Perjalanan Hidup

Perjalanan Hidup
Bab 143 : Adik Kakak Yang Berebutan ...( Parebut )


__ADS_3

icha sangat malu, dia juga tidak pernah memikirkan, bahwa hal yang terjadi pada kakaknya, juga akan terjadi pada dirinya sendiri, dan sangat memalukan, dia hanya memeluk kakinya sendiri, dan menunggu Alif dengan penuh harapan.


Dan yang paling memalukannya lagi, dulunya dia sangat tidak menyetujuinya, sampai kakaknya saja sudah membujuknya setengah jam, dia masih tidak menyetujuinya.


Tapi akhirnya, dia sekarang malah mengajukan untuk melakukannya sendiri.


Dan di saat yang sama, Aline merasakan hal yang berbeda.


Perasaan seperti ini kalau dilihat-lihat, seperti saat waktu pertamanya, dia dapat melihat saat kaki icha yang dibungkus stoking hitam, dan bagian tengahnya dikoyak menjadi bolong. Kesadisan yang sangat cantik, penuh dengan hawa godaan.


Di dalam hatinya, ini adalah kecantikan yang sangat indah, kecantikan wanita muda itu sangatlah indah.


Melihat tubuh cantik Icha itu, memang sangat menggoda orang, dia dulunya juga begitu cantik, tapi sekarang dia hanya bisa mengandalkan perawatan untuk mempercantik diri, walaupun dia sangat menggoda juga, tapi masih kalah dengan Aline.


Di saat kedua kakak beradik ini sedang memikirkan hal yang memalukan untuk dirinya sendiri, tiba-tiba Alif bergerak.


Pergerakan Alif ini membuat Icha mengeluarkan suara teriakan yang sangat menyakitkan.


“Sakit sekali, sakit, sakit, kamu cepat bangun, cepatlah bangun!”


Sangatlah jelas, icha sangatlah kesakitan, itu adalah kesakitan yang dia tak pernah rasakan sebelumnya.


Tapi Alif sangatlah nyaman, dia tidak akan menyia-nyiakan tubuh Icha yang sangat menawan itu.


Di saat ini Aline yang sebagai kakaknya iCha merasakan nafsu dan kasihan.


Dia bernafsu karena hal yang sangat greget ini, dia masih menginginkannya, dan dia kasihan karena adiknya kesakitan.


Alif memanglah berpengalaman, dia berkata: “Sayangku, kemarilah temani dia juga.”


ALine mengira temani adiknya hanyalah menemani adiknya saja, dan juga menenangkan perasaan adiknya.


Tapi kenyataannya tak seperti yang ia pikirkan, karena dia baru saja ingin mendekat, dada dia langsung digigit oleh Alif.


Lalu di waktu berikutnya, suara kedua kakak beradik yang menawan itu dapat terdengar dengan jelas.......


Semalaman ini, kedua kakak beradik itu dimainkan oleh Alif sampai lemas.


Kasur yang basah dan berantakan itu merupakan bukti dari malam yang menawan itu.


Paginya, Alif karena ada urusan, dia pergi duluan, sedangkan kedua kakak beradik ini, masih tiduran di ranjang saja, dan saling melihat dengan rasa malu. Karena walaupun hubungan mereka baik, tapi kemarin malam, mereka ditiduri oleh seorang pria yang sama.


Perasaan seperti ini, dulunya dia merasa sangatlah jijik.

__ADS_1


Tapi setelah dia bermain bersama Alif to kemarin malam, dia merasakan perasaan memalukan yang berbeda.


Bahkan dapat membuatnya ketagihan.


Aline berkata: “Semalam, di saat aku membujukmu, kamu masih tidak mau, dibujuk seperti apa juga tetap menolak.”


“Tapi akhirnya, malah berebutan dengan kakakmu ini, malah berkata kakakmu ini sudah menikmati selama setengah jam, kamu juga menginginkannya.”


Icha dibuat sangat tidak enak olehnya, tapi setelah dipikir-pikir lagi, mereka berdua ditiduri oleh seorang pria yang sama, juga tidak merasa tidak enak lagi.


Jadi dia membalasnya: “Kamu juga begitu, sebagai kakak, kamu malah berbuat hal seperti itu dengan laki-laki lain di depan adikmu ini, aku itu tergoda olehmu. Kamu tidak tahu, saat kamu melakukan itu, aku.......”


Kedua kakak beradik itu masih berbaring di ranjangnya, dan memikirkan kembali malam yang menakjubkan itu, dan berkata hal yang memalukan.


Di saat ini, Alif sudah sampai ke tempat dia tinggal, dan bertemu dengan Siska .


Dia bertemu Siska bukan demi hal yang lain, tapi demi mengantarnya pergi.


“Aku sudah menghubungi rumah sakit yang mengurusi bibi, kamu bisa lebih leluasa menemaninya.”


