Perjalanan Hidup

Perjalanan Hidup
Bab 116 : Kamu Pantas Di pukul


__ADS_3

Alif pergi, meskipun dia sudah tiba di lantai bawah rumah keluarga Desy, namun dia tidak naik.


Melihat mobil yang sudah usang itu melaju menjauh, Randy menghela napas lega.


Alif ini sangat galak, dia tiba-tiba memukulnya, itu sangat menakutkan.


Namun, koper yang dibawanya sangat berat, itu sangat berat hingga Randy harus menyatukan kedua tangannya untuk membawanya.


Tidak tahu apa sebenarnya yang ada di dalamnya, Randy ingin membukanya dan melihatnya.


Tetapi memikirkan perkataan Alif sebelum dia pergi, dia berpikir sejenak kemudian memutuskan untuk membukanya setelah tiba di rumah, daripada dia dipukul lagi ...


Setelah pulang dengan membawa koper itu, pada saat ini Juandi sedang membaca koran di ruang tamu dan Tika sedang memasak di dapur.


"Ayah, ibu aku sudah pulang."


Setelah menyapa mereka, Randy masuk ke ruang tamu dengan membawa koper.


Juandi Lin menurunkan kacamata bacanya, "Randy, apa yang kamu bawa? Selain itu siapa yang memukuli wajahmu?"


"Ini……"


Randy meragu sejenak, dia tidak tahu bagaimana menjelaskannya, kemudian dia langsung mengatakan kejadian yang sebenarnya.


Begitu mendengar bahwa putranya dipukuli, Juandi langsung sangat marah.


Tepat sebelum dia melampiaskan amarahnya, Tika keluar dari dapur, "Bajingan brengsek, berani-beraninya memukul putraku, aku tidak peduli siapa dia, tidak peduli apa pekerjaannya, aku pasti akan memberinya pelajaran!"


"Ingin bersama putriku, aku tidak akan membiarkan itu, aku tidak akan pernah menyetujuinya!!!"


Teriakan melengking itu seperti suara digigit ular, dan itu cukup menunjukkan arogansinya.


Juandi saat ini juga mengomel, "Brengsek, berani-beraninya memukul putraku, dia sudah meremehkan keluarga ku!"


Mereka berdua tampak sangat galak, dan mereka sangat marah karena Alif memukuli putra mereka.


Sebagai 'korban', Randy tentu saja juga sangat marah, tetapi sekarang yang lebih membuatnya penasaran adalah apa yang ada di dalam koper yang susah payah dia bawa, dan mengapa Alif menyuruhnya membukanya setelah tiba di rumah.


Dengan rasa penasaran di hatinya, Randy mengabaikan orang tuanya yang sedang mengomel di samping, dia langsung membuka koper itu.


Saat koper itu dibuka, ruangan menjadi sunyi seketika, dan tidak ada lagi suara omelan.

__ADS_1


Uang, semuanya uang berwarna merah, banyak tumpukan uang di dalamnya, di depan mata mereka semuanya adalah uang.


"Ini, banyak sekali uangnya, bagaimana bisa ada begitu banyak uang, ini ... sepertinya miliaran rupiah , bukan ?!"


Tika tercengang, dia berjalan ke depan koper dengan tertegun, dia benar-benar di buat terkejut oleh tumpukan-tumpukan uang itu.


Juandi juga kaget hingga tidak bisa mengatakan sepatah kata pun, sikapnya yang marah dan mengomel tadi tidak terlihat lagi.


Randy menelan ludahnya dan mengusap matanya dengan kuat, "Ya Tuhan, Alif memberi kita begitu banyak uang?!"


Karena khawatir bagian bawahnya bukan uang, Randy membalikkan koper ke lantai, alhasil dia menyadari itu semua adalah uang.


Dia langsung terkejut hingga tercengang di tempat, dia benar-benar tidak tahu harus berkata apa.


Pada saat ini, Juandi melangkah maju untuk memeriksanya, dia mengeluarkan segepok uang, itu semua uang, tidak ada kertas yang dicampur.


Dia mengambil segepok uang lagi, itu semua juga uang, setelah memeriksanya, dia menyadari juga tidak ada masalah apa pun ...


"Semuanya uang, Si Alif ... Tidak, menantu baru kita memberi kita begitu banyak uang ?!"


Sebelumnya, dia memanggilnya dengan bajingan, tetapi sekarang dia malah memanggilnya menantu baru, perkataannya juga membawa aroma kedekatan.


Orang yang mengatakan ini adalah Tika yang mengatakan 'jangan pernah berharap ingin menjadi menantuku'.


Melihat begitu banyak uang, Tika langsung ingin meletakkan semua uang itu di pelukannya, dan tidak ada yang boleh merampoknya!


Juandi yang berada di sebelah jelas mengatakan hal sesuai kebenaran.


