Perjalanan Hidup

Perjalanan Hidup
Aku Datang


__ADS_3

Tanpa terasa waktu begitu cepat berlalu, Sabilla dan anak anak memutuskan untuk tidak naik lagi ke kamar mereka, dan melaksanakan Solat Isya di tempat yang telah disediakan.


kini mereka sudah berada di restoran, tempat di mana Sabilla dan Riana akan bertemu dengan klien mereka. Beberapa waktu berlalu tetapi orang yang mereka tunggu belum juga menampakkan batang hidung.


Sementara di kamar berbeda dan di hotel yang sama Verrel masih asik bermain bersama dengan Cantika.


"Mas udah dong, kamukan mau ketemu klien habis Isya, udah janji juga sama mereka". Tubuh Cantika benar benar remuk redam mengingat Suaminya yang tidak habis habis menyerangnya tanpa kenal waktu.


"Oke, kita mandi dulu setelah itu turun kebawah" Cantika hanya mengangguk pasrah. Verrel pun membawa Cantika ke kamar mandi, beruntung mereka sudah melaksanakan Solat Isya tepat waktu, sehingga tidak membuat Sabilla menunggu terlalu lama.


"Ri, mana sih investornya kok belum dateng dateng?" Sabilla melihat jam yang di pergelangan tangannya.


"Iya nih. Molor setengah jam malah" Riana yang kesal pun ikut menimpali.


Sabilla yang mendengar nada kurang menyenangkan dari Riana pun berucap "Maaf ya Ri gara-gara aku, kamu jadi kesel. Aku yang minta pertemuan dimajukan"


"Ah lu mulai baper dah, aku tuh bukannya apa apa Bil! cuma kasian sama anak anak pasti mereka cape. Walaupun entah mereka semua kemana sekarang?" Riana mencibik.

__ADS_1


"Haha" Sabilla tertawa.


"Maaf menunggu lama" Ucap Asisten Verrel yang tiba tiba datang dan bergabung bersama Sabilla dan Riana.


Sabilla dan Riana yang masih bingung pun hanya terdiam melihat laki laki di depan mereka yang kelelahan seperti habis tempur tak pulang pulang.


Kusut, lusuh dan berantakan.


"Maaf anda siapa ya?" Riana membuka pertemuan mereka.


"Dan anda kenapa ya?" tanya Sabilla. Alih alih menjawab ucapan Roby kedua wanita itu kini justru fokus pada penampilan sang Asisten yang jauh dari kata layak.


"Oh ini - Ucap Roby sambil melihat pakaiannya "Maaf saya tadi terburu buru. Terjadi kecelakaan beruntun dan mobil saya terjebak di sana. Saya juga sempat membantu beberapa korban dan akhirnya saya ke sini naik ojek" Terang Roby dengan panjang tanpa ada yang direkayasa.


Pasalnya memang benar apa yang dikatakan Roby asisten seorang Verrel Alexander tersebut, dia sudah berusaha untuk datang tepat waktu tetapi apalah daya kecelakaan di tengah jalan membuat dirinya sedikit terhambat sampai beberapa jam.


"Oke gak masalah kalo gitu. Tapi pak Roby bawa baju ganti lagi gak?" Ucap Sabilla ramah.

__ADS_1


"Bawa Bu?"


"Oke, maafkan saya sebelumnya. Ini juga salah saya yang minta pertemuan kita dimajukan, tapi alangkah lebih baik kalo Pak Roby akan saya kasih waktu untuk membersihkan diri dulu". Roby melihat Salsabilla dengan perasaan tidak enak.


"Terimakasih sebelumnya bu, saya permisi dulu" Ucap Roby yang langsung meninggalkan Salsabilla dan Riana yang masih terdiam tidak menyangka akan ada laki laki seperti Roby yang menemui mereka dengan keadaan yang jauh dari ekspektasi mereka.


"Haaha ya ampunnn oh my God. Serius gue gak nyangka banget kok ada yah laki kek gitu? gak mikirin dulu penampilannya saat dateng ke sini" Riana berucap setelah Roby tidak lagi terlihat oleh pandangan mereka.


"Makanya gue suruh dia buat bersihin diri dulu" Salsabilla menyruput minumannya sambil melihat Riana.


Salsabilla dan Rania pun melanjutkan obrolan mereka sambil sesekali memakan makanan yang mereka pesan. Mengobrol kesana kemari sambil tertawa dan tersenyum seolah waktu berhenti di situ sampai tiba saatnya seseorang datang.


"Maaf saya terlambat" Ucap seorang laki laki di belakang Salsabilla.


Salsabilla terdiam, terpaku seketika menghentikan seluruh tawa yang tadi mereka keluarkan.


Seolah waktu benar benar terhenti saat ini, saat mendengar suara seseorang yang sudah lama tidak pernah ia dengar.

__ADS_1


__ADS_2