Perjalanan Hidup

Perjalanan Hidup
Panti Asuhan


__ADS_3

"Assalamualaikum" Cantika membuka pintu gerbang panti dengan wajah bahagia. Sudah lama sekali Cantika tidak berkunjung ke tempat itu.


"Mbak Cantika" Teriak anak anak panti dengan sangat senang. Tak bisa dipungkiri merekapun sangat rindu dengan sosok Cantika yang mengayomi.


"Assalamualaikum semuanya kok belum dijawab" Ucap Cantika lagi dengan wajah berpura pura kesal.


"Wa'alaikumsalam" Ucap anak anak panti dengan serempak. Dan mereka semuapun masuk ke dalam panti secara bersama sama tanpa mengindahkan keberadaan Verrel di belakang Cantika.


Verrel tersenyum melihat pemandangan yang sudah lama Ia juga rindukan, pemandangan yang selalu membuat Verrel takjub dengan rasa persaudaraan, rasa kasih sayang saling membantu dan menghormati satu sama lain diantara mereka.


Melangkah dengan pasti Verrel membiarkan Cantika melangkah bersama dengan anak anak untuk bersantai, berbagi cerita satu sama lain. Dari panti inilah, mengajarkan Verrel banyak hal terutama rasa syukur yang selama ini sering ia lupakan.


Dari sinilah Verrel belajar tentang persaudaraan yang tulus, tanpa mengenal status stara sosial.


"Mas Verrel" Sapa seseorang yang ternyata adalah pemilik panti.

__ADS_1


Verrel menoleh, membalikkan tubuhnya dan tersenyum "Bu Ajeng, apa kabar?" Masih dalam keadaan berdiri Verrel dan pemilik pantipun berbincang sebentar.


"Mari Mas, saya ceritakan sedikit tentang Cantika" Bu Ajeng mengajak Verrel duduk di luar depan kamar yang biasa digunakan saat ada tamu. Verrel memilih berbicara santai di luar sambil ia bisa melihat interaksi Cantika dan anak anak di taman yang sudah di sediakan.


Sebuah taman di dalam panti dengan pohon besar yang menaungi mereka, sebuah taman yang biasa mereka gunakan untuk bermain, belajar, bercerita dan berbagi satu sama lain. Taman dengan penuh sejuta cerita untuk siapapun yang pernah singgah.


Termasuk seorang Cantika Ayundari yang dibesarkan bersama dengan mereka sebelum akhirnya dipersunting oleh seorang pengusaha muda Verrel Alexander.


"Sore itu Mas, saya menemukan seorang bayi kecil perempuan yang sangat cantik dan lucu"


Suasana sore itu sangat panas disertai angin kencang yang melanda kota Surabaya Bu Ajeng dan teman teman panti asuhan lainnya baru saja tiba setelah menghadiri acara pengajian yang diadakan oleh tetangga Desa mereka.


Oek oek oek


"Hei siapa itu?" Ucap salah satu teman Bu Ajeng yang melihat seorang wanita menyimpan bayi di depan gerbang panti asuhan mereka. Wanita itupun menoleh kemudian lari setelah menyimpan bayi nan mungil.

__ADS_1


Suara tangis bayi begitu kencang, memekakkan telinga membuat terenyuh siapapun yang mendengarnya. Bu Ajeng dan yang lainnya segera menghampiri bayi mungil yang hanya berbalut baju dan selimut didalam tubuhnya.


Bayi mungil itu berada tepat di depan gerbang pintu masuk yang akan mereka lalui. Bu Ajeng yang merasa terenyuhpun langsung mengambil, memangku bayi yang ternyata berjenis kelamin perempuan.


Selimut, pakaian dan beberapa perhiasan yang dikenakan masih utuh meskipun agak kotor.


"Bagaimana Bu Selly sudah dikejar perempuan tadi?" Tanya bu Ajeng pada temannya yang mengejar perempuan yang menyimpan bayi.


"Sudah bu dan maaf" Bu Selly menundukkan kepalanya.


"Ada apa Bu?" Bu Ajeng bertanya masih menimang bayi perempuan yang mereka temukan.


Bu Selly menarik nafasnya, memberanikan diri mengangkat kepalanya melihat Bu Ajeng "Maaf Bu ternyata dia hanya perempuan gila, pakaian dan tubunyapun tidak karuan.


Bu Ajeng dan yang lainnyapun menarik nafas mereka, seolah sudah biasa dengan banyak kejadian yang terjadi.

__ADS_1


Sambil menggendong bayi mungil itu Bu Ajeng dan yang lainnyapun memasuki panti asuhan yang sudah lama mereka dirikan. Panti asuhan yang sudah mengasuh banyak anak anak terlantar dengan berbagai jalan cerita yang mereka punya.


__ADS_2