Perjalanan Hidup

Perjalanan Hidup
Bab 108 : Pertandingan Gelut


__ADS_3

Malam hari, suasana di lokasi tinju bawah tanah begitu ramai.


Sewaktu Alif dan Hardi berjalan masuk, mereka juga melihat Johan dan Richardiman alias si diman.


Tubuh diman sangat besar dan tegap, cukup menakutkan. Tingginya mungkin mencapai 2 meter, berat badan sekitar 120 kilogram dan auranya terasa begitu buas. Terutama bulu-bulu yang berada di dada terlihat sangat menakutkan.


Di pinggangnya ada sebuah sabuk emas dan tidak tahu itu adalah penghargaan dari pertandingan apa.


Sewaktu si diman muncul, suara sorakan terdengar begitu meriah: “diman, diman, Richardimaaaaaan... Woooy”


Suara sorakan dan teriakan dari penonton menggemparkan seluruh tempat pertandingan.


Seorang wanita cantik yang terlihat seperti dari keluarga orang kaya, berhasil meloloskan diri dari halangan security dan berlari memeluk Si Diman.


Si Diman sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini, dia langsung memeluk wanita itu dan menciumnya.


Wanita itu malah terlihat sangat bangga: “Oh... sangat luar biasa, yang berasal dari luar negeri memang berbeda rasanya !!!”


Perkataan itu membuat Alif mengerutkan dahi. Benar-benar memalukan! Apakah bisa lebih mencintai produk dalam negeri?


Karena larangan dari security, Diman baru melepaskan wanita tersebut.


Dia berbicara dalam bahasa Inggris: “Dengan tubuh kamu sekecil ini, tiga orang baru bisa memuaskan aku. Kalau tidak, kamu akan mati karena pendarahan.”


Wanita itu tidak mengerti, tetapi dirinya merasa bangga saat dibawa oleh security.


Sekarang ada tugas yang harus dilakukan oleh Hardi. Kalau tidak, mungkin Alif akan menyuruh Hardi membawa wanita tersebut ke pedesaan untuk menjadi tempat pelampiasan para buruh, biar wanita itu mengerti barang dalam negeri juga tidak kalah hebatnya!


Saat ini, Johan menepuk lengan si diman.


Sebenarnya Johan ingin menepuk bahu Si diman. Tetapi dia tidak bisa menggapai bahunya karena tinggi badan si Johan tidak mencapai 150 centimeter, perbandingan tinggi badan mereka terlalu jauh..


“Semangat Diman! Pergilah!”


Si Diman menganggukkan kepala. Dia melambaikan tangan untuk menyambut sorakan dari para penonton, sehingga suara teriakan yang semakin meriah.


Alif juga menganggukkan kepala kepada Hardi dan Hardi langsung bersiap-siap.


Sewaktu kedua pendamping petinju turun dari arena, maka Johan menyapa Alif.


Alif to, aku tidak menyangka, kamu berani membawa orang untuk bertanding di tempat ini, apakah kamu tidak khawatir Hardi akan mati karena pukulan Si diman?”


Alif hanya tertawa dan tidak menjawab perkataan Si Johan .

__ADS_1


Tetapi Edward si bar-bar yang bersama Alif akhirnya membuka mulut: “Johan, apa yang kamu rencanakan dengan membawa orang asing dari luar negeri? Hardi bisa membunuh empat orang dengan satu tangan, itu pun tidak menghalangi sebelah tangannya untuk melakukan hal mesum dengan istrimu!”


Satu perkataan membuat Johan marah dan raut wajahnya langsung berubah.


Saat ini Johan mulai merasa, Alif bukanlah orang yang paling dia benci, karena Edward juga sudah membuat dirinya sakit hati!


Johan mengulurkan jari tangan dan menunjuk Edward : “Keturunan bajingan, kamu tunggu saja!”


Edward juga menjadi emosi: “Keturunan bajingan adalah urusan ayah dan ibuku. Lagipula kenapa aku harus menunggu kamu, kamu yang berantakan seperti ini, apa yang bisa kamu hasilkan. Kalau mau tunggu, aku juga akan menunggu istrimu, aku dengar dia sangat menggairahkan.”


“Terutama apa yang sudah tersebar di situs internet, tubuhnya sangat luar biasa, suara ******* sangat menggetarkan hati...”


Edward masih berbicara, tetapi Johan langsung mengarahkan pisau belati ke arah Edward.


“Bajingan, coba kamu katakan sekali lagi, kalau berani coba katakan sekali lagi!!!”


Karena mengungkit hal yang tidak disukai, maka Johan saat ini hanya ingin membunuh Edward.


Edward sekarang merasa ketakutan dan bersembunyi di belakang Alif, dia benar-benar panik.


“Bukan aku yang merekam istrimu, aku juga tidak melakukan hubungan dengan istrimu, buat apa kamu melukai aku?”


