Perjalanan Hidup

Perjalanan Hidup
Bab 95 : Kartu Undangan


__ADS_3

Heri terlalu banyak mengkhayal, dia berniat mendapatkan pekerjaan yang diinginkan dengan mengandalkan mila .


Jika kondisi memungkinkan, Heri juga berharap bisa menikmati tubuh mila yang seksi.


Tetapi pemikiran itu hancur berantakan karena Alif mendadak muncul di sana dengan status Presdir To.


Benar-benar di luar dugaan, Alif ternyata adalah Presdir Perusahaan Baktie.


Jika dibandingkan, mereka memang selisih jauh. Heri dan Alif bukanlah orang yang sederajat.


Heri langsung mengerutkan dahi setelah mendengarkan perkataan Alif, dia membungkuk badan dan terus meminta maaf kepada Alif.


“Maafkan aku, semua adalah kesalahanku. Aku tidak seharusnya meremehkan dan menghina kamu. Aku memang bajingan dan kamu adalah orang hebat, mohon kamu bisa memaafkan aku...”


Begitu banyak kata maaf dari Heri, dia berharap Alif tidak mempermasalahkan semua kejadian dan bisa melepaskan dirinya.


Memaafkan? Bukankah Alif sudah berulang kali memberikan kesempatan kepada Heri ? Tetapi Heri masih tidak sadar dan terus meremehkan Alif !.


Selanjutnya, Alif menunjuk Heri sambil memanggil Bryan yang sedang membawa mila dan berjalan ke arah pintu keluar.


“Apakah kamu tahu tempat perkumpulan gay?”


Bryan langsung mengerti maksud perkataan Alif sambil melihat Heri.


“Presdir tenang saja, aku akan membereskan orang ini!”


Sekarang Alif telah memerintahkan Bryan, apakah orang itu masih pantas menyuruh Heri untuk melawan Alif ?


Bryan langsung memanggil supir.


Tubuh supir itu sangat tegap dan besar Karena dia adalah mantan tentara. Jika diperintahkan untuk menghajar Heri, mungkin dia akan menganggap Heri adalah sebuah mainan.


Kemudian orang itu pergi begitu saja dan Alif juga tidak menyapanya.


Heei benar-benar ketakutan dan ingin menangis. Dia mengkhawatirkan masa depannya: “Alif, jangan begitu, kita adalah teman lama, kamu harus mempertimbangkan hubungan kita...”


Alif malas menghiraukan Heri, jika mempertimbangkan segi hubungan, maka seharusnya lebih awal menghajarnya!


Heri dan mila sudah selesai di tangani. Suasana di ruang private menjadi sangat canggung sehingga membuat semua orang ketakutan. Mereka juga mengkhawatirkan apa yang akan terjadi dengan Heri dan mila .


Semua orang memaksakan senyuman ketika melihat tatapan Alif yang begitu serius. Mereka terus memuji Alif dan bermaksud menyenangkan hatinya.

__ADS_1


“Alif... Oh salah, Presdir to. Dari dulu aku sudah menilai kamu adalah orang yang sangat genius, kehebatan kamu memang berbeda dengan yang lain, kamu sangat sukses.


Ada satu perkataan yang mengatakan, ikan mas tidak hidup di dalam kolam ikan, jika bertemu dengan kesempatan yang cocok, maka dia akan segera terbang, perkataan ini cocok dengan dirimu!”


“Pesdir to, aku jujur saja, kamu adalah idola aku. Mulai hari ini, aku pasti melakukan apa yang kamu inginkan dan tidak akan menolak apapun yang kamu perintahkan,. Jika ada yang membicarakan keburukan kamu, aku akan langsung membunuh orang itu!”


“Presdir to, kamu adalah pemuda yang luar biasa. Aku mempunyai seorang adik sepupu yang sangat cantik, dia lebih hebat dari mila, sekarang melanjutkan study di akademi perfilman, dia adalah wanita tercantik di akademi tersebut...


Begitu banyak pujian untuk menyenangkan Alif dan membuat dirinya hanya bisa terdiam, Mereka semua benar-benar tidak tahu malu.


Kelakuan mereka memuji Alif sama seperti saat memarahi dirinya.


“Semuanya pergi dari sini sekarang juga, aku tidak ingin bertemu dengan kalian lagi.”


Alif mengusir mereka semua sambil menunjuk ke arah pintu.


Semua orang tidak berani berharap kepada Alif yang jauh lebih hebat dari mereka. Sekarang Alif tidak ingin memperhitungkan apa yang telah mereka lakukan, hal ini sudah membuat orang-orang ini merasa lega.


Mereka semua langsung keluar dari ruang private dengan rasa cemas:


“Kalau tahu lebih awal dia adalah Presdir Perusahaan Bakti, aku tidak akan berani menyinggung dirinya.”


“Benar itu! Jika dia memberikan kesempatan dan mengaturkan sebuah pekerjaan atau kerja sama, maka kita tidak perlu mengkhawatirkan apapun lagi, haizz...


