
Johan si preman telah menjalankan usaha begitu lama di kota ini.
Bukan hanya bisnis legal, tetapi juga banyak bisnis yang gelap.
Beberapa tahun ini, dia juga menjalankan usaha tinju bawah tanah yaitu tinju pasar gelap.
Banyak orang lebih tertarik dengan tinju pasar gelap, mereka mengira tiket masuk yang dijual akan digunakan untuk memperbesar usaha tersebut.
Tetapi tidak sesuai yang mereka dipikirkan, biaya terbesar yang didapat dari tinju pasar gelap ini adalah berasal dari hasil taruhan.
Demon adalah bos besar, lebih tertarik dengan petinju yang bernama Alek, dia memintanya untuk bertanding dan mempertaruhkan 10 miliar Rupiah
Andre adalah bos besar, lebih tertarik dengan petinju yang bernama Gerang, dia memintanya untuk bertanding dan juga mempertaruhkan 10 miliar juga
Jika Alek menang, maka Demon mendapat 10 miliar; kalau Gerang yang menang, maka Andre mendapat 10 miliar.
Ini adalah peraturan menang kalahnya pertandingan, juga ada beberapa aturan yang lain.
Gm Cecep meminta seorang ahli tinju menjelaskan kepada Alif. Tetapi bagaimana dijelaskan, Alif tetap saja tidak mengerti.
Hanya satu hal yang bisa Alif pastikan, jika petinju yang dipilih menang dalam pertandingan, maka majikannya pasti mendapatkan keuntungan.
Hanya saja...
Johan sudah tahu Alif mempunyai seorang bawahan hebat yang bernama Hardi , kenapa dia masih memberikan kartu undangan dan mengundangnya ke lokasi tinju bawah tanah?
Sewaktu Alif membicarakan hal ini di cafe, Hardi malah menjawabnya dengan santai.
“Tidak perlu mengkhawatirkan hal ini, kalahkan semua orang di arena pertandingan dan gagalkan semua rencananya.”
Harus diakui, apa yang dikatakan Hardi memang masuk akal. Tetapi karena Alif mengerti rencana Johan, maka dia tidak membiarkan Hardi turun tangan!
“Kamu adalah anggotaku, aku tidak akan membiarkan kamu mencari uang dengan cara seperti ini, juga tidak mungkin membiarkan kamu menghadapi maut.”
Perkataan Alif membuat Hardi terharu.
Bukan karena Hardi kurang beruntung, tetapi sebagai bodyguard, memang tidak pernah ada yang benar-benar memikirkan posisinya.
Bagaimanapun juga, Hardi tetapi merasa Alif harus menghadiri undangan tersebut: “Kalau tidak masuk ke gua harimau, bagaimana bisa menangkap harimaunya?”
Alif terdiam sambil berpikir perkataan Hardi memang masuk akal, mereka berjalan keluar dari cafe dan langsung menuju lokasi tinju.
Tinju bawah tanah bukan benar-benar di bawah tanah, tetapi berada di sebuah tempat seperti gedung olah raga.
Tempat ini sudah dibenahi, dari luar memang terlihat seperti sebuah gedung olah raga tetapi di dalamnya adalah arena pertandingan tinju.
__ADS_1
Alif dan Hardi berjudi dengan status sebagai pengunjung biasa, dengan memberikan sekitar 10 juta Rupiah sebagai uang taruhan, maka mereka langsung dipersilakan untuk masuk.
Saat ini, ada dua petinju yang sedang bertarung di arena pertandingan. Satu orang memakai celana berwarna biru dan satu lagi memakai celana warna merah. Mereka bertarung dengan semangat. Peraturan dalam pertandingan adalah tidak boleh menggunakan persenjataan apapun.
Petinju boleh bertarung dengan bebas, baik memakai kaki untuk menendang maupun melompat, tidak ada peraturan yang membatasi gerakan mereka.
Tempat duduk terbagi menjadi dua bagian. Sebagian tempat duduk lebih dekat dengan arena pertandingan, ini merupakan tempat duduk VIP. Yang berada di sana adalah para pengusaha yang sangat kaya, beberapa orang memang dikenali oleh Alif, dia juga melihat Si Maman berada di antara mereka.
Si Maman adalah salah satu pemilik saham di Perusahaan Bakti. Sewaktu dia mulai menjabat sebagai pemilik saham, Alif pernah menghajar anaknya!
Hari ini Alif tidak langsung menghampiri Si Maman. Karena Alif berada di tempat duduk biasa dan dia hanya berniat mengamati kondisi tempat ini.
Di tempat duduk VIP, Alif juga melihat Johan dia sedang berbicara dengan beberapa orang pengusaha yang sangat dihormati di kota ini.
Hardi yang berada di samping menjelaskan kepada Alif .
“Ini adalah pertandingan yang tidak dibatasi peraturan. Mereka hanya bisa mengalahkan pihak lawan atau memilih untuk mundur, karena pertandingan seperti ini berbeda dengan tinju yang lain. Mereka juga tidak diberikan waktu untuk beristirahat.”
Sewaktu Hardi masih menjelaskan, Alif malah melihat ke arah tempat duduk yang berada di samping arena pertandingan.
Orang yang berada di samping arena lebih banyak. Ada yang bersorak dan ada yang bersiul, mereka terlihat sangat senang.
Yang bertanding di arena pertandingan adalah dua orang perempuan yang sangat cantik, tubuh mereka sangat langsing dan pakaian begitu minim yang hanya menutupi tiga tempat.