Dia berdeham, kemudian berkata kepada Randy : "Randy, kamu terlalu menyebalkan, dengan siapa kakakmu berpacaran itu adalah kebebasannya, orang seperti apa yang dia sukai dan ingin berhubungan dengan siapa, apakah itu ada hubungannya denganmu? Kamu ini mengganggu pernikahan orang lain! "


"Selain itu, mengapa kamu mengomeli Alif? Dia adalah kakak iparmu, kamu harus menghormatinya, sejak kecil aku mengajarimu untuk menghormati orang lain, apa kamu sudah melupakannya? Sia-sia kamu ini mahasiswa 100 universitas terbaik di dalam negeri! "


"Lihatlah kakak iparmu Alif, meskipun dia adalah seorang mahasiswa di universitas biasa, tetapi dia telah mendapatkan begitu banyak uang melalui kerja kerasnya sendiri. Meskipun kita tidak serakah akan uang, tidak memandang kekayaan, tetapi uang ini adalah bukti dari usahanya! "


"Lalu lihat dirimu ini, kamu suka bersenang-senang dan tidak berpikir untuk maju, dibandingkan dengan kakak iparmu, kamu hanyalah sampah!"


"Menurutku kakak iparmu memukulmu, itu adalah salahmu sendiri, kamu pantas mendapatkannya, menurutku yang ia lakukan adalah sesuatu hal yang benar!"


Randy tercengang, sebelumnya ayahnya bukan berkata demikian, bukankah dia mengatakan bahwa ia meremehkan keluargamya dan dia ingin memukulnya balik?


Bagaimana semuanya langsung berubah dalam waktu kurang dari dua menit?

__ADS_1


Yang lebih membingungkan adalah,, setelah itu, Tika memukul punggungnya dengan keras.


"Tidak punya otak, apakah kakak iparmu boleh kamu marahi?"


"Menurutku dia sudah memukulmu terlalu ringan, kamu yang tidak memiliki mata sudah seharusnya dipukuli dengan keras, yang ayahmu katakan itu benar, yang dilakukan kakak iparmu bagus, kami mendukungnya, kamu memang sudah seharusnya dipukul dengan keras, jika tidak dipukul tidak akan bisa menjadi orang ... "


Mereka berdua yang awalnya sangat kasihan pada putranya, tiba-tiba merubah sikap mereka setelah melihat koper itu penuh dengan uang.


Mereka memperlakukan Alif, yang belum pernah bertemu dengan mereka dengan ramah, dan memperlakukan putra kandungnya Randy dengan memukuli dan memarahinya.


Itu membuat Randy merasa sangat teraniaya, jelas-jelas dialah yang dipukuli, tetapi mengapa dia dimarahi lagi ketika pulang!


Tetapi setelah melihat uang di lantai yang begitu banyak, dia tidak merasa sedih lagi, matanya menunjukkan kegembiraan.


"Ayah, Ibu, kakakku memiliki selera yang bagus dan menemukan seorang kakak ipar yang baik!"


Tika berkata dengan sangat bangga: "Tentu, dia adalah putriku, aku selalu percaya seleranya sangat bagus!"


Juandi menambahkan kalimat tepat pada waktunya: "Dan menantu kita juga memiliki selera yang baik, dia selalu memperlakukan putri kita dengan tulus!"


Setelah mereka memberikan beberapa penilaian, mereka bertiga melihat tumpukan uang di lantai dengan sangat gembira, dan mereka berkata dengan serempak: "Sangat memuaskan!"


Apakah Alif yang memuaskan atau uangnya yang sangat memuaskan, mereka tidak mengatakannya, tetapi pada saat ini, mereka benar-benar sangat gembira, akhirnya mereka punya uang ...


Alif sama sekali tidak peduli dengan sikap keluarga desy.


Setelah dia mengendarai mobil kembali ke kediamannya, dia membuka pintu dengan pelan, kebetulan dia mendengar Desy menelepon dengan membuka speakerphone ——


Deay : "Bu, apa yang kamu bicarakan, dia bukan menantumu, kami baru berpacaran, jangan sembarangan bicara."


Tika : Apanya yang bukan menantu, kamulah yang jangan sembarangan bicara, aku katakan padamu, kamu harus memperlakukannya dengan lebih baik, pemuda itu cukup baik, adikmu bilang dia tampan, dia juga memiliki pemikiran untuk maju, dia sangat sangat baik."


Desy : Bu, kamu jangan dengarkan omong kosong Randy, dia tadi masih memarahinya ...


Tika : Randy memarahinya itu karena Randy masih belum dewasa, aku akan mengomelinya nanti. Selain itu setelah dibujuk oleh Alif, adikmu sudah merasakan kasih sayang Alif padamu, dia juga mengatakan kepada kami bahwa Alif adalah orang baik, dia sangat luar biasa ... "


Ketika Alif mendengar percakapan ini, dia tahu bahwa tidak ada uang yang dikeluarkan dengan percuma di dunia ini.


Ketika Desy menutup telepon, dia sangat penasaran, dia tidak mengerti sihir apa yang digunakan Alif sehingga membuat adik dan ibunya mengubah sikap mereka dengan begitu cepat, mereka memuji Alif dan bahkan seperti berharap mereka bisa menikah malam ini juga.


Ketika Deay sedang berpikir, dia tiba-tiba didorong ke tempat tidur.

__ADS_1


Dia sama sekali tidak mendengar suara Alif membuka pintu saat pulang, jadi dia terkejut hingga belum merespons, dan gaun tidurnya langsung dibuka.


Deay merasa panik seketika, "Tidak, tidak, siapa kamu, cepat lepaskan aku!!!"


__ADS_2