
Mobil melaju dengan kecepatan penuh, akhirnya sampai ke restoran Bulan.
Setelah memasuki hotel, para pelayan yang sangat mengenal bos Alif To ini langsung menundukkan kepala nya untuk memberi salam.
Ini membuat Jenny langsung berbisik, merasa Alif pasti adalah seorang hidung belang, tidak sedikit genit dengan pelayan wanita ini.
Alif tidak tahu pemikiran Jenny, jika tahu pun juga hanya bisa menangis dalam diam dengan ketidakadilan.
Seseorang yang menyuruh mereka tiga pelayan wanita menyapa Alif itu, semua penampilannya lumayan cantik!
Setelah memasuki ruang private, Alif memberi tanda untuk Jenny memesan makanan, namun Jenny justru menunjuk sesuka hati.
Alif juga tidak sopan, langsung memesan beberapa lauk yang enak kepada pelayan.
Setelah lauk dihidangkan, Alif memegang roti kukus dan mengambil sumpit lalu mulai makan, justru tidak memperhatikan anggur merah dan Spertus di tempat.
Dilihat dari titik ini, dia sungguh berbeda dengan orang kaya generasi kedua ketiga, tidak suka membicarakan pangkat, harga diri yang tidak palsu.
Meskipun semua ini membuat Jenny merasa lumayan enak dipandang, tetapi sekarang dia jelas lebih mempedulikan masalah yang lain——
“Presdir to, bisakah kamu mengatakannya padaku, saat bekerja sama dengan keluarga Fanisa kami bagian mana yang kurang bagus?”
Alif menelan lauk yang ada di mulutnya, segera berkata dengan Jenny : “Saat bekerja sama dengan Keluarga Fanisa semua yang dikerjakan sangat bagus, tidak ada masalah.”
Jawaban ini, dengan spontan membuat Jenny tertekan, “Karena sudah dikerjakan dengan sangat baik, mengapa menggali lubang untuk ku saat ingin bekerja sama dengan ku?!”
Alif mengangkat kepala melihat Jenny, “Kamu ada seorang adik laki-laki, bernama Fandi kan?”
Mendengar perkataan ini, dalam hati Jenny langsung deg-degan, si adik yang pengacau ini, tidak mungkin dia berbuat masalah lagi di rumah?!
Tidak menunggu Jenny memberi jawaban, Alif lanjut menjawab: “Adik mu itu, bukan orang biasa.”
“Merebut wanita ku, dengan cara memanfaatkan keluarga Fanisa untuk mengancamnya, dengan keadaan sadar sepenuhnya bahwa aku adalah presdir Bakti, bahkan berturut-turut membawa orang untuk menyerangku dua kali, seperti preman hebat saja, jadi jika kamu adalah aku, apa yang akan kamu lakukan, hmm?”
Setelah semua perkataan Alif masuk ke telinga, saat itu Jenny merapatkan gigi nya dengan marah.
Adik kecilnya itu biasanya sudah suka membuat masalah, tetapi masalah yang dibuat hanya masalah kecil, masalah besar pun dilakukan beberapa kali saja sudah tidak berani melakukannya lagi.
__ADS_1
Jujur saja, berani menggertak yang lemah dan tidak berani dengan orang kuat juga sebuah pengetahuan, jika dikatakan dari pengetahuan ini, adik kecil nya itu seharusnya telah meneliti dengan baik.
Namun dia tidak mengerti, Fandi yang saat ini apakah sudah gila, mengapa harus meprovokasi Alif to?
Tetapi dengan cepat dia sudah memikirkan nya, karena Alif adalah Presdir perusahaan Bakti, dan adik nya justru tidak tahu bahwa Alif adalah tuan muda satu-satu nya dari perusahaan Gretro, juga adalah satu-satu nya pewaris. Status ini, baru benar-benar paling membuat keluarga Fanisa takutkan!
Dipikir-pikir masalah yang dibuat oleh Fandi di rumah, dalam hati Jenny sangatlah benci, namun sekarang sudah jelas bukan saat nya membicarakan hal ini.
Mengambil napas dalam-dalam, Jenny mengatakan dengan senyum: “Jika digantikan dengan aku, aku pikir aku bisa memberitahu orang keluarga dia, biar keluarganya yang membereskannya, biar dia mengerti apa yang dimaksud dengan orang sombong.”
“Jadi kamu bukanlah aku.”
Jenny awalnya mengira sudah mengatakan jawaban yang membuat orang puas, tidak disangka Alif tiba-tiba mengeluarkan kalimat seperti itu.
Setelah mendengar perkataan ini, dia merenung sebentar, langsung bertanya: “Kalau begitu maksud presdir to adalah?”
Alif melanjutkan dan berkata: “Aku dengar Fandi lumayan hebat, memaksa wanita hamil terjadi suatu hubungan, juga sudah memaksa orang meloncat dari gedung, juga memanfaatkan hubungan kalian keluarga Fanisa dengan membuat suami orang dihukum masuk penjara delapan tahun, ada masalah seperti ini kan?”
Setelah mendengar perkataan ini, Jenny menyadari ada sedikit tidak baik.
Dia sedikit tidak berani melanjutkan pembahasan ini, bagaimanapun dalam perjalanan masalah ini sudah membuat nama adiknya sangatlah buruk.
