
Patricila merasa Alif hari ini bisa berani untuk menggila karena di belakangnya pasti ada Ridwanto yang membantunya.
Tidak hanya dia yang merasa begitu, tapi seluruh orang dari keluargaku juga merasakan hal yang sama. Karena Alif hanyalah bocah ingusan yang baru berumur 20 tahun saja.
Tapi saat mereka menelepon ke tempat Ridwanto, Ridwanto menjadi sangat senang.
“Bocah bagus, memang berani untuk menyerang ke keluarga Rulie.”
“Aku hanya menyuruhnya untuk tidak usah takut saja, tapi tak disangka, di saat aku tak menyadarinya, dia malah menyerang kalian.”
“Bagus, bagus, memang pantas dia sebagai cucu seorang Ridwanto, aku sangat menikmatinya!”
Orang keluarga Rulie yang menelepon Ridwanto langsung menjadi bingung, kita memberi kabar padanya, tapi dia malah memuji perbuatan cucunya? Memang sialan.
Saat dia menahan kesalnya, dia langsung bertanya harus berbuat apa, tapi Ridwanto malah mengeluarkan kata-kata berikut ini: “Apakah kalian tidak malu? Cucuku yang masih berusia 20 tahun itu bisa membuat keluarga kalian sampai begini, tapi kalian masih ada muka untuk meneleponku?”
“Bagus, kalau kalian tidak takut malu, kalian kerahkan saja seluruh tenaga keluargamu untuk menyerang cucuku yang kasihan itu!”
Setelah berbicara seperti itu, Ridwanto langsung menutup teleponnya. Hal ini membuat orang-orang dari keluarga Rulie yang berada di ruang rapat itu menjadi bingung.
Mereka benar-benar bingung, tidak menyangka bahwa Ridwanto akan menggunakan sikap seperti itu untuk menjawab telepon mereka.
Tapi tidak ada cara lain lagi, mereka benar-benar tak ada cara lain. Walaupun perkataan Ridwanto itu tampaknya tidak bertanggung jawab, tapi itu memanglah kenyataan yang ada.
Alif hanyalah anak muda setingkat cucu mereka, tapi bisa membuat seluruh keluargaku menjadi kalang kabut, dan mengadakan rapat keluarga.
Sedangkan cucu keluarga mereka sendiri, Rulie, setiap harinya hanya bisa mencari masalah saja. Kali ini dia malah berbuat hal yang kacau, membuat seluruh keluarga terkena masalah.
Kalau mereka menyerang Alif ? Tentu saja sangat mudah, hanya tinggal telepon saja. Tapi mereka tak boleh berbuat begitu. Karena di belakangnya masih ada Ridwanto !
Kalau mereka tidak menyerang Alif ? Tentu saja sangat sulit, karena Alif sangatlah ganas dan kejam, pisau yang diserang sampai keluargaku juga benar-benar membuat takut!
Yang terpenting lagi, di permasalahan ini, Alif ada benarnya juga, karena Rulie yang duluan mencari orang untuk membunuh Alif, kalau dihitung-hitung memang keluargaku yang bersalah.
Tak bisa dibunuh juga, kalau permasalahan ini diurus, malah akan menghasilkan ancaman untuk mereka juga, hal ini membuat mereka menjadi galau.
Sikap Alif juga sangatlah jelas, dia ingin membeli pabrik kimia mereka hanya dengan harga 2 triliun rupiah, ya walaupun dia tidak mengambilnya dengan cara pemaksaan.
Seorang anak muda yang baru berusia 20 tahun, kenapa begitu berani untuk menghabisi sumber penghasilan mereka, pabrik yang harganya 16 triliun itu sangatlah berharga, dan harganya masih bisa terus bertambah, dan masih bisa menghasilkan banyak keuntungan untuk mereka. Ini........ sangatlah sulit, orang-orang dari keluarga Ye merasakan kesulitan.
__ADS_1
Bahkan banyak orang berkata pendapat mereka, memarahi Rulie itu, benar-benar bocah sial, sembarangan menyerang orang yang tak boleh diserang. Padahal tidak bisa mendapatkan keuntungan apapun darinya, tapi malah sembarangan diserang, bukankah sangatlah menyulitkan mereka sekarang?
Kalau dibandingkan dengan Alif itu, si rulie benar-benar bagaikan seonggok kotoran saja, benar-benar jauh perbedaannya!
Sampai-sampai banyak orang yang berpikir dalam hati mereka, kalau Alid merupakan orang dari keluarga mereka, pasti akan sangat baik jadinya!
Pantas saja Ridwanto juga senang, kalau dipikir misalnya, Alif adalah orang dari keluargaky , sekarang keluargaku pasti sedang menggertak Keluarga to , mereka juga pasti akan sangat senang, karena Alif sekali bertindak, bisa langsung mendapatkan 16 triliun rupiah !
Saat semuanya sedang pusing dengan masalah ini, orang keluarga rulie yang menjadi pencari informasi itu sudah kembali.
“Kita sudah mencari tahu tentang Alif, ternyata dia adalah cucu dari Ridwanto yang sudah lama hilang, sebelumnya mereka belum pernah bertemu sama sekali, sampai saat ini, mereka juga baru mengenal kurang lebih setengah tahun. Dalam setengah tahun ini, Alif berhasil mengambil alih Perusahaan Bakti, dan membuatnya menjadi sangat kuat. Yang lebih gila lagi, saham perusahaan itu langsung meningkat sebanyak 380%.”
380% ini merupakan angka yang gila, semua orang yang duduk di sana menjadi sangat terkejut, dalam setengah tahun bisa naik 380%? Ini perusahaan gila!
