
Setelah meninggalkan sekolah, alif dan Siska kembali ke rumah kontrakkan tempat mereka tinggal.
Sesampai di rumah, alif mendengar suara batuk yang berasal dari dalam ruangan, Siska bergegas memasuki ruangan dengan panik.
alif mendapat kabar bahwa Siska hanya tinggal sendirian di rumah kontrakan ini, tidak disangka di dalam rumah Siska masih terdapat orang lain. Dia yang tadinya masih berpikir positif, kini pemikirannya telah berubah.
Dipenuhi rasa penasaran, alif memasuki ruangan, dan dia melihat seorang perempuan lemah sedang berbaring di atas ranjang.
Wajah perempuan ini terlihat pucat dan begitu kurus, kelihatan sudah lama berpenyakitan.
Siska yang di samping sedang merawatnya dengan sepenuh hati dan sambil berkata: "Ibu, kenapa kamu tidak beritahu aku kalau obat sudah habis, aku akan membeli obatnya untuk mu."
"Sudahlah, tidak perlu beli obat lagi, harga obat sangatlah mahal, aku akan minum obat seadanya saja."
Melihat keadaan sekarang dan pembicaraan ibu dan anak ini membuat alif merasa prihatin.
Kemarin ibunya yang bernama lisa juga pernah melakukan hal seperti ini, menghabiskan obat dan tidak memberitahunya hanya karena ingin mengirit uang dan tidak ingin menjadi beban anaknya. Melihat kondisi ibu Siska ini membuat jatuh air mata alif.
Dia keluar dari dalam ruangan secara perlahan, mengirimkan pesan singkat kepada Gm cecep dan memintanya mencari cara untuk membantu Siska .q
Dia juga dulunya berkehidupan miskin, dan dia tahu semakin miskin maka gengsi diri kita akan semakin tinggi. Meskipun orang membantu dengan ikhlas tetapi kita hanya akan merasakan sedekah darinya. Maka dari itu dia tidak bisa memberikan uang kepada Siska dengan begitu saja, hanya bisa membantunya lewat cara seperti ini.
Tidak lama kemudian, Siska juga keluar dari dalam ruangan dan menuju dapur untuk masak.
alif juga membantunya di dapur, dengan tidak sengaja mereka mulai membahas tentang keluarga Siska.
Menurut apa yang diceritakan Siska, bisa kita ketahui bahwa kehidupan keluarganya dulu sangatlah baik. Ayahnya memiliki beberapa buah mobil ekskavator dan mengerjakan proyek di lokasi kontruksi.
Hanya saja ayahnya berjumpa dengan seorang preman jahat. Tidak membayar ketika proyek sudah selesai dikerjakan, dan merebut semua mobil ekskavator menjadi miliknya pada saat ayahnya meninggal karena kecelakaan mobil. Keluarganya jatuh miskin karena semua harta milik keluarganya sudah dijadikan modal oleh ayahnya untuk mengerjakan proyek ini, kini orangnya telah meninggal dan uang proyek juga tidak kembali.
alif merasa prihatin atas kejadian yang menimpa Siska. Kini dia mengingat nama preman jahat itu yaitu Johan Purnomo .
Jika dia bertemu manusia satu ini, dia akan membantu Siska untuk membalas dendam keluarganya. Sungguh menyebalkan....
Makan malam berlangsung di rumah Siska , tapi jujur saja rasa masakannya sangatlah hambar.
Keuangan sudah sangat menipis, untuk mengharapkan bumbu masakan yang lebih enak sudah menjadi beban baginya.
__ADS_1
Dan masakan yang kurang akan bumbu akan seenak apa?
Tetapi alif juga sudah pernah mengalami kehidupan seperti ini, maka ini tidak menjadi masalah besar baginya. Hanya saja ini membuat Siska merasa tidak enak hati karena dia tidak bisa memberikannya masakan yang enak dan lezat untuk alif .
Untung saja alif memakan masakannya itu dengan porsi lumayan banyak dan kini perasaan hati Siska merasa sedikit lega.
Kini malam telah tiba, Siska mengantar aluf ketika dia ingin pulang sekalian Siska membeli obat di toko obat.
Siska menangis sedih ketika dia menceritakan penyakit ibunya.
Dan dia hanyalah seorang perempuan berusia 20 tahun. Di saat orang lain bermanja-manjaan untuk meminta laptop Iphone, dia hanya bisa menopang beban kehidupan dengan diri sendiri.
Ini membuat alif merasa tidak tega dan memeluk Siska ke dalam pelukannya.
Dan Siska juga tidak menolaknya, karena dia memang sedang membutuhkan sebuah pundak besar untuk dia jadikan sandaran sementara waktu.
Setelah selesai menangis, Siska keluar dari pelukan alif , mengusap air mata sambil berkata: "Maaf, terimakasih."
