
Setelah datang ke Mall, Roy langsung mencari pelayan toko dan minta dibuatkan Platinum Black Card.
Pelayan tersenyum dan berkata: “Tuan, Platinum Black Card di toko kami harus memiliki saldo di atas 1 miliar Rupiah setiap pembelian akan mendapat diskon 30%...”
Roy tidak memberikan kesempatan kepada pelayan untuk menjelaskan dan langsung meletakkan kartu bank di atas meja.
Apakah aku terlihat seperti orang yang mengejar diskon? Aku beritahu kamu, aku memiliki banyak uang, cepat isi saldo 2 miliar Rupiah !
Setelah itu, Roy dengan bangga melirik ke arah Alif: “Hanya 2 miliar, angka yang cukup kecil, kamu jangan mengecewakan aku. Jika demi 2 miliar dan kamu berlutut meminta maaf padaku, maka aku akan merasa sia-sia.”
Alif tertawa dengan kelakuan orang itu. Dia cukup sombong dengan 2 miliar, memang tidak berkelas!
Alif mengeluarkan kartu bank dan memberikan kepada pelayan toko: “Halo, bantu aku isi saldo 2 miliar.”
Pelayan toko merasa bingung. Dia tidak mengerti, biasanya jarang yang berminat dengan Platinum Black Card, tetapi kenapa hari ini begitu banyak peminatnya?
Selanjutnya, pelayan toko hanya terdiam sambil melihat mereka berdua yang sedang bermain-main dengan uang!
Memang kenyataannya seperti itu, setelah Alif ikut mengisi saldo 2 miliar, Roy segera menaikkan saldo.
4 miliiar Rupiah, kita akan lipat gandakan, aku akan lihat apakah si brengsek ini bisa ikut berapa kali.
Sangat sombong, permainan seperti ini hanya bisa di lakukan oleh para konglomerat. Roy memang terlihat memiliki begitu banyak uang, 6 miliar Rupiah sepertinya biasa-biasa saja. Dia sama sekali tidak peduli dan menganggap sepele.
Roy meletakkan tangan di atas meja sambil menggoyangkan kaki, dia bersikap seperti anak-anak yang sedang bermain.
Ayo, tidak perlu melihat mesin EDC lagi, cukup perhatikan aku saja, kalau ingin menyerah, kamu boleh berlutut dan meminta ampun, mungkin kali ini aku akan memaafkan kamu.”
Alif hanya tertawa sewaktu melihat kesombongan Roy .
Alif mengetuk meja pelayan toko dan berkata: “Bantu aku isi saldo 4 miliar juga .
Perkataan Alif membuat Roy terbengong, tetapi raut wajah Roy masih tidak berubah.
Alif sangatlah kaya. Awalnya Roy merasa si alif ini akan menyerah dan memperlihatkan kebodohannya.
Tidak terpikir, Alif malah bersikap santai dan sama sekali tidak merasa ada beban.
Roy akan menambah saldo yang lebih besar dan berniat mempersulit Alif : “Ok, isi saldo 10 miliar Rupiah .
Perkataan Roy mengejutkan pelayan toko, dia merasa orang-orang ini telah menganggap kartu isi ulang ini sebagai kartu debet. Tidak lama, jumlah saldo yang diisi ke kartu menjadi 16 miliar Rupiah.
Pelayan toko melihat Alif dan menilai Roy sangat luar biasa. 16 Miliar cukup digunakan seumur hidup untuk keluarga biasa, orang muda yang berada di depannya terlihat biasa-biasa, mungkin tidak akan sanggup mengikuti Roy lagi.
Sewaktu pelayan toko masih memberikan penilaian, Alif malah mengetuk meja dan berkata: “Tambahkan lagi 10 miliar juga !”
__ADS_1
Nada bicara Alif begitu tenang, seperti meminum air setelah makan, begitu alami dan sama sekali tidak ada kekhawatiran.
Hal ini benar-benar mengejutkan pelayan toko. Apakah zaman sekarang masih ada orang kaya yang begitu merendah dan berjalan di mall dengan pakaian yang begitu biasa? Orang ini mengisi saldo dengan 16 miliar, benar-benar menjadikan uang sebagai sebuah permainan.
Roy yang berada di samping langsung terbengong. Tidak terpikir Alif masih bisa mengikuti dia dan mengisi saldo 10 miliar lagi.
Sewaktu pelayan toko mengeluarkan bukti transaksi dan memang tertulis 10 mialir, Roy mulai merasa khawatir.
Tetapi sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk memikirkan hal itu, Roy harus mengalahkan si alif ini.
Selanjutnya, Roy dengan terpaksa menyuruh pelayan toko: 20 miliar Rupiah. apakah angka ini akan membuat kamu merasa takut?”
Perkataan ini tidak membuat alif menciut, tetapi mengejutkan pelayan toko dan beberapa pengunjung yang berada di sekitar mereka.
Benar-benar gila, menghamburkan uang selancar air mengalir. Mengisi saldo sebanyak 20 miliar, luar biasa!
Awalnya hanya 16 miliar, sekarang sudah hampir mencapai 40 miliar Rupiah. Tidak diragukan lagi, Roy adalah konglomerat!