Walaupun pertandingan dua perempuan ini tidak begitu menarik dan hanya begitu-begitu saja, tetapi suasana cukup meriah.
“Benar-benar pertandingan yang hanya untuk mendapatkan uang, beberapa uang receh itu jika dikumpulkan, maka jumlahnya termasuk lumayan besar.”
Hardi melanjutkan penjelasan dan alif menganggukkan kepala sambil membuka kartu undangan yang diberikan Johan
Di atas undangan tertulis, mengundang Alifto menghadiri pertandingan tinju yang berlangsung selama 2 hari. Johan percaya Alif akan hadir bersama Hardi.
Tetapi Alif masih belum mengerti rencana Johan. Hardi begitu hebat, Johan sudah beberapa kali mengutus bawahan untuk membunuhnya tetapi masih belum berhasil, apakah dia masih belum mengerti?
Alif merasa semua ini pasti ada perangkap. Oleh karena itu dia menelepon uQin dan memintanya mencari tahu permasalahan di sini.
uQin adalah warga setempat. Dia harusnya mempunyai cara yang lebih baik untuk menyelidiki hal ini. Jadi Alif menyerahkan hal ini kepada uQin.
Pertandingan sudah selesai dan malam ini berlalu begitu saja.
Dia berkata kepada Hardi yang berada di samping: “Bagaimana kalau kita masing-masing mempertaruhkan sekitar 2 miliar Rupiah, kalau menang semua uang adalah punyamu, kalau kalah aku yang akan membayar.”
Tidak ada respon. Alif memalingkan wajah dan melihat Hardi sedang memperhatikan perempuan yang baru saja bertanding di arena pertandingan.
Alif cukup mengerti kondisi Hardi .
__ADS_1
Sejauh ini, Hardi terus melindungi dirinya dan tidak pernah memiliki waktu santai. Alif langsung mengajak Hardi untuk pergi ke suatu tempat.
“Baiklah, tidak perlu melihat lagi! Tidak tahu sudah seberapa banyak orang yang sudah pernah melakukan hubungan intim dengan mereka. Apakah kamu masih tertarik dengan perempuan seperti itu?”
alif merangkul leher Hardi dan memaksa dia untuk pergi dari sana.
Sewaktu keluar dari lokasi tinju bawah tanah, Alif menyuruh Hardi naik ke mobil Poussain, mereka menuju ke arah tempat uQin.
Sekarang uQin telah menguasai beberapa bisnis gelap di kota ini. Harusnya tidak masalah jika meminta dia mencarikan dua perempuan cantik.
Memang kenyataan, sewaktu Alif membuka mulut maka uQin langsung mengatur sesuai permintaannya.
“Kebetulan, ada 10 wanita cantik yang baru saja datang bergabung. Ada yang masih sekolah dan ada yang baru menikah. Mereka sudah lulus dari pemeriksaan kesehatan, terutama kebersihan bagian kewanitaan mereka. Karena berbagai alasan makanya mencari kerja ini.”
“Tetapi di antara kami juga mempunyai kesepakatan. Setiap orang hanya boleh menerima tiga pengunjung, tidak peduli seberapa banyak uang yang didapat, mereka tidak boleh berhubungan dengan siapapun lagi. Jika mereka masih ingin melanjutkan pekerjaan seperti ini, maka harus mencari tempat lain. Perlu tahu satu hal, orang yang datang mencari perempuan di tempat ini adalah para pengusaha besar dan kaya.”
Saat uQin menjelaskan semuanya, Hardi sudah tidak bisa duduk dengan tenang.
Sangat jelas, dia sudah tidak sabar karena sedang memikirkan sesuatu.
Mereka adalah laki-laki. uQin sangat mengerti kondisi Hardi, dia langsung memerintahkan bawahan untuk memanggil semua wanita.
uQin tidak akan memberikan hak memilih kepada orang lain. Siapapun yang dia atur, mereka harus menerima.
Tetapi Alif adalah orang sendiri dan bisa dikatakan dia adalah atasan dari uQin, tentu saja memiliki hak yang lebih istimewa.
10 wanita cantik sudah berdiri di hadapan mereka. Tubuh para wanita benar-benar seksi dan berbentuk.
Wajah mereka yang sedikit malu, benar-benar membuat Hardi merasa tertarik.
Bahkan Alif yang awalnya hanya berniat membawa Hardi, sekarang juga mulai tidak bisa menahan diri.
Jika sebelumnya Alif belum pernah berhubungan dengan wanita, mungkin sekarang dia akan mencoba.
Tetapi Alif memang sudah pernah melakukan hubungan dengan Widia dan Siksa, rasa nikmat itu benar-benar membuat dirinya tidak dapat menahan diri.
Tetapi saat ini Alif masih sanggup menahan diri. Alif menyuruh Hardi memilih dan dia akan membayar semua biayanya.
Hardi juga tidak merasa segan. Dia memilih dua wanita dan pergi begitu saja, kelihatannya dia lebih tertarik dengan wanita muda yang masih sekolah.
Selanjutnya, uQin memerintahkan 8 wanita untuk meninggalkan ruangan: “Kalian pergilah!”
alif tidak memilih dan tentu saja mereka harus segera pergi.
Saat ini, seorang wanita yang berumur 27 tahunan berpisah dari beberapa orang yang lain dan mendekati Alif, dia berlutut dan berkata: “Aku memohon, apakah kamu bisa memilih aku, aku memohon padamu!”
__ADS_1
Alif terbengong. Kenapa ada orang yang menawarkan diri?