
Yang disebut penindasan finansial adalah serangan yang masuk ke dalam sebuah bisnis dengan menggunakan sekumpulan modal besar.
Sama seperti sebelumnya, Perusahaan Bakti menekan pabrik kimia, menangguhkan bisnis, menangguhkan pemasokan barang, menangguhkan peminjaman uang, pinjaman yang ditangguhkan ... semua jenis penekanan.
Tetapi yang tidak terpikirkan oleh Alif adalah kemarin dia mengatakan bahwa dia sudah berhenti menekan orang lain, dan hari ini dia malah dia yang ditekan oleh orang lain.
Nama-nama yang dilaporkan oleh gm cecep, kemudian membuat Alif semakin tersenyum sinis.
"Alvin cell benar-benar cari mati. Dia masih belum membayar hutangnya yang berjumlah 1 trilliun rupiah. Sekarang dia berinisiatif untuk mencari masalah denganku. Dia tampaknya benar-benar sudah bosan hidup."
Kemudian dia menginstruksikan gm cecep : "Biarkan dia membuat masalah, dan mari kita perhatikan mitra perusahaan bakti mana yang akan pergi ketika kita terjerat masalah. Ketika masalah ini selesai, langsung keluarkan mereka dan tidak akan berkerja sama untuk selamanya lagi."
Itu hanya Alvin Cell, Alif benar-benar tidak peduli.
Patricila di sebelahnya mendengar isi panggilan itu dan tampak sedikit khawatir, "Tidak akan ada yang terjadi kan?"
Alif tersenyum dan menjawab: "Apa yang bisa terjadi, tidak akan, jangan khawatir!"
Patricila khawatir perusahaan bakti milik Alif akan menderita kerugian, bagaimanapun perusahaan bakti terlalu kecil dibandingkan dengan Bisnis keluarga Alvin. Jika itu adalah seluruh bisnis keluarga alif, akan mudah untuk menghancurkan bisnis keluarga alvin.
Tapi karena Alif berkata tidak apa-apa, semua pasti baik-baik saja.
Ketika Patricila pergi ke kamar mandi, Alif menelepon Aline dan memberi tahu tentang masalah Bisnis keluarga Alvin cell.
"Sayangku, apakah masalah ini dapat ditangani dengan memuaskan, semua tergantung dengan kemampuanmu.
"Jika kamu bahkan tidak memiliki kemampuan untuk memaksa aku menggunakan kekuatan keluargaku, maka aku harus menyayangi orang lain.”
Aline sangat tak berdaya sebelum menerima panggilan Alif.
Dia tidak tahu hubungan seperti apa dia dengan Alif, hubungan mereka tidak bisa disebut selir, dan juga tidak bisa dianggap sebagai aliansi. Hubungan yang bukan pacar ataupun teman seperti ini sangatlah memalukan.
Setelah menerima panggilan ini, akhirnya dia mengetahui status hubungan mereka.
Tentu saja, dia dan Alif memiliki jenis hubungan pribadi yang tidak boleh diberitahu kepada orang lain, tapi tidak hanya murni hubungan tersebut melainkan lebih ke hubungan mitra yang saling menguntungkan.
Alif sendiri sudah pasti tidak layak untuk menjadi seorang mitra, tetapi Alif adalah satu-satunya cucu Ridwanto, dan cara Alif dalam menyingkirkan Johan purnomo sangat luar biasa, cukup berbakat.
Jadi bisa bekerja sama dengan Alif, yang mewakili keluarga , memang merupakan pilihan yang bagus.
Dengan cara ini, keduanya tidak hanya memiliki hubungan pribadi, tetapi juga mitra yang saling menguntungkan, dan hubungan itu akan menjadi lebih dan lebih stabil lagi.
__ADS_1
Berpikir bahwa dia bisa melewati kehidupan bahagia untuk waktu yang lama dan masih memiliki manfaat, Aline segera mengenakan pakaiannya.
Dia harus pergi menemui keluarga untuk membicarakannya.
Menikah dengan Johan purnomo saat itu adalah untuk kerjasama keuntungan, rupanya Johan adalah seseorang yang tidak berguna, yang membuatnya ditertawakan oleh keluarganya untuk waktu yang lama.
Sekarang dia telah memiliki hubungan dengan Alif, sehingga dia memiliki kesempatan untuk berbalik dan mempermalukan balik mereka , tentu saja dia tidak akan melepaskannya ...
Ketika Aline mendekati pak tua keluarga, Alif sedang berjalan dengan Patricila di taman, dan suasana hatinya sangat bagus.
Dia tidak punya alasan untuk tidak senang. Tanpa menggunakan kemampuan Ridwanto, dia telah mampu menjalin hubungan dengan keluarga patricila, dan sekarang terhubung dengan keluarga Aline , hanya menggunakan nama besar Ridwanto, tetapi tanpa melalui pengaruh Ridwanto.
Dia tahu betul bahwa meskipun putra Ridwanto sudah meninggal, dia adalah satu-satunya cucunya, tetapi dia juga memiliki tiga cucu perempuan.
Ada tiga menantu di belakang ketiga cucunya, artinya ada enam orang yang akan membidiknya. Sulit dikatakan apakah mereka akan menyerangnya atau tidak.
Mengenai kekuatan Keluarga nya, jika dia bisa tidak melakukan sesuatu, lebih baik tidak melakukannya, dan sekarang dengan Keluarga Aline dan Keluarga patricila berada di sisinya, dia tidak perlu lagi menggunakan Keluarga Ridwanto. Yang dia lakukan hanyalah melalui Aline dan Patricila untuk membantu mereka mendapatkan hak untuk berbicara di keluarga masing-masing, dan pada saat yang sama dengan kuat mengikat mereka berdua ke sisinya.
