Perjalanan Hidup

Perjalanan Hidup
Bab 110 : Mengatakan sebuah kenyataan


__ADS_3

Alif sudah pergi, Si Johan hanya bisa melihat dengan putus asa.


Awalnya di dalam rumah dia pun tidak berani mengayunkan pisaunya, apa lagi sekarang kondisinya sudah dikerumuni orang-orang.


Di saat setelah semuanya sudah pergi, wajah nya yang pucat pun sambil bertanya: “Bawakan pengurus pertandingan kemari !”


Tidak perlu ditarik, orang itu dari tadi sudah menunggu di sana, mendengar Johan berbicara, dia bergegas menyerbu ke atas.


Hanya belum berbicara, Johan sudah langsung menendang nya sampai terbalik.


“Sialan kamu, Alif to mendapat taruhan dari Si diman menang 2 triliun rupiah, masalah yang sangat parah, kenapa kamu tidak memberitahuku?!”


Orang yang mengurus pertandingan lebih diperlakukan dengan tidak adil, “Kakak, dari awal aku sudah berlari datang untuk memberitahu anda, aku mengatakan padamu bahwa ada masalah sangat mendesak, tetapi orang di bawah tidak membiarkanku bertemu dengan anda loh, mereka berkata, anda berkata sekarang sudah tidak ada yang lebih penting dari pertandingan, membuatku terusir ke samping.”


Sekali mendengar kata ini, saat itu Johan langsung membuka mata nya lebar, jika saat itu dia tahu akan masalah ini, dia berjanji tidak membiarkan orang ini diusir!


Melihat-lihat si pengurus, memikirkan dirinya jelas-jelas ada kesempatan bersembunyi dari bencana ini, malah karena sempat lalai dan di abaikannya, pada akhirnya 2 triliun hangus terbang begitu saja, terbang masuk ke kantong Alif ……


‘Phuk’, dia memuntahkan darah lagi, saat itu Johan marah hingga pingsan, terjatuh di lantai……


Berpergian di tengah jalan, Alif menanyakan Hardi, “Kamu tidak apa-apa?”


Hardi tersenyum: “Ada masalah apa, si diman baru saja menyentuhku, aku sudah kehilangan tenaga dan terjatuh. Dan aku juga merasa mengerti trik gerakan seni bela diri si diman, orang itu memang benar-benar bisa bertanding, sabuk emas itu seharusnya juga asli.


Hanya saja benar-benar turun tangan pun, dia tidak akan melebihi ku.


Alif benar-benar tidak bisa berkata, “Kamu ini sedang memuji nya, atau sedang memuji dirimu?”


“Tentunya adalah…… Mengatakan sebuah kenyataan"


Hardi berkata dengan sangat sederhana, tetapi terlihat senyuman di wajahnya, terlihat sedang menyombong.


Tentunya, dia menyombong pun juga ada potensi menyombong, bekas luka di badannya, kesalahan yang diderita saat dia berlatih bela diri, sama sekali tidak ada orang yang bisa mengerti.


Sedang di saat itu, tiba-tiba ada suara pesan berbunyi, alif mengeluarkan handphone melihat sekilas, sangat tidak terduga.


Ternyata pemberitahuan tentang perubahan jumlah uang di bank, 3.4 triliun rupiah lebih sedikit.


Jumlah uang bisa dimengerti, bagaimana pun juga peluang si diman rendah, dan juga begitu banyak orang membeli diman menang, 2 triliun Johan itu tidak mungkin bisa semuanya jatuh di kantong Alif, sudah mendapat keuntungan 3,4 juga tidak sedikit.


Tetapi yang tidak dia pahami adalah, mengapa uang nya masuk dengan cepat, orangnya bahkan belum sampai rumah, uang nya sudah masuk.

__ADS_1


Saat Alif membahas tentang ini, Hardi membuat penjelasan.


“Uang gelap ratusan juta, bahkan miliaran dan triliunan ini, seluruhnya didapat melalui pencucian uang perusahaan. Perusahaan seperti ini sangat hebat, skalanya sampai seluruh negeri ini, tentunya juga dikendali kan oleh organisasi gelap, hanya saja lebih kuat dari pada Johan purnomo itu.”


“Jadi uang judi di bawah pengurus pertandingan sama sekali bukan urusannya, dia hanya mempunyai kendali untuk beroperasi, mengendalikan keuntungan, seperti uang judi yang didistribusikan sepenuhnya disesuaikan dengan keadaan pertandingan, tidak memperbolehkannya berbuat ulah……”


Alif tiba-tiba, awalnya dia masih merenungkan untuk membuat rencana untuk memaksa Johan memuntahkan uang ini, bahkan rencananya pun sudah terpikirkan, tetapi tidak disangka tiba-tiba masih ada perusahaan seperti ini, lumayan bagus.


Tetapi dipikirkan baik-baik, pihak lawan kelihatannya juga lumayan hebat, skalanya sampai seluruh dalam negeri ini, maka bukankah dia sudah mengontrol banyak sekali tempat bisnis ilegal sejenis tempat tinju bawah tanahnya Johan ? Keuntungan di setiap malam……sangat mengejutkan!


Saat dia berbincang tentang hal ini, Hardi tersenyum-senyum, “Nanti tuan muda bisa terlibat juga kok, tuan besar sudah menginstruksikan, agar anda sekarang bekerja dengan benar dulu, tidak perlu terlalu cepat terlibat, belum mengenal air, dan mengarungi air terlalu dalam juga bukan hal yang baik.”