Ada orang yang memeriksa lebih lanjut lagi, dia menceritakan kejadian Alif dalam menghadapi Johan Purnomo sampai kematiannya. Dan juga, ada juga cerita tentang si botak Fandi yang telah meninggal.
Saat mereka tahu masalah ini, semua orang di sana langsung kaget.
Mereka mengira Alif hanya mengandalkan Ridwanto saja, karena dia adalah cucu yang sudah lama hilang, seharusnya setelah bertemu sangatlah disayangnya.
Tapi siapa yang dapat menyangka, Ridwanto ternyata tidak mengurusi perkembangan Alifto . Alif juga orang aneh, dia bisa menjadi hebat dalam waktu singkat.
Alif yang awalnya biasa saja, setelah diberikan platform yang bagus oleh Ridwanto, kemampuannya langsung meningkat drastis.
Mengenai Johan Purnomo, mereka juga tak begitu jelas, tapi sedikit banyak, mereka juga paham, dia memiliki kekayaan 4-5 triliun rupiah, dan juga ada keluarga kaya yang sangat dekat dengan pemerintah di belakangnya. Anak buahnya juga dari mafia, orang seperti ini sangatlah sulit untuk dihadapi.
Tapi siapa yang menyangka, tanpa bantuan dari Ridwanto, Alif bisa menghabisi Johan Purnomo yang hebat itu hanya dalam waktu setengah tahun.
Kemampuannya yang seperti itu, benar-benar melebihi perkiraan mereka semua. Orang yang duduk di dalam sana saja belum tentu bisa melakukan hal seperti itu.
Pantas saja Ridwanto bisa sangat senang terhadap cucu seperti itu. Kalau saja keluargaku juga memiliki cucu seperti itu, mereka pasti akan senang juga!
Hanya saja, semua ini sudah terlambat. Alif sudah berhasil sampai ke depan mereka, mereka hanya bisa menyelesaikannya saja.
Setelah berdiskusi setengah hari, keputusan akhirnya ternyata malah .......
“Patricila, karena dia yang memutuskan kamu untuk menjadi perwakilan, maka kamu saja yang bicara dengannya!”
“Tapi kita harus menjaga kehormatan keluarga kita, tidak boleh sampai kalah dari bocah ingusan itu.”
__ADS_1
“Begini saja, batas terendah kita adalah ganti rugi satu triliun, kalau bisa lebih rendah lagi, begitu sajalah!”
Sekelompok orang memberikan tugas penting itu kepada Patricila seorang, hal ini membuatnya bingung.
Alif ingin membayar 2 triliun untuk membeli pabrik kimia itu, tapi mereka malah ingin membayar 1 triliun untuk menjadi biaya ganti rugi. Tapi tidak boleh membuat keluarga kita terlihat lemah juga. Dan juga dia disuruh untuk memotong harganya lagi, mencoba untuk menyelesaikan masalah ini tanpa uang 1 triliun itu.
Ini namanya bertindak sembrono saja! Yang membuat masalah bukan aku, tapi kalau ada masalah, malah aku yang kena!
Walaupun mereka menyuruhnya untuk menjadi perwakilan, tapi ini bukan perwakilan biasa saja, dia diharuskan untuk berperang dengan Alif !
Jelas sekali keluargaku benar-benar ingin berperang melawan keluarga Alif, jadi masalah yang merepotkan ini malah harus dia yang mengurusi.
Semuanya juga tahu masalah ini mereka tidak dapat mengurusnya, jadi langsung saja menyuruh dirinya untuk mengurusnya. Sampai akhirnya kalau masalah tidak selesai, dia malah akan jadi kambing hitamnya.
Patricila ingin menolaknya, tapi semuanya sudah pergi, dia merasa semuanya sedang menghindar, dan tak ingin mendengar ocehan dia.
Patricila juga menjadi marah, mana boleh begitu? Biasanya saat hari-hari biasa lagaknya saja sangatlah hebat, saat dia di pabrik kimia, untuk memohon sesuatu, mereka malah tidak menyetujuinya, sekarang saat keluar masalah, mereka malah mau mengkambing hitamkan dia dan kabur begitu saja?
“Kalian ini orang atau bukan!”
Patricila marah sampai ingin menangis, tapi dia bukanlah anak kecil berumur 3 tahun, bilang menangis langsung menangis, dia juga bisa tegar.
Walaupun dia sudah tahu tidak akan berhasil, dia juga tetap harus bisa melakukannya, jadi dia mencoba untuk menghadapi Alif.
Berhasil atau tidaknya itu adalah masalah lain lagi, tapi soal bertemu atau tidaknya, itu sudah di luar batas kemampuannya.
Sebagai bagian dari keluarga , orang lain boleh berbuat seperti itu, tapi dia tidak akan begitu!
Jadi dia mempersiapkan hatinya, dan menghirup napas dengan kuat-kuat, dan meninggalkan tempat itu menuju tempat Alif.
Di saat ini, sudah dekat waktu makan malam juga, jadi dia menelepon Alif, dan mengajaknya untuk bertemu.
Di saat Patricila sudah tidak ada kekuatan untuk sampai sana, Alif sambil menghisap rokok dan duduk di depan pintu hotel, seolah dia tak memedulikan imej dia. Dia nampak seperti preman. Tapi preman seperti itulah yang membuat satu keluarga tak berdaya.
DI saat ini, Alif juga melihat kedatangan Patricila .
Saat dia melihat rok mini ketat dan stoking hitam tipis yang ada di kaki cantik itu, Alif pun tertawa.
“Patrica, nampaknya kamu tahu aku menyukai apa, jadi baju saja tak diganti, benar-benar orang baik!”
__ADS_1
“Kamu tenang saja, aku pasti akan menikmati kecantikanmu itu dengan baik!”