Saat ini, hanya ada Alif dan Elsa di ruang private yang begitu besar.


Elsa tidak bisa duduk dengan tenang sewaktu teringat kelakuan orang-orang itu. Dia kembali melihat Alif.


“Presdir to... Aku masih ada urusan, aku pamit dulu.”


“Duduk!


Elsa dari awal sudah ingin pergi dari sana, tetapi dia ditahan oleh Alif


Elsa merasa serba salah karena tidak tahu bagaimana menghadapi Alif


Dia menjadi teman Alif karena status Alif saat itu adalah orang bisa!


Tetapi sekarang Alif adalah seorang presdir yang terhormat, bagaimana Elsa bisa duduk satu meja dengannya?


Elsa terlihat begitu canggung dan gelisah, dia tidak bisa duduk dengan tenang.

__ADS_1


Alif yang berada di samping langsung mengerti kondisi Elsa: “Apa yang kamu takuti? Bukankah kamu memang terkenal dengan keberanian yang kamu miliki?”


Di pusat perbelanjaan, Elsa memang dijuluki sebagai pemberani, tetapi sebenarnya dia tidak seberani yang dibayangkan. Hanya saja Elsa terkadang tidak terlalu menghiraukan perasaan orang lain, dia juga berani melawan, makanya semua orang memanggil dia dengan sebutan pemberani.


Tetapi sekarang Elsa sekarang berada di hadapan, dia adalah Presdir Perusahaan Bakti, maka...


Elsa duduk di kursi dan tidak tahu bagaimana baiknya, dia berkata: “Apakah kamu berniat melakukan sesuatu padaku? Walaupun aku tidak memiliki pacar, tetapi kamu bukan tipe pria pilihan aku. Lagi pula, memiliki banyak uang adalah urusan kamu, aku tetap memegang prinsip dan tidak akan bersama dengan kamu!”


Karena begitu panik, maka pemikiran ini tiba-tiba muncul di benaknya, dia berkata apa adanya.


Alif merasa lucu saat mendengar perkataan Elsa : “Apa yang kamu pikirkan? Aku hanya ingin tahu apa pekerjaan kamu sekarang ini.”


Perasaan Elsa menjadi lega, tetapi masih ada pemikiran yang membuat hatinya tidak tenang.


Karena mereka memulai pembahasan yang lebih serius, maka Elsa mencoba menenangkan diri.


“Bisa dibilang, sekarang aku adalah karyawan kamu. Sebelumnya aku menjadi SPG di pusat perbelanjaan, kemudian pindah ke mall dan menjadi Asisten Supervisor, semua berjalan dengan sangat lancar, bahkan sudah mulai ada kemajuan.”


Alif menganggukkan kepala: “Kamu harus lebih maju lagi! Besok temui Bryan, jadilah Asisten Manajer toko tersebut. Secepatnya kuasai semua tugasmu, setelah mengerti semua tugas, kamu sudah boleh menggantikan dia.”


Elsa langsung membesarkan mata. Asisten Supervisor berbeda jauh dengan Asisten Manajer. Jika dibahas secara bertahap, seharusnya dari Asisten Supervisor naik menjadi Supervisor, Asisten Manajer toko dan Manajer toko. Bahkan orang genius saja membutuhkan waktu selama tiga sampai lima tahun lamanya, tetapi Alif malah...


Alif tidak memberikan kesempatan kepada Elsa untuk menolak. Karena menghindari kesalahpahaman maka Alif langsung menjelaskan semuanya.


“Kamu orang yang baik, aku membutuhkan orang seperti kamu untuk membantu Perusahaan Bakti. kamu hanya perlu jalankan tugas sesuai kemampuan dan tidak perlu terlalu khawatir dengan pengembangan usaha. Jika sudah cukup percaya diri, kapanpun kamu bisa mencari aku untuk naik jabatan.”


“Aku tidak akan terlalu mengikat kamu, supaya kamu bisa mengembangkan semua bakat yang kamu miliki.”


Perkataan Alif telah memberikan titik terang kepada Elsa .


Ini berarti masa depan Elsa di Perusahaan Bakti memang cemerlang!


Elsa merasa senang dan terus menerus berterima kasih kepada Alif. Saat ini dia hampir menangis.


Begitu lama Elsa selalu bersikap apa adanya dan jujur terhadap semua masalah, akhirnya dia mendapatkan balasan yang begitu berharga.


Setelah makan malam, Alif dan Elsa saling menukar nomor telepon dan berpamitan.


Dalam perjalanan pulang ke rumah, Alif tiba-tiba mendapat panggilan telepon dari Gm Cecep .


Presdir To, ada sebuah kartu undangan yang diantarkan bawahan Johan ke perusahaan.”

__ADS_1


Alif tersenyum dingin, apa lagi yang rencanakan oleh Si Johan?


__ADS_2