Perjalanan Hidup

Perjalanan Hidup
bab 35 Mulai bertindak


__ADS_3

Saat ini, manajer berusaha mengatakan tidak mengesalkan, tetapi dia tidak mungkin sanggup mengatakannya!


Mungkin ada ratusan ribu dan jutaan yang digunakan untuk melempar dan menampar manajer tersebut. Manajer juga bisa terima kondisi tersebut, walaupun dia benar-benar dipermalukan, tetapi dia berusaha untuk berpikir lebih logika. Mereka memakai begitu banyak uang uang untuk melemparnya, mungkin keberuntungan sudah mulai mendekati dirinya.


Manajer sudah merasa senang, tetapi arya malah menyimpan kembali semua uangnya.


Hal ini mengesalkan dan benar-benar membuat manajer semakin tidak bisa menahan amarah!


Tetapi manajer juga tidak bisa berbuat apapun, dia juga tidak bisa merampas, dia hanya bisa melihat arya menyimpan kembali semua uang itu.


Manajer begitu marah dan semakin tidak mengerti, dia mengepalkan tangan dan berkata dengan emosi: “Bajingan, berani bertindak kasar dengan seorang manajer, aku tidak akan membiarkan semua ini terjadi begitu saja, aku akan membuat kalian menanggung semua akibatnya...”


alif dan arya berjalan ke ruang private dengan perasaan begitu puas.


alif, hari ini aku benar-benar merasa puas. Bagaimana? Apakah kamu memperhatikan si bodoh itu? Aku menamparnya, tetapi dia malah tertawa. Matanya hanya memperhatikan uang yang berada di tanganku!”


“Tidak perlu diragukan lagi, dia pasti berharap setelah tamparan, aku akan memberikan semua uang kepada dia.”


“Terlalu banyak mengkhayal! Kenapa aku harus memberikan uang-uang itu kepada dia? Huhhh... Aku tidak akan memberikan uang kepada orang seperti itu!”


alif mengerti perasaan si arya , karena dia sendiri juga pernah mengalami hal seperti ini.


Sekian lama dia ditindas dan direndahkan, tetapi sekarang sudah tidak seperti dulu lagi, tentu saja berharap semua yang pernah meremehkan dirinya harus mendapat balasan yang setimpal.


Walaupun arya puas dengan semua balasan, tetapi dia masih bisa menahan diri dan tidak kehilangan akal sehat. Dari kejadian tersebut sudah bisa membuktikan baik buruknya karakter seseorang.


alif tidak pernah melupakan arya yang yang selalu membantu dirinya, dia berkata: “Di dalam koper ini ada sekitar 50 juta Rupiah), semuanya untuk kamu, berikan kepada paman dan bibi sebagai biaya hidup, supaya mereka tidak bersusah payah bekerja.


Awalnya si arya juga tidak tahu kenapa alif membawa begitu banyak uang. Setelah mendengar perkataan tersebut, akhirnya dia mengerti ternyata uang ini memang untuk dirinya.


Tetapi dia tidak bisa menerima uang sebanyak itu.


arya memikirkan berbagai alasan untuk menolak, tetapi dia mengerti alif tidak akan mengambil kembali semua yang telah dia berikan.


“Kamu terima saja! Uang ini bukan untuk kamu, semuanya untuk paman dan bibi, mereka bangun begitu pagi hanya untuk jualan buah, kamu katakan saja karena menang lotre dan ingin memberikan uang ini kepada mereka, supaya mereka tidak perlu begitu susah payah bekerja lagi.”


Akhirnya arya tidak memiliki alasan untuk mengelak dan hanya bisa menerima uang tersebut.


arya sangat senang karena dia sudah memiliki begitu banyak uang dan juga mempunyai kakak yang begitu baik seperti alif.


“Terima kasih kakak, aku tidak bisa mengatakan terlalu banyak kata-kata untuk berterima kasih, tetapi hari ini kita akan makan dan minum sepuasnya.”


aryq selalu melakukan apa yang sudah dia katakan. Setelah itu, seorang pelayan wanita masuk untuk menghidangkan makanan, arya langsung mengambil bir dan menyulang.


Saat ini, pelayan wanita itu masih berdiri di sana dengan ekspresi yang terlihat aneh.


arya membuka satu botol anggur merah dan menuangkan ke dalam gelas. Pelayan wanita itu akhirnya membuka mulut.


