
“Kak Doni, sepertinya belakangan ini kamu kurang bersemangat, apakah perlu aku carikan wanita sebagai pelampiasan?”
“Pergi dari sini! Tidak perlu berbasa-basi di sini, kamu hanya tahu berbicara sembarangan!”
Doni terlihat sedang bermain Gapleh, tetapi sebenarnya begitu banyak masalah yang sedang dia pikirkan.
Sewaktu di villa Johan, dia berniat baik dan mencoba memberi nasihat, tetapi malah dibentak oleh Johan!
Tetapi dia tidak bisa sembarangan melampiaskan kepada bawahan dan hanya bisa memendam dalam hati.
Sewaktu sedang menunggu giliran dalam permainan, preman rambut pirang berlari menghampirinya dan mengatakan Desy membawa seseorang untuk menebus suaminya.
Walaupun Doni masih memikirkan hal itu, tetapi semua masalah memang harus diselesaikan secara profesional.
Selanjutnya, dia langsung turun ke bawah untuk menemui Desy.
Sewaktu menuruni tangga, Doni terpikir sesuatu, apakah dirinya harus membawa wanita itu sebagai pelampiasan?
Dia teringat wajah dan tubuh seksi Desy yang begitu menawan dan mempertimbangan ide dari bawahannya.
Terpikir sampai di sini, Doni memutuskan malam ini akan melakukan hubungan dengan Desy . Tidak cukup hanya membawa uang tebusan, Doni juga ingin menikmati tubuh Desy ?
Selanjutnya, Doni langsung turun ke bawah dan menemui Desy .
“Halo wanita cantik, sudah datang ya? Seberapa banyak uang yang kamu bawa?”
Doni melihat Desy dengan tatapan mesum, sekarang dia hanya ingin memeluk Desy dan menggigitnya.
Desy tidak tahan dengan tatapan seperti itu, ditambah lagi dengan sifat Doni yang begitu jahat. Karena merasa takut, dia langsung mencari Alif, sekarang yang bisa melindungi dirinya hanyalah Alif.
Sewaktu Desy terus melangkah mundur ke belakang, Doni baru sadar dengan keberadaan Alif yang duduk di sofa dengan santai.
“Oh, kali ini kamu membawa pria yang begitu ganteng. Tetapi kenapa aku merasa pernah melihat orang ini ya?”
Doni memperhatikan dan merasa pernah melihatnya . Tetapi setelah melihat pakaian Alif, dia langsung menilai Alif itu adalah orang biasa, maka Doni tidak peduli dengannya.
Doni kembali melihat Desy : “Di mana uang yang kamu bawa?”
Desy tidak menjawab dan hanya melihat Alif.
Desy sebenarnya merasa tidak enak hati. Alif mengeluarkan uang untuk bermalam dengan dirinya, tetapi Desy bukan hanya tidak melakukan pekerjaannya, sekarang malah membuat Alif terlibat dalam masalah ini.
__ADS_1
Tetapi Alif tidak peduli dengan kondisi ini. Dia mengeluarkan kartu, memberikan kepada Doni dan berkata: “Gesek sendiri!”
Doni mengambil kartu dan tertawa: “Begitu sombong. OK! Kalau kamu memang memiliki uang, maka kamu akan dihargai di sini.”
“Tuan duduk saja, kakek akan menggesek kartu ini!”
Doni memanggil Alif dengan kata “Tuan” dan menyebut dirinya adalah “Kakek”, sepertinya dia sengaja merendahkan Alif.
Sekarang Alif hanya ingin menyelamatkan orang, dia boleh mengesampingkan masalah martabat dulu, setelah ini baru buat perhitungan.
Sangat menyenangkan, begitu gampang mendapatkan 1 miliar rupiah, hal ini sedikit mengejutkan Doni.
Saat meminta uang kepada Desy, masih sempat terjadi beberapa hal yang tidak menyenangkan. Doni mengerti uang wanita ini memang sudah habis dan tidak ada sisanya lagi.
Tidak terpikir, hari ini masih bisa mendapatkan 1miliar dan semuanya berjalan dengan sangat mulus!
Doni teringat kecantikan Desy, tetapi dia juga menginginkan uangnya, maka Doni mulai mencari alasan: “Uang pinjaman memang sudah lunas semua, sekarang masih ada 100 juta untuk bunganya. Aku adalah orang yang selalu menjalankan aturan, aku memberikan kamu waktu tiga hari lagi dan selama tiga hari ini aku tidak akan mengganggu sampah itu.”
Desy langsung menjadi panik dan ingin berdebat: “Jelas-jelas kamu mengatakan...”