Sewaktu terdengar suara dari sekeliling mereka, Roy semakin sombong dan bangga.
Dia merasa kali ini siberngsak pasti akan menyerah.
Roy sudah merencanakan, setelah ini dia akan mengurus pengembalian uang, seberapa banyak uang yang dimasukkan ke kartu isi ulang tetap akan menjadi miliknya.
“Ayo, lanjutkan lagi, bukankah kita sama-sama begitu sombong, kenapa sekarang malah terdiam...”
Roy masih ingin mengatakan sesuatu, tetapi Alif langsung memutuskan perkataan Roy .
“Bantu isi saldo 20 miliar jugq, aku akan melihat si bodoh ini memiliki seberapa banyak uang.
Perkataan ini terdengar jelas oleh Roy, tetapi dia tidak bisa melakukan apapun.
Roy tidak menyangka, Alif yang berpakaian biasa-biasa saja, dia sanggup mengikuti Roy tanpa merasa beban.
Saldo yang sudah terisi kurang lebih 36 miliar Rupiah. Semua adalah hasil kerjanya di perusahaan juga termasuk uang korupsi yang membuat dia kaya raya, semua hilang begitu saja karena tertipu dengan gaya orang ini.
“Astaga, siapa anak muda ini? Pakaiannya saja tidak sebagus diriku, tetapi ternyata dia begitu kaya!”
“Benar-benar tidak bisa menilai orang dari penampilan. Tidak terpikir, masih begitu muda, ternyata memiliki begitu banyak uang, sangat mengejutkan!”
“Aku merasa pria paruh baya itu sudah kalah, dia pasti tidak bisa menandingi anak muda ini.”
Roy mulai merasa emosi sewaktu orang sekeliling mulai mendukung Alif.
Brengsek, dirinya adalah Wakil Direktur yang sangat dihormati, kenapa harus kalah dengan si sampah ini?
__ADS_1
Setelah mengingat jumlah uang dalam kartu, Roy langsung mengatakan: “Begini saja, aku tidak akan berberbelit-belit dengan kamu lagi, kita langsung tentukan pemenangnya, kamu jangan merasa aku menindas kamu. Cukup 60 miliar Rupiah!”
Perkataan Roy terdengar begitu hebat, sebenarnya kartunya hanya ada 60 miliar. Itu adalah semua hartanya.
Dia mengatakan demikian karena hanya untuk menjaga wibawa.
Kenyataannya, perkataan ini juga berhasil mengejutkan semua orang yang berada di sekitar mereka.
60 miliar termasuk jumlah yang sangat besar. Jika mengumpulkan semua harta kekayaan kerabat, juga tidak akan mendapatkan angka sebesar ini.
Tetapi pria ini malah langsung mengatakan 60 miliar, orang ini begitu kaya!
Karena pengaruh dari Roy, maka semua orang mulai membahas masalah ini.
Dia merasa tidak ada orang yang lebih kaya darinya. Roy merasa dirinya adalah konglomerat di kota ini!
Tetapi, Alif hanya bisa menganggap orang seperti ini adalah idiot.
Memakai 60 miliar untuk membohongi diri sendiri dan meyakinkan dirinya adalah konglomerat, sungguh luar biasa.
“Berpura-pura bodoh ya? Baiklah, teruskan saja, aku akan melihat bagaimana kamu akan mengakhiri semua ini!” Alif berkata kepada pelayan toko: “Geseklah 200 miliar Rupiah!”
Perkataan Alif membuat semua pengunjung terdiam, bahkan Roy juga terkejut.
Sekarang adalah 200 miliar. Jika 200 miliar diganti dengan uang kertas 100 ribuan, seberapa banyak lembar yang didapat?
Semua orang yang berada di samping mulai menghitung dengan jari tangan, mereka tidak berani membayangkan, Alif ternyata adalah konglomerat yang asli.
Bahkan Desy juga ikut terbengong, dia tidak menyangka Alif memiliki begitu banyak uang.
Walaupun Desy bukanlah tipe wanita yang memandang orang dari segi materi, tetapi 200 miliar dari Alif membuat dirinya terkejut!
Saat ini Roy mendadak tersadar.
“Brengsek, hampir saja tertipu oleh bocah yang tidak tahu diri ini. Seingat aku, merasa mesin EDC hanya bisa menarik uang 100 miliar Rupiah dari kartunya, kalau kamu menggesek 200 miliar, tentu saja tidak mungkin dilakukan di mesin EDC seperti ini.”
“Aku merasa kamu akan menyalahkan mesin EDC sebagai alasan untuk menutupi kebodohanmu, bukankah perkataan aku memang benar?”
Alif hanya tertawa dan malas menghiraukan: “Apakah kamu berpura-pura bodoh? Apakah kamu tidak tahu bisa dilakukan dua kali gesekan?”
Kemudian Alif berkata kepada pelayan: “Geseklah, 200 miliar .
Alif kembali melihat Roy...
“Hari ini aku akan melihat, Siapa yang akan berlutut mengaku kalah dan meminta ampun!”
__ADS_1