Perjalanan Hidup

Perjalanan Hidup
Kemarahan dan Ketakutan


__ADS_3

Pagi hari di hari libur adalah waktu yang sangat tepat untuk bersantai, berkumpul bersama keluarga, untuk sebagian keluarga biasanya mengisi waktu libur dengan berenang, bermain ke tempat tempat rekreasi dan masih banyak lagi.


Varrel masih asyik membaca berita lewat media online.


"Mas kamu udah servis motor Aku?" Cantika duduk tiba tiba dengan mengangkat satu kakinya di atas sofa.


"Dari mana?" Verrel bertanya tanpa melihat dan menjawab pertanyaan Cantika.


"Hem" Cantika memiringkan wajahnya sedikit menatap Verrel dengan tatapan bingung.


"Kamu dari mana? kenapa bangun tidur tadi tidak ada di atas tempat tidur?" Verrel menyimpan ponselnya, kemudian menatap Cantika.


"Suamiku tersayang, semalam istrimu ini sudah meminta izin, bahwa pagi ini dia harus memasak bahan bahan makanan yang di berikan oleh beberapa keluarga pasien" Cantika tersenyum.


"Tapi aku gak denger sayang!" Ucap Verrel yang masih kesal, karna di tinggal sendiri.


Cantika menggelengkan kepalanya "Mas ku sayang, jangan mulai deh! kamu udah gede Mas bukan anak bayi yang harus aku elus elus tiap saat" Cantika mulai kesal.


"Loh itukan tugas dan kewajiban kamu"


"Mas jangan mulai oke" Cantika menatap kesal netra Verrel.


"Mas ini obrolan sensitif loh, ke..."

__ADS_1


"Tapi penting" Verrel menyambar ucapan Cantika yang belum selesai.


"Kamu tahu kan kita lagi proses untuk punya anak" Cantika mencebik, kemudian berdiri karna merasa kesal dengan ucapan Verrel tentang anak.


Cantika berjalan menuju garasi tempat motornya berada. Mengecek apakah masih berfungsi atau tidak. Cantika berusaha menyela motor miliknya yang sudah berada diposisi standar dua.


Dengan wajah kesal dan emosi yang sedang memuncak Cantika menyela motornya dengan sangat kasar, dan itu terlihat jelas oleh Verrel yang sedang bersandar di tembok sambil melipat tangannya di dada.


"Bisa gak?" Verrel berucap santai seolah tidak terjadi apapun. Cantika mengerucutkan bibirnya, melirik Verrel dengan ujung netra.


Pembahasan yang sensitif untuk sebagian orang saat disinggung perihal anak. Pernikahan mana yang didalamnya tidak menginginkan buah hati. Setiap pasangan pastilah mendambakan seorang anak dalam pernikahan mereka.


Mungkin memang ada beberapa segelintir orang yang menikah bukan karna menginginkan seorang anak. Tetapi bagi Cantika yang menyukai anak anak tentulah memiliki buah hati adalah harapan yang selama ini Ia tunggu.


Verrel memeluk Cantika dari belakang, mengukung pergerakan Cantika.


"Maaf, kita coba lagi ya! jangan putus asa. Mas hanya penasaran, karna setelah beberapa kali diperiksa kita berdua sehat walafiat"


"Semua bagus, semua baik, semua sehat, semua..."


"Tapi ya gak gitu juga Mas!" Ucap Cantika masih kesal. "Kalo kamu fikir hanya kamu yang mau punya anak! ya kamu salah. Hampir 6 tahun loh kita menikah, tapi belum ada kabar baik yang dateng"


"Oke maafin Mas ya, motor kamu kenapa?" Verrel masih setia memeluk Cantika dari belakang, mencoba mengalihkan.

__ADS_1


Masih dengan wajah kesal Cantika berucap "Aku gak tahu kemarin dia mogok!"


"Oke kita cek ya sahabat terbaik kamu ini" Verrel tersenyum, mencolek dagu Cantika.


"Iih apaan sih gak lucu!" Sambil menahan senyuman dengan perlakuan manis dari Verrel sudah membuat Cantika luluh.


"Kamu mau bagi bagi sedekah kemana sayang ?" Verrel menatap Cantika sambil mengutak ngatik yang Verrel bilang sebagai sahabat terbaik Cantika.


"Ya sekitar sini aja sih Mas, mumpung masih pagi jadi mereka bisa sarapan dulu" Verrel tersenyum melihat Cantika.


"Terus kemarin dari rumah sakit pulang sama siapa?"


"Fajar" Ucap Cantika singkat.


"Fajar" Verrel mengulang satu nama yang sudah hafal betul siapa dia.


"Kenapa gak telfon Mas, atau supir?" Verrel mencoba bersikap biasa agar Cantika tidak tersinggung dan berakibat marah lagi padanya.


"Iya, maaf ya Mas" Cantika tertunduk menyesal "Aku lupa" Ucap Cantika lirih.


Meskipun Verrel ingin sekali marah saat ini, tetapi Verrel mencoba untuk menahan serta mengendalikan dirinya. Akan berbahaya jika Cantika kembali marah padanya.


Dan tanpa banyak drama lagi Cantika pun membagi bagikan nasi box yang sudah dia buat bersama dengan Verrel menggunakan motor Cantika yang berhasil Verrel nyalakan.

__ADS_1


__ADS_2