Perjalanan Hidup

Perjalanan Hidup
bab 50 Kenapa Kamu ada di sini


__ADS_3

alif berpikir sesaat, dia tidak memiliki teman lain selain Widia


alif menjawab pertanyaan Widia: “Aku tidak mengenal ayah kamu,


widia merasa kesal dengan jawaban alif, dia merasa alif sedang berbasa basi dengannya.


“Aku tidak ingin berdebat dengan kamu. Ayah menyuruhku datang mencari kamu dan dia meminta kamu untuk menemuinya.”


Perkataan widia membuat alif merasa lucu. Dia memasukkan tangan ke kantong celana dan berkata dalam hati. Memangnya siapa ayahmu? Kenapa aku harus menemui dia?


Mereka tidak berpacaran juga tidak ada hubungan yang spesial. Kenapa harus bertemu dengan ayahnya?


Tetapi Widia tidak melepaskan alif begitu saja. Dia langsung menarik lengan alif.


“Alif, bantulah aku. Jika ayah bertemu dengan kamu, maka dia tidak akan memaksa aku dalam masalah perjodohan...”


Sewaktu Alif mendengar penjelasan dari Widia, dia langsung berpikir: “Aku merasa kamu memperalat aku untuk meyakinkan ayahmu.”


Widia mengangkat tangan kanan dengan begitu tinggi: “Aku bersumpah! Ayahku yang ingin menemui kamu!”


Terlalu aneh. Sekarang muncul lagi satu orang tua yang bersikeras ingin bertemu dengan alif.


alif tidak ingin menemui orang tua itu, tetapi dia tidak bisa menghindar dari Widia , akhirnya dia menyetujui permintaannya dengan terpaksa.


Mereka masuk ke dalam mobil Maserati. Mobil tersebut berlari dengan begitu kencang dan akhirnya tiba di kediaman Widia.


widia hanya mengantar alif sampai depan rumah dan membiarkannya masuk sendiri.


Kenapa Widia tidak ikut masuk? Dia sendiri juga tidak mengerti dan hanya sekilas menjawab itu adalah perintah dari ayahnya.


Sudahlah, karena sudah sampai di sini, apakah masih perlu merasa takut dengan orang tua itu?


alif masuk ke dalam rumah dan langsung bertemu dengan ayah Widia yang bernama Darfin.


Sebelum Alif memperkenalkan diri, Darfin yang duduk di sofa langsung membuka mulut.


“Apakah kamu adalah Alifto ? Cara yang kamu gunakan memang luar biasa. Kamu berani menggoda putriku, supaya dia rela mengeluarkan uang demi kamu.”


Alif langsung terbengong, dia tidak mengira masalah ini akan sebegitu cepat menghampirinya.


“Apakah JarShen sudah datang menemui kamu? Dia mengira aku memperalat putrimu untuk membandingkan kekayaan dengannya. Saat itu dia merasa malu karena tidak bisa terima kekalahan, makanya dia mengadu padamu. Dia ingin kamu menginterogasi aku, tujuan dia yang sebenarnya adalah kembali mendapatkan Restoran bulan”


Darfin mengaku pemikiran alif sangat hebat, dia merasa alif adalah orang yang sangat cerdik.

__ADS_1


“Bocah kecil, pemikiran kamu cukup hebat. Kamu mengerti permasalahan yang begitu rumit, pantas saja kamu sanggup mempermainkan putriku.”


“Sudahlah, jika kamu sudah bisa menebak tujuan aku yang sebenarnya, maka aku juga tidak akan terlalu banyak berbasa basi di sini.”


“Sebenarnya putriku mempunyai hak untuk berpacaran dengan siapa saja. Tetapi sebagai ayah, aku berkewajiban untuk memilih yang terbaik untuk dirinya. Aku tidak akan terlalu jauh mencampuri urusan yang lain, tetapi kamu tidak akan lulus seleksi dari aku. Di dunia ini banyak sekali orang yang lebih hebat dari kamu dan setiap orang juga mempunyai kebijaksanaan tersendiri.”


“Tetapi kebijaksanaan tidak bisa menggantikan harta benda dan kekuasaan, bahkan tidak bisa menggantikan apapun.”


“Dari penilaian aku, kamu adalah seorang pemuda yang kurang dewasa. Walaupun kamu cukup cerdik, tetapi itu sama sekali tidak berguna. Aku menasihati kamu dengan satu perkataan, jauhi putriku dan jangan mencari keuntungan apapun dari dia.”


“Ada lagi, kembalikan apa yang seharusnya menjadi milik dia, serahkan Restoran bulan, dan biarkan masalah ini berakhir di sini.”


“Jika ada hal yang tidak bisa kamu terima, aku bisa memberikan kamu 600 juta Rupiah, kalau masih kurang aku bisa memberimu 1 miliar Rupiah. Kamu bisa memakai uang itu untuk memulai bisnis kecil.”


Perkataan Darfin membuat Gredy Du tertawa.


“Kamu benar-benar seorang pengusaha, hanya dengan uang itu dan ingin mendapatkan Restoran bulan. Bagaimana? Apakah kamu benar-benar ingin membantu JarShen atau memang berniat mengambil ahli Restoran tersebut?”


Alif langsung menebak pemikiran Darfin. Sejauh ini, dia sama sekali tidak merasakan adanya sisi baik dari Darfin si tua itu.


