Perjalanan Hidup

Perjalanan Hidup
Pekerja Keras


__ADS_3

Setelah melakukan drama panjang Sabilla pun pergi berangkat bekerja tepat pukul 08.00 pagi.


"Wuish Bu Boss baru dateng, dari mana aja Bu Boss? diri ini berharap Bu Boss tidak bertemu mantan, sehingga nyelap di jalan"


Bugh


Bantal sofa terbang ke arah asisten Sabilla yang sejak tadi terus mengejek Sabilla karna sangat sering datang terlambat.


"Ada pekerjaan apa hari ini, baby" Sabilla tersenyum manis.


"Ih gila lu ya, eike masih waras booo. Masih suka yang maco haha" Riana menggerakkan tangannya gemulai.


"Eh serius kok kamu bisa ya dateng sering telat, tapi jadi Boss. Bisa membiayai 5 orang anak lagi, yang aku yakin itu gak mudah" Riana menatap Sabilla yang sudah duduk tepat di depan mejanya yang saling berhadapan dalam satu ruangan.


Sabilla menatap Riana yang sedang menunggu jawabannya "Yakin mau tahu aja apa mau tahu banget?."


"Ih gila ya lu, udah gak musim kek gitu. Sekarang lagi rame yang selingkuh, noh liatin" Riana berbicara dengan semangat.

__ADS_1


"Ih ogah kayak gak ada kerjaan aja!" Sabilla membuka beberapa map yang ada di atas mejanya.


"Ada beberapa kerjasama yang dateng dari beberapa perusahaan say, liat aja!" Sabilla meneliti beberapa kertas yang ada dihadapannya.


Tanpa melihat Riana "Alhamdulillah mungkin ini rezekinya anak anak karna sebentar lagi mereka mau masuk sekolah dasar" Sabilla tersenyum mengangkat wajahnya melihat Riana asisten yang selama 6 tahun sudah membantu dan mau berjuang bersama dari nol.


Pertemuan Sabilla yang tidak sengaja dengan Riana kala itu, kini telah merubah banyak hal. Riana yang dulu belum berhijab kini, Alhamdulillah sedikit demi sedikit mulai membenahi penampilannya.


"Alhamdulillah kerja keras kita semua selama ini membuahkan hasil ya Na"


Riana tersenyum, dirinya teringat perjuangan yang dulu Sabilla dan Riana lakukan. Pagi, Siang, Sore, Malam bahkan terkadang sampe Menjelang Subuh dirinya masih berkutat dengan pekerjaan mereka.


"Na, sebenarnya pengalaman yang menjadikan aku banyak berubah, ditambah kehadiran quintuplets yang tidak pernah aku duga."


Begitulah kehidupan sehari hari Sabilla yang banyak menghabiskan waktunya dengan bekerja keras demi quintuplets agar bisa hidup lebih baik.


Ditambah lagi rumah makan yang dirintis oleh Orang tuanya, kini sudah menampakkan hasil yang memuaskan dengan bisa menghidupi puluhan karyawan.

__ADS_1


"Alhamdulillah Ri, terima kasih ya mau berjuang bersama" Sabilla dan Riana saling tersenyum satu sama lain.


Waktu menunjukkan pukul 10.00 waktu setempat Sabilla pun bersiap siap untuk menjemput quintuplets.


"Ri, aku jemput anak anak dulu ya" Sabilla berlalu membawa tas perlengkapan pribadinya.


Ada banyak sekali pertimbangan saat akan memasukkan anak anaknya ke taman kanak kanak. Entah dari Orang tuanya atau teman teman bahkan tetangga yang kerap kali datang berkunjung.


"Bill, kenapa anak anak tidak fullday aja?"


"Bill, kenapa anak anak sudah di sekolahkan, padahal mereka masih kecil?"


Dan banyak Bill, Bill lainnya yang mereka tanyakan, dan Sabilla sendiri merasa sangat senang karna itu tandanya banyak yang peduli padanya selama ini.


Perpisahan yang dianggap Sabilla adalah masa masa terburuk dalam hidupnya, kini mulai berubah. Sabilla tidak lagi terpuruk dan melihat jalan hidupnya dengan penuh penderitaan.


Sabilla pun mulai merubah pola pikirnya setelah perpisahan yang Ia alami. Butuh proses untuk merubah pola pikir Sabilla yang kala itu selalu dibatasi dalam segala hal oleh Ibu mertua.

__ADS_1


Tidak selamanya apa yang dianggap buruk itu buruk, terkadang Alloh SWT yang Maha Kuasa memberikan kesedihan agar seseorang itu bisa merasakan betapa nikmatnya kebahagiaan. Begitupun sebaliknya.


Tugas makhluk hanya berdoa dan berikhtiar maksimal, selanjutnya pasrahken pada yang punya takdir itu sendiri dengan memperbanyak mengingat Alloh.


__ADS_2