“Tuan, kamu tidak boleh meminum bir ini!”


arya terbengong. Saat ini semua orang tahu dia memiliki begitu banyak uang tetapi kenapa mereka masih tidak mengizinkan dia minum dan makan sepuasnya?


alif langsung mengerti ekspresi pelayan wanita: “Ada apa?”


Pelayan wanita berbicara dengan tergagap-gagap dan tidak bisa memberikan penjelasan. Dia hanya mengulangi perkataan tidak boleh meminum bir tersebut dan tidak boleh memakan makanan yang berada di atas meja.


alif terus memaksa, akhirnya pelayan wanita mengutarakan hal sebenarnya.


“Sewaktu aku mengambil makanan, aku tidak sengaja melihat manajer telah meludahi bir dan semua makanan...”


Manajer tidak sadar ketika pelayan wanita tersebut memperhatikan semua tingkah lakunya.


Pelayan wanita berbaik hati dan tidak sanggup melihat semua kejadian ini, dia tidak dapat menahan diri dan akhirnya menceritakan apa yang dilihatnya.


alif dan arya langsung marah besar ketika mengetahui hal yang sebenarnya.


arya langsung memaki: “Benar-benar keji! Bisa-bisanya melakukan hal yang menjijikkan seperti ini!”


Yang dilakukan manajer memang keterlaluan. Dipikir saja sudah membuat mual, untung saja belum dimakan!


Pelayan wanita juga berkata: “Aku memohon kepada kalian, jangan katakan hal ini kepada siapapun, kalau tidak, aku pasti akan dipecat dan kehilangan pekerjaan!”


Dia hanya berbaik hati dan tidak ingin kehilangan pekerjaan, saat ini dia terus memohon kepada alif dan arya


alif menganggukkan kepala dan berterima kasih kepada pelayan wanita.


Setelah pelayan wanita meninggalkan ruangan, arya langsung memukul meja dengan keras, karena merasa kesal dengan kelakuan manajer.


alif juga sangat tidak senang, dia langsung menelepon Gm cecep.


“Selidiki siapa pemilik Restoran bulan, aku berada di ruang private 208, suruh dia temui aku sekarang juga!”


Restoran bulab hanyalah sebuah restoran yang tidak ada apa-apanya. Perusahan bakti hanya menganggap ini adalah bisnis mainan, jika bukan karena ada keperluan di sini, pemilik restoran tidak mungkin memiliki kesempatan untuk bertemu dengan alif !


Kurang lebih lima menit, seorang pria paruh baya berjalan memasuki ruangan.


Setelah melihat alif dan arya , dia memaksakan senyuman dan tubuhnya bercucuran keringat: “Aku adalah pemilik Restoran bulan bernama evan . Maaf, di antara kalian berdua, siapa adalah Presdir to dari Perusahaan bakti ?”

__ADS_1


alif menunjuk makanan yang berada di atas meja dan berkata: “Coba kamu makan!”


evan mengira makanan tersebut kurang enak, dia mengambil sumpit dan mencicipinya: “Tidak ada masalah!”


alif juga menunjuk anggur merah, evan juga meminumnya dan merasa tidak ada masalah.


evan begitu penasaran, sebenarnya ada apa dengan semua ini, apa yang sudah menyinggung Presdir Perusahaan bakti dan membuatnya merasa tidak senang.


“Tidak ada masalah dengan makanan dan minuman, yang bermasalah adalah manajer kalian, dia telah meludahi semua makanan.”


Setelah itu, alif mengisyaratkan kepada arya untuk memanggil pelayan wanita, dan menyuruh dia menceritakan semuanya di hadapan evan


Sewaktu evan mengerti permasalahan, dia merasa jijik dan ingin muntah, dengan emosi dia memanggil manajer itu.


Sewaktu manajer berjalan masuk, dia melihat keberadaan evan, jantungnya berdetak dengan begitu cepat.


“Bos...”


Sebelum selesai berbicara, evan langsung menampar manajer tersebut: “Kamu berani meludahi makanan?!”


evan memarahi manajer dengan emosi. Sejauh ini, dia sendiri juga tidak mengerti mengapa ada kejadian seperti ini, hal ini tentu saja membuat dia sangat tidak senang.