Dasar Ridwanto si maung tua, berpikir menyeluruh juga ya?


Tetapi juga karena hal itu, membiarkan Alif sudah merasakan Ridwanto sebagai kakek, menjaga dan memberi perhatian kepadanya, hatinya sangat hangat……


Setelah pulang sampai tempat tinggal, Alif membuka pintu kamar, lalu sudah mencium aroma lauk yang semerbak.


Ini sudah jam 12 tengah malam, di saat ini tiba-tiba masih ada aroma lauk.


Alif memasuki ruang tamu, lalu menemukan Desy sedang tengkurap di atas meja, di samping nya sudah tertata nasi dan lauk jengkol tempe dll..


Mungkin sebelumnya sudah pernah dipanaskan sekali, jadi masih sedikit hawa panas yang naik.


Berjalan sampai dekat depan, melihat wajah bulat nya yang memikat, Alif semakin menyukai nya.


Kemudian dengan diam-diam, Alif membuka baju tidurnya yang longgar, terlihatlah badan bagian depannya Desy.


Dan Desy yang seperti sebelumnya sedang tertidur pulas, justru tidak sadar.


Setelah itu, tiba-tiba Alif menerkamnya, langsung membuka mulutnya.


Desy yang terkejut pun terbangun, sampai setelah melihat ternyata itu Alif, menggerutu sambil melambaikan tinjunya.


“Dasar kamu, hanya tahu menggangguku saja!”


Alif justru tidak melepaskan Desy, langsung memeluknya secara melintang, membaringkannya di atas tempat tidur besar.


“Desy, aku tidak hanya mengganggumu, aku masih ingin mengganggumu terus, seharian mengganggumu sampai kamu menangis berteriak!”


“Dasar……”

__ADS_1


Di saat Alif dan Desy yang sedang bersenang-senang di dalam tempat tidur dalam bersamaan, Johan justru di dalam rumah sakit melakukan pengecekan.


Dokter menunjukkan, tidak ada halangan besar, hanya depresi, menyebabkan gumpalan darah beku yang bertahun-tahun, lalu keluar saat batuk.


Badannya tidak ada halangan besar, Johan pun lega.


Tetapi mengingat malam ini dengan terpaksa tergali hingga 2 triliun dibawa pergi oleh Alif, masalah ini membuatnya merasa sangat marah.


“Bagaimana Alif bisa mengetahui rencanaku, periksa dia, periksa sampai sedalam-dalamnya!!!”


Setelah Johan memerintah, dia memerintahkan seseorang untuk mencari dan membawa si diman.


Melihat Si Diman, Johan sangat lah marah, “Apakah kamu tidak berguna, kenapa tidak mengalah lebih awal, jika kamu mengalah lebih awal, apakah aku bisa kalah 2 triliun rupiah ? Aku bisa untung 1 triliun lebih!!!”


Dari mendengar penerjemah dan sudah mengerti, Si Diman terlihat merasa sangat tidak adil.


“Presdir yang ku sayangi, kamu lah yang menyuruhku mengetahui kemampuannya lebih dulu, bukan?”


“Tetapi aku baru saja mengerti dia, dia sudah terjatuh di lantai, jadi masalah ini bagaimana bisa kamu menyalahkan aku?”


Perkataan Diman tidak ada salahnya, membuat Johan ingin melampiaskannya pun juga tidak bisa.


Selain itu, dia juga masih dapat menggunakan Diman, jadi masalah ini sementara hanya bisa ditaruh begitu dulu.


Saat dia bertanya dan membahas tentang kemampuan seni bela diri Hardi, Si diman memuji-mujinya.


“Oh, dia adalah ahli bela diri yang sangat luar biasa, sangat hebat, dari yang kulihat sama seperti wong pengung dan kayak ip man dari negara luar.”


Tetapi kamu jangan khawatir, aku masih bisa yakin untuk memenangkannya, dan juga penuh keyakinan, jika bersedia, aku bahkan bisa membunuhnya di atas arena, membuatnya selamanya tidak bisa turun dari arena, ini adalah potensiku sebagai raja petinju sabuk emas!”


Johan sekarang tidak peduli seberapa potensi diman, sekarang yang dia pikirkan adalah bisakah membunuh Hardi.


“Kamu benar yakin?”


“Tentu saja, ini adalah arena hidup dan mati, jika tidak ada keyakinan, menurut mu apakah aku bisa cari mati?”


Ini adalah kebenaran yang sangat besar, tidak ada keyakinan, siapa yang bisa cari mati dengan sendirinya?


Lalu Johan berpikir terus menerus, akhirnya sudah menetapkan hatinya——


“Baiklah, kalau begitu aku akan mengaturmu untuk bertanding bersama Hardi satu pertandingan lagi, kali ini sudah diputuskan menang atau kalah, juga memutuskan hidup atau mati!”

__ADS_1


“Selain itu, aku keluarkan 2 triliun lagi, kali ini aku ingin membelimu yang menang, aku ingin membuat Si alifto si bajingan itu bukan hanya orangnya saja yang masuk, tapi uangku yang ditelannya juga akan masuk karena membodohi ku dengan rencana kotornya,


membuat seluruhnya muntahkan keluar padaku!!!”


__ADS_2