Perjalanan Hidup

Perjalanan Hidup
Bab 106 : Mengakui Kekalahan


__ADS_3

Roy tidak percaya Alif mempunyai uang sebanyak itu dan semua orang yang berada di sekitar mereka juga terpengaruh perkataan Roy.


Tetapi sewaktu mesin EDC mengeluarkan kertas bukti 200 miliar Rupiah dengan dua kali gesekan kartu, pelayan toko juga ikut terbengong. Roy yang awalnya masih tidak percaya dengan perkataan alif, sekarang hanya bisa berdiri di samping dengan bodoh dan tidak tahu bagaimana baiknya.


Sampai mati dia juga tidak akan pernah terpikir, si alif ini ternyata bisa mengeluarkan 200 miliar..


Roy mulai berilusi, dia merasa uang Alif adalah uang palsu.


Apakah alif ini benar-benar adalah konglomerat?


Sewaktu Roy melihat Alif, tiba-tiba terpikir mungkin ada sesuatu di balik ini...


“Brengsek, apakah kamu telah bekerja sama dengan pelayan toko? Melakukan sesuatu di mesin EDC dan sengaja menipu aku?”


Bahkan orang-orang di sekitar merasa perkataan Roy tidak masuk akal.


“Kamu yang tidak bisa terima kekalahan, kenapa kamu masih menyalahkan orang lain? Sudah berumur tetapi masih mengatakan hal yang tidak bertanggung jawab seperti ini.”


“Benar! Kertas dari mesin EDC sudah memberikan bukti, juga tertera kode bank! Jika semua ini bisa dipalsukan, buat apa kita bekerja, kita bisa saja langsung memalsukan kartu dari bank.”


“Aku merasa orang ini memang idiot dan tidak mempunyai kecerdasan intelektual, semua orang sudah menjelaskannya, tetapi dia masih tidak mengerti...”


Sebenarnya orang awam tidak akan berani menantang orang hebat seperti Roy yang selalu menghabiskan uang tanpa berpikir.


Tetapi saat ini, Alif telah mengeluarkan 200 Miliar untuk menampar Roy , tentu saja orang lain akan ikut meramaikan, lagi pula mereka tidak perlu menanggung apapun.


Sangat sedikit yang memberikan bantuan sewaktu melihat orang lain dalam kesusahan, juga tidak banyak yang mau menutupi kekurangan orang lain. Tetapi yang paling banyak adalah orang yang menambahkan kesulitan di saat melihat orang lain gagal.


Roy terdiam dalam hinaan semua orang. Semua memarahi dia sampai dirinya merasa malu dan telinganya memerah.


Tetapi kondisi seperti ini biasanya tidak akan bertahan lama, karena Alif juga tidak membutuhkan pujian dari orang lain.


“Baiklah, kamu mengatakan bahwa aku bekerja sama dengan pelayan toko dan menipu kamu? Sekarang kamu boleh mencari salah satu orang untuk menyelidiki hal ini.”


Roy benar-benar akan mencari orang untuk menyelidiki, kalau tidak, dia tidak akan bisa terima kekalahan dirinya.


Pelayan toko ingin memanggil kepala karyawan yang sedang bertugas, tetapi Roy malah ingin memanggil Manajer toko.


Karena bersikeras dari Roy, maka pelayan toko memanggil Asisten Manajer.


Kebetulan sekali, Asisten Manajer toko adalah Elsa yang baru saja diangkat jabatannya oleh Alif.

__ADS_1


Sewaktu Elsa mendengar kabar ini, dia mengerti bahwa ini adalah perdebatan antara dua konglomerat dan Elsa segara menghampiri mereka.


Tetapi dia cukup terkejut sewaktu mengetahui salah satu di antara mereka adalah Alif.


Elsa langsung bertanya: “Presdir, kenapa kamu yang berdebat dengan orang ini?”


Kata sapaan dari Elsa sekali lagi membuat semua orang merasa terkejut.


Tubuh Roy mulai gemetar karena ketakutan: “Kamu... Kamu adalah Presdir to dari Perusahaan bakti?”


Semua orang merasa ketakutan ketika mendengar perkataan Roy. Perusahaan bakti merupakan perusahaan terhebat dan termasuk sepuluh besar di seluruh provinsi mau pun di luar kota dan luar negri, benar-benar ternama.


Orang muda ini adalah Presdir Perusahaan Bakti. Pantas saja dia begitu kaya dan sama sekali tidak peduli dengan 200 miliar . Satu hal yang perlu diketahui, saham dari Perusahaan Bakti sudah melebih miliaran dan bisa lebih dari triunan . Sebagai Presdir bisa saja mengeluarkan 10 juta miliar hanya untuk bermain-main dan menyenangkan hati.


Alif menyapa Elsa dan berkata: “Orang ini mencurigai aku mengisi saldo 200 Miliar karena bekerja sama dengan pelayan toko, kamu bisa menjadi saksi dan berikan kebenaran, biar orang ini lebih tenang.”


Semua orang tidak lagi menunggu hasil pengecekan Elsa dan Roy yang berdiri di samping langsung menyerah.


“Presdir to, jangan bercanda. Dengan identitas kamu, bagaimana hal ini adalah palsu?”


“Tadi adalah kesalahanku. Karena salah menilai orang sehingga terjadi kesalahpahaman, mohon jangan memperbesar hal ini...”


