
Walaupun Alif masih mengkhawatirkan masalah Siska , tetapi dia tetap merasa peduli dengan Perusahaan bakti dan tidak boleh kehilangan orang yang berbakat.
Di saat alif bertanya terakhir kalinya, jawaban Julia malah membuat alif merasa kaget.
“Orang itu baru saja menyelesaikan study di luar negeri. Dia sangat berbakat dan cukup percaya diri. Dia ingin menjadi Wakil Direktur di Perusahaan Bakti utama.”
“Menjadi Wakil Direktur?”
Perkataan ini membuat alif terkejut.
Karena alif juga tidak terlalu mengerti. Sebenarnya apa yang dipikirkan si bocah yang baru menyelesaikan study di luar negeri ini? Kenapa baru saja lulus kuliah dan langsung berniat menjadi Wakil Direktur di Perusahaan Bakti ku?
Sewaktu Julia meminta alif interview orang tersebut, alif langsung menyetujui tanpa ada rasa ragu.
alif cukup penasaran dengan orang itu. Sebenarnya apa yang dia pikirkan? Kenapa dia begitu berani meminta posisi Wakil Direktur?
Siang hari, alif langsung pergi ke tempat yang sudah di atur oleh Julia . Sambil makan sambil interview, biar hal ini kelar secepatnya.
Dalam ruang private, alif melihat Julia telah membawa orang tersebut.
Perawakan orang itu sangat lumayan, dia masih muda dan ganteng, sepertinya cukup berpengetahuan.
Tetapi sewaktu bersalaman dan menyapa, alif sudah merasakan kesombongan orang tersebut.
alif mengulurkan tangan dan berkata: “Halo, aku adalah Aluf to .
Tetapi orang itu hanya duduk di kursi dan tidak bergerak sama sekali. Bokong dia seperti memang terkunci di kursi.
“Ya, aku sudah mendengar namamu, duduklah Presdir To!”
Dia memperlakukan alif seperti orang yang datang untuk interview.
Tetapi karena menghargai Julia, alif hanya diam saja, dia menyimpan kembali tangannya dan duduk.
Waktu selanjutnya, alif sekilas interview orang berbakat yang bernama Edward sambil melihat kertas catatan riwayat hidup.
Tidak ada yang istimewa. Nilai pelajaran sekolah menengah hanya biasa-biasa saja, Edward bisa sekolah di luar negeri juga karena mendapat dukungan keluarga yang menjual beberapa properti.
__ADS_1
Sekarang sudah lulus kuliah, dia berharap bisa mendapatkan pekerjaan dengan posisi tinggi, sekalian pamer bahwa dirinya adalah lulusan dari universitas luar negeri.
“Perusahaan dalam negeri biasa-biasa saja. Bagian manajemen juga sangat ketinggalan, bahkan cara mengatur restoran KFC saja tidak tahu. Apakah kamu tahu seberapa pesat perkembangan manajemen mereka? Semua tidak akan terpikir oleh kamu.”
“Mereka hanya memerlukan 6 atau 7 karyawan dalam satu restoran. Dengan beberapa karyawan, mereka sudah bisa menangani ribuan konsumen dan pelayanan mereka sangat memuaskan. Coba kamu ceritakan, apakah perusahaan dalam negeri bisa menyaingi mereka? Benar-benar sampah...”
Edward membuka mulut dan langsung marah-marah. Dia terlalu membanggakan luar negeri, sepertinya dia merasa kotoran anjing di sana juga harum baunya. Kotoran yang dikeluarkan mereka berbentuk Cumin flavor (sejenis bumbu yang digunakan untuk BBQ), tidak perlu diolah juga bisa langsung dimakan.
Terutama perkataan dia “dalam negeri yang bagaimana”, terdengar seperti sudah lupa dengan asal-usulnya sendiri.
alif melirik Julia. Dia tidak mengerti kenapa Julia bisa tertarik dengan bocah seperti ini.
Tetapi saat ini Julia malah menundukkan kepala dan memakan beef steak, dia bersikap cuek dengan kondisi ini.
Kalau begini, alif juga tidak akan merasa segan lagi.
Detik selanjutnya, alif berkata kepada Edward: “Sesuai dengan perkataan kamu, manajemen di luar negeri memang sudah berkembang dan lebih berbeda, tetapi masih tidak sebanding dengan bagian Biro Sanitasi Lingkungan dalam negeri, yang hanya beranggotakan 20 orang petugas kebersihan.”
“20 orang ini bertanggung jawab atas kebersihan jalan di seluruh kota.”
“Apakah kamu merasa manajemen seperti ini kalah dengan manajemen KFC di luar negeri?”
Tidak lama setelah itu, Edward tiba-tiba memukul meja dengan kuat.