Wajah manajer sangat sakit dan hatinya begitu ketakutan, tetapi dia berusaha mengelak dan tidak mengaku: “Bos, aku tidak melakukannya, jangan percaya dengan perkataan mereka!”


“Tidak melakukannya? CCTV merekam semuanya, apakah kamu masih tidak mengaku?”


“Apakah perlu kita melihat CCTV supaya kamu bisa mengakui perbuatan? Apakah aku perlu memberikan rekaman CCTV kepada pihak kepolisian dan biarkan polisi memenjarakan kamu, baru bisa membuat kamu mengakui semua kesalahan?”


Manajer juga tidak ingat di mana dia meludahi dan terekam di CCTV yang mana. Tetapi sekarang dia merasa sangat ketakutan karena gertakan evan .


Dia memohon kepada atasan: “Bos, semua kesalahan aku, aku meminta maaf pada kamu, aku...”


Manajer itu sekali lagi menerima tamparan, evan mengangkat tangan dan menunjuk alif.


“Kamu meminta maaf kepada aku? Kamu seharusnya meminta maaf kepada Presdir Perusahaan bakti , Tuan alifto !!!”


Setelah mengetahui identitas yang sebenarnya dari evan, manajer itu langsung terbengong dan diam di sana.


Tuan to, Tuan to. Ini semua salahku. Aku tidak akan berani mengulanginya. Aku mohon ampuni aku…”


Permohonan ampun yang histeris semakin mengecil hingga menghilang setelah dia ditarik pergi oleh para petugas keamanan.


Ada beberapa hal dan beberapa orang yang layak diampuni, dia tidak akan terlalu banyak menuntut. Tetapi orang seperti Manager itu, sama sekali tidak boleh diampuni.


Maka dari itu dia langsung dipecat.


Alif yang memecatnya. evan mana berani berpendapat apa-apa.


Di atas meja itu dia sediakan segala sesuatu yang dia kira dapat menyenangkan hati alif, dan segala macam penebusan. Dia tidak merasa dirugikan.


Bukan hanya tidak merasa dirugikan, dia malah merasa sangat berterima kasih.


Perlu diketahui, apabila alif memberitahu semua orang akan kejadian hari ini, habislah reputasi Restoran bulan.


Siapa tahu makanan dan minumannya sendiri selama ini juga pernah diludahi oleh manager itu…


Sebelum meninggalkan tempat itu, alif sekali lagi mencari pelayan wanita yang ramah dan baik hati tadi.


Kemudian dia berkata kepada evan : “Aku rasa dia layak dijadikan Manager , bagaimana menurutmu?”


“Hah?” Belum sempat mendengar jawaban evan , pelayan wanita itu cepat-cepat melambaikan tangan: “Aku baru bekerja setengah bulan di sini. Aku tidak sanggup. Kemampuanku tidak cukup. Aku tidak tahu apa-apa.”


alif tersenyum: “Kalau aku bilang kamu sanggup, kamu pasti sanggup. Kalau tidak sanggup pun, Bos evan akan membuatmu menjadi sanggup. Bos evan, apa aku benar?”


evan langsung mengangguk: “Tentu saja benar. Wanda, mulai saat ini kamu adalah Manager kami di sini .


Pelayan wanita yang bernama Wanda itu menjadi sangat bersemangat. Dia tidak menyangka keramahan sesaatnya dapat memperoleh hasil yang sangat baik seperti ini.


Presdir Perusahaan baktu itu, orang baik…


Setelah meninggalkan Restoran bulan, alif menyetir mobil dan mengantarkan arya pulang ke rumahnya. Lalu dia menghentikan mobilnya di parkiran perusahaan.


Rolls-Royce Cullinan itu memang bagus, tetapi dia menggunakannya hanya untuk menyesuaikan dengan identitasnya sebagai Presdir saja. Untuk digunakan sehari-hari mobil itu terlalu menarik perhatian. Dia tidak suka.


Maka dari itu, dua hari sebelumnya alif meminta gm cecep untuk mengambil mobil tua dari perusahaan. Cukup nyaman dipakai.


Sambil memegang kunci mobil tua itu, alif mencari-cari mobil yang telah disiapkan gm cecep untuknya itu.