Roy meminta maaf, sewaktu dirinya sadar sedang menghadapi orang hebat dari perusahaan bakti, dia mulai merasa takut.


Roy tidak lagi berani lancang di hadapan Alif karena penyesalan selalu datang terlambat!


Alif tidak ingin melepaskan Roy begitu saja: “Kenapa aku harus mengikuti apa yang kamu inginkan? Apakah kamu berhak berbicara di sini? Sewaktu kamu memegang kerah bajuku, aku sudah ingatkan, kamu tidak akan sanggup menanggung akibatnya, tetapi kamu tidak peduli.”


“Kamu boleh saja tidak mendengarkan apa yang aku katakan, kamu juga mengatakan bahwa dirimu mempunyai banyak uang, apapun yang kamu keluarkan akan membuatku berlutut dan meminta ampun.”


“Baiklah, kalau kamu bisa sebegitu sombong, kita akan melanjutkan permainan sesuai peraturan yang sudah kita tentukan!”


“Aku baru saja mengisi saldo 200 miliar, jika kamu masih merasa ragu kebenarannya, maka kita lanjutkan lagi sampai kamu percaya!”


Roy hampir menangis, dia sudah tidak memiliki uang untuk isi saldo, dia sudah bangkrut dan tidak memiliki apa-apa lagi.


Bahkan ingin membeli rokok saja, dia harus mengumpulkan uang receh ..


Roy hanya bisa memohon kepada Alif: “Presdir to, semua adalah kesalahan aku, mohon maafkan aku, aku...”


Alif tertawa: “Bagaimana? Apakah kamu akan menyerah begitu saja?”

__ADS_1


Roy langsung menganggukan kepala dan berkata: “Aku menyerah dan mengaku kalah, sekarang aku benar-benar kalah.”


Alif menganggukan kepala: “Baiklah kalau begitu, tetapi harus tetap menjalankan kesepakatan kita, kamu harus merangkak mengelilingi perusahaan di mana kamu bekerja sambil menggonggong.”


“Ini...”


Roy hanya bisa mengerutkan dahi setelah mendengarkan perkataan Alif.


Merangkak mengelilingi perusahaan di mana dia bekerja sambil menggonggong, ini adalah hal yang sangat memalukan, apalagi dilihat oleh semua teman kerja.


Roy tidak ingin melakukan apa yang mereka sepakati. Dia memikirkan cara dan berkata kepada Alif : “Presdir to, apakah boleh ganti dengan hukuman yang lain?”


Alif tertawa: “Tidak ingin merasa malu di hadapan semua teman kerja? Tentu saja bisa!”


“Begini saja, Elsa Asisten Manajer toko, semua pengisian saldo hari ini hanya boleh ditransaksikan, tidak boleh ada pengembalian uang dan tidak ada sistem tawar menawar. Jika ada yang mengacam, kamu harus segera laporkan kepada aku, aku akan mengeluarkan orang itu dari Perusahaan Batkti.”


Ada topangan dari Alif, Elsa tentu saja tidak perlu merasa takut: “Siap Presdir to, aku akan menjalankan semua yang kamu perintahkan!”


Roy terbengong di sana. Uang-uang itu adalah jerih payahnya selama beberapa tahun. Awalnya dia masih berencana mencari bantuan untuk urusan pengembalian uang. Tetapi Alif sudah berpesan kepada semua karyawan, itu berarti mereka akan menahan uang sebanyak puluhan miliar milik Roy .


Walaupun dia masih bisa membeli barang, tetapi masalahnya adalah apa yang harus dia beli untuk menghabiskan uang sebanyak itu?


“Presdir to, Presdir to, semua adalah kesalahan aku, tolong maafkan aku!”


Roy langsung berlutut di lantai, dia tidak mempertahankan harga diri lagi. Roy memohon supaya mereka mengembalikan uangnya.


Semua orang mulai menertawai Roy dan ikut meramaikan suasana: “Bukankah dia berharap Presdir to berlutut dan memohon kepadanya? Sekarang hasilnya malah menjadi begini, dia sendiri yang berlutut dan memohon, benar-benar mempermalukan diri sendiri!”


Memang benar! Sangat memalukan, dia adalah Wakil Direktur di tempat kerjanya. Baru saja berani bersikap seperti konglomerat dan menyinggung orang hebat, tetapi sekarang malah bertingkah seperti anjing di rumahku.”


Aku beritahu kamu. Kemarin aku memeluk anjingku dan dia menggonggongi orang lain dengan begitu buas.


Tetapi sewaktu aku melepaskannya, coba kamu tebak apa yang terjadi, anjingku malah terus ingin bersembunyi dalam pelukanku.


Terkadang anjing juga mempunyai firasat, kapan dia harus bersembunyi, dan tanpa merasa ragu...


Perkataan itu terdengar jelas oleh Roy. Dia merasa bukankah orang ini sedang menyindir dirinya adalah seekor anjing?


Tetapi saat ini Roy tidak menghiraukan sindiran tersebut, dia sedang mengkhawatirkan uang yang berada di dalam kartunya.


“Presdir to, aku benar-benar mohon padamu, aku sudah melakukan kesalahan yang sangat besar....”

__ADS_1


Roy mengetuk kepala ke lantai sehingga terdengar suara benturan, awalnya dia masih ingin menjaga harga diri tetapi semuanya sudah terlanjur dan hancur berantakan...


__ADS_2