“Aku paling tidak suka dengan tingkah laku orang kaya seperti kamu. Jelas-jelas tidak berkemampuan dan hanya bisa mengandalkan kekayaan keluarga, malah menghina perkembangan manajemen zaman sekarang, menutup diri dan tidak menerima perubahan. Kamu mengira dirimu hebat, tetapi sebenarnya hanyalah sampah.”
“Perusahaan-perusahaan di negara ini memang kekurangan banyak orang hebat seperti aku. Dengan adanya partisipasi kami, maka usaha kalian pasti semakin berkembang dan lancar, bahkan bisa menjangkau ke seluruh pelosok di dunia ini...”
alif tidak mengerti. Kenapa orang ini begitu percaya diri? Apakah mungkin karena otaknya bermasalah atau keterbelakangan mental?
alif mengeluarkan sebuah kartu dan melempar ke atas meja.
“Baiklah, bukankah kamu tidak senang dengan kami yang sebagai orang kaya? Bukankah kamu lebih berpendidikan dan terpelajar? Katakan gaji tahunan yang kamu inginkan!”
Edward langsung tertawa: “Merasa hebat dengan kekayaan yang kamu miliki? Dan kamu menghina aku dengan uang? Aku beritahu kamu, jangan terlalu merendahkan semua anak muda, tunggu saja 5 tahun atau 10 tahun lagi, aku akan mendirikan sebuah perusahaan yang lebih besar berkali-kali lipat dari Perusahaan Bakti!”
“Saat itu, aku akan berdiri di hadapan kamu dan lihat saja apakah kamu masih bisa berlagak sombong di hadapan aku!”
__ADS_1
Perkataan ini mengejutkan alif.
Edward akan mendirikan perusahaan yang berkali-kali lipat lebih besar dari Perusahaan Bakti dalam waktu 5 tahun atau 10 tahun? Cukup hebat! Bualan seperti ini terlalu luar biasa, benar-benar mengangkat diri seolah-olah tidak ada yang bisa menandingi dia!
Setelah perkataan itu, Edward masih belum menghentikan bualannya.
“Karena menghargai Julia maka aku bisa memaafkan kamu. Aku akan membantu Perusahaan Bakti mu dengan tulus. Untuk masalah gaji, kamu hanya perlu memberiku sekitar 500 juta rupiah setahunnya dan hanya meminta posisi Wakil Direktur. Aku akan mengembangkan Perusahaan Bakti !”
Perkataan orang itu terlalu sombong. Dia menganggap dirinya adalah orang hebat yang sangat berbakat dan cukup mengerti kondisi Perusahaan Bakti.
Alif menjawab: “500 juta mana cukup? Aku bisa memberi kamu 2 miliar Rupiah, karena aku merasa 2miliar lebih sesuai dengan kemampuan kamu!”
Sewaktu alif mengatakan hal ini, Edward langsung membesarkan mata dan merasa dia sudah berhasil meyakinkan alif.
Permintaan dia hanya 500 juta, tetapi alif ro ini malah memberikan dia 2 miliar pertahun, ini adalah sebuah pembuktian!
Hanya saja, alif langsung berkata: “Kalau aku mengangkat kamu sebagai Wakil Direktur, mungkin akan menyia-nyiakan bakat kamu!”
Hati Edward berbunga-bunga setelah mendengar perkataan alif dan berpikir apakah dirinya akan menjadi GM ?
Benar-benar sangat diagungkan. Setelah selesai kuliah, Edward langsung mendapatkan kesempatan untuk menjadi orang kaya.
Sewaktu Edward masih dalam kesenangan, alif mengatakan: “Kamu sebagai penjaga pintu di Perusahaan Bakti saja. Saat bertugas, kamu harus memakai sebagai papan yang tertulis ‘aku adalah orang hebat dari luar negeri’. Kamu sudah boleh bekerja!”
Julia yang awalnya yang sedang makan. Sekarang dia malah tersedak makanan karena perkataan itu.
Saat Julia mengangkat kepala, dia melihat alif yang sedang melirik dirinya sehingga merasa tidak enak hati.
Sebenarnya alif mengerti, semua ini sengaja diatur oleh Julia.
Tujuan utama Julia adalah ingin bertemu alif, makanya dia membawa orang ini sebagai alasan...
Edward yang berada di samping langsung berteriak karena perkataan alif.
“Terlalu kejam! Kamu meremehkan orang yang memiliki intelektual tinggi dan mengikuti perkembangan zaman. Kamu benar-benar menghina orang!”
alif tidak ingin berdebat dengan Edward. Jika bersuara besar itu termasuk sebuah kesabaran, maka orang gila juga bisa menguasai dunia ini.
__ADS_1
Maka alif hanya bisa bersabar dan menunjuk kartu yang berada di atas meja: 2 miliar Rupiah dan cepat keluar dari sini untuk bekerja dan menjaga pintu, ingat memakai papan dengan tulisan seperti yang aku perintahkan.”