Perjalanan Hidup

Perjalanan Hidup
Pemekaran


__ADS_3

Setelah lama bergabung dengan Riau, Kepulauan Riau akhirnya memutuskan untuk memisahkan diri dengan membentuk Badan Perjuangan Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR).


Perjuangan BP3KR akhirnya membuahkan hasil dengan pemekaran provinsi Kepulauan Riau dari Riau pada tanggal 24 September 2002.



Memiliki 176 Desa, 299 Kelurahan, 52 Kecamatan, 5 Kabupaten, dan 2 Kota besar yaitu Tanjung Pinang dan Batam yang dikenal dengan Zona bebas Indonesia.


"Bundaaaa"


"Bundaaa"


"Bundaaa"


"Bundaaa" Teriak anak anak saat melihat Sabilla yang sudah berada di depan sekolah mereka. Andrian, Iqbal, Umaiza, Ehab berjalan menghampiri Sabilla kemudian mencium tangan Sabilla.


Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, seolah baru saja kemarin Sabilla merasa terpuruk, menahan sakitnya melahirkan tanpa pendamping.

__ADS_1


Kelahiran yang seharusnya menjadi moment penuh kebahagiaan setiap PASUTRI, malah terasa terbalik bagi Sabilla. Tetapi kini semua seolah yang Maha Kuasa bayar tunai dengan memberikan anak anak yang lucu, menggemaskan yang menjadi pelipur lara.


Anak anak yang cerdas, pandai dan mengerti tentang kondisi dirinya.


"Gimana hari ini? seru atau kurang seru" Sabilla bertanya sambil menatap satu persatu anak anaknya.


"Alhamdulillah Bunda, hari ini Ehab mendapatkan nilai 100 karna bisa menjawab pertanyaan Miss Aurel" Ehab sangat antusias.


Umaiza mencebik, kemudian mengerucutkan bibirnya melihat sang adik dengan bangganya yang mengatakan mendapatkan nilai seratus.


"Itu karna Umaiza yang mengalah, membiarkan Ehab menjawab pertanyaan dari Miss Aurel" Ucap Umaiza tidak terima dengan pengakuan Ehab.


"Iyakan kak Andrian" Ehab melihat Andrian meminta pembelaan.


"Aku tidak tahu" Andrian acuh seolah tidak tahu peristiwa apapun yang terjadi di dalam kelasnya.


Setelah Andrian menjawab seperti itu, tatapan Ehab pun tertuju pada Iqbal satu satunya yang dianggap penolong untuk Ehab.

__ADS_1


"Kak Iqbal" Ucap Ehab dengan tatapan memelas.


"Iya, Ehab yang mengacungkan tangan terlebih dahulu saat itu, sehingga Umaiza hanya bisa mencebik dengan kesal" Iqbal berucap dengan santai sambil melihat tatapan Umaiza yang sudah tidak bersahabat.


Umaiza seorang anak perempuan satu satunya diantara mereka berempat membuatnya selalu ingin diperhatikan, disayang dan satu sifat Umaiza yang terkadang sulit dikontrol adalah sifatnya yang selalu jadi ingin no 1.


"Sayang, Umaiza jangan seperti itu ya Nak, Umaiza itu kakaknya Ehab! jadi harus saling menyayangi jika Ehab bisa menjawab pertanyaan dari Miss Aurel berarti itu bagus dong"


"Itu artinya semua anak anak Bunda itu pintar. Dan Bunda sangat bangga terhadap anak anak Bunda" Sabilla tersenyum memberikan pengertian, meskipun terkadang Umaiza merengek tidak setuju dengan pendapatnya.


Selalu ingin menang sendiri itulah Umaiza dan jika sesuatu itu tidak sesuai dengan kehendaknya Umaiza sering sekali marah. Tetapi meskipun demikian Umaiza tetaplah Umaiza yang berhati lembut.


Umaiza memiliki sifat penyayang dan perhatian terhadap orang orang disekelilingnya.


"Bunda jika kami berempat mendapatkan nilai seratus semua, bolehkah kami menelpon Ayah?" Umaiza menatap netra Salsabilla dengan penuh harap.


Salsabilla diam tidak banyak percakapan yang terjadi setelah Umaiza mengatakan kata Ayah. Ayah yang selama ini mereka rindukan, Ayah yang selama ini ingin mereka temui, Ayah yang selama ini mereka ingin tahu seperti apa bentuk dan wujudnya.

__ADS_1


Kata kata yang selama ini mereka dengar dari mulut Sabilla tentang Ayah mereka adalah seseorang yang sedang merantau, pergi jauh di Pulau sebrang sana yang entah ada di mana? bahkan tiap kali mereka bertanya tentang Ayah? Salsabilla selalu bilang


"Ayah sedang merantau pergi jauh di Pulau sebrang sana? Ayah sedang mencari uang untuk kita semua, Ayah belum mempunyai ponsel untuk kita hubungi karna uangnya selalu Beliau kirim untuk kita" Ucapnya kala itu.


__ADS_2