Dengan cara ini, Alif setara dengan memiliki dua keluarga besar yang sedang mendukungnya.
Bahkan jika ada konflik dengan cucu perempuan keluarga Ridwanto kakeknya di masa depan, dia sudah memiliki dukungan yang cukup kuat.
Ketika saatnya tiba untuk benar-benar menggabungkan ketiga keluarga yang memiliki latar belakang militer, politik, dan bisnis, maka dia dapat melangkah semakin maju selangkah dan masuk ke lingkaran kelas atas untuk menginjak-injak sampai mati bajingan yang sangat sombong dan tidak memperhitungkan perasaan orang lain.
“Dilihat-lihat pemandangan di depanku tidak bisa dibandingkan dengan keindahan Patricila yang ada di sampingku?"
"Kenapa kita tidak mencari hotel, biarkan aku melepas bajumu dan melihat dengan lebih seksama, oke?"
Patricila merasa senang saat mendengar kata-kata pertama.
Tapi kalimat kedua ini membuatnya mengerang: "bajingan memang tidak bisa mengeluarkan kata-kata yang indah!"
Sementara dia mencemooh, Alif menghempaskan tubuhnya yang menggoda ke pohon besar, dan bahkan mengulurkan tangannya untuk memegang kaki indahnya yang ramping yang dibungkus dengan stoking sutra. Sambil membelai lembut, dia menatap wajahnya yang memerah.
"Patricila, aku ingin melakukan itu denganmu, sangat ingin, dari pertama kali aku melihatmu aku sudah ingin."
Kata-kata kotor ini, membuat wajah Patricila memerah hingga ke telinganya, dan hatinya juga berdetak kencang.
Hanya saja mereka sedang berada di taman, akan bahaya jika mereka kelihatan oleh orang lain!
Terutama salah satu kakinya yang masih terangkat tinggi, dan bahkan rok pendeknya yang sedang terangkat, memperlihatkan ****** ***** di dalamnya.
__ADS_1
"Cepat turunkan kakiku, jangan seperti ini ..."
Alif meletakkan kaki ramping Patricila, setelah dia berulang kali memohon.
Tapi setelah itu, dia membawa Patricila langsung ke hotel di seberang taman.
Patricila tidak ingin pergi ke sana dan merasa malu, tetapi Alif berkata bahwa dia tidak akan pernah memaksanya untuk melakukan hal tersebut.
Patricila khawatir mereka akan melakukan hal itu, bukannya tidak ingin, tetapi dia belum siap.
Tapi dia yakin Alif adalah orang yang memegang ucapannya, bagaimanapun, Alif tidak menindasnya saat mereka berpisah semalam.
Patricila sedikit menyesal setelah tiba di kamar hotel.
Alif menepati perkataannya, dan benar-benar tidak memaksanya untuk melakukan hal tersebut, tetapi dia melepas rok pendeknya, lalu mendorongnya ke tempat tidur, dan dengan hati-hati melihat tubuhnya.
Mulai dari kaki kecil yang dibungkus stoking hitam ultra-tipis, pandangannya menyusuri dari kaki indahnya itu hingga kebagian yang tidak bisa dideskripsikan lagi, dan kemudian dia berbaring dan menarik napas dalam-dalam, memancarkan aura kegenitannya.
Tapi yang lebih genit lagi adalah Alif bahkan menyatukan mulut mereka berdua, bahkan jika dia menghentikannya, itu tidak akan berguna ...
Ketika waktu telah berlalu lebih dari sepuluh menit, Patricila sudah disiksa hingga banyak keringat yang membasahi wajah merahnya itu.
"Patricila, apakah kamu menginginkannya?"
Ketika Alif bertanya tentang ini, Patricila melihatnya dengan malu-malu, bagaimana mungkin dia tidak menginginkannya? Dia sudah dirangsang hingga seperti ini.
Hanya saja dia masih berusaha menggelengkan kepalanya, karena dia sangat sulit untuk menerima ini semua, bagaimanapun juga, hari ini merupakan hari ketiga dari pertemuan mereka.
Melihat Patricila masih tidak bisa menghilangkan rasa malu di hatinya, Alif tidak terburu-buru.
Sambil menikmati kaki indahnya yang menawan itu, dia juga mencium mulut kecilnya yang kemerahan dan seksi.
Kemudian kedua orang itu berada di ranjang seperti ini, jelas mereka tidak melakukan hal itu, tetapi melakukan sesuatu yang membuat mereka seperti berada di dalam kobaran api.
Ini membuat Alif tidak nyaman, tetapi Patricila bahkan lebih tidak nyaman, Dia beberapa kali hampir menyetujui untuk melanjutkannya, tetapi bagaimanapun dia tetap menahannya.
Alif juga sudah kesal, dia masih tidak mempercayainya, berapa lama Patricila bisa bertahan!
Jadi hingga ketika mereka berpisah di malam hari, dia juga tidak memaksa Patricila, berpikir untuk melanjutkannya besok.
Patricila kembali ke kamarnya, melepas pakaiannya dan melihat ****** ***** yang sudah basah kering kemudian basah lagi, dia sangat malu.
__ADS_1
Dia juga tidak tahu apakah dia bisa menahannya besok.
Mungkin, besok rasa malunya akan diserang oleh rangsangan yang diberikan oleh Alif, dihancurkan menjadi ampas dengan paksa, dan kemudian itu akan memberinya kepuasan yang tidak terdefinisikan ...