenapa? Mas keberatan ya kalo aku dengerin, atau kadang liat ceramah secara live" Cantika berucap sangat hati hati.
Verrel menggeleng "Gak sama sekali. Justru Alhamdulillah kamu mau belajar dari mereka karna Mas belum bisa ngajarin kamu banyak hal terutama ilmu agama. Mas sendiri harus banyak lagi belajar" Verrel dan Cantika pun saling membalas dengan senyuman.
Tanpa terasa waktu sudah berlalu, Verrel dan Cantika sudah terbaring di atas tempat tidur dengan posisi miring saling menatap dan membelai satu sama lain.
__ADS_1
"Mas ingin berdiskusi" Ucap Verrel lirih tetapi masih bisa terdengar oleh Cantika.
"Tentang apa?" Cantika masih menatap lekat netra Verrel sambil sesekali Verrel mencium Cantika.
"Tentang kita" Saat ciuman Verrel terlepas, Cantika mengernyitkan keningnya.
"Kenapa dengan kita" Verrel merubah posisi tidur dengan telentang.
Hening untuk beberapa saat Verrel berusaha untuk merangkai kata kata yang pas membicarakan tentang masalah yang menimpa perusahaannya pada Cantika.
Karna penasaran Cantika pun bangun, dan duduk bersila "Ayo Mas, bicara! kamu mau diskusi apa, tentang kita?"
Verrel tersenyum "Kita cari pahala dulu yuk, baru pillow talk!"
"Ih itu sih mau kamu Mas" Cantika mengerucutkan bibirnya.
"Haha kamu juga loh sayang, kamu tahu kenapa ada pernikahan? dan Alloh menghalalkanya" Verrel menatap dengan dalam wajah Cantika.
__ADS_1
"Kenapa?"
"Karna perempuan beriman juga mempunyai kebutuhan yang tidak bisa diwakilkan oleh sembarangan orang, ada ijab dan qabul yang akhirnya menghalalkan sepasang manusia untuk tidur bersama dalam satu tempat tidur"
"Mas kamu mau diskusi apa sebenarnya? tentang urusan di atas tempat tidur?" Cantika tidak faham dengan arah pembicaraan mereka.
"Pillow talk kan salah satunya tentang itu sayang, agar nyaman satu sama lain" Cantika mulai kesal.
"Aku tinggal tidur beneran kamu ya Mas" Ancam Cantika yang yakin ada sesuatu yang Verrel ingin bicarakan, tetapi malah berbelit belit.
"Mas mau keluar Kota" Dengan wajah yang sudah mulai serius. Cantika terdiam menunggu ucapan Verrel selanjutnya.
"Ada beberapa masalah yang harus Mas sendiri yang turun tangan dan tidak bisa diwakilkan, dan Mas akan lama di sana" Verrel menatap netra Cantika.
"Berapa lama?"
"Mungkin sekitar 2 sampai 3 tahun, melihat masalah yang terjadi di sana"
__ADS_1
"Dimana?"
"Kepulauan Riau"