Hal ini sudah tidak ada kaitannya dengan kelicikan dunia bisnis, tetapi sifat kekejaman manusia secara pribadi.


Perkataan alif membuat si tua itu terdiam. Saat ini Darfin mulai merasa emosi.


“Aku tidak ingin membahas terlalu jauh. Orang seperti kamu, sama sekali tidak layak membahas masalah dengan aku. Pertemuan hari ini bisa dikatakan karena aku sudah cukup menghargai kamu.”


“Kamu perlu tahu satu hal. Orang yang pantas duduk satu meja dengan aku adalah Presdir Perusahaan bakti, Presdir Perusahaan Golden , mereka semua adalah orang-orang hebat. Hari ini aku berbicara dengan kamu di tempat ini karena aku sudah memberi kamu muka.”


“Jika suatu hari kamu masuk ke dalam dunia bisnis, maka kamu akan merasa bangga dengan pertemuan hari ini.”


Sewaktu Darfin masih terus menyombongkan diri, alif malah membalikkan badan dengan santai dan ingin pergi dari hadapan orang tersebut.


Kehormatan apa yang dia bicarakan? Kenapa alif tidak ingat dirinya pernah minum teh dan membahas sesuatu dengan Darfin ?


Orang ini hanya tahu gombal. Dia perlu mendapat sedikit pelajaran, kalau tidak, dia akan menjadi sampah yang terus menerus menganggap dirinya berguna.


alif sama sekali tidak memberi muka kepada Darfin, hal itu membuat Darfin semakin tidak senang. Saat ini dia sudah kehilangan kesabaran.


Darfin memukul meja dengan begitu kuat dan membanting gelas teh. Dia berkata dengan serius: “Kurang ajar, siapa yang memberikan kamu keberanian untuk melawan aku. Apakah orang tua kamu tidak pernah mengajari kamu harus bersikap sopan? Benar-benar tidak tahu aturan!”


alif tidak suka orang lain menggunakan kata "orang tua" dalam pembicaraan. Kalau ada masalah ya langsung selesaikan saja, buat apa melibatkan orang tua?


alif menghentikan langkah sambil mengeluarkan tangan dari kantong celana.

__ADS_1


Dia mengangkat tangan kiri dan menunjuk Darfin: “, kamu tidak perlu terlalu sombong dengan apa yang kamu miliki sekarang ini.”


“Jika kamu memiliki mulut untuk berbicara, tanyalah putrimu sekarang juga, apakah aku pernah menggunakan uangnya sepeser pun?”


“Kalau kamu tidak mempunyai mulut dan tidak bisa berbicara, maka diam saja, jangan mencampur adukkan permasalahan, jangan terlalu sombong dan menganggap semua orang ingin berbicara dengan orang seperti kamu!”


Perkataan alif cukup mengejutkan Darfin.


Darfin tidak pernah mengira, Gredy bukan hanya seorang bocah yang sombong, tetapi dia adalah orang yang cukup hebat.


Darfin memang mengira alif telah memperalat putrinya. Dalam pembicaraan hari ini, dia juga menggunakan nama JarShen demi mendapatkan Restoran bulan, sekarang malah berniat mengambil ahli restoran tersebut, karena dia merasa tidak perlu terlalu banyak mengeluarkan uang untuk menyelesaikan masalah sepele seperti ini.


Dari perkataan alif, sudah terbukti semua itu memang memakai uang alif dan sama sekali tidak memperalat putrinya.


Walaupun begitu...


Darfin sekali lagi melihat pakaian dan gaya alif yang sama sekali tidak terlihat seperti orang kaya, maka dia berani memastikan...


Bahwa alif telah memakai uang putrinya, dikarenakan Widia memang terpesona dengan alif, makanya dia rela membantu alif!


Dengan pemikiran seperti itu, Darfin kembali menggertak alif


Dia berdiri dan menunjuk alif dengan emosi.


“Dasar anak yang tidak tahu diri, beraninya melawan aku, apakah kamu tahu siapa aku sebenarnya?”


“Aku pernah melawan Johan, waktu itu kamu masih bocah kecil yang tidak tahu apa-apa


“Sekarang kamu berani berdiri di sini dan membentak aku, apakah kamu percaya, setelah keluar dari sini, aku akan menyuruh orang untuk membunuh kamu?”


Si tua ini cukup hebat dalam menggertak orang, benar-benar seperti preman zaman sekarang.


Tetapi alif sama sekali tidak merasa takut, dia hanya berkata dan tertawa: “Baiklah, aku akan tunggu, apakah kamu akan mencari orang untuk membunuhku?”


Awalnya Darfin hanya berniat menakuti. Tidak terpikir, akhirnya alif yang menentang dia.


Sewaktu Darfin merasa canggung dan tidak tahu harus berbuat apa, tiba-tiba seseorang berjalan masuk.


“Tuan besar, Tuan Charles ingin bertemu denganmu, lihatlah...”


Sewaktu berbicara sampai di sana, Charles berjalan masuk sambil tertawa: “Darfin, kenapa di rumah terus? Kenapa tidak...”


Setelah itu, Charles membesarkan mata ketika melihat keberadaan alif...

__ADS_1


“Presdir To , kenapa berada di sini?!”


__ADS_2