Perjalanan Hidup

Perjalanan Hidup
Bab 68 Lumayan menarik


__ADS_3

Setelah Arya dan uQin berpisah, alif kembali ke kediaman barunya.


Dua kamar tidur dan satu ruang tamu berukuran lebih dari 70 meter persegi, meski terkesan tidak besar, tapi cukup untuk dia tinggal sendiri.


Dia bahkan bertanya-tanya, apakah akan membawa Siska tinggal bersama, lagi pula ibunya Siska di atur oleh perusahaan tinggal di panti jompo, sekarang dia seorang diri tinggal di rumah kontrakannya, alif benar-benar sedikit khawatir.


Tentu saja, ini ada hubungannya dengan masalah sebelumnya dia dan Widia tidur bersama.


Dia merasa bahwa ada perasaan yang sangat indah saat sedang bersama dengannya, kalau bisa bersama dengan Siska juga....


Berbaring di tempat tidur memikirkan hal-hal yang aneh, tiba-tiba teleponnya berdering, telepon dari nomor tidak dikenal.


Setelah menjawab teleponnya, terdengar suara yang samar-samar tidak asing baginya, FerLi.


“alif, besok aku akan menikah, kamu sebagai teman sekelasku, kamu jangan tidak datang ya!”


FerLi, adalah teman sekelas waktu SMP, dulu dikenal sebagai kembang sekolah, dan pernah mengejar alif.


Hanya saja sekarang kalau dipikir-pikir, lagi pula semua adalah teman sekolah, saat itu, dia hanya memikirkan tentang nilai.


Siapapun yang memiliki nilai bagus, adalah pria terganteng di kelas itu, tentu saja juga harus memiliki penampilan yang menarik, kebetulan alif memiliki keduanya waktu itu dan sekarang makin tampan.


Jadi saat itu FerLi mengejar alif, tapi ditolak dengan tegas oleh alif, lagi pula saat itu ada susan yang selalu menemani di sisi alif, hanya saja sekarang....


alif menggelengkan kepala, tidak mau berpikir banyak lagi, kemudian mengobrol beberapa kata dengan FerLi di telepon, kemudian menyetujui hal itu.


Orang-orang pegunungan menikah lebih awal, tidak dapat mendaftar jika belum sampai usianya, tetapi hal itu tidak menunda mereka mengadakan acara pernikahan terlebih dahulu.


Tunggu mencapai usianya nanti, wajar saja banyak orang yang mendaftar bersamaan dengan mendaftarkan anak mereka juga.


Jadi waktu FerLi sudah berusia 20 tahun dan menikah, alif tidak kaget.


Keesokkan harinya tidak ada kelas, dia mengendarai mobil Poussain tua sepanjang jalan di pagi hari, dan akhirnya dia membutuhkan lebih dari dua jam untuk sampai di kabupaten kecil.


Di pintu masuk Hotel , alif melihat karpet merah dan berbagai dekorasi meriah terhias di depan pintu hotel.


Di depan pintu hotel terdapat sebuah acara pernikahan yang besar, di bagian atasnya tertulis ucapan selamat pernihakan Nona FerLi dan Tuan Hans.


Hans ini tampaknya juga adalah teman sekolah SMP-nya, alif merasa sedikit ada bayangan tentangnya, tapi tidak terlalu ingat.


Setelah memakirkan mobil, alif mengambil kunci mobil, dan berjalan menuju pintu hotel.

__ADS_1


Orang-orang mengatakan bahwa seorang wanita terlihat sangat cantik saat dia menjadi mempelai, dan itu tidak bohong.


FerLi awalnya adalah wanita cantik, setelah bertahun-tahun tidak bertemu, dia terlihat lebih cantik.


Dan hari ini dia mengenakan gaun panjang putih dengan panjang ke belakang, dan memperlihatnya lekuk tubuhnya, sangat indah menarik perhatian orang.


alif menghampirinya, mengeluarkan amplop merah memberikannya kepada FerLi dan berkata: “Selamat


alif memberikan amplop yang di dalam nya uang sekitar satu juta dua ratus ribu rupiah, hanya sekedar untuk arti keberuntungan saja.


FerLi menerima amplopnya, dengan ekspresi puas dan berkata: “Terima kasih, cepat masuk ke dalam!”


alif tersenyum menganggukkan kepala, dan berjalan masuk ke dalam.


Tapi saat berjalan ke dalam, terdengar suara FerLi bertanya kepada para pengapit di sampingnya: “Siapa orang itu?”


alif tercengang saat mendengarnya, apakah semalam bukan kamu yang meneleponku, sekarang kamu menanyakan aku itu siapa?!


Pengapit di sampingnya menjawab: “alifto, teman SMP kita, bukankah kamu menyuruhku untuk meneleponnya?”


FerLi merasa ragu dan berkata: “Tidak mungkin, aku mendengar bahwa kehidupannya di kota sangat lumayan, ada orang yang melihat dia mengendarai mobil seharga ratusan jutaan, aku mengira itu benar, makanya aku ingin dia datang dengan mengendarai mobilnya, bagaimana mungkin dia bisa datang ke sini dengan mobil Poussain tua?”