Desy tidak mempunyai kesempatan untuk berdebat karena Alif langsung memutuskan kata-katanya.
Domm semakin merasa senang. Sangat jarang dia bisa bertemu dengan orang yang benar-benar kaya seperti orang ini !
Doni menggesek kartu di mesin ATM, 100juta sekali lagi masuk ke rekening, sangat menyenangkan.
Sepertinya orang ini benar-benar kaya, Doni kembali memikirkan cara untuk memerasnya.
Maka Doni mengatakan: “Selama beberapa hari ini, sampah itu telah makan dan minum di tempatku dan biayanya adalah 100juta, aku merasa itu sudah cukup murah.”
Desy benar-benar emosi: “Kamu terlalu memeras, dia di sini belum tiga hari, kenapa bisa makan dan minum sebanyak itu? ”
“Salahmu jika kamu berpikirkan seperti itu, yang aku berikan adalah...”
Tidak menunggu Doni selesai berbicara, Alif langsung membuka mulut: “Apapun yang kamu berikan sama sekali tidak ada urusan dengan aku. Aku juga tidak ingin buang waktu di tempat seperti ini. Sebenarnya seberapa banyak uang yang kamu inginkan untuk melepaskan orang?”
Doni merasa kaget dengan perkataan itu. Bahkan beberapa bawahan yang berada di samping Doni juga terkejut.
Seberapa hebat orang ini? Kenapa cara bicaranya begitu ketus!
Doni mulai merasa segan dan lebih menjaga tingkah lakunya. Dia cukup penasaran, sebenarnya siapa orang ini?
__ADS_1
Saat ini, salah satu teman main Gapleh tiba-tiba terbengong. Dia memegang lengan Doni dan berbisik di telinganya: “Kakak Doni, bukankah dia adalah Alif to yang bermasalah dengan Johan sewaktu di villanya?”
Doni langsung terdiam. Malam itu, perkarangan villa memang sangat gelap, dia kurang jelas melihat wajah Alif, hanya sekilas mengingat bentuknya.
Akhirnya dia sadar setelah diingatkan oleh bawahan. Astaga, benar-benar Alifto!
Setelah sadar dengan identitas Alif, Doni tidak dapat menahan tubuhnya yang terus bergetar.
Doni sebelumnya juga pernah menggertak orang. Kalau terpaksa, dia juga bisa mengeluarkan pisau untuk membunuh.
Malam itu Alif memenggal kepala di villa Johan, Doni merasa Alif adalah orang yang sangat kejam sehingga Johan juga takut dengannya!
Bahkan Johan si preman yang begitu hebat saja tidak berani melawannya, apalagi Doni yang tidak ada apa-apanya. Doni tidak akan berani menyinggung Alifto ini!
Desy sedang menggoyangkan lengan Alif dengan kuat.
“Kamu jangan seperti itu, kekejaman mereka tidak berdasar, niat mereka adalah memeras, walaupun mereka sudah mengambil semuanya, mereka juga tidak akan puas, kamu tidak bisa menuruti keinginan mereka!”
Desy menjadi panik karena alif . Dia mengerti alif adalah orang baik, ingin membantu dan secepatnya menebus suaminya.
Tetapi jika hal ini masih diteruskan dan alif bisa memberikan banyak uang dengan begitu saja, maka Doni akan semakin bertingkah!
Alif tersenyum dan berkata: “Tenang saja, seberapa banyak yang diambil, mereka akan mengembalikan dengan jumlah berkali lipat padaku.”
Desy semakin panik dan hampir menangis, dalam kondisi seperti ini, kenapa Alif masih bisa bercanda?
Alif hanya memberi penjelasan. Tetapi Desy masih merasa bukankah candaan juga perlu lihat kondisi?
Sewaktu Alif dan Desy masih berbicara, Doni berjalan menghampiri mereka.
Melihat Doni yang mulai mendekat, tubuh Desy gemetar dan tidak tahu bagaimana baiknya.
Saat ini, Doni berdiri di hadapan mereka sambil tersenyum. Dia membungkuk badan dan meminta maaf kepada Alif. Donimengembalikan kartu tersebut: “Tuan To, karena belum tahu identitas kamu, makanya aku bersikap tidak sopan.”
“Begini saja, masalah hari ini memang kesalahan aku, 2 miliar Rupiah yang sudah aku ambil, aku akan mengembalikan dengan lipat ganda dan aku akan segera lepaskan suami Desy ini .”
Sikap Doni benar-benar membingungkan Desy .
Desy juga tidak terpikir, Doni yang begitu buas di hadapannya, berubah menjadi anak kucing yang begitu penurut di hadapan Alif dan Doni meminta maaf
Aku tidak Mengerti ??
__ADS_1