Dua kata yang tidak berhubungan ini di ucapkan oleh Siska, dan alif mengerti arti yang disampaikan olehnya.
Terdengar kata-kata penyemangat dari alif membuat Siska kembali tersenyum dan berkata: "Semangat."
alif tersenyum dan melambaikan tangan dengan Siska, kini mereka berjalan menuju ke arah tempat tinggal masing-masing.
Ketika di perjalanan alif menuju tempat tinggalnya, dia bertemu dengan empat orang preman yang telah dibayar oleh Hendra.
Dia akan menghabisi alif pada malam ini, tidak hanya membuat alif mengaku dirinya sebagai kakeknya, dan juga akan membuat alif bersujud untuk meminta ampun. Semua yang dia alami bahkan yang tidak dia alami pada sore hari tadi dia akan membalas dendam terhadap alif.
Tidak lama kemudian, Hendra melihat alif berjalan ke arahnya dari arah seberang.
"Sial, akhirnya kamu pulang, aku sudah menunggu kamu seharian di sini, hanya ingin memberitahu kamu kehebatanku saja."
Setelah itu Hendra memberitahu keempat anggotanya: "Lelaki yang berjalan ke arah kita adalah sasaran kita, hajar dia!"
Keempat preman tersebut berdiri sambil berpegangan senjata dan bersiap-siap menyerang alif.
Tetapi tiba-tiba muncul empat mobil di depan mereka dan mobil terbuka semua orang yang berada di dalam mobil turun secara bersamaan.
__ADS_1
Pemimpin mereka memegang sebuah foto di tangan kirinya dan tangan kanannya memegang wajah Hendra sambil berkata: "Tidak salah lagi, ini orangnya. Hajar dia!"
Setelah mendengar perintah, orang yang berjumlah dua puluh orang itu maju dan memukuli Hendra dan keempat premannya.
alif melewati lokasi kejadian tersebut, dan dia melirik ke arah perkelahian tersebut dan dia langsung pergi dari lokasi tanpa mengurusi masalah ini.
Hendra merasa sangat kesal setelah melihat semua kejadian ini. Dia yang awalnya ingin memukuli si alir, kini malah dia yang dipukuli oleh sekumpulan orang yang tidak dikenalinya.
Semua akan dia lupakan jika ini hanya sebuah perkelahian biasa, namun semua berubah menjadi kejadian menakutkan ketika Hendria mendengar percakapan berikut:
"Bos, kata perempuan itu Hendra yang memulai mengganggunya, dan Hendra menganggap dirinya adalah pacar dari perempuan ini. Kini perempuan ini meminta kita untuk hancurkan dia, bagaimana cara menghancurkannya?"
"Tidak perlu ditanyakan lagi, kita hancurkan bagian yang berhubungan dengan percintaan antara lelaki dan perempuan."
Kini ekspresi Hendra berubah menjadi ketakutan setelah mendengar perkataan itu dan dia berkata: "Tidak, apa yang sebenarnya terjadi para bos ku sekalian? Apakah kalian tidak salah sasaran? Perempuan mana yang sedang kalian sebukan? Beritahu aku, aku akan meminta maaf kepadanya. Kalian...... Ahhhh !!!"
Terdengar suara teriakan di malam yang sepi ini. Suara teriakan ini terdengar seperti suara seekor babi jantan sedang ditusuk dengan sebuah pisau."
Tetapi Hendra lebih parah, dia dipukuli dan ditendang oleh orang yang tidak dia kenal.
Hari kedua setelah alif pergi ke sekolah, Arya mendatanginya.
"Bro, apakah kamu sudah mendengar cerita? Hendra dihancurkan oleh orang, kata dokter sudah tidak bisa diobati lagi, hanya bisa dipotong!"
Hahh, alif terlihat terkejut. Dia hanya mendengar sekretaris perempuan itu berkata akan membalas dendam terhadap Hendra, tetapi pembalasan seperti ini benar-benar di luar dugaan dia.
Pembalasan ini sungguh menakjubkan.
Tetapi ya sudahlah, semua ini adalah karma atas perbuatan Hendra sendiri dan tidak ada hubungan dengannya.
Lalu dia mendengar kabar dari Arya bahwa si Budi juga telah pindah sekolah akibat masalah ini, dia tidak ingin berubah menjadi perempuan.
alif berpikir sejenak dan beranggapan bahwa ini adalah hal yang bagus, karena setidaknya dua orang penghancur telah pergi dari sini.
Ketika dia sedang mempersiapkan barang untuk pergi ke sekolah, teleponnya bunyi dan terlihat Gm cecep yang menghubungi dirinya.
Setelah telepon tersambung,belum sempat menalar untuk berbicara sudah terdengar suara buru-buru berbicara dari arah sana: "Presdir, terjadi masalah besar!"
__ADS_1