“Mungkin teman sekelas kita di kota berbicara omong kosong, aku mendengar bahwa si Susan yang dulunya kerja di cfe bersama meninggalkan alif, karena dia miskin. Kamu pikir ya, kalau dia benar mempunyai mobil seharga ratusan juta, bagaimana mungkin Si susan itu meninggalkannya? Jangan pikirkan hal itu lagi, ada datang tamu lagi...”


Hanya saja sudah terlanjur datang, dan juga hampir jam makan siang, alif berjalan masuk ke dalam hotel.


Dia tidak peduli, lagi pula uang sudah dia keluarkan, harus makan sampai kenyang, lagi pula tidak mungkin uangnya kembali lagi dan pergi begitu saja dengan rasa lapar.


Ada orang yang menyadari kehadirannya saat alif memasuki aula.


“Waw, bukankah ini kakak alifto yang berprestasi di sekolah SMP kita? Sini, sini, kakak berprestasi, silakan!”


Disebut kakak berprestasi, hanya julukan teman-teman kelasnya.


Karena alif sering menjadi juara satu, dan guru juga sering memujinya, jadi semua orang memanggilnya kakak berprestasi.


Tak terbantahkan, alif dipanggil begitu karena teman semejanya David memanggilnya seperti itu.


Tampaknya, teman semejanya sekarang sudah lumayan, satu per satu memakai setelan jas rapi, dengan rokok di depan kalau bukan rokok malboro atau rokok surya, jika dia membawa rokok harga sekitar sekitar empat puluh ribu rupiah , sangat sungkan jika harus duduk semeja dengan mereka.


David tertawa terbahak-bahak menarik alif duduk, kemudian menepuk pundaknya.

__ADS_1


“Bagaimana, kakak berpretasi, belakangan ini kekayaanmu dari mana saja?”


alif tersenyum, “Bagaimana bisa kaya, kuliah saja belum lulus!”


David memukul pahanya sendiri.


“Benar, benar, kamu mempunyai prestasi yang bagus, tidak sama dengan kamu, sekarang pasti kuliah di universitas ternama, bagaimana, di University indoneaia atau university negara paling dalam ( UNPAD ), perkenalkan kepada kami lingkungan sekolahnya, agar kita yang tidak mampu ini bisa mengetahuinya juga!”


alif menggelengkan kepala, mengisyaratkan bahwa dia hanya kuliah di universitas biasa saja.


David mengucapkan kata amit-amit, kemudian berkata: “Tidak mungkin, dulu kamu sangat berprestasi di sekolah, guru saja memuji kamu, kenapa kamu memilih ujian di universitas biasa saja, universitas tingkat tiga....apakah universitas yang sering orang-orang bilang universitas dengan wanita murahan?”


“Benar, wanita murahan di universitas kalian banyak tidak, berapa harganya, ?”


Lama-lama, niat asli David terungkap.


Dari awal alif sudah tahu niat jahatnya, waktu itu saat di sekolah, dia sering memukul David .


Alasannya sangat sederhana, David pantas dipukul, karena dia memasukkan ular ke dalam tas sekolah alif, atau melemparkan batu lewat dinding ke toilet saat alif lagi berak, bagaimanapun, itu semua dilakukannya untuk membuli alif karna miskin , dan alif sering memberi pelajaran kepada David.


Sekarang aku mendengar bahwa kehidupan David lumayan, dia akan membalas dendam kepadanya, dan ternyata kesempatan itu benar datang.


Dari perkataan David tadi, alif sudah bersiap, jadi dia tidak terkejut dengan ejekan David.


Tapi kemudian tanpa menunggu dia berbicara lagi, David melanjutkan perkataannya: “Kakak berprestasi, aku ingin memberitahumu, kamu jangan pergi ke universitas itu, apa ada artinya pergi ke universitas itu?


“Putus kuliah saja, dan kerja di pabrikku, sekarang aku sedang mengolah pabrik kecil, juga tidak banyak orang, hanya sekitar lima enam orang, keuntungan tahunan juga tidak banyak, hanya sekitar empat ratus juta rupiah, tapi cukup untuk menghidupi kamu.”


“Tapi aku juga bukan orang yang dermawan, aku punya syarat, kamu harus membawa susan untuk menjadi sekretarisku.”


Orang di sampingnya tertawa dan berkata: “Daniel , sebenarnya kamu berpikir ingin meniduri si susan kan?”


Daniel tidak menutupinya, kemudian menepuk pundak alif dan berkata: “Omong kosong, kalau tidak siapa yang mengumpulkan sampah dari pabrik, yang aku kelola ini adalah pabrik pengolahan, bukan tempat daur ulang. alif, menurutmu benar tidak?”


ini yang disebut teman sekelas, orang-orang bilang bahwa semakin tua kita maka semakin berharga mereka, jadi hari ini dia merelakan beberapa juta, dan tidak jadi makan, dan dia tidak peduli dengan sekelompok temannya ini.


Tetapi ketika alif berdiri dan hendak berjalan keluar, Daniel menahan pundaknya.


“Hei, kamu benar-benar mengira bahwa kamu adalah seorang manusia, aku sedang berbicara denganmu, apakah kamu bisu?!”


Tidak mengizinkan aku pergi? Hehe, sangat menarik!

__ADS_1


Jadi alif bertanya-tanya, apakah muka temboknya tidak di hancurkan, jadi Daniel merasa tidak nyaman?


__ADS_2