
Setelah tiba diruang ganti pengantin wanita. Cantika tersenyum dan berjalan dengan tergesa gesa seolah sudah tidak sabar, tidak sabar bertemu dengan ratu sehari hari ini.
"Anggitaaa" Cantika sedikit berteriak sangat senang "Masya Alloh, Alhamdulillah selamat ya cantik banget yakin" Cantika melerai pelukan mereka dengan tangan yang masih bertautan.
"Alhamdulillah kamu bisa hadir" Anggita tersenyum melihat Cantika yang masih berdiri setelah memeluknya yang terduduk dikursi yang sudah disediakan.
"Alhamdulillah, ngobrolnya nanti aja! aku yakin kok kamu lagi deg degan cemas cemas mandja apa Yoga bisa mengucapkan ijab kabul dengan lancar apa gak?"
Cantika dan Anggita tersenyum kemudian tertawa bersama sama menghilangkan rasa khawatir mereka sejenak.
"Alhamdulillah ijab kabul sudah berjalan dengan lancar, ayo Anggita siap siap kita akan berjalan menuju suamimu" Ucap tante Anggita yang baru saja tiba di ruang pengantin.
"Masih deg degankan pasti"
"He'em" Ucap Anggita sambil mengangguk pelan. "Alhamdulillah semua lancar" Ucap semua orang yang berada di ruangan tersebut.
Beberapa saat kemudian raja dan ratu sehari tersebut sudah berada di pelaminan untuk melanjutkan acara yang sudah biasa dilakukan oleh pasangan pengantin.
"Kenapa?" Ucap Verrel dengan lirih yang berada tepat di belakang telinga Cantika.
__ADS_1
Tanpa melihat arah sumber suara Cantika tersenyum "Aku suka aja kalo liat pengantin" Cantika masih tersenyum tanpa melepas pandangannya pada pasangan pengantin yang sedang berbahagia di atas pelaminan.
Verrel tersenyum memeluk Cantika yang sedang duduk di kursi yang sudah disediakan di depan pengantin. Sama sama duduk Cantika dan Verrel masih betah memandang pasangan pengantin yang sedang berbahagia.
"Tadi kamu minta apa Mas saat doa setelah ijab?" Cantika tersenyum menoleh sedikit suami yang masih ada tepat di samping telinganya.
"Eem apa ya?" Verrel terlihat berfikir dengan keras.
"Iih tuh kan kamu suka gitu deh" Cantika tersenyum masih menatap Verrel yang masih setia menatap lalu lalang para tamu undangan yang ingin berjabatan tangan dengan pasangan pengantin.
Verrel tersenyum menoleh menatap Cantika dengan dalam.
Sama sama saling melempar senyum Verrel dan Cantika memang pasangan yang serasi satu cantik dan satu tampan, dan itulah pandangan orang terhadap mereka.
Padahal dibelakang itu semua ada doa yang selalu dipanjatkan tanpa henti, bahkan sampai menangis hingga lelah.
Seperti biasanya Cantika selalu semangat ketika menghadiri sebuah acara akad pernikahan karna di sana banyak sekali barokah yang Maha Pemberi berikan salah satunya dengan dikabulkannya doa setelah ijab kabul.
Manusia makhluk yang mempunyai banyak keinginan, hajat dan kebutuhan sudah seharusnya memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. Menjadikan segala sesuatu untuk lebih dekat kepada Yang Maha Pencipta bukan sebaliknya.
__ADS_1
"Sudah selesai belum? bagaimana kalo kita jalan jalan?" Cantika langsung membalikkan tubuhnya menghadap Verrel.
"Jalan jalan ke mana?" Netra Cantika berbinar mendengar ajakan Verrel. Begitulah Cantika seorang perempuan sederhana yang juga sangat senang dengan kesederhanaan.
"Kenapa kamu gak pake uang yang Mas kasih buat senang senang?" Verrel menatap wajah Cantika dengan lembut. Beberapa bulan setelah mereka menikah Verrel benar benar terkejut dengan kepribadian yang dimiliki oleh Istri keduanya.
Selain lemah lembut, ramah, baik, rajin dan sopan, yang Verrel sukai dari semua itu adalah sikap sederhana yang dimiliki oleh Cantika entah itu sebelum menikah atau setelah menikah yang masih Cantika jaga sampai saat ini.
"Mas kayaknya kurang tepat bahas seperti ini di sini!" Verrel tertawa membenarkan ucapannya. Sudah lama sekali Verrel ingin membicarakan ini semua dengan Cantika, hanya saja belum ada waktu yang tepat.
"Jalan jalan ke mana Mas?" Cantika masih penasaran dengan ajakan Verrel.
"Terserah kamu, sama seperti temen kamu hari ini. Kamu jadi ratunya. Bebas mau minta apapun" Wajah Cantika berbinar, tersenyum sampai memperlihatkan deretan gigi giginya.
"Aku mau, aku mau, aku mau" Cantika mengangguk dengan semangat "Tapi nanti dulu ya, aku belum bersalaman sama mempelai wanita" Wajah Cantika langsung berubah sendu.
"Santai sayang, Mas hari ini milik kamu. Mas akan jadi supir kamu kemanapun kamu pergi hari ini!"
"Hanya hari ini Mas?" Cantika tersenyum.
__ADS_1
Verrel menggeleng "Seumur hidup Mas, Mas siap mengantar kamu kemanapun sayang" Verrel dan Cantika saling menatap satu sama lain dengan tersenyum.