Ternyata belum juga sempat menemukan mobil itu, dia malah bertemu dengan sekelompok orang.


Mereka bertujuh atau delapan orang dengan baju dan topi hitam. Bagian atas wajahnya ditutupi dengan kacamata hitam, sedangkan bagian bawah wajahnya ditutupi masker.


Tidak perlu melihat pisau parang yang mereka genggam di tangan. Melihat dandanan mereka saja sudah jelas bahwa mereka bukan orang baik-baik.


Kenyataanya memang seperti itu. Setelah melihat alif, tanpa bersuara, mereka mulai mengangkat parangnya dan mulai menyerang.


Mereka sangat fokus dan tidak berbasa-basi. Begitu melihat targetnya, mereka langsung mulai membacok. Jelas terlihat bahwa mereka sering melakukan hal seperti ini.

__ADS_1


alif sejak kecil sering diejek dan berkelahi. Dia sudah terbiasa melakukan hal-hal seperti itu. Dia sama sekali tidak malu-malu.


Apalagi sejak dia belajar beberapa jurus dari Hardi , dia malah merasa bersemangat ingin mencobanya.


Maka saat sekelompok orang itu menyerangnya, dengan senangnya dia membuang kunci di tangannya dan melepas jaketnya.


Dia menggulung-gulung lengan bajunya dan bersiap-siap untuk berkelahi hebat!


Tepat pada saat itu, tiba-tiba muncul seseorang dari bawah bayang-bayang gelap dan langsung menerjang sekelompok orang-orang berbaju hitam itu.


Melihat bayangan tubuhnya yang kekar saja dia tahu bahwa orang itu adalah Hardi yang datang untuk melindungi dirinya. Saat itu dia merasa sebal dan cepat-cepat ikut menyerang.


Siapa sebenarnya Hardi. Dia adalah seorang ahli bela diri. Pelatih pasukan militer. Lalu dia juga pernah menjadi pembunuh bayaran gelap, dan tukang pukul ilegal yang keberadaannya tersembunyi. Membiarkan dia yang maju, sekelompok orang itu mana mungkin ada yang selamat? Masalahnya, alif sendiri belum sempat menghajar mereka sampai puas!”


Maka dari itu, saat menyerbu ke depan, dia berteriak sampai pucat: “Tinggalkan satu untukku! Kamu sedang apa sih!”


Hardi bergumam: “Rebut saja sendiri kalau sanggup!”


alif sebenarnya ingin berusaha mengandalkan kekuatannya sendiri dan merebut mereka darinya. Tetapi dari seluruh orang-orang tersebut dalam sekejap mata saja sudah ada empat orang yang tumbang di tangan Hardi .


Sekelompok orang-orang berbaju hitam pun merasa sangat tertekan. Biasanya orang yang menjadi target mereka yang beraduh-aduh minta ampun. Tetapi hari ini sangat berbeda. Orang yang menjadi target malah beradu-adu ingin mendapat giliran untuk menghajar mereka. Apa-apaan ini. Kita bukan sedang bermain-main. Kita datang untuk memutuskan leher orang.”


Bahkan ada orang yang merasa sangat marah. Dia berteriak di ujung tenggorokannya: “Bisakah kalian menghormati pekerjaan kami? Tidak sopan sekali!”


Sesungguhnya alif lumayan merasa hormat terhadap mereka. Susah payah dia berhasil merebut satu orang dari tangan Hardi , dia cepat-cepat menyeretnya ke pinggir.


“Aku tidak serakah. Aku pukul kamu sekali saja ya?”


Dia merebut pisau parang dari tangan orang berbaju hitam, lalu memegannya dengan arah terbalik dan hendak menumbuk mata orang itu dengan gagangnya.


Tapi belum juga gagang pisau itu sempat meraih matanya, tiba-tiba ada tapak kaki yang mendarat dari atas langit. “Dhuak”. Si orang berbaju hitam tertendang hingga pingsan.


Melihat Hardi berdiri di sebelahnya dan melihat orang yang susah-susah ditangkapnya tadi. Alif merasa sangat gemas.


“Apa yang kamu lakukan. Sudah susah-susah aku menangkapnya. Mengapa kamu menendangnya sampai pingsan?”


Hardi sampai kehilangan kata-kata. Awalnya dia berpikir jangan sampai alif merasa terlalu takut karena dia harus menghadapi kejadian-kejadian seperti ini.


