Perjalanan Hidup

Perjalanan Hidup
Bab 57 Aku Masih Punya Hati


__ADS_3

Hanya boleh pergi sendiri? Hal ini benar-benar membuat Hardi mengerutkan dahi.


Dia mendapat perintah untuk membuat alif selalu dalam perlindungannya. Sally bukanlah orang yang stabil. Saat ini, Hardi hanya mengkhawatirkan dengan keamanan alif sebagai tuan mudanya .


Tetapi alif malah bersikap santai, dia melambaikan tangan dan mengisyaratkan tidak ada masalah.


Lagi pula alif juga penasaran dengan masalah pribadi Sally . Dia naik ke atas tanpa merasa ragu.


alif mengikuti bawahan Sally dan langsung naik ke lantai 3, akhirnya tiba di depan salah satu kamar.


Anggota Sally dengan sopan mempersilakan alif, Setelah bawahan pergi, dia langsung mengetuk pintu kamar.


“Masuk!”


Dari dalam terdengar suara Sally. alif membuka pintu dan masuk ke dalam kamar.


Kamar ini cukup sederhana dan tidak terlalu besar.


Kasur berwarna merah muda, meja rias yang dipenuhi barang kosmetik, di samping tempat tidur ada sebuah lemari pakaian, di dalamnya terdapat baju Sally yang begitu banyak bahkan ada beberapa lejing , setrit dan tengtop juga .


Di sudut ruangan ada sebuah kamar mandi yang hanya di sekat dengan kaca dan tidak ada ruang tamu, ini adalah tempat tinggal Sally.


Setelah masuk, alif langsung mengamati seluruh kamar, akhirnya terdengar suara air yang berasal dari kamar mandi yang hanya dibatasi kaca.


“Kakak Sally, Apakah kamu memanggil aku ke sini hanya untuk mendengarkan suara air dari kamar mandi?” Alif menutup pintu kamar sambil bercanda.


Dari dalam kamar mandi terdengar suara Sally : “Kenapa harus mendengar wanita yang sedang mandi, kemari dan lihatlah.”


Perkataan itu membuat alif bingung dan salah tingkah.


Awalnya hanya ingin bercanda, sekarang malah dipermainkan kembali oleh Sally, hal ini cukup membuat alif merasa canggung.


Tetapi saat ini, Sally sekali lagi bersuara.


“Alif, apakah kamu adalah laki-laki? Buat apa takut dengan aku yang hanyalah seorang wanita? Apa yang kamu takutkan? Cepat ke sini!”


Setelah perkataan itu, alif langsung memberanikan diri dan melangkah menuju kamar mandi.


Apa yang ditakutkan? Sally saja tidak merasa malu, buat apa dirinya merasa malu?


Sampai di depan kamar mandi, alif mendorong pintu kaca.


Tetapi sebenarnya dia menebak, Sally mungkin saja sedang cuci baju atau cuci kaki, kalau tidak, dia tidak akan begitu santai menyuruh seorang laki-laki masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Kenyataannya, sewaktu pintu kaca terbuka, alif melihat Sally yang memang sedang mandi.


Saat ini, Sally sedang menghadap ke arah dalam, kedua tangannya sedang memegang rambut yang basah, benar-benar menggoda.


Yang lebih membuat orang terpikat adalah bagian punggung yang langsing, putih dan bersih, juga kakinya yang panjang.


Keseluruhan tubuh terlihat jelas karena dia tidak berpakaian. Saat ini, alif sedang melihatnya tetapi Sally sama sekali tidak merasa malu.


Sally sengaja bertanya: “alif, apakah kamu masih ingat apa yang pernah aku katakan? Dalam lima tahun ini, aku belum pernah bersentuhan dengan laki-laki.”


alif mulai merasa bergejolak setelah mendengar perkataan Sally ini.


alif pertama kali melihat tubuh wanita yang tanpa berpakaian, dan kebetulan saat ini dia melihat tubuh Sally yang begitu menggiurkan.


Terutama perkataan Sally, benar-benar membuatnya merasa tidak bisa menahan nafsu.


Karena tidak mendengar jawaban dari alif, maka Sally sekali lagi bertanya dengan senyuman: “alif, apakah aku cantik?”


alif hanya menganggukkan kepala. alif tidak bisa menyangkal kecantikan wanita ini, dia terlihat begitu seksi, dewasa dan sangat mempesona.


Setelah alif menganggukkan kepala, Sally berkata: “Bantu aku bersihkan bagian punggung, tanganku tidak mencapai seluruh punggung.”


alif tidak bisa mengatakan apapun. Bukankah Sally sedang mengisyaratkan dan memberikan kesempatan kepada alif untuk segera melakukan sesuatu?