Tubuh Johan gemetar karena emosi yang sudah memuncak. Jika bukan karena malam ini memang ada urusan yang lebih penting, mungkin dia akan segera membunuh Edward dengan tangan sendiri.


Dia berjalan sambil berteriak: “Aku akan menambahkan 1 triliun Rupiah untuk kemenangan Richardiman.”


Bawahan yang berada di samping terlihat sangat dipersulit: “Kak Johan, semua sudah ditetapkan dari awal, angka terbesar untuk malam ini hanya boleh 100 miliar Rupiah.”


“Brengsek!”


Johan duduk sambil marah-marah. Dia berbisik dan memerintahkan kepada bawahan: “Beritahu Si Diman, malam ini dia harus kalah! Sebelum kalah, dia harus menghajar Hardi dulu, setelah itu baru berpura-pura terluka parah dan mengaku kalah.”


Bawahan langsung pergi memberi tahu Si Diman.


Johan bersikap bangga dengan rencananya. Pertama, dia akan mencari keuntungan sebesar-besarnya dan menjadi kaya. Kedua, melalui kesempatan ini dia bisa menghajar Hardi. Jika Si diman bisa mengendalikan pertandingan malam ini, mungkin di lain kesempatan Johan akan menyuruh Diman membunuh Hardi dan Si Alif to.


Alif juga mempertaruhkan 100 miliar untuk kemenangan Hardi . Alif berkata kepada bawahan dengan suara yang kuat: “Sampaikan kepada Hardi, jika malam ini dia mempermalukan aku, maka aku sendiri yang akan menghukumnya!”


Johan langsung tertawa setelah mendengar perkataan Alif. Karena dalam perencanaannya, malam ini Hardi yang akan menjadi pemenang dalam pertandingan tersebut.


Tujuan Johan bukanlah harga diri, tetapi karena uang. Dia akan bertidak setelah mendapatkan apa dia ingin mendapatkan!


 

__ADS_1


Pertandingan langsung Di Mulai.


Si diman melihat Hardi dengan tatapan menghina. Sewaktu pertandingan dimulai, dia langsung menyerang Hardi.


Seperti seekor harimau buas yang turun dari gunung kawi , Semua pukulan dari siku tangan atau tendangan dari kaki, terlihat begitu kuat dan bertenaga.


Karena berat badan so diman, sehingga setiap pukulan terasa bertenaga. Dia terlihat seperti tankbaja yang sedang bereaksi.


Pertandingan baru saja di mulai, Hardi langsung dihajar habis-habisan oleh si diman. Dia terus mengelak dan sama sekali tidak ada kesempatan untuk menyerang.


Alif yang berada di bawah arena mulai terlihat panik: “Hardi , kamu benar-benar sampah, apakah semua tenaga kamu sudah terpakai untuk wanita?”


Sorakan untuk Diman semakin kuat dan suara Alif sama sekali tidak terdengar oleh Hardi.


Tetapi Johan yang berada di tempat duduk VIP bisa mendengarkan perkataan Alif, dia langsung tertawa lebar.


Dari serangan Diman, terlihat Hardi memang sudah tidak sanggup menahan setiap pukulan.


Maka Johan berteriak dengan bangga: “Ayo Diman, bunuh si brengsek itu!”


Sama saja, jelas-jelas tahu suaranya tidak akan terdengar, Johan sengaja berteriak untuk diperdengarkan oleh alif.


Sebenarnya hati Johan juga merasa tidak tenang karena sudah saatnya diman mengaku kalah.


Alif dan Johan sebenarnya sama-sama sedang berakting. Perbedaan mereka adalah, Alif tahu perencanaan Johan, tetapi Johan tidak mengetahui bahwa Alif sudah tahu akan apa yang telah dia rencanakan. Dan untuk menanggapi si Johan, maka dia tentu harus ikut berakting.


Tiba-tiba ada orang yang berlari menghampiri dirinya tetapi security menghalangi orang tersebut.


Orang itu berbisik kepada security, maka security langsung melepaskannya. Dia menghampiri Johan dan berkata: “Bos, penanggung jawab ingin menyampaikan sesuatu, dia terlihat begitu panik, sepertinya...”


“Apa yang membuat dia panik? Sekarang yang membuat panik adalah uang! Suruh dia diam, setelah pertandingan baru bicarakan lagi.”


Setelah memerintah bawahannya, Johan langsung kembali melihat arena pertandingan.


Dia tahu, Sekarang adalah waktu yang tepat dan si diman seharusnya berpura-pura terluka dan mengaku kalah.


Tetapi di saat seperti ini, si diman malah baik-baik saja, dia masih berdiri di atas arena dan menghajar si Hardi.


Hardi sudah tidak bisa bergerak, dalam sepuluh hitungan terakhir dia juga tidak akan bisa bangun.


Johan terbengong, bukankah dia sudah berpesan dan menyuruh si diman harus kalah dalam pertandingan ini?


Bagaimana dengan kondisi ini? Kenapa si Hardi yang dikalahkan oleh Si Diman?

__ADS_1


__ADS_2