Perjalanan Hidup

Perjalanan Hidup
Hanya Seorang Bidan


__ADS_3

Oek oek oek


Suara tangisan bayi terdengar memenuhi ruangan bernuansa putih putih di sebuah rumah sakit Daerah Surabaya. Tepat pukul 00.00 bayi berjenis kelamin perempuan terlahir ke Dunia. Suara tangisannya pun menggema di keheningan malam.


Cantika beserta bidan lainnya telah selesai membantu proses persalinan seorang wanita.


"Alhamdulillah si Cantik solihah sudah terlahir ke dunia. Semoga menjadi anak yang solihah ya Bapak Ibu" Bidan Suroh teman Cantika tersenyum kepada salah satu pasien melahirkan. Ada beberapa pasien yang Cantika dan teman temannya tolong malam ini.


"Alhamdulillah Bu Cantika bisa kesini malam ini, saya gak kebayang jika saya yang nanganin pasien sendirian" Bidan Suroh berbicara dua arah.


Cantika tersenyum "Mbak setelah dibersihkan bayinya simpan di atas dada Ibunya ya!" Ucap Cantika kepada Bidan PKL yang sedang membersihkan Bayi pasien.


"Siap Bu" Bidan PKL bernama Laras dengan tanggap melaksanakan perintah Cantika.


"Bu Suroh bagaimana setelah ini? saya mesti pulang, maaf belum bisa membantu sepenuhnya" Ucap Cantika dengan wajah sendu.


"Ya ampun wajah Bu Cantika tetap terlihat cantik meskipun memelas seperti itu"


"Haha" Merekapun tertawa bersama sama.


"Gak papa Bu Cantika mungkin nanti temen piket saya bentar lagi juga dateng"


"Emang temennya kemana?" Cantika dan Suroh beriringan berjalan keluar dari ruang bersalin.

__ADS_1


"Tadi sih saya telpon katanya ada keperluan mendadak, makanya saya langsung kepikiran Bu Cantika begitu ada pasien melahirkan. Saya pikir masih lama, eeh ternyata kepalanya sudah keluar. Maaf ya bu mengganggu waktu istirahat Bu Cantika bersama Suami"


"Duduk dulu Bu, saya ambilkan minum ya" Suroh menarik salah satu kursi di ruang khusus para bidan.


Saat Surah hendak pergi, Cantika menahan tangannya "Bu Suroh tidak usah repot repot saya mau langsung pulang, lagian kasian suami saya sudah nunggu" Cantika tersenyum.


"Ya sudah sekali lagi maaf ya Bu Cantika" Suroh masih merasa tidak enak dengan Cantika.


Malam ini bukanlah malam untuk Cantika berjaga di rumah sakit, tetapi karna darurat Suroh terpaksa menelpon Cantika.


Dua jam sudah berlalu, tetapi teman piket malamnya sesama bidan senior belum juga datang. Yang ada hanya beberapa anak anak yang sedang PKL.


Dengan sedikit buru buru Cantika keluar dari rumah sakit menuju parkiran halaman rumah sakit di mana Suaminya berada saat ini.


Verrel pun memutar tubuhnya dan tersenyum "Sayang, sudah selesai?" Cantika tersenyum dan mengangguk.


"Ya sudah kita pulang"


"Iya Mas"


Verrel yang sejak tadi menunggu sambil berbincang bincang dengan pihak keamanan pun pamit pergi karna sudah malam.


Setelah sampai di rumah dan membersihkan diri Cantika dan Verrel kembali berbaring di atas tempat tidur mereka sambil berdiskusi.

__ADS_1


"Gimana tadi?" Verrel dan Cantika sama sama tidur miring saling berhadapan, mengukir senyuman satu sama lain.


"Alhamdulillah, Makasih ya. Suamiku tercinta ini sudah mengizinkan bahkan mengantar Istrinya ke rumah sakit" Cantika tersenyum membelai lembut pipi Verrel.


"Tapi gak gratis banget loh ya" Verrel menatap dengan dalam netra Cantika.


Cantika dan Verrel saling menatap, mendambakan satu sama lain sehingga terjadilah malam indah penuh pahala, seperti malam malam mereka yang lainnya selama hampir 6 tahun.


Malam yang dipenuhi cahaya bintang yang gemerlap menghiasi malam, malam yang penuh dengan makna untuk mereka yang mengetahui rahasia keagungan malam pada sepertiganya.


Cantika pun terbangun tepat pukul 03.00 pagi waktu setempat, kemudian mandi untuk bermunajat bercumbu dengan Sang Khalik.


Cantika duduk di tepi tempat tidur setelah melaksanakan Solat dua rakaat "Mas bangun, mau Solat gak? sudah lebih dari pukul tiga loh" Cantika membelai rambut dan wajah Verrel dengan penuh kasih.


Bukannya terbangun Verrel malah menyimpan kepalanya pada paha Cantika yang masih berbalut mukena cantik. Mendusel perut Cantika mencari tempat ternyaman.


"Eeemmm kenapa gak bangunin sekalian?" Dengan suara parrau.


"Kalo bangunin sekalian nanti makin lama lagi, belum minta tambahan beberapa part" Cantika masih membelai rambut Verrel.


"Itu ibadah paling nikmat loh sayang" Ucap Verrel masih terpejam.


"Iya, kamu kok sekarang makin pinter ya argumennya Mas" Verrel pun terbangun dan duduk "Haha, ini karna kamu yang sering banget nyetel ceramah Ustadz Ustadz ternama di Indonesia sayang"

__ADS_1


Verrel pun beranjak dari tempat tidur setelah mencium Cantika. Kemudian mereka melaksanakan Solat berjamaah sampai Adzan Subuh berkumandang.


__ADS_2