“Apa yang kamu khawatirkan? Apakah aku adalah siluman yang bisa mencelakai kamu?”


Perkataan Sally benar-benar membuat dia malu dan tidak enak hati. Saat ini, alif juga merasa sedikit kesal.


Seorang pria sejati, tidak boleh diremehkan oleh seorang wanita!


Detik selanjutnya, dia melepaskan jaket, menaikkan lengan baju dan mulai bertindak.


Kulit Sally terlihat putih, bersih, lembut dan mulus. Tangan alif sesekali tergelincir ke arah depan.


Sally mengingatkan: “Kontrol tanganmu! Kalau tergelincir ke arah depan lagi, kamu akan menyentuh bagian yang tidak boleh disentuh. Jika kamu memancing nafsu aku, maka aku tidak akan melepaskan kamu, malam ini aku akan berubah jadi siluman dan menelanmu!”


Wajah alif begitu merah, tidak tahu apakah karena rasa malu atau dorongan nafsu. Tetapi sekarang ini alif sudah bisa mengontrol tangannya, dia hanya membantu Sally menggosok bagian punggung. Karena punggung Sally tidak kotor, maka dia hanya menggerakkan tangannya dengan pelan dan sama seperti sedang mengelus.


Setelah itu, Sally kembali bertanya: “alif, jujur saja, apakah kamu ingin melakukan sesuatu dengan aku?”


Sally cukup ceplas-ceplos, pertanyaan itu membuat alif sangat panik.


Sally adalah wanita yang sangat terbuka dan alif tentu saja harus menyesuaikan diri.

__ADS_1


alif berkata: “Ada sedikit dorongan.”


Sally tertawa: “Kebetulan, aku juga terdorong untuk melakukannya, tetapi belum begitu bergairah. Kita diskusikan saja apa yang harus kita bicarakan. ”


Sally benar-benar wanita penggoda. Dia sudah membangkitkan nafsu alif, setelah itu membiarkannya begitu saja. Sekarang Sally malah ingin membahas masalah yang lain.


“Aku tahu, bukankah kamu ingin tahu masa lalu aku dengan Hardi ?”


Dia adalah wanita yang cukup mengerti hati orang lain. Sekali melihat tatapan alif maka dia sudah bisa menebak apa yang alif fikirkan. Benar-benar bisa membaca pemikiran orang lain.


alif juga tidak menyangkal: “Benar, Hardi sudah sekilas menceritakannya, tetapi dia tidak terlalu mengerti seluruhnya juga.”


Sally tertawa dan berkata: “Tentu saja dia tidak mengerti. Hardi hanya mengira aku telah menganiaya teman baiknya. Dia sama sekali tidak memberikan aku kesempatan untuk menjelaskan apapun. Saat itu Hardi langsung mengambil sebuah pisau dan menusuk aku, dia ingin mengambil nyawaku.”


“Aku yakin dia juga tidak menceritakan tentang aku sebenarnya adalah bibinya.”


Perkataan ini membuat alif cukup terkejut: “Kamu adalah bibinya?”


“Ya sayang, Hardi adalah keponakan aku!”


Hardi memang tidak menceritakan hal ini, alif juga tidak berani memikirkan sampai sejauh ini.


Tidak ada yang menyangka, ternyata Sally dan Hardi sebenarnya mempunyai hubungan...


Setelah itu, Sally mulai menjelaskan semua kejadian...


Saat itu, Sally sedang menemani bos untuk memperjual belikan informasi. Waktu itu bos mendapat informasi bahwa teman seperjuangan Hardi akan menjadi mata-mata dalam masalah transaksi narkoba, mereka akan menjual obat-obatan tersebut dengan harga tinggi di wilayah perbatasan.


Sally tidak ingin hal ini terjadi, dia sudah berusaha menyebarluaskan informasi tersebut, tetapi akhirnya ketahuan oleh bosnya.


Setelah itu, orang itu membuat sebuah perangkap dan menjual informasi tersebut, tetapi dia menjadikan aku sebagai kambing hitam.


Setelah itu, Hardi mengeluarkan sebuah pisau belati dan menusuk aku.


“Dia ingin membunuh aku dan menuduhku telah mengkhianati negara.”


“Aku adalah seorang wanita, hatiku masih berwarna merah dan masih mencintai negara sendiri.”


“Hardi adalah keponakan aku. Jika dia adalah orang lain, mungkin aku sudah membunuhnya ribuan kali.”


Setelah itu, Sally langsung membalikkan badan dan tidak peduli dirinya yang tidak berpakaian, dia langsung menghadap alif begitu saja.


“alif, sekarang kamu mengerti sebenarnya apa yang aku inginkan?”

__ADS_1


__ADS_2