“Dan juga nilaimu bagus, aku sudah menghubungi sekolah di luar negeri, kamu di sana bisa sambil belajar sambil menjaga bibi.”


Siska sangat tidak rela dengan Alif, tapi pengaturan dari Alif


Alif sangat baik terhadapnya, rasanya dia menjadi sangat hangat, sampai-sampai ingin mencair rasanya, dan menjadi air, setelah itu masuk ke tubuh Alif , dengan begitu dia dan Alif selamanya tidak akan berpisah lagi. Tapi pengaturan seperti itu, membuatnya tak dapat menolaknya.


Karena pengaturan ini sangatlah baik, sampai-sampai dia tak bisa menolaknya.


Kalau masalah sekolah dia juga tak terlalu peduli, yang paling penting, dia ingin menyembuhkan ibunya, lalu dia juga bisa menemani ibunya sambil sekolah, dengan begitu tidak menunda pendidikan dia.


Jadi dia sangat berterima kasih pada Alif, tapi hatinya juga tidak rela dengan laki-laki yang paling ia cintai ini.


Siska jatuh ke pelukan Alif, lalu ia disambut dengan ciuman di keningnya.


“Istri bodoh, kita kan masih bisa bertemu, tak apa.”


“Dan lagi, aku berjanji padamu, tunggu saat aku punya waktu, aku pasti akan ke sana untuk bertemu denganmu, oke?”


Siska menganggukkan kepalanya, dia memeluk Alif lebih erat lagi. Alif semakin baik terhadapnya, dia juga semakin tidak rela..........


Saat mengurus kepergian Siska dan ibunya, Alif kembali ke mobil bersama Hardi .


“Kemarin malam bagaimana, apakah terluka?”

__ADS_1


Hardi menggelengkan kepalanya: “Sampah kecil saja, kalau bukan karena takutnya dikira pertandingan yang curang karena terlalu cepat, aku dari awal sudah bisa menghabisinya langsung, tak usah menunggu sampai babak berikutnya.”


Kata-kata ini sangatlah sombong, tapi tidak bisa dipungkiri, ini juga merupakan fakta, karena Hardi memang memiliki kemampuan itu.


Seperti yang dilihat Hardi, kemampuan Alif dalam menjebak orang juga sangatlah luar biasa.


Seperti pertandingan tadi malam, dia tahu Alif akan menang, tapi dia tidak membayangkan kalau Alif akan menang sebanyak 4 triliun rupiah .


Tak hanya memenangkan uang Alif malah dapat membunuh Johan Purnomo juga.


Sampai sekarang, dia juga masih belum tahu bagaimana cara Alif membunuh Si Johan, dan juga bagaimana ia menghabisi kekuatan dari si Johan.


Sangatlah hebat, di pandangan Hardi , keberhasilan Alif yang sekarang ini, Ridwanto yang dulu saja bukanlah tandingannya.


Kalau dia memikirkan Alif di masa depan, benar-benar akan lebih hebat dari RidawanTo!


Namun masalah serius harus dibicarakan juga, jadi dia berkata pada Alif: “ Ruli sudah mencari 3 penjaga, semuanya profesional, dan sudah pernah ikut dalam peperangan, sudah merasakan kehidupan dan kematian yang sulit, sangatlah ganas.”


Begitulah, karena masalah ini, Alif sengaja membuat Siska pergi ke luar negeri.


Dengan begini Siska tidak akan berada dalam bahaya, dan uQin bisa mengutus lebih banyak orang untuk menjaga Widia dan juga Julia.


Setelah dia mengatur ketiga perempuan itu dengan baik, Alif juga sudah tidak ada yang dikhawatirkan lagi.


Jadi terhadap ketiga penjaga yang dicari oleh Ruli itu, Alif juga tidak terlalu menganggapnya, hanya tertawa saja.


“Tentu saja bukan, aku bisa mengalahkan mereka bertiga dengan satu tangan!”


Perkataan ini sangatlah sombong, Alif menyukainya, lalu dia dan Hardi tertawa terbahak-bahak setelah itu.


Namun tak lama setelah itu, Alif mendapatkan panggilan dari bawahannya.


Bawahannya berkata bahwa penjaga panti asuhan itu, semuanya ditangkap polisi.


Alif sangatlah bingung, dia dan kepala panti asuhan Emak hubungannya sangatlah baik, dan juga telah menyuruh orang untuk menajga panti asuhan itu.


Awalnya dia masih berpikir, setelah Johan Purnomo meninggal, masalah panti asuhan itu juga sudah aman.


Siapa yang menyangka, orang yang menjaga panti asuhan itu malah ditangkap oleh polisi.


Mobilnya yang awalnya ingin menuju ke perusahaannya, langsung diarahkan ke panti asuhan itu.


Alif sangat ingin melihat, siapakah orang yang berani menusuknya dari belakang, orang tidak takut mati mana yang berani melakukan hal itu!

__ADS_1


__ADS_2