Tetapi itu hanya sebatas pemikirannya saja. Kenyataannya bukan hanya alif tidak merasa takut sedikit pun, dia malah merasa girang. Mendengar akan ada perkelahian, seolah seperti mau merayakan tahun baru saja.


Melihat sekilas seluruh orang-orang berbaju hitam yang bergelimpangan di atas lantai, Hardi berkata kepada alif : “Tuan muda junior. Mereka datang untuk membunuhmu, bukan datang untuk bermain dan berkelahi denganmu. Sangat berbahaya!”


“Tentu saja aku tahu. Kalau hanya berkelahi, mana mungkin mereka masing-masing memegang pisau parang dan menyerbuku. Aku bahkan bisa menebak 90% kemungkinan ini adalah ulah si Johan ..”


alif menyalakan sebatang rokok. Sama sekali tidak keberatan akan kenyataan bahwa dia nyaris dibacok. Dia juga tidak merasa marah.


Malah dia terlihat lebih marah karena Hardi menghabisi mereka seorang diri. “Aku tidak peduli. Lain kali kamu harus menyisakan satu orang untukku.”


Hardi tidak tahu lagi bagaimana baiknya. “Kamu masih mau ada lain kali? Kamu ini agresif sekali…”


alif sama sekali tidak merasa heran Johan mengutus orang-orang untuk membunuhnya.


Dia sekaligus membuat Johan kehilangan uang ratusan juta. Kalau tidak ada pergulatan sedikit pun darinya, malah dia sama sekali tidak berperilaku seperti dirinya sendiri, si bajingan besar, Johan .


Tetapi alif juga merasa keberatan terhadap Johan.


“Aku bahkan belum turun tangan untuk berurusan denganmu tentang masalah di hotel. Lagi-lagi kamu yang duluan mencari masalah denganku.”


“Sepertinya kalau aku tidak mengoleskan sesuatu padamu, selamanya kamu tidak akan tahu betapa berwarna-warninya dunia ini.”


Setelah bergumam sendiri, alif memanggil Hardi . Lalu dia menginstruksikan beberapa hal kepadanya.


Hardi mengerutkan alisnya: “Apakah pantas kita lakukan hal ini?”


alif balik bertanya: “Tidak pantas kah?”


Hardi berpikir dengan seksama. Lalu dia membereskan orang-orang yang dia hajar hingga bergelimpangan itu.


Sambil beres-beres dia bergumam: “Tuan muda junior jahat juga. Dari kepala sampai kaki borok bernanah ( ungkapan : jahat luar dalam ). Sangat jahat sekali…”


Setelah pergi meninggalkan parkiran, dia menyeti mobil rongsokannya dengan semena-mena di atas jalanan menuju ke tempat kediamannya.


Di tengah perjalanan, dia menyambut telepon dari Gm cecep : “Presdir to , kluster baru itu sudah ada kabarnya.”


Kluster baru adalah area lahan pengembangan yang sudah di sahkan oleh otoritas setempat. Di antaranya terdapat beberapa lahan berharga tinggi ( area emas ).


Hal ini sudah pernah dibicarakan gm cecep dengan alif di dalam perusahaan. Saat ini dia hanya menginformasikan tentang waktu pelelangan padanya.”


“Oh ya. Johan dan Perusahaan Golden pasti memasang mata mereka pada ketiga area emas itu. Kita harus bersiap-siap.”


Tentu saja mereka harus melakukan persiapan. Bukan hanya itu, mereka juga perlu persiapan tambahan. Kedua tangan mereka harus siap sedia.


Tangan yang satu harus menyiapkan apa yang tadi sudah dia pesankan kepada Hardi .


Tangan yang satunya lagi harus menyiapkan… tentu saja dia akan menyerahkan ini kepada gm cecep.


Detik berikutnya, alif mulai menyampaikan seluruh isi pemikirannya kepada gm cecep . Dia lalu menambahkan instruksi: “Ambil uang tunai sebesar ( sekitar 2 miliar rupiah ) dari perusahaan, mulai besok kita akan melaksanakan hal ini!”

__ADS_1


gm cecep terdengar diam sesaat, lalu dia menghela napas…


“Presdir To, ternyata kamu jahat juga!”


__ADS_2