Perjalanan Hidup

Perjalanan Hidup
Hari Pernikahan Sahabat


__ADS_3

Hari pernikahan yang Cantika tunggu pun akhirnya tiba juga. Verrel keluar dari kamar mandi, netranya langsung tertuju pada Cantika yang sedang merias diri di depan cermin.


Sambil mengenakan baju yang sudah Cantika siapkan Verrel pun masih betah memandang Cantika yang masih nyaman memoles wajahnya.


"Jangan terlalu tebal, gunakan lipstik yang tidak mencolok" Netra Cantika langsung menatap Verrel yang berada tepat di belakang tubuhnya menghadap cermin, Melalui cermin mereka saling melihat.


"Kenapa sih Mas kamu akhir akhir ini nyebelin banget" Cantika melihat, berbicara dengan Verrel tanpa membalikkan badannya.


"Kancingin baju Mas dulu dong!" Verrel berubah manja. Tanpa berucap Cantikapun berbalik, melaksanakan perintah Verrel mengacingkan kemeja yang akan Verrel pakai kali ini.


"Selesai" Cantika tersenyum sambil mengusap pelan kancing baju Verrel. Cantika berbalik hendak melanjutkan polesannya.


"Mau kemana?" Verrel menahan pergerakan Cantika dengan menahan pinggangnya.


"Mau melanjutkan riasan aku yang belum bereslah Mas" Cantika melihat netra Verrel yang memeluk tubuhnya dengan berjarak.


"Beresin Mas dulu setelah itu kamu boleh melanjutkan riasannya" Cantika menatap kesal netra Verrel yang seolah tidak merasa bersalah sama sekali.

__ADS_1


Daripada makin panjang dan lama Cantikapun menarik nafas untuk merilekskan sejenak pikiran dan kewarasannya agar tidak berbicara banyak hal dan langsung melakukan perintah Verrel.


"Beres semua" Cantika tersenyum melihat mahakarya pada suaminya. Verrelpun tersenyum mencium bibir menghapus lipstik Cantika yang sudah sempurna di bibirnya.


"Masss" Cantika memajukan bibirnya dengan kesal.


"Ganti lipstiknya Mas gak suka, itu mencolok"


"Tapi ini udah soft loh Mas" Cantika mencebik karna waktu yang sudah sangat mepet.


"Ayo sayang ini udah siang banget loh, kamu mau kita telat menghadiri akadnya temen kamu" Ucap Verrel tanpa rasa bersalah.


Cantika yang sejak tadi terdiam berdiri ditempatnya, menghentakkkan kakinya sebagai tanda kesal.


"Kamu nyebelin ya Mas" Verrelpun tertawa melihat Cantika yang merajuk makin cantik.


Bagaimana tidak cantik gamis perpaduan brukat dan kain batik khas Daerah tersebut membuat Cantika semakin cantik dan elegan. Membuat Verrel tidak suka jika kecantikan Cantika dinikmati oleh banyak orang.

__ADS_1


"Apa Fajar juga ada di sana?" Verrel bertanya lewat cermin yang terhubung dengan Cantika.


"Mas jangan mulai, aku dan Fajar kami hanya teman. Tidak kurang dan tidak lebih" Cantika menegaskan dan menjawab lewat cermin pula tanpa menoleh Verrel sedikitpun di belakangnya.


Verrel melihat Cantika yang sudah mulai memoles kembali wajahnya dengan semua rencana rencana yang ia susun hari ini setelah acara pernikahan teman Cantika.


Beberapa saat kemudian Verrel dan Cantika tiba di sebuah gedung yang akan diadakan akad pernikahan di dalam.


"Mas cepet dong" Cantika keluar terlebih dahulu, menjulurkan tangannya untuk Verrel genggam dan Verrelpun menyambut uluran tangan lembut Cantika yang selalu membuat Verrel merasa nyaman.


"Kamu kok cantik banget sih sayang, Mas gak ikhlas loh kecantikanmu dinikmati banyak orang" Lagi dan lagi Cantika memutar bola matanya malas.


Dan genggaman mereka terlepas saat Cantika melihat pengantin wanita di ruangan lain.


"Mas aku ke sana dulu ya, kamu lanjut aja ke tempat akad, eit jangan lupa berdoa setelah akad nanti" Cantika tersenyum tanpa menjawab kata kata Verrel yang hanya akan membuat dirinya menjadi jengkel.


Lelah itulah yang Cantika rasakan kali ini dengan keposesifan Verrel yang bertambah berkali kali lipat dari sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2