Tiba-tiba Alif, “Jadi maksud keluarga Fanisa adalah, masalah ini bukanlah masalah, aku Alif To sudah tidak perlu ikut campur?”
Jenny tidak membuka mulut lagi, dia tidak berbicara, tetapi dia memang bermaksud seperti itu.
Oleh karena itu Alif bertanya: “Tetapi aku masih orang yang suka ikut campur urusan orang lain dengan sengaja, jika Fandi tidak membuat masalah denganku ya sudah lah, sejak sudah membuat masalah denganku, juga sudah siap mengambil pisau untuk memotong ku, menurut mu masalah ini harus bagaimana!”
Jenny sudah tidak tahan, masalah yang sangat susah diselesaikan akhirnya datang.
Yang lainnya masih bisa dikatakan baik-baik, hanya titik ini, sudah tahu status Alif adalah presdir Bakti, masih berani membawa orang untuk memotong Alif, ini sudah jelas memprovokasi, siapapun juga tidak akan melepaskannya dengan mudah.
Jadi setelah Jenny berpikir lama dan tidak tahu harus bagaimana, hanya bisa mengatakan: “Pertama, masalah yang dilakukan Fandi justru tidak melambangkan perilaku dari keluarga Fanisa, kami keluarga Fanisa masih menyukai kerja sama yang baik terhadap perusahaan bakri, aku sendiri terhadap presdir to juga sangat hormat.”
“Kedua, meskipun masalah yang dilakukan Fandi tidak melambangkan perilaku keluarga Fanisa, tetapi dia juga adalah orang dari keluarga Fanisa, jadi sesuai dengan hukumnya, kami pasti bisa melakukannya dengan sangat baik, berjuang untuk membuat presdir to merasa puas.”
“Terakhir, mengenai masalah kali ini, aku mewakili keluarga Fanisa sungguh-sungguh meminta maaf terhadap presdir to. Jika ada sesuatu yang ingin diperbaiki, presdir to tidak perlu ragu untuk mengatakannya, selama kami keluarga Fanisa bisa melakukannya, saat itu juga aku pasti memuaskan anda.”
__ADS_1
Mau tidak mau mengatakan, dalam menerima bisnis Jenny memang bisa menemukan metode yang tepat, dalam jangka waktu yang singkat sudah menjawab jawaban yang teliti, dan juga sudah memperhitungkan nya dengan menyeluruh, cara ini sungguh tidak biasa.
Namun Alif yang saat ini, jelas memperdulikan satu masalah yang lain, yaitu postur tubuh Jenny yang anggun dan luar biasa itu.
Desy kedatangan kerabat, kemarin malam sudah membuat Alif sangat menderita, kali ini juga menghadapi Jenny yang sangat cantik……
Alif sudah ada ide, oleh karena itu dia menukar tempat duduk, langsung duduk di samping Jenny .
Selanjutnya, ditambah mengulurkan tangan dan menaruhnya di atas paha indah Jenny yang dibalut dengan celana panjang putihnya.
“Manajer jenny, selama kamu bisa melakukannya, saat itu juga pasti bisa memuaskanku, benar kan?”
Saat itu Jenny terkejut, cepat-cepat memindahkan tangan Alif dengan marah.
“Presdir to, aku berharap anda memperhatikan diri anda, aku adalah wanita yang sudah bersuami, juga meminta anda menghormati ku!”
Perilaku ini, sangat tegas, sudah terlihat justru Jenny tidak ingin seperti itu.
Oleh karena itu Alif bertanya: “Jika setelah selesai melakukannya dengan mu, aku akan melepaskan Fandi. melepaskan kalian keluarga Fandi loh?”
Jenny sama sekali tidak ragu, langsung mengacungkan tangan, “Ini sepenuhnya tidak mungkin bisa, kamu jangan berkhayal!”
Alif tiba-tiba Ber kata bisa dikatakan, apapun yang terjadi, kamu Jenny sama sekali tidak setuju ?
Jenny menjawab dengan serius, “Ya!
Saat pertama setelah Jenny menjawabnya, Alif pun kembali bertanya.
“Sejak kamu tidak setuju dengan masalah ini, atas dasar apa adikmu harus membuat wanita ku menyetujui nya juga, dan juga menyerangnya dan ayahnya untuk mengancamnya?”
“Dan juga, sejak kamu tidak setuju, atas dasar apa adik mu bisa membuat wanita hamil dan memaksa orang lain untuk melompat dari gedung?”
“Untuk apa kamu ingin bagaimana menjelaskan nya, bagaimana aku Alif to harus jelaskan dengan kalian keluarga Fanisa ?”
“Ini adalah kesalahan yang kamu perbuat, kalian ingin melakukan apa - apa, kamu kira kalian keluarga Fanisa adalah kerajaan majapahit?
“Maaf, mungkin rang lain sangat memperdulikan kalian keluarga Fanisa, aku Alif to tidak peduli.
__ADS_1
Jika masalah ini kamu tidak bisa memberi ku penyelesaian dengan memuaskan ku, aku janji membuat kalian keluarga Fanisa menahan air mata untuk menahan dampak buruk dari masalah ini!”